
Pagi yang cerah,
tapi tak secerah hati Sonya dan Alez begitu mendung.
Sonya selesai mandi dan rapi,hari ini adalah mulai rencana Sonya melakukan aksinya meski menyiksa diri.
"Non di tunggu tuan dan nyonya di meja makan. Sarapan dulu non." bi Sri mengetuk pintu kamar Sonya.
"Nggak mau bi."
"Sarapan dulu non."
"Pergi bibi jangan ganggu Sonya!"
Akhirnya bi Sri turun kebawa untuk menemui tuan dan nyonya nya di meja makan
"Mana Sonya bi?" tanya mamah Laura
"Non Sonya tidak mau turun nyonya"
Papah Bastian menghela nafas panjang lalu berdiri berjalan menuju ke arah kamar Sonya. Dan masuk tanpa permisi karena kamarnya tidak di kunci.
"Sonya sarapan."
"Tidak pah. Sampai papah restuin Sonya dengan Alez" ,Sonya yang masih di kursi di depan riasnya tanpa mengalihkan pandangannya pantulan papahnya terlihat dari kaca tanpa menengok.
"Sampai kapanpun papah tidak akan merestuimu dengan alez. Lebih baik cari yang lain bahkan papah bebaskan kamu pilih laki laki manapun miskin sekalipun papah akan merestui tidak untuk kamu dengan Alez papah tidak akan merestui dengar itu!" papah Bastian berdiri hanya melihat punggung Sonya kearah cermin pantulan wajahnya saja yang terlihat di cerminnya.
"Serah kalau tidak mau makan,itu tidak akan mengubah keputusan papah." papah Bastian akhirnya keluar dari kamarnya dan kembali ke meja makan.
"Pah bagaimana?"
"Biarkan saja,bi bawa makanannya untuk Sonya di kamarnya. Sonya butuh waktu sendiri, sampai kapan dia seperti itu nanti juga bosen sendiri " kata papah Bastian
"Baik tuan" kata bi Sri
Akhirnya bi Sri membawakan makanannya di kamar Sonya, dan masuk membawa nampan makanannya.
"iya bi,taruh saja di situ nanti Sonya makan. Bibi keluar saja"
Akhirnya bi Sri keluar dari kamarnya,sebenarnya cacing cacing di perut Sonya sudah dangdutan ingin makan tapi Sonya menahannya.
Sesuai rencana dari awal,Sonya akan membuang makanannya sampai Sonya terlihat lemas. Sonya melakukan sampai 7 hari berturut-turut,ketika bi Sri ingin membersihkan kamar Sonya tapi dicegahnya Sonya ingin membersihkan sendiri alhasil tempat sampah terpenuhi beberapan makannya biar tidak ketahuan,sesekali bi Sri curiga melihat Sonya begitu pucat lemas tapi Sonya tutupi dengan lipsblamnya dan pura pura bugar, bi Sri mempercayainya.
Suatu ketika Sonya ingin di buatkan makanan untuk menu sorenya nanti malem tidak makan tapi memilih bi Sri membuatkan kue besar dan susu kotak. Bi Sri mensetujuinya pada akhirnya kue dan susunya datang di kamar Sonya di taruhlah di meja samping Sonya. dan meminta nanti malam jangan mengganggu Sonya,alasannya ingin tidur lebih awal setelah makan kue dan susunya. Lagi lagi bi Sri tidak curiga. Orang tua Sonya juga senang Sonya butuh waktu pikirnya.
γBersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π