DOSEN DINGIN ITU SUAMIKU

DOSEN DINGIN ITU SUAMIKU
MINTA MAAF


"Hah syarat?" Ulang Al mendengar ucapan Fatih


"Iya, mau gak?"


"Sama istri, pake syarat segala sih." Al mencebikkan bibirnya


"Kalo gak mau di maafin yaudah." Ucap Fatih melengoskan wajahnya


"Is yaudah, apa syaratnya?"


'Demi gak di aduin sama ayah bunda nih' Ucap Al dalam hatinya


Tiba-tiba Fatih menunjuk bibirnya menggunakan telunjuk, setelah kembali membawa wajahnya di hadapan Al. Dan sontak membuat Al langsung membolakkan matanya. Al pasti langsung paham dengan apa maksud dari suaminya itu.


"Apa itu mas? Gak usah aneh-aneh deh."


"Mau di maafin gak?" Tanya Fatih sambil lebih mendekat ke arah Al


"Ya tapi jangan itu dong." 


"Emangnya kenapa, masa suami minta cium gak boleh. Mau nolak permintaan suami nih?"


"Is gitu ngancem nya." Al mengerucutkan bibirnya sambil bersedekap dada kemudian melanjutkan ucapannya


"Yaudah deh boleh, sini deketan lagi." Ucap Al 


Fatih mendekatkan lagi tubuhnya, hingga wajah mereka sangat dekat. Al bisa merasakan wangi mint dari nafas Fatih yang berhembus di depan wajahnya. Itu membuat bulu kuduk Al meremang, dan jantung yang berdegup kencang.


"Mas, t-tutup mata dong!" Suruh Al malu-malu, sambil menahan jantungnya yang berdebar


Tanpa ba-bi-bu Fatih langsung memejamkan matanya, kemudian Al mengurangi jarak di antara mereka. Semakin mendekat dan mendekat, hingga ia bisa melihat rahang tegas milik Fatih.


Cup!!


Al sudah mengecup singkat bibir milik Fatih, tapi hanya sekilas, kemudian dia ingin menjauhkan wajahnya dari Fatih, tapi sebelum itu Fatih langsung menahan tengkuk Al, sehingga bibir mereka kembali bersentuhan.


Sontak Al kaget dan membuka matanya melihat bibir mereka sudah menyatu kembali. Ia mendorong tubuh Fatih, tapi alhasil tidak berhasil, karena tangannya yang mungil sudah pasti kalah oleh tubuh kokoh Fatih.


"Hhmmm." Al terus memberontak ingin melepaskan. Tapi sayangnya, Fatih malah tambah memperdalam ciuman itu, dan sedikit menuntut.


Al yang merasakan ciuman Fatih lebih dalam, terbawa suasana sehingga entah sadar atau tidak, ia mulai membalas ciuman itu. Fatih yang sadar bahwa istrinya membalas, lebih memperdalam lagi ciuman itu, sambil membawa tubuh Al agar berbaring di kasur, dengan tubuhnya yang berada di atas Al.


Meski Al merasa dirinya masih terlalu amatir dalam berciuman, karna untuk pertama kalinya melakukan ini dengan suami halalnya.


Mengapa Al malah merasa senang dengan ciuman ini? Seperti memberikan sengatan listrik di tubuhnya, dan membuat jantungnya terus berdebar. Bilang saja jika Al memang mau, tadi saja sok memberontak, hahaha.


.


.


.


Adzan subuh berkumandang, Fatih langsung terbangun dan mulai beranjak dari tempat tidur. Sebenarnya ia bangun saat tahajud tadi, tapi kemudian ia melanjutkan tidur lagi. Fatih langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.


Samar-samar, Al mendengar suara percikan dari dalam kamar mandi. Mengucek matanya dengan brutal, kemudian melihat ke samping, suaminya sudah tidak ada. Dia tau bahwa suaminya pasti di dalam kamar mandi.


Pikiran Al langsung teralih kepada kejadian semalam, saat dia berciuman panas dengan Fatih. Baru kali ini dia membalas ciuman itu, meski biasanya Fatih sudah sering menciumnya.


"Apa yang gue lakuin semalam, aduh malu banget sih. Pasti mas Fatih bisa ngerasain ke amatiran gue dalam ciuman. Fiuhhh!!" gumam Al masih di tempat tidur


Tapi setelah itu, Al melamun sambil mengingat yang semalam, dia tersenyum malu-malu. Pasti Al berpikir kalau itu sangat membuatnya senang dan ingin lagi.


Tidak lama, terdengar suara pintu kamar mandi di buka, dan menampakkan Fatih dengan rambut basahnya setelah berwudhu. Fatih memperhatikan istrinya yang sedang tersenyum sambil kedua tangannya menopang dagu sampai berada di pipi kanan dan kirinya. Al tidak menyadari bahwa suami sudah keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Fatih lembut setelah mendekati Al


Al yang baru sadar, sontak kaget, ternyata Fatih sudah ada di dekatnya.


"A-ah t-tidak tidak. Ihh mas ngagetin aja sih, udah kaya hantu muncul tiba-tiba." Ucap Al, malu karna tertangkap basah sedang melamun


Untung saja Fatih tidak tahu bahwa Al sedang memikirkan tentang ciuman semalam, kalau sampai tahu, bisa di ledekin si Al.


"Gak ada! Udah ah aku mau wudhu dulu, tungguin ya solatnya." Al langsung lompat dari kasur dan berlari ke kamar mandi, untuk menghindari pertanyaan yang lebih dari Fatih


Fatih ingin menahan istrinya, tapi dia pikir sudah berwudhu dan adzan subuh sudah dari tadi selesai, jadi lebih baik memulai untuk solat qobliah subuh, sembari menunggu Al yang sedang berwudhu.


"Lucu sekali dia." Gumam Fatih sambil menyiapkan sajadah di lantai


Al cewe barbar, tetapi memiliki wajah imut sebenarnya, pipi yang tembem dan bola mata yang besar, ditambah lesung pipi yang hanya ada di sebelah kirinya, membuatnya sangat cantik plus menggemaskan saat tertawa atau tersenyum.


.


.


Tidak ada percakapan saat di meja makan saat ini, antara Al dan Fatih. Hanya bunyi sendok yang saling beradu dengan piring. Kalau Al masih terlihat canggung setelah kejadian semalam, sedangkan Fatih tidak tahu sedang memikirkan apa.


Setelah selesai sarapan, Al bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menuju ke depan. 


"Sayang, em kamu berangkat sama aku aja ya!?" Panggil Fatih sambil berjalan menyusul Al


Al menghentikan langkahnya ketika sudah membuka pintu, ia memegang dadanya. Karna setiap mendengar Fatih memanggilnya dengan sayang, Al akan langsung merasakan debaran disana. Sepertinya dia memang sudah jatuh cinta, tetapi belum mengakui perasaanya pada dirinya sendiri.


"Ah mas, aku udah janjian sama Dijah, dia udah otw nih." Balas Al 


"Gak ada, kamu bareng sama aku!" Telak Fatih


"Tapi gimana Di...."


"Sekarang kamu kirim pesan sama dia, gak usah jemput kamu. Ayo cepat." Perintah Fatih


"Kok gitu sih mas, aku gamau!"


"Baru semalem minta maaf sama suaminya, masa sekarang gamau nurutin suaminya hm?"


kemudian Al hanya bisa mendengus kesal dan mengeluarkan handphone nya untuk mengirim pesan.


"Tuh sudah!" Al menunjukkan chat nya pada Fatih


"Yaudah ayo!" Ucap Fatih ingin menggandeng tangan istrinya, tetapi Al malah langsung pergi duluan dan masuk ke dalam mobil


Fatih hanya menyunggingkan senyum, melihat istrinya seperti itu. Fatih hanya takut jika, terjadinya sesuatu lagi pada istrinya. Dan memang Fatih yang selalu ingin dekat dengan Al.


Lumayan cepat, mereka sudah sampai di depan gerbang kampus, karna memang hari ini jalanan tidak terlalu macet seperti biasanya. Fatih mulai memasuki parkiran dosen, dan mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.


"Ehm sayang, nanti pulangnya bareng aku lagi ya, awas kalo pulang duluan.!" Ucap Fatih sebelum Al keluar dari mobil


"Tapi kan mas, aku cuma ada jam sampe jam 2, sedangkan kamu sampe jam 3 , bukan?" 


"Eh kok bisa tau aku selesai jam 3." Heran Fatih mengernyitkan dahinya


"Ah ituu...."


"Cie memperhatikan suaminya nih, kamu lihat jadwal di laptop ku ya?"


Al tidak menjawab, dia kelimpungan karna ketahuan kalo sudah memperhatikan Fatih. Sebenarnya Al memang sudah bertekad untuk menerima pernikahan ini, dan mulai memperhatikan setiap apapun dalam kehidupan Fatih, mulai dari hal-hal kecil.


"Gak papa sayang, aku senang kalo kamu begini, cupp!!" Fatih menarik lembut kepala Al dan mencium dahinya, serta pucuk kepalanya.


"Belajar yang bener ya sayang, semangat." Lanjut Fatih memberikan senyuman dan mengelus puncak kepala Al yang sudah di ciumnya tadi


Al yang merasakan ciuman dan melihat senyuman itu, sesungguhnya sudah ingin ngereog. Sejak mereka menikah, Fatih sering sekali memberikan senyuman dan kelembutan yang membuat Al kalang kabut, sungguh senyuman yang sangat manis. Tidak seperti sebelum menikah, yang memiliki tatapan tajam. Tetapi itu hanya tertuju pada istrinya dan keluarganya saja.


"Iya mas." Jawab Al singkat tanpa memandang Fatih, dia berusaha tetap cool meski wajahnya sudah memerah


Saat Al hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba dari kejauhan ada yang mendekat ke arah mobil mereka. Sepertinya salah satu dosen wanita, yang mungkin kenal dengan Fatih.


Al yang melihat itu dengan gercep langsung menundukkan kepala dan tubuhnya, karna merasa masih kelihatan. Terpaksa Al langsung menurunkan badannya yang kecil dari kursi mobil, turun dan bersembunyi di bawah.


"Duggg!!"