JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 49 Biarkan saja


Najwa beranjak dari tempat duduk nya .Dia lalu merapikan sisa makanan Brian tadi bangkit dan membereskan sisa makanan Brian tadi dan h Ndak membuang nya ke tong sampah . Namun. .


" jangan . . . . !!!! " teriak Selin tiba-tiba .


Angga dan Najwa sontak menoleh Selin yang masih menatap kotak makanan di tangan Najwa .


" sayang , ada apa ?? " kata Angga heran .


" Itu . . itu . . Wawa, jangan di buang . . . ?!! " kata Selin dengan sedikit tergagap . Angga menoleh Najwa yang masih terdiam dengan tangan yang memegang kotak makanan terulur ke tong sampah .


" maksud kamu , ini ?? " kata Najwa menunjukkan kotak di tangan nya .


" iya . . itu jangan di buang . . . ?! " kata Selin antusias .


" sayang , itu kan makanan sisa . kan harus di buang . . ?! " kata Angga dengan wajah bingung .


" tapi . . tapi . . .


" mbak Selin mau ini ??? " kata Najwa yang menganggap gelagat Selin . Wajah Selin tampak ceria saat mendengar ucapan Najwa .


" Wawa , kamu apa-apaan nawarin makanan sisa kayak gitu ??!!? " kata Angga tidak terima . Najwa menatap Angga yang tampak kesal , dan bergantian menatap Selin yang penuh harap . Najwa menghela nafas pelan lalu tersenyum . Dia menghampiri Selin dan duduk di seb lah nya . Najwa menahan senyum nya saat melihat Selin menatap kotak makanan di tangan Najwa dengan penuh harap .


" mas Angga . . Bukan maksud aku untuk nawarin makanan bekas Brian . Tapi mas Angga perlu tahu , terkadang ngidam nya seorang ibu hamil itu gak bisa di tebak . Contoh nya mbak Selin sekarang . Dia sangat menginginkan makanan bekas Brian . Padahal di meja masih ada ayam goreng yang masih utuh . . ?! " jelas Najwa . Najwa meraih kotak yang masih berisi ayam goreng yang masih utuh , lalu membuka kedua kotak makanan dan meletakkan nya di meja di depan Selin .


" ayo mbak Selin , dimakan . . . ?! " kata Najwa . Tepat seperti dugaan Najwa , Selin lebih memilih ayam yang sudah dimakan Brian setengah nya daripada ayam goreng utuh . Angga tercengang menatap Selin yang seperti nya sangat menikmati ayam goreng sisa .


" sayang . . .


" enak sayang . . enak banget . . kalau kamu mau ambil yang itu aja . ini punya ku . ??? " kata Selin terus menguyah ayam nya .


" Sayang , jangan aneh-aneh deh . . !!? " tapi Selin tidak menggubris Angga . Angga terdiam dan menatap Najwa dengan tanda tanya besar di kening nya . Najwa tertawa pelan .


" Mas , biarkan saja . Inti nya apapun yang di inginkan mbak Selin , kasih aja . Selagi itu gak membahayakan dia dan janin nya . . dan kabulkan apapun permintaan mbak Selin selagi menurut mas Angga itu masih batas wajar . Ini lah yang dinamakan ngidam . suka yang aneh-aneh . . . ?! " kata Najwa . Angga kembali menatap Selin ya g telah menghabiskan ayam goreng tadi .


" mau lagi ?? " tawar Angga menyodorkan ayam goreng yang masih utuh . Selin menggeleng sambil mengecap jari-jarinya dari sisa ayam goreng . Angga menghela nafas ringan membuat Najwa tertawa pelan . Setelah mengobrol cukup lama , Angga dan Selin lalu pamit pulang .


" Besok kami kesini lagi . . . ?! " kata Selin . Dia menghampiri Brian dan mencium kedua pipi nya dan kening nya .


" eum . .bau keringat Brian wangi banget . . ?! " kata Selin . setelah itu mereka pun pergi . Baru saja pintu tertutup , pintu terbuka lagi ternyata Sarah yang masuk .


" mbak , maaf datang nya telat . Tadi ada dua orang laki-laki berbadan kekar yang datang ke rumah . Dan mereka memaksa untuk datang kesini setelah saya bilang kalau mbak Wawa di rumah sakit . . ?! " jelas Sarah .


" dimana orang nya ?? " tanya Najwa yang sedikit bisa menebak .


" mereka di luar mbak . . ?! "


" suruh mereka masuk . . ?! "


" baik mbak . . ?! " Sarah lalu keluar ,dan tak lama kembali masuk dengan dua orang pria yang dia maksud .


" Selamat malam nona muda . . ?! " sapa salah seorang pria yang berambut gaya undercut.


" Selamat malam . kalian orang Abang Bima ?? "


" benar nona . perkenalkan , saya Damar .


" Dan saya Bayu , nona muda . . ?! " kata pria yang berambut ala Korea .


" hmm . . saya terima kalian di rumah saya . Tapi saya tidak suka dengan penampilan kalian yang memakai pakaian serba hitam seperti anggota mafia seperti ini . Besok saya ingin melihat kalian merubah penampilan kalian . Berpakaian lah seperti biasa . . ?! " kata Najwa tegas .


" baik nona . Malam ini kami akan berjaga di luar . . ?! " kata Damar .


" seperti nya kalian harus berbagi tugas , salah satu dari kalian pulanglah , dan temani pak Jupri untuk berjaga di rumah . ?! "


" Baik nona , kalau begitu biarkan Bayu yang akan berjaga di rumah . . ?! " putus Damar.


" Damar , Bayu , apa bang Bima tahu tentang anak ku di rumah sakit ?? " kata Najwa .


" Seperti nya belum nona . ?! "


" Saya harap kalian tidak memberitahukan masalah ini pada Abang saya . . ?! "


" baik nona . . . ?!! "


" Kalian sudah makan ?? "


" belum nona . . ?! " jawab damar malu-malu.


" Sarah , ku lihat kamu tadi membawa rantang makanan bukan ?? "


" benar mbak . . ?! "


" Kalian bertiga makan lah . Saya dan Brian sudah makan tadi . .?! "


" Tapi nona . .


" saya tidak menerima bantahan . . ?! " tegas Najwa .


" baik nona . . ?! "


" ternyata nona muda galak juga . ?! "


Sarah lalu membuka rantang dan menyusun nya di atas meja . Setelah semua siap dia memanggil kedua pria tampan tadi . Mereka makan dengan tenang .


" Sarah , saya keluar sebentar ya . . tolong jaga Brian . . ?! "


" baik mbak . . !? "


" Nona , saya akan menemani nona keluar . . ?! " kata Damar langsung berdiri .


" tidak perlu . Lanjutkan makan kalian , dan Bayu , kerjakan tugas mu setelah makan . . ?! "


" siap nona . .?! "


" tapi nona . .


" Tidak usah khawatir Damar , aku hanya sebentar . . ?! "


" Nona , saya sudah selesai , saya akan ikut nona . . Saya tidak tahu ingin terjadi sesuatu pada nona dan di salahkan oleh bos . . . ?! " Najwa menatap damar sebentar , lalu menghela nafas .


" Baik lah . baiklah . . Ayo . . ?! " kata Najwa mengalah . Dia berjalan sambil memakai masker karena takut membuat kehebohan karena profesi nya sebagai model yang mulai di kenal masyarakat .


Najwa berjalan menuju minimarket , Najwa menyadari beberapa orang yang di lewati Najwa melirik Damar yang berjalan di belakang nya . Mungkin mereka sedikit aneh dengan pakaian serba hitam yang dipakai Damar . sebelum Najwa memasuki minimarket , dia menoleh Damar .


" Damar , sebaik nya kamu cari pakaian ganti dulu . Aku risih dengan tatapan orang yang memandang mu dengan aneh . .?! " kata Najwa .


" Baik ,nona . Saya akan ke toko sebelah . Ingat nona tidak boleh pergi sebelum saya kembali . . ?! " kata Damar .


" iyaa . . bawa ini . . ?! " kata Najwa menyodorkan beberapa pecahan uang ratusan .


" tidak usah nona . . kami sudah di gaji oleh bos Bima . ?! " kata Damar langsung berjalan menuju toko baju di sebelah minimarket .


Setelah Damar pergi , Najwa masuk ke minimarket lalu menyambar keranjang kosong dan mulai memilih barang yang dia butuhkan .


Setelah merasa cukup , Najwa membawa keranjang belanjaan nya ke kasir . Untung nya tidak terlalu ramai jadi Najwa hanya menunggu sebentar . Setelah selesai Najwa keluar dengan membawa kantong belanjaan nya .


" Nona , biar saya bawa belanjaan nya . . ?! "


Najwa menoleh, dia menatap lekat seorang pria yang memakai baju kaos putih polos di lapisi dengan jaket kulit warna coklat , dipadukan dengan celana panjang warna putih dan sepatu skets warna putih berdiri di depan nya . Najwa memperhatikan penampilan damar yang sangat berbeda sekarang . Dengan postur tubuh yang tinggi , kekar dan putih , di tambah fitur wajah yang masuk kategori tampan , tak kalah tampan dengan opa-opa Korean . Najwa mengangguk puas .


" Nah , gini kan enak . . ternyata kamu tanpa juga. . ?! " kata Najwa membuat wajah Damar bersemu. Najwa terkekeh pelan .


" ayo jalan . . ?! " kata Najwa .


" biar saya bawa kan belanjaan nya nona. . ?! "


" Gak usah . . ?! "


Damar mengikuti Najwa . Kini tatapan orang yang tadi nya menatap aneh pada Damar , kini berubah dengan tatapan kagum . Terutama untuk kaum hawa , beberapa gadis yang di lewati Damar tampak menatap Damar dengan tatapan memuja .


" Gila . . ganteng banget tu cowok . mirip opa Korea . . ?! "


" uuh pengen samperin deh , terus minta foto nya . Lumayan kan bisa buat SW . . ?! "


" Kira-kira nama nya siapa ya ?? "


bisikan-bisikan para cewek terdengar riuh . Namun Najwa malas untuk menanggapi nya . Tiba-tiba seorang wanita muda dengan perut agak membuncit menyerobot dan menghadang Damar .


" Mas, minta foto ya . . saya ngidam nih . . boleh ya . . ya . Please . . . ?? "


Damar melirik Najwa yang juga berhenti , , Najwa mengangkat bahu nya .


" Boleh ya mbak sama minta foto bareng mas ganteng nya . . ?! " kata wanita itu penuh harap .


" ya udah . . ?! " kata Najwa .


wanita itu tersenyum senang , dia meminta seorang teman nya untuk mengambil foto nya dengan Damar .


" Mas senyum ya . . ?! " kata ibu hamil tadi . Teman nya mulai menghitung .


" 1 . .2 . 3 .


*cekreek .


cekrekk .


cekrek* . .


" makasih ya mas . . uuh ganteng banget sih . . semoga aja anak ku nanti seganteng mas ini . . ?! " kata ibu hamil mencubit pipi Damar dengan gemas . Lalu mereka pergi .


Najwa tertawa lepas melihat Damar yang tak bisa berkutik di depan ibu hamil tadi . Wajah Damar sedikit memerah .


" Ternyata kamu heboh juga ya orang nya . Saya kira kamu bisanya cuma galakin orang aja . Ternyata kamu ekspresianable juga . . hahaha . . Teruskan . . Aku juga gak terlalu suka kalau punya teman yang terlalu serius . . ?! " kata Najwa melanjutkan langkah nya .


" teman . . ??? " batin Damar ragu.


Ceklek .


Sarah menoleh saat melihat Najwa masuk . Damar ikut menyusul masuk . Sarah tertegun melihat Damar yang kini telah merubah penampilan nya .


" Gimana Sarah , ganteng kan Damar ?? " kata Najwa .


" iya mbak , ganteng . . uups . . ?! " Sarah menutup mulut nya . Najwa tertawa karena berhasil memancing Sarah .


" Bayu udah balik Rah ?? " kata Najwa .


" iya mbak . Bayu tadi balik pake motor mbak . Kata nya mbak nanti bisa pulang bareng mas Damar pake mobil . . ?! "


" Kalina bawa mobil Mar ?? " tanya Najwa .


" Iya mbak . . ?! "


Najwa mendekati Brian yang tertidur lelap . Dia mengusap rambut Brian pelan lalu mencium nya lalu duduk di sofa . Melihat Najwa yang kelihatan lelah . Sarah lalu menarik bagian bawah sofa hingga sofa itu kini berubah menjadi lebar seperti tempat tidur . Setelah itu dia memijat bahu Najwa .


" makasih Sarah . kamu yang ngerti banget perasaan ku . . ?! " kata Najwa memejamkan mata nya menikmati pijatan Sarah .


" mbak Najwa sebaik nya istirahat . Nanti kalau terlalu capek mbak bisa sakit . kalau mbak sakit kan gak bisa lagi ngurus Brian . . ?! " kata Sarah .


" kamu benar . baiklah aku akan istirahat . Kalian kalau mau istirahat . Istirahat aja . . gak ada larangan . . ?! " kata Najwa .


" Iya mbak / nona . ?! " kata Damar dan Sarah bersamaan . Sekilas mereka saling melirik , Sarah lalu buru-buru membuang pandangan nya . Cukup lama Sarah memijat bahu Najwa , terdengar dengkuran halus dari Najwa . Tanpa di minta Damar mengambil selimut tipis dari lemari yang ada di sudut ruangan lalu menyelimuti Najwa .


" kamu sebaik nya juga istirahat . Kalau kamu ikut sakit siapa yang akan membantu nona . . aku akan berjaga disini . . . ??! " kata Damar menyerahkan selimut tipis . Sarah menerima nya tanpa berkata lalu ikut membaringkan tubuh nya di samping Najwa . Untuk mengisi kekosongan nya , Damar memainkan ponsel nya . Sesekali memeriksa Brian dan kedua wanita tadi . Dia duduk di kursi yang dia sandarkan ke pintu . .


s


k


I


p


Pagi yang cerah di sambut kicauan burung yang merdu . sang mentari mulai menjalankan tugas nya menyinari bumi . Najwa dan Sarah sudah terbangun sejak adzan subuh berkumandang . Setelah mandi dan berganti pakaian yang di bawakan Sarah . Najwa membuka tirai yang menutup jendela . Ruangan itu menjadi semakin terang dan hangat saat sinar matahari menembus jendela kaca .


" Sarah , kamu beli sarapan ya . . untuk saya sama Brian beliin bubur ayam aja . Untuk kalian silahkan pilih menu sarapan yang kalian mau . . ?! " kata Najwa memberikan uang pada Sarah .


" Mas Damar mau sarapan apa ?? " kata Sarah .


" Samain aja kayak nona . . ?! " kata Damar . Sarah lalu keluar . Najwa masih berdiri di dekat jendela menikmati sinar mentari pagi .


" mamah . . ?! " Najwa menoleh ,dia tersenyum dan menghampiri Brian.


" Selamat pagi jagoan mamah . . Masih sakit kepala nya sayang ?? "


" masih sedikit . . ?! " kata Brian duduk di bantu Najwa .


" Selamat pagi tuan jagoan . . ?! " sapa Damar .


" Mah , om ini siapa ?? " kata Brian .


" ini nama nya om Damar . Mulai sekarang dia bakal tinggal sama kita untuk menjaga dan melindungi Brian . . ?! " jelas Najwa merapikan rambut Brian .


" Uncle Abang tahu ?? " kata Brian .


" Uncle Abang ?? uncle Bima maksud Brian ?? "


" iya . . ?! " Najwa tertawa pelan .


" Mereka adalah orang yang di minta uncle Abang untuk menjaga Brian . . ?! "


" mereka ?? jadi ada banyak Donk ?? " kata Brian .


" Cuma 2 orang kok . . Yang satu lagi nama nya om Bayu . Dia sekarang berada di rumah kita untuk membantu pak Jupri menjaga rumah . . Yuk mamah bantu cuci muka . . ?! " kata Najwa membantu Brian turun . saat akan berjalan tubuh Brian tampak sempoyongan .


" Nona , biarkan saya menggendong bis kecil ke kamar mandi . . ?! " kata Damar . Najwa membiarkan Damar menggendong Brian , dan Brian pun tidak menolak . Setelah semua beres , Damar kembali menggendong Brian Daan membawa nya ke ranjang .


" Makasih om Damar . . ?! " kata Brian


" sama-sama bos kecil . . ?! " kata Damar .


pintu terbuka dan Sarah masuk dengan menenteng kresek berisi sarapan .


" Wah Brian udah bangun . kebetulan mbak bawa bubur ayam nih . . ?! " kata Sarah .


" bubur ayam ?? asyiiik . . ?! " sorak Brian kegirangan . Najwa mengambil kotak bubur ayam dan mulai menyuapi Brian .


" Enak ?? " kata Najwa melihat Brian makan dengan lahap.


" enak , tapi lebih enak bubur ayam bang Madun . . . mah . .nanti kalau Brian udah sembuh kita sarapan di warung bang Madun ya . . ?! " kata Brian .


" boleh sayang . Sekarang Brian habiskan dulu sarapan nya terus minum obat , biar cepat sembuh , ya . . ?! " kata Najwa . Brian makan dengan lahap . tak lama bubur ayam di tangan Najwa habis . setelah itu Najwa membantu Brian meminum obat nya .


" Brian udah sarapan , sekarang mamah yang sarapan . . Nanti kalau mamah telat sarapan , perut mamah jadi sakit . . ?! " kata Brian dengan imut .


" baiklah . mamah sarapan dulu , ya . .Brian mau berjemur ?? mumpung belum terlalu panas . . ?! " Brian mengangguk , Najwa lalu menggendong Brian dan mendudukkan Brian di kursi yang sudah di letakkan Sarah di dekat jendela . Najwa lalu mendekati meja sofa .


" Loh , kok kalian belum sarapan ?? " kata Najwa melihat kotak bubur ayam masih utuh .


" bareng sama nona aja . . ?! " kata Damar .


" Ya udah ayo sarapan . . ?! " Najwa membuka kotak bubur ayam nya dan mulai melahap sarapan nya . Saat hampir menghabiskan bubur ayam , Dokter yang merawat Brian kemarin masuk .


" Wah , ternyata lagi sarapan ya . . ?! "


" silahkan masuk dokter . Mau periksa Brian ya ?? "


" iya Bu Wawa , .Silahkan lanjutkan sarapan nya. . ?! " kata dokter langsung menghampiri Brian . Najwa pun menyudahi sarapan nya dan ikut mendekati Brian .


" Waah , Brian lagi berjemur ya ?? gimana perasaan Brian sekarang ?? apa ada yang masih sakit ?? " kata dokter menempelkan stetoskop ke dada Brian .


" gak dokter . cuma kepala Brian yang masih sedikit sakit . . ?! " kata Brian polos .


" bagus . Brian memang jagoan yang kuat . . ?! " kata dokter Damar mengusap rambut Brian .


" Dokter . Brian mau pulang sekarang . Bolehkan ?? " kata Brian .


" Boleh . . Karena Brian anak yang kuat jadi dokter izinin Brian pulang . Tapi ingat , Brian jangan bermain terlalu lama sebelum luka di kepala Brian benar-benar sembuh . Brian harus banyak-banyak beristirahat . . ok. . ?! "


" Ok . . ?! " jawab Brian semangat .


" Damar . . ?! " panggil Najwa .


" ya / ya . . !!? " Damar dan dokter menjawab secara serempak . Mereka saling menoleh .


" hehe , maaf , saya lupa kalau nama kalian sama . . ?! " kata Najwa terkekeh .


" Oh , jadi nama mas ini Damar juga . . ?! "


" iya dokter . . ?! "


" baiklah . . keadaan Brian sudah lebih baik . . Dan Brian sudah di perbolehkan pulang . Tiga hari kemudian Brian harus check up lagi kesini untuk melepas benang jahitan di luka nya . . ?! "


" Baik dokter terima kasih . . . ?! "


" baiklah , saya permisi dulu , . ?! " dokter pun keluar .


" Damar , kamu siapkan mobil ya , Sarah kamu tolong bawa tas ini ya . . ?! " kata Najwa mulai berkemas .


" baik nona . ?! " kata Damar langsung keluar . Sedangkan Sarah membereskan sisa sarapan mereka tadi . Najwa pun sibuk mengganti pakaian Brian . Setelah semua selesai , mereka pun lalu keluar dengan Najwa menggendong Brian . Setelah mengurus adminitrasi , Najwa dan Sarah berjalan keluar dari loby, damar langsung menyambut tas dari tangan Sarah dan membawa nya ke bagasi . setelah semua masuk ke mobil . mobil Damar melaju meninggalkan rumah sakit .


Belum terlalu jauh dari rumah sakit , mobil Damar terjebak macet karena terjadi kecelakaan di perempatan . Mobil berjalan merayap sepeti keong .


" mah ,. Brian takut . . ?! " kata Brian masuk ke dalam pelukan Najwa dengan berkeringat dingin saat melewati motor yang ringsek akibat kecelakaan tadi .


" Brian , Brian merem aja ya . jangan di lihat. . ?! " kata Najwa cemas saat melihat Brian yang sepertinya trauma . Najwa memeluk Brian seraya mengelus punggung Brian untuk menenangkan nya . Setelah terjebak macet cukup lama , akhir nya mereka Sampai di depan rumah Najwa . Namun . . . . . .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G