
Edgar mengayunkan pedangnya. Erfrain tidak menghindar. Ternyata pria itu melukai lengan Erfrain. Darah berwarna merah mengalir dari luka itu.
"Darahmu tidak kotor! Kau tidak bersalah meskipun telah melukai tangan ibuku, itu artinya ibuku jauh lebih bersalah, meskipun aku tidak tahu apa kesalahannya." Edgar tentu ingat dengan warna darah ibunya.
Erfrain tidak merespon.
"Kembalilah ke Athanasia, kau harus mengurus kerajaan!"
"Aku tidak mau!" Bentak Erfrain. Pria itu melangkah masuk ke sungai suci.
Edgar memutar bola matanya. Dia pun melepaskan zirah di tubuhnya kemudian bergabung dengan kakaknya.
"Kau mau pergi ke dunia manusia?" Tanya Edgar.
"Aku akan tinggal di sana untuk selamanya."
"Apa kau bilang? Kau mau meninggalkan adikmu yang manis ini?!" Gerutu Edgar.
Erfrain menjitak kepala adiknya. "Tenang saja, kau bisa datang ke tempatku, jika kau mau bertemu denganku. Aku akan membuat rumahku seperti dunia drucless, agar kau tidak kehabisan energi saat berada di dunia manusia."
Edgar cemberut. "Apa yang akan kau lakukan di dunia manusia nantinya? Berlibur? Dan aku di sini kesulitan mengurus Athanasia. Kau benar-benar menelantarkanku."
Erfrain memutar bola matanya. "Aku akan mengurus manusia-manusia yang melanggar hukum. Mereka yang melukai manusia lain harus dihukum agar tidak ada darah manusia yang mencemari sungai suci lagi."
Edgar menghela napas panjang.
Selesai berendam di air suci, Erfrain menemui para gruless. "Aku akan pergi, apa kalian punya nasihat untukku?"
Gruless memegang bahu Erfrain. "Anda memiliki separuh darah manusia, jika anda berlama-lama di dunia manusia, insting anda sebagai manusia akan bereaksi dan... bisa jadi anda menjadi manusia seutuhnya."
Erfrain mencerna baik ucapan sang gruless. Edgar juga mendengarkan.
Gruless yang lain memberikan nasihat juga. "Kemampuan anda adalah mengendalikan hujan, itu juga berlaku di dunia manusia, anda juga bisa mengendalikan hujan di dunia manusia. Begitu pun dengan membaca pikiran. Anda bisa membaca pikiran manusia, tapi anda tidak akan bisa membaca pikiran manusia yang memiliki perasaan tulus pada anda, entah itu perasaan cinta, sayang, suka, dan lainnya."
Edgar khawatir jika kakaknya akan mencintai manusia dan tinggal selamanya di dunia manusia lalu melupakan dirinya.
Setelah tiba di dunia manusia, Erfrain melihat ke sekeliling di mana keadaan di dunia manusia tidak seburuk yang dia bayangkan. Pria itu berlatih menjadi pasukan perang di salah satu kerajaan di dunia manusia. Dia bahkan dijadikan panglima perang. Pangkatnya makin lama makin tinggi, tapi dia menolak menikah dengan siapa pun dengan alasan dia ingin mengabdikan dirinya pada kerajaan.
Dia membangun rumah perbukitan. Ya, rumah yang sekarang dia tinggali adalah rumah yang dia bangun sejak tiba di dunia manusia. Hanya saja dia mengubah model rumahnya setiap pergantian zaman.
Selama di dunia manusia, dia tidak pernah merasakan makanan enak, karena sejak lahir dia memilih untuk menjadi drucless dan hanya makanan di dunia drucless yang bisa dia rasakan rasanya. Tapi, itu bukan masalah untuknya.
Meskipun tidak ada masalah serius saat dirinya menyesuaikan diri di dunia manusia, Erfrain mendapatkan masalah karena adiknya selalu membuat masalah. Edgar membuat keributan untuk menarik perhatian kakaknya agar kembali ke dunia drucless dan memperhatikannya seperti dulu.
"Dasar! Dia benar-benar kekanakan!" Erfrain tidak terlalu menanggapi perilaku adiknya. Dia tetap fokus menjadi manusia setengah drucless.
Selama menjadi kepercayaan kerajaan, Erfrain menerapkan kebijakan yang sama seperti di dunia drucless. Dia akan memotong tangan seseorang yang membuat kesalahan besar, namun berbeda. Orang yang dipotong tangannya akan mati jika tidak segera diobati. Tapi, kebijakan itu tetap berlaku dengan syarat si penjahat akan segera diberikan penanganan oleh tabib sesegera mungkin setelah tangannya terpotong. Seperti biasa, Erfrain akan memberikan kompensasi berupa cincin emas pada keluarga.
Namun, keadaan berubah seiring berjalannya waktu. Para manusia itu satu persatu mati. Kepemerintahan yang awalnya kerajaan lama-lama berubah menjadi negara jajahan, setelah merdeka, negara jajahan berubah menjadi negara kesatuan.
Erfrain yang abadi menyaksikan itu semua. Setiap 90 tahun di dunia manusia, dia akan mematikan identitasnya dan menggantinya dengan identitas baru serta dirinya berubah menjadi orang baru sesuai perkembangan zaman.
Karena tidak ada lagi kerajaan, Erfrain tidak bisa menghukum orang-orang jahat lagi dengan kebijakannya. Dia harus menjadi 'penghukum yang tak terlihat' untuk menjalankan hukumannya. Dan hukuman itu dia lakukan setiap tanggal 22.
Dari tanggal 23, dia akan mencari seseorang yang berbuat jahat. Dia akan menunggu si penjahat, apakah si penjahat akan berubah atau malah semakin menjadi-jadi. Maka pada tanggal 22 di bulan berikutnya si penjahat sudah pasti akan dihabisi atas kesalahannya. Dengan begitu, sungai suci di dunia drucless yang berbatasan langsung dengan dunia manusia tidak akan tercemar.
Dan Desa Amrita pun mulai berdiri. Sejak saat itu, Erfrain menjadi warga biasa. Dia tetap melakukan pembunuhan setiap tanggal 22. Ketika SMA AMRITA dibangun, Erfrain pun mengganti identitasnya menjadi siswa. Dia mendaftarkan diri di SMA AMRITA. Disana lah dia melihat semua kejahatan terjadi. Tidak hanya orang dewasa, ternyata para siswa juga melakukan kejahatan.
Bahkan menurutnya, kejahatan di sekolah lebih sering terjadi setiap harinya dibandingkan di masyarakat. Oleh karena itu, Erfrain lebih banyak membunuh di SMA AMRITA dibandingkan di Desa Amrita itu sendiri.
Setiap 3 tahun, dia akan mengganti identitasnya dan kembali mendaftar di SMA AMRITA.
** End Flashback **
👓👓👓
19.28 | 23 Januari 2021
By Ucu Irna Marhamah