Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan
Kecelakaan


Dewi menghembuskan napas kasar. Wanita itu berusaha fokus menyetir. Namun, bayangan kejadian beberapa menit yang lalu selalu terlintas di kepalanya. Anaknya, sangat menderita selama ini. Awal semua.masalah juga dari dirinya. Wajar jika Sukma sangat membencinya.


Penolakan Sukma akan kedatangannya tadi memang sangat menyakitkan. Namun, bukankah gadis itu lebih sakit dari ini? Dulu, Dewi menyalahkan Sukma yang masih kecil atas semua hal buruk yang terjadi di keluarga mereka. Sekarang, dia merasakan karmanya.


Tenggelam dalam pikirannya, Dewi tidak memperhatikan ada belokan di depan sana. Wanita itu asik melamun. Mobil tersebut tetap berjalan lurus, dan akhirnya menabrak pohon yang ada di pinggir jalan dengan keras.


***


"Dewi tadi datang ke sini, Pa. Dia datang bertamu, dengan alibi sebagai teman aku. Tapi, Sukma tanpa sengaja mendengar percakapan kami. Sukma marah pada Dewi. Dia mengeluarkan semua kesakitannya selama ini. Dan, ya...dia kembali hilang kendali." Fifi menceritakan dengan ringkas tentang kejadian sebelum Sukma kehilangan kontrol.


"Maksudnya? Mamanya Sukma datang ke sini?" tanya Nathan. Pria itu memang tidak tahu, jika Fifi dan Hisyam tengah membantu Dewi untuk kembali mendekati Sukma.


"Iya. Mama sama Papa setuju untuk bantu Mama kandungnya Sukma untuk mendekati Sukma."


Nathan menatap orang tuanya takhabis pikir. "Astaga! Kalian tahu, kan, Sukma nggak mau lagi berurusan dengan Ibu kandungnya."


"Bukan begitu, Nak! Walau bagaimana pun, Sukma tetap anaknya," ujar Hisyam memberi pengertian.


"Anak yang dia tinggalkan," ujar Nathan cepat.


"Nathan!" tegur Fifi. "Itu hanya masa lalu. Semua orang pasti pernah berbuat salah. Kalau mereka sudah menyesal dan memperbaiki diri, nggak ada salahnya untuk memaafkan."


Nathan mendengus. "Dan membiarkan Sukma kembali jadi korban? Mama sama Papa lihat sendiri. Gara-gara kedatangan Tante Dewi, sakitnya Sukma kambuh, kan? Padahal, dia sudah dinyatakan sembuh dari trauma yang dideritanya bertahun-tahun itu!"


"Jaga bicara kamu, Nathan. Dia itu Mamanya Sukma, ibu kandungnya. Mama paham apa yang dia rasakan. Mama juga seorang ibu, Nathan. Sukma jadi seperti ini, bukan keinginan Dewi juga," nasehat Fifi.


Ponsel Nathan berdering. Pria itu mengambilnya di saku celana, dan menautkan alis saat nomor baru menghubunginya.


Nathan mengangkat panggilan tersebut. "Halo!"


"Nathan, aku..."


"Laras?" gumam Nathan saat mendengar suara di seberang sana. Emosinya kembali naik. Tadi baru saja ibunya membuat kekacauan, sekarang Laras malah menghubunginya. Gadis itu pasti sengaja memakai nomor baru, karena nomor lamanya sudah diblokir Nathan.


"Nathan, Mama aku..."


"Mama kamu kenapa? Dia baru saja berbuat kekacauan di sini!" balas Nathan kesal.


"Nathan!" tegur Fifi. Dia memang tidak tahu siapa yang menghubungi Nathan. Namun, mendengar Nathan mengatakan baru saja berbuat kekacauan, pasti itu adalah anak Dewi. Nathan juga pernah mengatakan padanya kalau anak tiri Dewi itu, adalah teman kampusnya.


"Mama aku kecelakaan, Nathan. Dia kecelakaan saat baru pulang dari situ!"


Nathan langsung terdiam. Dia menoleh pada mamanya. "Tante Dewi, kecelakaan, Ma!" ujarnya memberitahu.


"Luka mama aku parah, Nat. Dia menabrak pohon yang besar. Mobil depannya hancur." Isakan Laras terdengar jelas di telinga Nathan.


Mata Nathan melirik Sukma yang terbaring di atas ranjang. "Kenapa banyak cobaan untuk gadis malang ini?" pikir Nathan.