
Keyra masih setia duduk di taman belakang sambil memejamkan matanya. Ingatan masa lalu itu masih mengalir di kepala Keyra dengan tidak tahu malunya.
2 tahun setelah kepergian mamah nya. Papah nya kembali menikah lagi.
Keyra tidak melarang papahnya menikah lagi, karena Keyra sadar papahnya juga pasti membutuhkan pendamping. Mungkin juga ketika papahnya menikah dia akan menjadi pribadi yang hangat dan sayang anaknya lagi.
Papahnya menikah dengan janda anak satu. Keyra bahagia sekali ketika melihat papahnya menjadi selalu tersenyum. Keyra juga merasa biasa ketika kedatangan wanita itu dan anaknya.
Namun Keyra salah sangat salah!
Semenjak kedatangan dua parasit itu, hidupnya semakin hancur.
Wanita dan anaknya merebut papahnya, walaupun papahnya memperlakukan kasar tapi pria itu masih bisa memperlakukan nya dengan baik.
Setelah papahnya menikah pria itu malah semakin tidak bisa di gapai, pria itu selalu mengabaikan nya.
Bahkan papahnya selalu berlibur tanpa mengajak Keyra, bukan itu saja setiap malam Keyra selalu melihat mereka selalu bercanda tawa di ruang keluarga tanpa Keyra. Lagi lagi tanpa Keyra.
Dua parasit itu selama ini selalu memfitnah Keyra, anak dan ibu sama saja sama-sama sampah. Keyra memang melawan, namun bukan parasit itu yang namanya tidak mengadu.
Papahnya tidak mempercayai ketika keyra mengatakan bahwa mereka berbohong.
Setelah kejadian itu papahnya semakin selalu bermain kasar, memukul, menampar, membenturkan kepala, mencabuk, bahkan pernah menenggelamkan kepala Keyra di kolam renang dan bathtub. Hingga perlakuan itu masih di alaminya sampai sekarang.
Keyra membuka mata masih dengan lelehan air matanya.
Dia menjadi teringat ketika mamah nya pergi, Keyra kira Arga akan menjadi sedikit hangat. Tapi pria itu masih sama mengabaikan nya.
Lalu, ketika Keyra selalu mendapatkan kekerasan dari papahnya. Keyra mengira Arga akan selalu ada di samping nya. Lagi-lagi Keyra salah.
Kemudian ketika Keyra membutuhkan Arga dan butuh tempat untuk keluh kesah akibat yang di alami nya. Keyra berpikir pria itu akan menangkannya tapi pria malah mengusir dan malah mengatai nya dengan lebay.
Apalagi setelah kedatangan dua Flora, Arga semakin jauh. Semuanya hancur tidak ada yang memperdulikan nya, baik di sekolah maupun di rumah.
Hidup Keyra hancur tanpa seseorang di sampingnya.
Keyra menangis dengan sesenggukan dia tidak menyangka hidupnya seperti ini. Selama 4 tahun mendapatkan perlakuan tidak adil dan kekerasan.
Capek? Sudah pasti Keyra bahkan pernah bunuh diri. Bukan satu kali melainkan sudah tiga kali Keyra pernah bunuh diri. Tapi gagal Keyra masih diberikan nyawa oleh Tuhan. Dan semenjak itu tidak ingin mencoba bunuh diri lagi.
Dia sadar dia salah karena bunuh diri bukan jalannya.
Melahirkan itu antara hidup dan mati, namun Keyra malah menyia-nyiakan ketika perjuangan mamah nya yang melahirkan ke dunia itu dia sia-siakan.
Air mata sudah berhenti mengalir, Keyra menghela nafas dan menghapus jejak air matanya.
Setelah tenang Keyra perlahan bangkit dari kursi, dia akan kembali ke kelas. Langkah dia terhenti, badannya menegang, dan jantung nya seperti berhenti berdetak.
Mata nya berkaca-kaca melihat pemandangan di depan matanya. Dia membalikan badan, berlari sekuat tenaga menjauhi pemandangan yang membuat nya sakit hati.
Air mata Keyra mengalir dengan deras, dia menangis. Dia tidak menyangka orang di cintainya sedang berciuman dengan parasit itu.
Arga dan Flora sedang berciuman di taman belakang.
Keyra berlari dengan air mata yang terus mengalir, di koridor banyak orang-orang yang menatap Keyra dengan heran dan pandangan aneh.
Keyra berlari menuju toilet, menutup salah satu bilik dan terduduk di lantai. Badan dia lemas dan luruh dibalik pintu toilet, Keyra membenamkan wajahnya di kedua lututnya.
Dia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Dia baru saja menangis ketika mengingat kejadian masa lalu dan sekarang dia kembali menangis melihat tunangan nya itu sedang berciuman.
"Hiks kenapa ini sangat menyakitkan hiks.''
Siapa coba tidak sakit hati ketika tunangan nya berciuman dengan gadis lain apalagi gadis itu merupakan orang yang sangat dia benci.
Dia kalau tidak mencintai Arga mungkin tidak akan merasakan sakit hati, tapi dia mencintai nya.
Keyra bukan satu kali melihat mereka berciuman namun sudah lebih dari lima kali. Namun dia biasa saja tapi sekarang kenapa rasanya sesak dan juga menyakitkan sekali.
"Kenapa ini semua selalu terjadi sama gue, gue mencoba sabar tapi perasaan sakit hati dan kecewa semakin menjadi."
"A-apa kesalahan yang gue perbuat sampai banyak cobaan yang datang bertubi-tubi sama gue."
"Gue juga pengen bahagia."
"Apa salah kalo gue bahagia?" Keyra menangis sesenggukan sambil masih memukul-mukul dadanya berharap rasa sakitnya itu menghilang.
Dia menjadi teringat dengan perkataan Ananta tadi di kelas. Apakah benar dia harus berhenti mengejar Arga.
¤¤¤
"Lo mau kemana?"
Pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya membuat pria itu memberhentikan langkah nya namun pria itu tidak berbalik.
"Taman belakang."
"Terus kenapa bawa air minum?"
Namun pria itu tidak menjawab dan berlalu meninggalkan rooftop dengan membawa air minum.
"Si Genta aneh baru aja balik dari taman belakang, masa mau balik ke taman belakang lagi." Sinis Ale.
"Palingan mau ngapel sama mbak kunti penunggu tu taman." Jawab Darel sembari memakan kuaci.
Ale menoyor kepala Darel,"Ya kali anj*ng!"
Darel mendelik sinis, "Biasa aja dong jamet."
"Lagian kalo ngomong bener banget." Ujar Ale dengan cengengesan.
"Sialan lo buntelan kentut!"
Inti Geng The Wolves memang mereka sedang berada di rooftop, salah satu tempat yang sering digunakan untuk membolos.
"Si Arga kemana tumben tu anak nggak nongol-nongol daritadi?" Tanya Leo heran.
"Palingan juga ketemu sama ayang babe nya." Yang menjawab sekarang adalah Agam.
Leo menganggukkan kepalanya mengerti.
Mereka berempat kemudian saling tatap ketika melihat ketua mereka sedang memainkan ponsel dan senyum-senyum tidak jelas.
"Lo kenapa dah Gila?" Celetukan Ale membuat Ezriel yang tadinya sedang tersenyum tipis kembali menjadi datar dan menatap Ale tajam.
"Kepo." Ucapan sarkas dari Ezriel membuat Ale kicep.
"Palingan juga lagi chatingan sama ceweknya." Ujar Agam dengan santai
Inti Geng The Wolves memang sudah mengetahui perihal bahwa Ezriel dan Ananta adalah sepasang kekasih. Bahkan Ezriel juga mengatakan bahwa dia dan Ananta memang sudah lama berpacaran.
Mereka menerima nya lagian mereka tidak mempermasalahkan juga mau Ezriel mempunyai pacar atau tidak pun.
Lagian di persahabatan mereka tidak ada yang namanya saling menikung dan tidak akan mencampuri urusan perihal pasangan masing-masing.
Karena yang menjalani mereka sendiri dan tidak akan ikut campur.
Untuk perihal Arga, Keyra maupun Flora mereka tidak pernah ikut campur bahkan untuk memberikan balas dendam dari perlakuan jahat Keyra mereka tidak pernah sama sekali.
Paling juga hanya Ale yang tidak suka kepada Keyra namun dia juga tidak pernah memperlakukan Keyra dengan kasar.
¤¤¤
Setelah mengambil air minum yang tersedia di rooftop Genta kembali melajukan langkah nya ke taman belakang.
Dia memang sedari tadi berada di taman belakang namun tidak lama datang Keyra ke taman belakang sendirian. Genta terus memperhatikan kelakuan Keyra dari pertama gadis itu datang.
Genta yang melihat Keyra memejamkan mata dan rambutnya yang sedikit tertiup angin terlihat sangat cantik. Namun tidak lama setelah itu Genta melihat Keyra menangis.
Genta tahu sepertinya gadis itu sedang ada dalam masalah atau sedang ada dalamfase mengingat masa lalu mungkin. Tidak lama Genta pergi karena Genta tahu sepertinya Keyra butuh pelampiasan dan ketenangan.
Tapi ketika di rooftop untuk menyusul para sahabat nya, Dia teringat kembali dengan Keyra dan akhirnya dia menyusul kembali sembari membawa air minum.
Sampai di taman belakang Genta perlahan mendekat kearah Keyra, namun Keyra hendak bangkit dan pergi.
Genta mengernyit ketika melihat Keyra berdiri dengan tubuh menegang. Dan tidak lama gadis itu pergi dengan berlari cepat.
Genta bertanya-tanya dalam hatinya apa yang terjadi kepada Keyra dia kemudian mendekati kursi yang tadi di duduki oleh Keyra.
Dia kemudian mengerti kenapa badan Keyra sempat menegang dan pergi berlalu dengan cepat. Keyra sepertinya memang melihat dimana Arga dan juga Flora sedang berciuman.
Genta meremas botol yang dia pegang dengan kuat dan berlalu dari taman belakang untuk mencari keberadaan Keyra.
Kenapa ketika dia bertemu Keyra sendirian gadis itu selalu sedang dalam menangis. Dan kenapa rasanya sekarang dia ingin merebut Keyra dan memiliki gadis itu seutuhnya.