Korean Full Off Love

Korean Full Off Love
24


"aduh gak usah malu, nih makan atau perlu sendok baru? " ucap Maura


"tidak usah, sini biar saya makan sendiri" dengan rasa malu-malu dan juga rasa lapar setelah olah raga jin tertarik dengan bubur yang Maura makan


"kalo lapar habis kan saja" ucap Maura lagi


"tidak kok saya hanya ingin tahu rasa nya saja" jawab jin


"hhm masa ingin tahu rasa nya saja tapi kok doyan, kalo lapar bilang saja tuan, setelah ini saya akan masak juga kok" ucap Maura sambil mengambilkan air untuk jin


jin hanya menatap Maura sambil menikmati bubur nya Maura


"hari ini kita masak apa? " tanya Maura lagi


"nasi goreng kimchi " jawab jin


"nasi gorang kimchi itu bagaimana? " tanya Maura yang masih kurang banyak tahu dengan makanan Korea


"nanti saya yang masak nya, kamu siapkan nasi nya saja" perintah jin


"baik tuan" jawab Maura yang langsung mengambil nasi untuk mendinginkannya


bubur yang tadi jin makan akhirnya sudah habis


muka Maura berubah saat melihat ponsel nya


"tuan... " panggil Maura dengan suara kencang


"ada apa? " tanya jin yang heran dengan jin


"ini apa maksud nya" Maura memberikan ponselnya kepada jin agar jin membaca berita yang tersebar di twitter


isi berita


"jin BTS di kabarkan sedang dekat dengan salah satu perempuan pengusaha yang begitu cantik dan juga tidak kalah kaya dengan jin" berita itu juga melampirkan foto jin dan wanita itu membuat Maura kesal


"apa benar? " tanya Maura lagi


"kalo benar memang nya kenapa apa urusan nya sama kamu hah?" ucap jin nyolot


"tidak ada urusan nya sih tapi kesal aja" jawab Maura


"kesal kenapa? karena kamu ngefans sama saya, memangnya idol tidak boleh menikah dengan wanita pilihan nya bukan kah fans harus senang kalo idol nya senang kenapa kalian malah mengatur hidup saya, tidak sewajarnya seperti itu" ujar jin


"hhm iya" jawab Maura singkat


"sini nasi nya saya mau masak" jin langsung meraih nasi yang berada di atas meja dan juga dia membuka pintu kulkas untuk mencari bahan-bahan yang dia perlukan


"Maura kemana kamu? " teriak jin setelah melihat Maura yang menjauh dari nya


"mau beres-beres rumah " sahut Maura


"kok bisa saya dapat TKI yang seperti itu" ucap jin prustasi dengan tingkah laku nya Maura


sedangkan Maura dia asik ber beres-beres rumah dan jin dia pokus dengan masakan nya


beberapa menit kemudian jin sudah selesai dengan masakan nya dan jin membawa makanan nya ke lantai atas di balkon dia ingin menikmati makanan nya di alam terbuka


" aw aw panas " rintihan jin kepanadan saat membawa wajan yang berisi nasi goreng kimchi


setelah sampai di atas jin kembali turun untuk mengambil air dan piring


"Maura ayo makan " ajak jin


"iya.. "


"makan di atas " ucap nya lagi


"iya tuan " sahut Maura yang langsung menyusul jin untuk ke atas balkon


di atas jin sudah menyiapkan piring untuk Maura


"kenapa? kamu makan di sini saja sama saya" pinta jin


"tidak tuan, saya merasa tidak pantas satu meja sama tuan apalagi tuan seorang idol terkenal seluruh dunia" jawab Maura


"kamu makan di sini saja temanin saya, di rumah saya tetap orang biasa, tetap tuan kamu jadi kamu nurut sama saya" ucap jin


"ba.-ik tuan" ucap Maura sedikit terbata dengan ucapan jin yang tidak membedakan diri nya dengan maura


"hhm seandainya aku bisa mengabadikan momen di publik pasti banyak army yang iri sama aku" ucap muara dalam hati


"siapa yang tidak iri dengan ku hanya seorang babu bisa makan satu meja dengan seorang idol terkenal hampir di seluruh dunia " ucap Maura lagi dalam hati nya


"kenapa melamun sini makan" panggil jin lagi


"baik tuan... "


cukup aneh memang Maura melihat nasi goreng yang bercampur dengan kimchi sedangkan Maura masih belum pernah merasakan gimana rasa nya kimchi itu


"kenapa dengan masakkan saya? kenapa kamu melihat seperti aneh begitu? " tanya jin saat Maura memperhatikan makanan yang di masak jin


"sebenarnya saya belum pernah memakan kimchi, jadi saya merasa aneh aja nasi goreng bercampur dengan kimchi, sedangkan di Indonesia bahan kimchi ini lebih enak di masak di bikin capcay" ucap maura


" kamu coba dulu ini beneran enak" ucap jin dia ngomong sambil mengunyak makanan nya


Maura memberanikan diri untuk memakannya dan dia juga mengambil daging stik yang juga di masak jin


"maaf tuan aku tidak bisa memakan ini, kimchi tidak cocok di lidah saya" ucap Maura


"ya sudah kamu ambil nasi putih saja dan makan dengan stik ini" jawab jin


"makasih tuan" Maura pun langsung turun untuk menuju ke dapur dia mengambil nasi putih


beberapa menit kemudian Maura kembali ke atas untuk menikmati makanan nya


"wah stik nya enak sekali" ucap Maura dia begitu lahap menyantap makanan


"kau seperti tidak pernah makan daging saja" sahut jin saat melihat Maura yang begitu lahap memakan daging buatan nya


"maaf tuan di Indonesia saya hanya orang miskin stik ini di Indonesia hanya ada di restoran mahal dan hanya orang kaya yang bisa makan kalo saya orang miskin hanya menunggu daging pembagian kurban, jangan kan makan daging makan sehari-hari saja saya harus mikir dulu " ucap Maura menjelaskan membuat hati jin sedikit iba dengan nya


"makan semua stik ini" jin menyodorkan piring yang berisi daging stik untuk Maura


"baik tuan "


dengan lahap Maura memakan nasi dan juga daging nya


"kemana jadwal tuan hari ini? " tanya Maura


"kita pergi kerumah orang tuan saya


" kenapa harus sama saya tuan? " tanya Maura lagi


"saya belum pernah mengenalkan kamu kepada orang tuan saya" jawab jin


"apakah penting mengenalkan saya dengan orang tua tuan? "


"sebenarnya sih gak penting tapi kamu harus tau supaya nanti kalo orang tua saya datang kamu sudah mengenali nya " jawab jin


"baik tuan, saya serasa seperti ingin di kenalkan dengan calon mertua hehe" ucap Maura sambil tertawa kecil


"tidak usah berhayal terlalu jauh seperti army-army yang lain" sahut jin


"memang n.ya tuan tau apa yang selalu di hayalkan para army "


"iya tau sedikit banyak nya saya juga membaca dan melihat vidio-vidio yang di bikin oleh mereka, sampai suga merry mereka haha" jin langsung tertawa luas mengingat suga merry mereka


"bagaimana dengan ekspresi suga nya"


"dia hanya dia, dia sudah tau bagaimana kelakuan army"