Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
BAB 56 Adek buat Alif


Di Kamar


Di atas ranjang tidur terisi sepasang suami istri yang masih terjaga dengan tidurnya,


Alez mengelus-ngelus perut Sonya yang masih rata itu,sekali kali Alez menempelkan telinganya di perut Sonya untuk mendengarkan sesuatu di dalamnya padahal usai kandungannya terbilang masih muda.


"Mas kamu itu kenapa sih udah malem ini ayuk tidur." Kata Sonya untuk menghentikan tingkah Alez


"Bentar sayang aku ingin bermain dengan anak kita didalam perut kamu."


"Mas ini usia kandunganku masih muda lho."


"Emang kenapa? tidak apa apa kan!"


"Iya tidak apa apa tapi udah malem mas."


"Sayang dulu waktu mantan istriku hamil mana dia mau aku elus perutnya baru kamu mau aku elus seperti ini." Alez mengelus ngelus perut Sonya kembali


"Lha terus?"


"Iya mantan istrik-" perkataan Alez terpotong karena Sonya memotongnya dengan bicara ngegasnya


"Mantan istri teruuuus di bahas!" kesal Sonya


"Kapan? baru ini sayang." Alez mendongak kearah wajah Sonya di bawah tatapannya itu.


"Udah deh mas! kamu belum move on sama mantan istri kamu bahas dia terus?jelas jelas aku istri kamu. Mantan biarlah berlalu,aku masa depanmu." Sonya membelakangi Alez dengan tidur miringnya itu.


Alez hanya memerjamkan kedua matanya yang ketal ketil atas sikap Sonya ini,biasanya gak sebegitunya.


"Sayang maafin aku,iya deh janji gak bahas mantan istri lagi." rayu Alez yang sebenarnya Alez tidak bisa merayu.


"hmm" cuek Sonya


"Berbaliklah aku pengen ngelus perutmu lagi sayang."


Sonya masih dengan pendiriannya tanpa berbalik yang masih memunggungi Alez.


"Sayang besuk kerumah sakit yuk? cek USG aku pengen tau anak kita laki laki apa perempuan."


Sonya berbalik menatap Alez,Alez begitu sumringah pikirnya manjur bujukkannya kali ini.


Pletaakkk


(Bunyi jentikan jari Sonya di dahi Alez)


"Aduh sayang sakit" pekik Alez mengelus dahi Alez yang sudah memerah itu.


"Usia kehamilanku masih muda mas belum bisa diketahui laki laki atau perempuan."


"Iya maaf aku tidak tau,dulu mantan ist-"


Alez menghentikan perkataannya itu melihat sang istri berubah wujud eh berubah ekpresi menjadi kesal.


"Iya iyaa maaf sayang.." Sendu Alez memasang muka sedihnya itu.


" Kita besuk cek kandungan berapa minggu mas bukan cek jenis kelamin." jelas Sonya


Tring


Tring


Tring


(Bunyi suara ponsel Alez)


Lalu Alez mulai duduk di sisi ranjang tidur belakangnya dan mengambil ponsel dimeja sampingnya.


"Hallo bun?" Jawab Alez dalam Video Callnya yang ternyata Alif nongol duluan di layar ponselnya.


"Papah!" Teriak Alif


Sonya merasa suara dari Alif pun juga mulai duduk dan melihat layar ponsel Alez.


"Alif anak mamah." Sapa Sonya menarik ponsel di wajah Sonya juga, jadi setengah Alez setengah Sonya.


"Mamah,Alif kangen sama mamah."


"Mamah juga kangen sama Alif,gimana di sana seru?" Senyum Sonya melihat Alif


"Seru mah,mah aku pengen adik tadi ada dedek bayi gemesin. Aku pengen mah punya adek." kata Alif


"Tenang Alif,papah udah ada adek buat Alif."


Sela Alez yang tersenyum menatap Alif penuh keyakinan


"Beneran pah? horeee! Nek Alif sebentar lagi punya adek besuk pulang ya nek kerumah papah pengen lihat adik Alif." kata Alif kepada Nenek Soja yang ada di sampingnya.


"Wah kakak ipar selamat ya kak,aku nambah ponakan lagi seru nih." Nyelonong Shinta masuk dalam layar. Akhirnya layarnya penuh bunda Soja , Alif dan Shinta yang berebutan.


"Bun kita berhasil akhirnya membuahkan hasil." bisik bisik Shinta ke bundanya yang terdengar oleh Alez dan Sonya.


》Bersambung.....


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


βœ”VOTE πŸŽ–οΈ


βœ”LIKE πŸ‘


βœ”KOMENTAR πŸ’¬


βœ”FAVORIT ❀


βœ”TIP⭐


βœ”RATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG


❌DiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.πŸ™…β€β™€οΈ


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™