
Malam ini ketiga orang gadis sedang membuat sebuah lingkaran di lantai dengan alas karpet. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Kita bertiga ini 'kan udah cukup lama jadi sahabat jadi lebih baik malam ini kita saling terbuka gimana? Jadi kayak saling curhat gitu intinya lah." Usul Bella dengan nada antusias.
Ananta mengangguk ada benarnya juga, siapa tahu dia malam ini juga mendapat pencerahan tentang kehidupan Keyra yang sebenarnya. Karena alur novel sudah rusak total dan hancur sehingga tidak harus bergantung pada alur novel.
"Gimana Key?" Tanya Bella.
Keyra seperti berpikir tidak lama gadis itu mengangguk.
"Mau dari siapa dulu?" Tanya Ananta kepada mereka berdua.
"Biar adil hompimpa aja deh gimana?" Usul Keyra menatap mereka berdua. Pada akhirnya mereka menentukannya dengan cara hompimpa, yang pertama dari Bella, Ananta dan terakhir Keyra.
"Gue bingung mau curhat kayak gimana?" Ujar Bella dengan bingung.
"Sadar diri dong lo 'kan tipe orang suka nyeritain sendiri tanpa ada yang minta." Sinis Ananta.
Bella cengengesan,"Nah itu makanya gue bingung mau curhat atau jujur kayak gimana. Gue bukan mau sombong nih ya, gue baik-baik aja sama keluarga, hubungan gue aja nggak toxic terus sekarang nggak ada masalah yang bikin ribet palingan cuman masalah hal stres bentar lagi mau ujian itu doang."
Bella merupakan salah satu orang yang beruntung dalam kehidupan di novel Hidupnya baik penuh warna dan tidak ada masalah apapun yang menyangkut tentang percintaan dan keluarga termasuk Ananta sendiri.
"Sekarang giliran gue ya." Ujar Ananta, dia sendiri bingung mau curhat apa masa iya dia mengatakan kalau dia itu alien yang menyasar ke dunia novel dan bukan Ananta yang asli. Yang ada dia akan di katakan gila sama mereka berdua.
Ananta menghela nafas,"Gue juga bingung mau ngomong atau curhat kayak gimana, kasih pertanyaan aja deh entar gue jawab itupun kalo bisa gue jawab."
Bella dan Keyra terlihat sedang berpikir, mereka berdua juga bingung mau menanyakan apa.
Bella juga tidak mungkin mengatakan Ananta kenapa bisa berpacaran dengan si manusia datar dan dingin seperti Ezriel karena selain keluarga Ananta dan Ezriel, Bella merupakan salah satu orang yang mengetahui bahwa mereka berdua memang sepasang kekasih. Ya karena Bella itu sahabat Ananta dari kecil.
Lalu, untuk Keyra sendiri dia juga tahu hal itu bukan karena dia di kasih tahu. Namun, waktu itu Keyra memang tidak sengaja pernah melihat Ananta dan Ezriel sedang jalan-jalan di taman ataupun di mall.
Jadi dari sana Keyra menyimpulkan sendiri bahwa mereka ada hubungan. Sehingga mereka berdua ketika Ezriel mengumumkan bahwa Ananta adalah kekasihnya mereka berdua tidak terkejut karena sudah tahu.
"Lo kenapa berubah?" Itu adalah pertanyaan yang di lontarkan oleh Bella kepada Ananta dengan wajah serius.
"Karena setiap manusia itu pasti bakalan berubah pada waktunya, nggak mungkin juga 'kan manusia terus berada di satu titik tanpa berpindah. Itupun kalo manusia itu ada niat mau berubah buat diri sendiri bukan untuk orang lain.''
"Tapi perubahan lo itu cukup mendadak, Ta."
"Gini ya Bel, manusia itu pasti akan ada saatnya di fase berubah dan merasa bosan salah satunya gue. Dan gue adalah salah satu orang itu. Gue pengen berubah demi gue sendiri. Jadi, jangan tanya lagi kenapa gue berubah total." Bella dan Keyra mengangguk saja.
"Oke sekarang giliran lo."Bella menatap Keyra.
Keyra menghela nafas, dia bingung ingin menceritakan tentang apa karena masalahnya hidup dia penuh dengan drama dan cobaan yang menimpanya.
"Gue bingung mau cerita darimana dulu." Mungkin Keyra akan mencoba untuk terbuka kepada mereka, siapa tahu juga mereka punya solusi ataupun bisa membuat dia sedikit tenang tentang kehidupannya.
Karena setelah bersama mereka berdua hidup Keyra tidak hanya satu warna saja melainkan berwarna-warni dan juga sedikit tenang. Dia tidak menyangka juga ternyata masih ada orang yang peduli kepadanya.
"Yaudah kalo gitu kita nanya dan lo jawab jujur, Oke?" Ujar Ananta.
"Lo tadi siang kenapa di sekolah tiba-tiba nangis?" Keyra memejamkan mata ketika mengingat kembali kejadian di taman belakang.
"Gue lihat Arga sama Flora ciuman di taman belakang sekolah." Jawab Keyra dengan nada datar namun matanya menyiratkan kesedihan.
"Wahh anj*ng tu cowok!" Bella mengumpat dengan kencang dan wajah merah padam.
Ananta sudah menduga pastinya ada hubungannya dengan Arga,"Lo ngapain di taman belakang?"
"Gue cuman pengen nge jernihin pikiran gue di tempat tenang, tapi bukan nya nge jernihin malah dapat kejutan. hahah." Tawanya dengan miris.
"Dasar duo bajingan, cocok banget mereka berdua yang satu brengs*k yang satu bangs*t couple goals banget." Keyra yang mendengar umpatan Bella hanya tersenyum tipis.
"Gue pengen curhat, tapi kalian nggak boleh potong cerita gue. Gue nyeritain karena gue percaya sama kalian berdua karena kalian sahabat gue yang mau menerima kekurangan gue juga"
Ananta dan Bella mengangguk dengan serius kemudian tersenyum karena mereka berdua sudah menganggap Keyra sebagai sahabat dan juga kakak, karena Keyra memang lebih tua dibandingkan mereka bertiga.
Keyra mengambil nafas dalam-dalam, mengalir lah semua cerita dari mulai mamah nya kecelakaan, kandungan nya keguguran dan meninggalkan papah nya serta Keyra.
Dimana itu merupakan hari keterpurukan Keyra dan juga papahnya, dan 6 bulan setelah itu papah nya yang tiba-tiba berbeda dia menjadi pribadi yang kasar dan juga selalu ingin Keyra menjadi gadis yang sempurna tanpa cacat.
Kekerasan yang di alami ketika masih berdua menurut Keyra itu tidak terlalu kasar. Dan cerita mengalir kembali dimana papahnya tidak akan pernah menikah namun itu hanya omong kosong kemudian menikah lagi dengan janda anak satu.
"Kalian tahu?" Sontak Ananta dan Bella menggelengkan kepalanya.
"Flora si cewek menye itu anak dari wanita yang papah gue nikahin." Keyra dengan nada dinginnya.
"Se-serius lo?" Ananta bertanya dengan gagap. Dia menatap Keyra dengan tidak percaya ketika mendapatkan anggukan dari Keyra.
Di novel tidak pernah diceritakan bahwa Keyra dan juga Flora merupakan saudara tiri.
Apakah ini butterfly effect karena dia memasuki novel dan mengubah alur ataukah ini memang benar ada namun dibelakang panggung. Maksudnya cerita yang tidak diceritakan oleh penulis.
"Lo kenapa?" Tanya Bella ketika melihat wajah Ananta yang pucat.
Ananta memaksakan senyum,"Gue cuman kaget aja kalo ternyata Flora itu adik tiri Keyra."
"Cih, mana sudi gue anggap dia adik. Dia dan wanita itu cuman benalu dan sampah yang di pungut sama papah gue terus parasit yang numpang hidup di rumah mamah gue."
"Mau di lanjut nggak ni?" Keyra melanjutkan lagi cerita dimana ketika setelah papahnya menikah malah papahnya semakin memperlakukan dia dan kedua sampah itu berbeda. Papahnya selalu bersikap hangat kepada dua sampah itu dan kepada Keyra papahnya selalu berlaku dengan kasar.
Bahkan dua sampah itu selalu mengadu domba dia dan papahnya. Memfitnah dia dengan embel-embel selalu kasar kepada wanita itu dan anaknya serta anak dari wanita itu selallu memfitnah dia dengan kata di bully.
"Jadi maksud lo selama ini lo di perlakuin kasar sama bokap lo gitu?"
Keyra mengangguk dan tersenyum manis tapi itu bukan senyuman bahagia melainkan senyuman miris, "Bukan itu aja selama 4 tahun ini malah. Tapi setelah kepergian mamah, papah gue emang jadi kasar tapi makin kasar pas papah nikah."
Bella dan Ananta hanya diam bingung ingin mengucapkan apa.
"Terus selama ini lo nggak bully Flora gitu?"
Keyra menggeleng kan kepalanya, "Gue nggak pernah bully cewek menye itu dia nya aja yang suka nyari masalah sama gue."
"Gue itu emang cewek yang nggak bisa kontrol emosi pas cewek itu nyari masalah sama gue dan nggak gue akan segan-segan balik ngasarin. Tapi bagi mereka gue adalah orang yang bully cewek menye itu duluan karena mereka semua udah ketipu sama kepolosan dan kelembutan cewek itu. Termasuk papah dan Arga."
"Jadi gini intinya, gue nggak pernah bully dia. Gue hanya mempertahankan diri tapi dengan cara salah jadi mereka ngehakimi gue seenaknya aja." Lanjut Keyra dengan miris.
"Terus maksud selama ini lo suka marah karena Flora deket sama Arga itu gimana?"
"Gue itu setelah kepergian mamah cuman punya papah, namun setelah kedatangan mereka berdua kasih sayang papah makin lenyap sama gue mereka berusaha merebut keluarga satu-satunya yang gue punya.''
"Dan gue berharap kalo Arga itu bakalan menjadi sosok pengganti karena gue udah kehilangan kasih sayang banget, gue waktu itu berharap banget meskipun gue kehilangan papah tapi gue masih tetap punya Arga."
"Tapi, Arga malah abai dan gue jadi makin nggak punya siapa-siapa di dunia ini waktu."
Ananta dan Bella menatap prihatin Keyra. Gadis itu mempunyai kehidupan yang tidak terduga sekali.
"Waktu itu sebelum kehadiran dua sampah di rumah. Gue selalu dapat kekerasan tapi nggak parah dan gue selalu chat Arga, cowok itu memang datang gue cerita ma dia dan apa lo tahu jawaban cowok itu?" Tanya Keyra kepada mereka berdua. Ananta dan Bella menggelengkan kepala mereka.
"Cowo itu malah ngatain gue lebay gegara nangis mulu."
"Wah itu cowok emang pantes di anj*g-anj*ngin!" Ujar Bella, sepertinya dia sekarang dendam kepada Arga. Dia tidak menyangka Arga ternyata pria seperti itu.
Keyra tersenyum tipis,"Setelah papah nikah dan gue dapat kekerasan gue chat cowok itu kalo gue butuh cowok itu namun dia nggak pernah baca chat gue bahkan yang ada dia malah selalu blokir kontak gue."
"Fiks ini mah lo harus berhenti ngejar-ngejar tu cowok brengsek,Key." Bella menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Ananta juga pernah bilang kayak gitu, Bel."
"Gini ya Key, Bel lo juga dengerin." Ananta kembali bersuara setelah dia hanya mengamati dan menjadi pendengar.
"Didalam sebuah hubungan, kalo ada pasangan main tangan atau main kasar sama kita. Udah kita tinggalin aja tandanya dia emang nggak sayang sama kita percaya sama gue. Jadi jangan pernah mikir dua kali buat terus bertahan. Itu malah menyakiti diri kita sendiri."
Ananta menatap Keyra, "Dan lo Key, lo masih ingatkan omongan gue waktu di kelas tadi pagi?"
"Gue tanya sama lo Key, lebih melelahkan kaki lo yang selalu ngejar-ngejar atau hati lo yang selalu terus berharap?"
"Dua-duanya. Capek dan melelahkan" Jawabnya dengan lirih.
"Lo itu udah di kasarin dan nggak di hargain tapi lo tetep aja masih ngejar cowok itu."
Ananta menegang kedua pundak keyra, "Lo itu jangan terlalu terpaku sama satu cowok, di dunia ini masih banyak cowok lain yang lebih hebat dan lebih baik dari Arga. Lo juga jangan terlalu fokus ke depan, lo juga harus fokus kesamping dan belakang. Gue yakin pasti ada cowok yang bener-bener tulus, sayang dan cinta sama lo."
Bella mengangguk membenarkan ucapan Ananta,"Key, bener apa yang di ucapin Ananta. Pasti ada cowok yang bener tulus, cinta dan sayang sama lo bisa jadi udah ada tapi lo nggak pernah peka. Jadi lo berhenti aja ngejar cowok brengs*k nggak tau diri itu."
Ananta melepaskan tangannya dan memeluk bantal lagi, "Tapi itu terserah lo si, namun percaya sama gue kalo lo bertahan lo harus nanggung resiko salah satunya sakit hati dan kalo lo ngelepasin gue percaya lo pasti bakal bahagia dan gue jamin itu cowok suatu saat bakal nyesel karena nggak menghargai perasaan lo sama sekali."
"Ta, sebenernya gue udah ngerenungin ini dari waktu lo ngomong, bukan nya itu terlalu cepat tapi gue udah mikir dengan matang-matang."
Keyra memejamkan mata sebentar dan menghela nafas kasar,"Gue tahu gue bodoh. Udah di sakitin dan nggak dihargai tetep ngejar tu cowok. Ini emang menyakitkan tapi mau gimana lagi, gue juga capek baik fisik dan batin. Gue juga sadar mungkin ini emang udah takdirnya gue."
"Jadi, gue bakalan berhenti ngejar dan gue akan berusaha buat ngelepasin Arga."