JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 140 Wanita biadap


Najwa berjalan dengan langkah cepat kali lebar menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar VIP yang di sebutkan guru tadi . Setelah mendapat telpon dari pihak sekolah yang mengabarkan kalau Brian di bawa ke rumah sakit karena di serempet oleh sebuah mobil , Najwa dan Alan langsung berangkat menuju rumah sakit Medical yang tak jauh dari sekolah Brian .


" Sayang , hati-hati jangan berlari . . " kata Alan cemas saat melihat Najwa yang tampak berlari kecil .


" Ayo cepat , kamu jalan nya lambat banget sih . " omel Najwa menarik tangan Alan kuat . Alan hanya diam tak menanggapi kepanikan Najwa dan berusaha menjaga keseimbangan Najwa agar tidak jatuh .


ceklek


" Brian . . " seru Najwa berlari menghampiri Brian yang tengah menangis terisak seraya memeluk Rubby . Perawat muda yang tengah mencoba menenangkan kedua anak itu menggeser tubuh nya memberi ruang pada Najwa .


" mommy , Daddy huhuuu . . ! " mereka langsung memeluk kedua orang tua nya dengan tangis yang semakin kencang .


" Sudah , sudah jangan nangis lagi ya . Sudah ada mommy sama Daddy di sini . . cup cup . " kata Najwa mengusap kepala kedua anak nya . Begitu juga dengan Alan dia ikut menenangkan kedua anak itu dengan mengudap punggung nya . Najwa celingukan memperhatikan setiap sudut kamar .


" Dimana anty Sandy . ? " kata Najwa melirik kedua anak yang masih di dalam pelukan nya .


" hiks , hiks . anty Sandy . . hiks hiks . anty Sandy di tabrak mobil . . hiks hiks hiks darah anty Sandy keluar banyak . . huuwaaaa . . . ini semua salah Brian . .hiks hiks hiks . kalau Brian nurut sama anty tadi . .hiks hiks anty Sandy pasti , hiks . . gak bakal di tabrak hiks mobil . . !! " Brian menangis dengan kencang .


" sssstt . . Abang . Sudah ya jangan nangis . Lihat kepala Abang terluka nanti makin sakit . Sudah ya . Adek ada yang luka . ? " kata Najwa memperhatikan keadaan Rubby


" Adek gak terluka cuma kepala di bagian belakang nya benjol , mom . " kata Brian di sela tangis nya . Najwa langsung memeriksa belakang kepala Rubby dan ternyata benar ada benjolan sebesar telur ayam .


" Tadi Tante perawat udah nempelin es batu di kepala Rubby . " kata Rubby .


" Apa ada yang sakit di bagian lain , sayang . ? " kata Alan . Rubby menggeleng .


" Kalian berdua istirahat dulu disini ya . mommy sama Daddy mau lihat anty Sandy dulu . . " kata Najwa . Brian dan Rubby mengangguk lalu berbaring di ranjang yang cukup lebar lalu Alan menyelimuti mereka . Setelah itu mereka keluar dan menuju kamar di sebelah kamar Brian .


Saat mereka masuk , Najwa langsung berlari menghampiri Sandy yang terbaring di ranjang dengan balutan perban di beberapa bagian tubuh nya .


" Suster , bagaimana dengan keadaan kakak saya .? " kata Najwa pada perawat yang kebetulan tengah memeriksa Sandy .


" Keadaan pasien cukup parah . Ada retakan di dua tulang rusuk nya akibat benturan yang cukup keras , dan beberapa luka di bagian tubuh nya . Serta luka yang cukup dalam di bagian kepala hingga pasien di nyatakan koma . . " kata perawat itu . Najwa menutup mulut nya kala mendengar keadaan Sandy yang di nyatakan koma . Dia melangkah mendekati ranjang Sandy lalu meraih tangan Sandy dan menggenggam nya erat .


" Sandy . . hiks hiks. . maaf . . " kata Najwa menangis seraya menempelkan punggung tangan Sandy ke kening nya . Bahu Najwa terguncang menandakan jika dia mencoba menahan suara tangis nya .


" sayang , sudah jangan menangis . Sandy pasti akan sedih jika melihat kamu menangisi nya . Dan dia pasti akan merasa sedih karena usaha nya yang ingin melindungi keponakan kesayangan nya malah membuat kamu menangis . . " kata Alan menepuk lengan Najwa . Najwa berusaha menenangkan hati nya yang tengah kacau . Selang beberapa menit Najwa tampak kembali tenang . Dia menatap Sandy yang tertidur dengan damai .


" Aku akan meminta bang Bima untuk menegakan keadilan untuk mu . Aku yakin jika kejadian ini pasti ada hubungan nya dengan wanita biadap itu . . " kata Najwa dengan sorot mata tajam dan raut wajah yang mengerikan . Alan terkejut melihat Najwa yang tampak berbeda ketika dia benar-benar marah , sampai-sampai dia menelan Saliva nya kasar .


" Aku tidak menyangka jika aura Najwa akan berubah sangat menyeramkan ketika dia tengah marah besar . " batin Alan .


Najwa mengambil ponsel di tas tangan nya hendak menghubungi seseorang . Tapi niat nya terhenti saat mendengar suara pintu terbuka . Mereka melihat Damar masuk dengan wajah datar .


" Nona , bagaimana dengan keadaan Sandy . ? " kata Damar


" Sandy , , Sandy koma , . " kata Najwa sedikit tergagap dengan suara bergetar menahan emosi dan tangis nya secara bersamaan .


" Damar , apa kau sudah memberitahu bang Bima . ? " kata Najwa yang kini tiba-tiba berubah dingin .


" Apa kejadian ini benar ada hubungan dengan Leni . ? " kata Najwa dengan nada rendah hingga membuat suhu ruangan itu berubah mencekam .


" Benar , nona . Tebakan nona sangat jitu . . " kata Damar memberikan ponsel nya pada Najwa . Najwa melihat rekaman CCTV hasil penyelidikan Anak buah Damar . Ada beberapa rekaman dimana sebuah mobil


berwarna silver dengan sengaja menambah kecepatan nya saat Brian berlari menuju sebuah gerobak jajanan tak jauh dari sekolah nya . Dan terlihat Sandy langsung berlari dan tanpa sengaja menyenggol Rubby hingga Rubby terjatuh dan kepala bagian belakang nya membentur pagar sekolah . Mata Najwa terbelalak saat melihat mobil itu menghantam tubuh Sandy hingga tubuh Sandy melayang dan menabrak tiang listrik di tepi jalan setelah Sandy mendorong Brian ke tepi jalan . Naas nya kepala Brian menghantam sebuah sepeda motor yang terparkir . Rekaman berikutnya hanya menampilkan mobil putih yang menabrak Sandy tadi terus melaju hingga akhirnya mobil itu berhenti di sebuah tempat yang agak sepi . Dan tak lama , terlihat seseorang memakai hoddie dan masker turun dari mobil . Wajah Najwa terlihat memerah akibat emosi nya hampir meledak saat orang itu membuka topi hoddie nya dan melepas masker nya hingga wajah nya jelas terlihat .


" Wanita biadap . kau gagal melenyapkan calon bayi ku dan sekarang kau mencoba mencelakai anak ku . Kau telah membuat kesalahan besar karena telah membuat orang ku celaka . . " kata Najwa dengan mata yang semakin tajam .


" Sayang , kamu tenangkan pikiran dan hati kamu . Ingat semua perasaan mu akan di rasakan juga oleh bayi kita . Kamu tenang ya . . " kata Alan . Najwa menarik nafas nya panjang beberapa kali hingga kini keadaan nya kembali tenang .


" Damar , kau hubungi bang Bima dan katakan kalau aku . .


" Wawa , Kau tidak perlu menghubungi bang Bima . Ini adalah masalah rumah tangga kita , Serahkan semua nya pada ku . Kau percaya pada ku .? " kata Alan menggenggam tangan Najwa erat . Najwa menatap suami nya lekat , dan akhirnya mengangguk .


" Terima kasih kau percaya pada ku . Aku akan bergerak sekarang . Apa kau ingin pulang atau tetap disini . ? " kata Alan .


" aku akan tetap disini untuk menjaga anak-anak dan Sandy . . " kata Najwa .


" Baiklah , kalau begitu aku pulang sebentar untuk menyiapkan keperluan kalian serta menjemput bi Sarmi . Apa kau ingin pesan sesuatu . ? " kata Alan . Najwa menggeleng .


" Tuan , apa kau membutuhkan bantuan . ? " kata Damar .


" Seperti nya iya . . Tapi apa kau bisa membantu ? jika kau ikut aku siapa yang akan menjaga keamanan disini . ? " kata Alan .


" Aku akan memanggil Bayu untuk menjaga mereka . . " kata Damar .


" Bawa Sarah sekalian . " kata Najwa .


" baik . . " kata Damar . Alan dan Damar pun keluar dari ruang rawat Sandy . Tak lama seorang perawat mendorong masuk ranjang Brian yang di isi kedua bocil itu .


" Nona muda . Kami di perintahkan oleh Mas Damar untuk membawa tuan muda Brian dan nona Rubby dalam satu ruangan agar kami bisa leluasa menjaga dan mengawasi kalian . " kata perawat itu .


" Kau . .


" Rumah sakit ini adalah salah satu milik keluarga Sanjaya . . " kata perawat itu dan Najwa pun akhirnya mengerti .


" Terima kasih , Riska . . " kata Najwa membaca name tag perawat itu .


" sama-sama nona muda . Sudah menjadi tugas kami menjaga kalian . saya permisi . "


Najwa hanya mengangguk . Dia tersenyum melihat Brian dan Rubby yang tampak tertidur dengan damai .lalu mencium nya bergantian .


" Selamat tidur sayang mommy . Mimpi yang indah ya . "


BERSAMBUNG