Korean Full Off Love

Korean Full Off Love
30


sedangkan Maura yang sedang di karaoke mereka asik bernyanyi lain hal nya dengan Rama yang dia datang membawa bunga dan juga cincin


"mau apa Rama? " tanya anisa dan mila


"gak tau " jawab Maura


"Maura.. " panggil Rama


"hah kenapa? " tanya Maura bingung paa yang ingin di lakukan Rama


"sini dulu " panggil Rama lagi


Maura pun berdiri menghampiri Rama


"ra gw suka sama loe.. mau gak menikah sama gw " ucap Rama yang tiba-tiba menembak Maura


"hah.. " cuman itu yang keluar dari mulut nya maura


"iya ra gw udah lama suka sama loe, gimana ra mau gak menikah sama gw? gw gak mau pcaran lagi gw mau lngsung menikah aja" ucap Rama


"gw gak bisa beri jawaban sekarang.. gw bingung" ucap Maura melepaskan tangan nya dari pegangan Rama


"kapan ra? " tanya Rama lagi


"yah nanti gw mikir dulu" sahut Maura


"lo gak yakin sama gw ra? apa loe emang gak ada rasa sama gw? " tanya rama lagi


" iya gw menanggapi loe teman gak ada mikir lebih " sahut Maura


"berarti selama ini gw baik sama loe loe gak ngerti maksud gw apa? "


"pliss jangan paksa gw, tolong beri gw waktu untuk berpikir " ucap Maura lagi


"oke gw beri lo waktu berapa lama ra? " tanya Rama lagi


" gw gak tau berapa lama tapi nanti gw kabarin kok" ucap Maura


suasana yang awal nya ingin senang-senang berubah menjadi hening dan kaku lain hal nya dengan anisa dan mila mereka juga merasa tidak enak sedangkan Maura memutuskan untuk pulang lebih awal


"gw pulang dulu ya" ucap Maura


"kok langsung pulang ra? " tanya anisa


"iya ra kok pulang? " tanya mila juga


"gw udah janji sama majikan gw untuk pulang tidak terlalu malam" sahut muara


"yah gak asik dong kalo gak ada loh.. kalo gitu gw pulang juga lah" ucap anisa


"ih kalian masa cuman gw dan Rama yang di sini gak mau ah.. gw pulang" ucap mila juga yang langsung beranjak berdiri dari duduk nya


baru saja di mulai acara nya tapi karena deni melamar muara membuat suasana menjadi berubah dan mereka semua memutuskan untuk pulang kerumah Masing-masing


"ra gw antar ya" ucap Rama nya mempersilahkan diri nya untuk mengantar Maura


"kalo mau nganter gw antar juga mila dan anisa" jawab Maura


"iya.. " jawab Rama


mereka semua pun memutuskan untuk pulang di antar Rama sedangkan jin dia sudah gelisah di rumah menunggu Maura pulang


"jam berapa sudah ini kenapa dia belum pulang " ucap jin yang bolak balik menunggu Maura di taman


Tiba-tiba terlihat mobil yang berhenti di depan gerbang nya jin. dengan segeran jin berlari untuk sembunyi di balik pintu gerbang nya. jin mengintip di celah-celah lubang kecil gerbang terlihat Maura yang sedang membuka gerbang itu


"ra.. " panggil Rama yang turun dari mobil nya


mendengar panggilan Rama Maura membalikkan badannya


"jangan lupa ya pikirkan yang ku omongin tadi" ucap Rama yang sambil menarik tangan Maura


"iya.. " jawab Maura yang langsung pergi masuk ke dalam rumah nya jin


Maura tidak melihat keberadaan jin yang sedang di balik pintu gerbang Maura langsung masuk ke dalam rumah di lihat dari keadaan rumah yang gelap karena ada sebagian lampu yang tidak di hidupkan


"kemana tuan? apa tuan belum pulang?" tanya Maura dan dia langsung menaruh tas nya dan memutuskan untuk ke lantai atas (balkon) sambil remenungkan perkataan Rama


di atas balkon Maura duduk terdiam sendiri seketika dia masih kepikiran keberadaan jin lalu dia mengambil ponsel nya


"tut... tut.... tut... " panggilan jin hanyar berdering tidak di angkat


"yah terserah tuan lah mau dimana bukan urusan gw juga" ucap Maura


sedangkan jin dia meninggal ponsel nya di meja kamarnya


jin pun masuk kedalam rumah dan juga mencari keberadaan Maura


tok.. tok.. tok....


"apa kamu sudah tidur? " tanya jin sambil mengetuk pintu kamarnya Maura namun tidak ada jawaban dari dalam kamar itu, perlahan jin membuka pintu kamar itu dan benar Maura sedang tidak ada di dalam kamarnya.


jin pun mengambil ponselnya terlihat satu panggilan tidak terjawab dari Maura dan jin menelpon balik Maura


"kamu dimana? " tanya jin dengan suara nada tinggi nya


"ada apa? aku di atas" jawab Maura dengan sahutan yang terdengar lesu dan dia langsung mematikan telpon nya


jin mengetahui Maura yang berada di atas dia langsung naik melangkah ke anak tangga untuk menyusul keberadaan maura. sesampainya di atas jin melihat Maura yang sedang duduk sendiri menunduk dengan keadaan gelap lampu yang tidak di hidup kan


jin pun langsung menyalakan lampu nya dan dia duduk di samping Maura


"ada apa? " tanya jin dengan khawatir keadaan Maura


seketika Maura menoleh ke arah jin


"aku lagi bingung tuan" sahut Maura sambil menundukkan wajah nya


"bingung kenapa? " tanya jin lagi


"tadi Rama melamar aku, dia bilang dia suka sama aku dan ingin menikah sama aku tapi aku gak ada rasa lebih selain teman sama dia, aku tidak tau harus menerima nya atau gak aku meminta waktu satu minggu untuk menjawab nya" jawab Maura


"apa kamu ingin menerima nya? " tanya jin lagi


"jujur di usia aku yang sekarang aku ingin memiliki rumah tangga baru, aku juga lelah hidup sendiri sebatang kara seperti ini tapi aku juga gak mau menikah tanpa ada rasa maka nya aku bingung" jawab Maura


jin sudah tidak tahan lagi memendam perasaan nya dia pun langsung memeluk Maura dengan erat membuta muara semakin bingung


"ada apa tuan? " tanya Maura yang masih berada dalam pelukan jin


"menikah dengan ku" ucap jin


"hah...... " Maura semakin kaget dengan ucapan jin


"aku menyukai kamu dan ingin menikah dengan mu"


"apa tuan serius? tuan menyukai seorang pembantu seperti saya ini? bagaimana karir tuan, bagaimana fans tuan kalo tau tuan menikah dengan seorang pembantu seperti saya"


"kita bisa menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain" ucap jin


"tapi tuan"


"kamu tidak perlu banyak berpikir, bagaimana pun akan aku usahakan untuk menikah dengan kamu dalam waktu satu minggu ini, tugas kamu sekarang apa kamu mau menikah dengan ku? " tanya jin lagi


"tapi tuan apa aku tidak mimpi? " tanya Maura lagi, dia malam ini merasa seperti mimpi dan bingung harus memilih Rama atau jin. kalo Rama dia benar-benar tidak menyukai nya hanya sebatas teman saja kalo jin siapa yang mau menolak nya itu kesempatan emas sekali bisa mencintai aset negara