
Di pagi hari semua keluarga Riyan sedang berkumpul di meja makan termasuk Ranti, Lia melihat ke arah Ranti dengan tatapan heran
" Ranti semalam kau kemana? " tanya Lia dengan penuh selidik
Ranti yang mendengar pertanyaan dari Lia pun terkejut namun dengan segera ia mengubah sikap nya biasa saja, ia tidak mau keluarga lain nya curiga
" oh aku semalam bertemu dengan teman ku" jawab Ranti yang berusaha untuk santai
" bertemu dengan teman, tengah malam di hotel? " tanya Lia lagi masih dengan tatapan penuh selidik
Riyan dan Sonya langsung melihat ke arah Ranti seolah olah mereka meminta penjelasan
" kamu bertemu dengan teman mu di hotel? " tanya Sonya
" ya, aku bertemu dengan teman perempuan ku di hotel, karena teman ku semalam sedang sakit jadi dia menelfon ku untuk meminta bantuan ku" jawab Ranti berbohong
" banar kah , untuk ap teman mu menginap di hotel apa dia tidak punya rumah? " tanya Lia ngbtidak percaya dengan jawaban Ranti
" teman ku orang luar negeri jadi dia tidak punya rumah di negara ini " ucap Ranti berbohong lagi
" kenapa kau pergi semalam tidak pamit dengan ku? " tanya Riyan yang sedari tadi hanya menjadi pendengar
" maaf mas, aku semalam panik saat di telfon oleh nya, jadi aku tidak sempat meminta izin dengan mu " ucap Ranti yang mulai bersandiwara
' kenapa aku masih tidak percaya dengan ucapan nya ya, aku harus mencari tau sendiri, apa benar dia menemui teman nya ysng sakit atau menemui selingkuhan nya' batin Lia yang curiga kalau Ranti sedang menyembunyikan sesuatu
" sekarang bagai mana dengn teman mu itu? " tanya Sonya
" dia sudah baikan ma, pagi ini juga dia juga pulang ke negara nya " jawab Ranti
" kata kamu dia sakit, kenapa masih nekat untuk pulang ke negara nya" tanya Lia yang masih penasaran
" sudah nanti lagi berdebat nya kita lanjut sarapan nya" kata Riyan yang menghentikan percakapan mereka
mereka pun langsung diam dan langsung mulai untuk sarapan,Ranti merasa lega bisa menghindari pertanyaan Lia kali ini namun tidak dengan Lia yang semakin ingin tau apa yang di lakukan Ranti di hotel itu
setelah sarapan mereka langsung melanjutkan aktifitas mereka masing-masing, Lia dan Riyan pergi ke perusahaan milik keluarga, ya setelah di pecat dan tidak di perbolehkan memasuki perusahaan milik Raka, Lia bekerja di perusahaan keluarganya yang di pimpin oleh Riyan
****
di tempat lain raka saat ini tengah bersiap siap untuk pergi ke kantor nya semua kebutuhan nya telah di siapkan oleh ze
" terimakasih sayang" ktaa Raka sambil mengecup bibir ze setelah ze memasangkan dasi untuk nya
" sama sama mas" jawab ze sambil tersenyum
" nanti aku gak sempet pulang untuk makan siang sayang, bisa gak nanti kamu anterin makan siang ke kantor ku" ucap Raka sambil merangkul bahu ze
" emang nya boleh aku ke kantor kamu ms? " tanya ze
" ya boleh dong sayang, kamu kan istri yang punya perusahaan jadi mana mungkin kamu gak boleh datang ke perusahaan " kata Raka sambil mengelus rambut panjang ze
" ya udah deh nanti aku akn mengantarkan makan siang untuk mu" jawab ze dengan tersenyum, sebenar nya ia sedikit ragu namun demi suami nya mana ia akan menuruti nya
" tapi nanti kamu datang nya sendiri aja ya sayang, anak anak kamu titipkan saja ke bik surti dan Sus rini" ujar Raka
" baik lah "
aku berangkat dulu ya sayang " pamit Raka sambil mengecup bibir ze lagi
" ya mas, aku akan mengentar kamu ke depan " kata ze
ze pun mengantarkan Raka bekerja sampai ke depan rumah , Raka pun langsung pergi bekerja di perusahaan nya
setelah mengantar sang suami ze langsung masuk ke dalam rumah kembali, ia melakukan aktivitas seperti biasa
" bapak pulang aja dulunya ya, nanti saya pulang sama suami saya" kata ze kepada pak supir
" baik buk" jawab pak supir itu
ze langsung keluar dari mobil, ia melihat gedung perusahaan milik suami nya, gedung yang sangat tinggi dan di pastikan di dalam nya sangat mewah
ze melangkah masuk ke dalam, ia melihat karyawan suaminya tengah sibuk bekerja, ia berjalan menuju ke meja resepsionis
" permisi mbak, mas, eh maksud saya pak Raka , boleh tau di mana ruangan nya? " tanya ze kepada resepsionis itu
seorang wanita yang sedang menunggu resepsionis melihat ze dari ujung kaki samai ke ujung kepala
" apa anda sudah membuat janji dengan CEO kami? " tanya resepsionis itu dengan penuh selidik
" belum sih, tapi-" belum selesai ze menyelesaikan ucapan nya sudah di potong oleh resepsionis itu
" mohon maaf tidak boleh sembarang orang bisa menemui CEO kami, silahkan anda pergi jika tidak memiliki kepentingan " kata resepsionis mengisir ze
" tapi saya-"
" Permisi apa CEO kalian ada? " tanya seorang perempuan yang menghampiri meraka tanpa melihat ke arah ze
ze langsung melihat kearah samping, ia terkejut siapa yang datang ke kantor suaminya dan mencari suami nya
" mohon maaf bukan nya anda tidak boleh lagi masuk ke perusahaan kami"ucap resepsionis
" saya datang ke sini karena saya utusan dari pratama, cepat katakan ada atau tidak bos kalian ? " tanya perempuan itu
" sebentar saya akn menghubungi sekertaris bos kimu dulu" kata resepsionis langsung menghubungi sekertaris Raka
perempuan itu melihat ke arah ze, ia langsung terkejut sampai is membuka kacamatanya untuk memastikan apa dia tidak salah lihat
" ze" ucap perempuan itu
" ya aku ze, apa kabar Lia? " tanya ze dengan senyum manis, ya perempuan yang ingin bertemu dengan Raka adalah Lia
" aku baik, sedang apa kau di sini? " tanya Lia dengan tatapan penuh selidik
belum sempat ze menjawab, resepsionis terlebih dahulu menyela pembicaraan mereka
" nona, silahkn anda ke ruang CEO kami " kata resepsionis itu
" hem baik lah " kata Lia yang langsung msuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan CEO
" mbak kok dia boleh masuk tapi saya gak? " tanya ze kepada resepsionis
" nona tadi ada pekerjaan dengan bos kami, sedangkan anda kan tidak " jawab resepsionis itu
ze kesal mendengar jawaban dari resepsionis itu, ia langsung mengeluarkan handphone nya lalu ia menghubungi sang suami
" hallo assalamu'alaikum mas, aku udah di lobby, tapi aku gak boleh masuk " kata ze yang mengacu kepada Raka
" waalaikumsalam sayang, sekarang berikan handphone kamu ke resepsionis nya" kata Raka yang tersengar kesal
" nih, suami ku ingin bicara pada mu" kata ze yang memberikan handphone nya ke resepsionis itu
resepsionis itu langsung terkejut saat mendengar ze menyebutkan kata suami ku
.
.
jangan lupa like komen dan vote nya ya terimakasih🥰 🙏