
Di dapur
"Bi kok sepi. Di mana yang lainnya?" Sonya mencari seisi rumahnya tidak ada siapa siapa kecuali pembantunya yang ada di dapur.
"Iya nyonya Sonya,tadi tuan Alez sudah pergi keperusahaan lebih dulu,lalu kalau soal nyonya besar Soja dan non Shinta pulang kerumahnya bersama den Alif katanya mau menginap di sana." jelas bi Inem menghadap Sonya dengan sopannya.
"Haduh bibi,biasanya panggil Sonya aja kok pakai nyonya segala." kata Sonya tidak enak
"Maaf nyonya karena nyonya sudah menjadi istri tuan Alez,saya selaku kepala pembantu di sini menghormati nyonya sebagai istri tuan Alez kami." hormat bi Inem
"Tidak apa apa bi panggil saja Sonya kaya biasanya." rileks Sonya dengan santainya.
"Maaf nyonya tidak bisa,jangan rumitkan hidup kami nyonya kalau tuan tau masalahnya di saya nyonya dan juga lainnya." melas bi Inem
"Iya deh bi,serah saja." nyerah Sonya karena benar adanya gimana watak suaminya itu kalau ada kesalahan sedikit bisa menjadi masalah,sikapnya yang berubah berubah apa lagi urusan dengan wanita. Sensian kecuali dengan Sonya. Tidak bisa ditebak.
"Oh ya bi kenapa Alif menginap di sana ya?" tanya Sonya
"Tidak tau nyonya,tapi den Alif sangat senang sekali bisa keluar bersama nyonya besar Soja dan non Shinta tadi pagi."
"Yasudah bi mungkin Alif juga pengen bersama bunda dan Shinta biar sekali kali main bersamanya pasti juga bosen Alif dirumah terus."
Akhirnya Sonya duduk dan mulai makan di meja makannya, ponselnya pun berdering lagi ternyata teman temannya mengajak Sonya bertemu untuk kumpul sebentar nanti malam,Sonya pun mensetujuinya pada akhirnya malam pun tiba.
Alez belum pulang dari perusahaannya, Sonya memberi tahu Alez kalau dia izin untuk bertemu teman temannya sebentar. Alez belum menjawab mungkin masih sibuk pikirnya, Sonya bersiap siap pergi kumpul dengan teman-temannya sebentar. Alez di perusahaan masih sibuk meeting ia belum sempat membuka pesan sama sekali dari pesan Sonya yang ternyata ponselnya di tinggal di ruangan kerja Alez sedangkan Alez sudah di ruang rapat dan akhirnya selesai. Apa lagi malam tiba Alez ada meeting pribadi karena ada klien penting dari luar negeri untuk bertemu di cafe sangking sibuknya Alez tidak mengabari Sonya kalau malam ini pulang telat.
Cafe Biltar
Sella,Selila,Sonia pun sudah sampai di cafe menunggu kedatangan Sonya. Selang beberapa menit Sonya datang menghampirinya
Lalu sonya cipika cipiki dengan teman temannya itu,
"Sonya apa kabar udah lama tidak bertemu kangen tau." Sela perkataan Sonia dan mereka mulai duduk masing masing di kursinya dan memesan kopi untuk mereka masing masing.
"Iya maaf,biasa orang sudah menikah." jawab Sonya dengan entengnya
"Gimana rasanya setelah nikah?" balas Selila dengan penasaran
"Iya gitu deh makannya kalian cepetan nikah nanti tau sendiri." malu malu Sonya dengan senyumnya
"Iya kasih tau dong" bujuk Sella
"Nanti deh,kita foto bersama dulu yuk. Buat bukti untuk suamiku juga heheh." ajak Sonya dengan senyum lebarnya
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Udah,oh ya aku mau nanya sesuatu kepada kalian." dengan wajah senyumnya berubah masam seketika,diletakan kembali ponselnya di tas.
"Nanya apa?" balas Sella kembali
"Siapa yang ngasih nomor baru aku ke Esa jawab jujur!" tegas Sonya
Semua saling tatapan dengan beribu ekpresi yang susah di ungkapkan.
"Jawab!" gertak Sonya selaku ratu di grupnya itu.
"itu ehmm" kata ragu Sonia
"Iya kami memberikan nomormu ke Esa. Maaf Sonya" melas Sella dan wajah teman temannya
"Yaampun kenapa kalian kasih?" kesal Sonya
"Terpaksa kami mah,waktu itu mereka menghadang mobil kami di tempat sepi pas kita pulang kumpul, banyak banget anak buahnya akhirnya kita turun lalu di bawa sama mereka masuk kemobilnya. Kita di bawa ke gedung yang tempatnya gelap semua horor pokonya. Dia ngancem kami Sonya,dari pada aku kasih rumahmu di mana mending kasih nomormu,kita pura pura tidak tau rumahmu yang kami tau rumah papahmu Bastian dan mamahmu Laura. Takutnya kalau kasih rumahmu sekarang nanti bisa ribut dengan suamimu,kalau nomor kan kamu bisa selesaikan sendiri masalahnya,pikir kita Sonya." jelas Sella
"Sialan Esa! Tidak kapok kapoknya dia ngejar ngejar aku. Kalian tau sendiri kan aku sudah menikah."
"Kamu juga seharusnya tau Esa gimana orangnya,kalau Esa malah bunuh suamimu Alez gimana. Esa itu orangnya nekat Sonya pikir itu!"
Suasana mulai menegang semenjak kehadiran Esa kembali mencari Sonya kesana kemari. Masa lalu yang kelam bersama Esa sudah ia lupakan. Apa ini akan menjadi awal cobaan pernikahan Sonya?Haruslah Sonya dan Alez bisa menghadapinya bersama.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π