JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT

JANGAN REMEHKAN WANITA GENDUT
BAB 136 ini susu bumil bukan racun


Najwa menatap tajam gelas berisi susu yang di antar oleh Ratna tadi yang berada di atas meja . Lalu gelas susu apa yang di bawa Alan tadi ? Gelas kosong tadi adalah gelas bekas susu Najwa tadi malam . Raut wajah yang biasa nya ramah dan ceria , kini tampak terlihat sangar .


" Gue gak pernah gangguin elo . Tapi elo masih gangguin gue bahkan elo berniat ingin melenyapkan bayi gue . Gue gak akan tinggal diam dan elo harus di kasih pelajaran , Leni . . ! " kata Najwa mengepalkan tangan nya . Dia meraih gelas susu itu dan membawa nya ke lantai bawah .


" bi Sarmi . . . . bibi . . . . !! "


" Iya , nyonya . Nyonya butuh apa . ? " kata bi Sarmi datang tergopoh .


" Tolong panggilkan Ratna , dan bibi juga kembali kesini . . " kata Najwa menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa .


" baik nyonya . " kata Bi Sarmi berlari kecil ke belakang dan tak lama . Sepertinya bi Sarmi , seorang pemuda datang menghampiri Najwa .


" Damar . . " kata Najwa tersenyum lebar melihat kedatangan bodyguard nya .


" Bagaimana kabar nyonya muda kami ini . ? " kata Damar menyerahkan sebuah kresek .


" Apaan sih . kamu kapan datang . ? " kata Najwa menerima paperbag itu . Tatapan nya tampak sumringah saat melihat isi kresek itu .


" Tadi malam . Sandy memberitahu saya kalau ada yang mengganggu tuan putri kami ini . Jadi tuan muda menghubungi saya dan meminta saya untuk menjaga kamu . " kata Damar .


" Jadi Sandy sudah memberitahu bang Bima . ? " kata Najwa .


" Benar . Oh iya , bolu pelangi itu titipan nona Laura dan dia membuatnya sendiri . . ! " kata Damar . Najwa langsung mencomot sepotong bolu dan melahap nya .


" Hmm , , enak banget . Cobain deh . . " kata Najwa menyodorkan Tupperware berisi bolu pelangi itu pada Damar . Damar yang sudah tahu sifat Najwa tak menolak nya .


" Benar , bolu ini sangat enak . " kata Damar .


Najwa menoleh saat mendengar derap langkah menuju mereka . Tampak Bi Sarmi dan Ratna datang menghampiri mereka .


" Nyonya , ini Ratna nya . . Eh , ini siapa , Nyah . ? " kata bi Sarmi melihat Damar .


" Halo Damar . Kenalin aku Ratna . ." kata Ratna dengan nada menggoda . Tapi Damar tak merespon ucapan Ratna membuat Ratna bersemu malu .


" Siapa yang biasa nya membuatkan saya susu . ? " kata Najwa dengan wajah serius .


" Saya nyonya . Ada apa , Nyah .? Apa bibi membuat kesalahan . ? " kata bi Sarmi


" Apa bibi sudah membuatkan saya susu siang ini . ? " kata Najwa .


" Belum . Biasa nya kan nyonya minum susu hamil setelah satu jam habis makan siang . . " kata bi Sarmi . Najwa melirik Ratna yang tampak tertunduk dengan jari tangan yang tak bisa diam .


" Tapi tadi Ratna mengantarkan susu ini pada saya . Kata nya bi Sarmi yang nyuruh . " kata Najwa santai menunjuk segelas susu di meja seperti tak tahu apa-apa .


" ha . ? Kapan saya nyuruh kamu ngantar susu sama nyonya . ? " kata bi Sarmi menoleh Ratna .


" saya , , saya juga pengen ikut memberi perhatian sama nyonya . Biar si kembar makin sehat , begitu maksud saya , nyonya . " kata Ratna dengan wajah tegang .


" Sekarang belum waktu nya saya minum susu . Tapi susu ini terlanjur sudah di bikin . Kan mubazir kalau di buang . Gimana kalau kamu aja yang minum ? " kata Najwa pada Ratna .


" Tapi , tapi saya kan tidak hamil , Nyah . Bagaimana bisa saya yang minum . ? setahu saya , susu hamil gak perlu nunggu jam tertentu . Kan bisa di minum kapan aja . Sebaik nya nyonya minum aja biar si kembar senang . " bujuk Ratna . Raut wajah Najwa tiba-tiba berubah garang .


" Damar . . . " kata Najwa tegas . Damar langsung bangkit dan meraih gelas susu lalu mendekati Ratna .


" Ka , , kau mau apa . .?! " kata Ratna dengan wajah ketakutan .


" kenapa Ratna . ? kenapa kau sangat ketakutan . ? ini hanya susu ibu hamil bukan racun . . ! " kata Najwa dengan senyum miring . Melihat reaksi Najwa , Bi Sarmi sedikit paham jika ada sesuatu yang tidak beres . Dia sedikit menjauh dari Ratna untuk memberi ruang pada Damar .


" Tidak , ,jangan . . saya tidak hamil mana bisa minum susu itu . . " kata Ratna hendak berlari , tapi . . . . .


BERSAMBUNG