Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO

Janda Cantik Ibu Dari Anak CEO
Episode 71


di tampat lain Riyan saat ini tengah menemani sang mama untuk menjalani terapi dengan dokter dinda , Riyan selalu menemani sang mama untuk terapi


" selamat siang dok" ucap Riyan saat memasuki ruangan dokter dinda sambil mendorong korsi roda sang mam


" siang, silahkan masuk" ujar dokter dinda sambil tersenyum raham


sonya tersenyum senang saat melihat ke akrapan dokter dinda dengan putra nya, ia berharap kalau mereka berjodoh


" hay ibu, bagai mana ke adaan nya sekarang, apa sudah ada perubahan setelah kita melakukan beberapa terapi ? " tanya dokter dinda sambil berlutut di hadapan di hadapan sonya sambil tersenyum


" b-baik , y-ya s-sudah b-banyak p-perubahan " jawab sonya dengan terbatas batah , sonya mengalami kesulitan bicara karena penyakit struk yang ia derita


Riyan pun tersenyum sa saat melihat interaksi sang mama dan dokter dinda, jujur sebenar nya Riyan sudah mulai menyukai dokter dinda namun ia sadar diri dengan keadan nya saat ini, mana mau perempuan dengan pria yang di ponis mandul seperti dia


dokter dinda adalah seorang janda yang tidak memiliki anak, ia bercerai dengan suami nya karen suaminya berselingkuh dan pergi dengan selingkuhan nya, mantan suami dokter dinda selingkuh karena menganggap dokter dinda itu mandul karena mereka sudah menikah lebih dari dua tahun , namun belum ada tanda tanda dokter dinda hamil, hal itu lah yang membuat mantan suami dokter dinda mencari wanita lain


padahal hasil medis mengatakan klau dokter dinda sehat sehat saja tidak ada masalah dengan rahim nya


" wah MasyaAllah, sukur lah kalau begitu ayo kita lanjut lagi terapi selanjut nya, biar ibu bisa sembuh seperti sedia kala " ucap dokter dinda sambil tersenyum


sonya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dengan hati hati dokter donda dan Riyan mengangkat sonya dari korsi roda, untuk di pindahkan ke tempat tidur pasien


setelah berhasil memindahkan sonya,dokter dinda langsung melakukan terapi nya di bantu oleh suster


sedangkan Riyan hanya duduk di sebuah kursi di ruangan dokter dinda, sambil memperhatikan bagai dokter dinda melakukan terapi untuk sang mama, sesekali ia tersenyum melihat dokter donda yang tengah mengajak sang mama bercanda ria


' sungguh baik sekali kau dokter, semoga saja kau mendapat kan jodoh yang terbaik kelak' batin Riyan yang mendoakan dokter dinda


setelah beberapa saat akhirnya terapi nya pun selesai, sonya dipindahkan lagi ke kursi roda


" terapi hari ini cukup sampai di sini dulu ya bu, lusa kita lanjut lagi terapi nya " kata dokter dinda


" t-trima k-kasih banyak d-dokter" ucap sonya sambil tersenyum


" sama sama bu, semoga ibu cepat sembuh ya dan bisa sehat seperti sedia kala, oh ya jangan lupa obat nya di minum ya bu"


sonya hanya mengatur kn kepalanya tanda mengiyakan ucapn dokter dinda


" terimakasih dokter , kalau begitu kami pamit pulang dulu" pamit Riyan yang hendak mendorong kursi roda sang mama


" ya sama sama, semoga lekas sembuh ya bu" uca dokter dinda dengan tulus


Riyan pun langsung mendorong kursi roda nya keuar dari ruangan dokter dinda, setelah menemani mama nya terapi, Riyan langsung mengantarkan sang mama pulang, karena ia ada meeting bersama rekan kerja nya


sesampainya di sana Riyan terakhir di sambut oleh sekertaris nya yang baru dan rekan bisnis nya


" maaf Pak Handoko saya terlambat" uca Riyan tak enak hati karena ia sudah di tunggu oleh rekan bisnis nya


" tak apa pak Riyan santai saja, saya sudah tau kalau anda mengantarkan ibu anda untuk terapi, saya malah salut sama pak Riyan di tengah sibuk sibuk nya mengurus perusahaan , masih ada sempatkan untuk mengantar ibu anda terapi" ucap pak Handoko yang kagum dengan Riyan


" ah bapak bisa aja, saya hanya ingin melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk mama saya, karena saya tidak bisa membayar dengan apa pun pengorbanan beliau selama mengandung, membesarkan saya dengan penuh kasih sayang, sehingga saya bisa seperti ini" uca Riyan sambil tersenyum


setelah berbincang bincang singkat, mereka langsung membahas tentang kerja sama meraka, setelah beberapa saat mereka pun selesai mebahas kerja sama mereka dengan kesepakatan bersama , setelah itu pak Handoko slangsung pamit pergi


setelah pak Handoko pergi, Riyan masih berbincang bincang dengan sekertaris nya mengenai laporan kerja sama nya dengan pak Handoko, setelah itu mereka pun pulang


namun saat ia baru melangkah ke arah pintu keluar pandangan nya melihat seorang perempuan cantik sedang berdebat


" dokter dinda, ada masalah apa dia dengan perempuan dan laki laki itu " gumm nya sambil melihat ke arah dokter dinda


Riyan yang merasa penasaran dan merasa kasihan dengan dokter dinda pun langsing menghampiri nya, namun sebelum ia menghampiri dokter dinda ia menyuruh sekertaris nya untuk pergi lebih dulu ke perusahaan nya


" bilang aja kalau kamu belum bisa muve on dari suami ku kan dasar mandul" cibir perempuan itu yang merupakan istri dari mntan suami nya


" sudah lah sayang , kita tidak usah mengirusi si mandul ini" ucp hadi mantang suami dokter dinda sambil mengelus perut sang istri yang tengah hamil tua


" aku, belum bisa move on dari kamu, pede sekali kalian bicara seperti itu" ucap dokter dinda dengan senyum sinis nya


" buktinya sudah hampir satu tahun menjanda kau belum juga menikah, itu sudah membuktikan kalau kamu belum bisa move on dari suami ku"


" asal kalian tau ya, aku sudah daa calon suami dan sebentar lagi kami akan menikah, jadi untuk apa aku memikirkan pria brengsek seperti dia" ucap dokter dinda asal dan menunjuk ke arah mantan suami nya, ia tak Terima di katakan belum bisa move on dari mantan suami nya yang telah menghianati nya


" kalau benar kau punya calon suami, coba buktikan, telfon dia suruh ke sini kami mau lihat siapa yang mau dengan perempuan mandul seperti kamu" ucap hadi tak percaya kalau dokter dinda sudah punya calon suami


dokter dinda terdiam, ia bingung harus bagai mana, karena dia tidak memiliki calon suami, boro boro calon suami pacar atau dekat dengan laki laki saja tidak


di tengah kebingungan untuk membuktikan kalau ia sudah punya calon suami, tiba tiba ia melihat ada Riyan yang berjalan mendekati nya, dokter dinda langsung tetsenyum saat menemukan sebuah ide cemerlang


" itu calon suami ku, yang saat ini tengah berjalan ke arah sini" tunjuk dokter dinda ke arah Riyan


.


.


" jangan lupa like komen dan vote nya ya terimkasih 🥰🙏