
Karena hari semakin malam, bagaimana kalau kita mencari tempat untuk beristirahat, sepertinya kita akan kesulitan mencari nya, lihatlah terlalu banyak yang datang di kota ini..."ucap Wei Zi sambil melihat sekitar yang telah di penuhi orang.
"Jangan lekas putus asa....Coba kita Cari dulu... Siapa tahu kita masih mendapatkan tempat untuk istirahat. .." Ucap Siyue dengan sabar .
Merekapun berjalan mencari tempat untuk istirahat. Namun sampai jauh mereka melangkah , mereka tidak dapat menemukan rumah kosong . Semua telah terisi oleh para peserta yang datang lebih dahulu. Akhirnya mereka mencari tempat kosong untuk sekedar duduk beristirahat. Mereka menemukan tempat kosong di bawah sebuah Pohon rindang. tak Ada tempat untuk duduk , Akhirnya mereka duduk di tanah di bawah Pohon itu. Siyue segera duduk di akar Pohon yang terlihat menyembul . dan ketuju kakak dan sahabatnya duduk juga di sekitar Siyue. Begitu juga dengan teman-teman Wei Zi. Dan juga murid dari pedang Terbang milik Ayah Ning Si. Saat mereka sedang bersantai. Tiba- tiba terdengar suara bentakan dari seseorang. Otomtis mereka semua menatap suara yang terdengar keras Hingga membuat perhatian semua orang tertuju ke arah kelompok Siyue.
"Dasar murid- murid bodoh... ternyata kalian Ada di sini...kenapa kalian tidak mencari kami, Malah enak - enakan bersama kelompok dari perguruan lain . Apa kalian ingin keluar dari perguruan pedang terbang ha...!" Seru seorang gadis berperawakan tinggi semampai. Wajah itu hampir mirip dengan Ning Si. Hanya saja, Ning Si berwajah lembut dan sabar sedang wanita ini berwajah dan bersikap arogan dan sombong.
Siyue yang sedang duduk santai bersama para sahabat dan kakaknya terlihat mengerutkan keningnya. Dan Ning Si yang sedang memijat bahu Siyue dan duduk di belakang Siyue mengepalkan tangan nya . Dan Dia berbisik pelan pada Siyue .
'Dialah Kakakku Ning Soilo , Yue'er.." Ucapnya.
Mendengar ucapan Ning Si. Terlihat senyum Mani's di bibir Siyue. Feng Xun dan Pangeran Luo Yi tanpa sengaja melihat senym Siyue . Mereka terlihat bergidik ngeri . Sedang kan ketiga murid pedang Terbang terlihat ketakutan.
"Bukan begitu Putri...kami telah mencari kalian, tapi kami tidak bertemu dengan kalian..." Ucap Tinsai murid pria dari pedang Terbang yang berada bersama Siyue.
"Alasan... Kau hanya ingin bersenang - Senang dengan kelompok lain...Dasar murid tak tahu diri...!" Ucapnya dengan marah.
"Berisik...! Kenapa kau berisik sekali...apakah kau tifak tahu kalau sekarang sudah malam. Bukannya beristirahat ini malah mengganggu orang lain.. " seru Siyue dengan kesal .
"Tutup mulutmu ...siapa kau ...?jangan ikut campur urusan kami...!" teriaknya marah .
"Tentu saja aku ikut campur...kau telah menggangu ketenangan kami, dan mereka adalah tanggung jawabku karena mereka berjalan bersamaku..."ucap Siyue kesal .
"Oo..kau membela mereka...?" ucap gadis itu Sinis .
"Ya aku membela mereak..karena Jelas -jelas Kau yang tidak menginginkan mereka bersama kelompok kalian, sekarang Kau menyalahkan Dia...apa Kau fikir Kau akan bisa bertemu dengan mereka, jika saja mereka tidak bertemu dengan kami...? Ini Bukannya berterimakasih Malah berteriak tak tahu diri...!" Ucap Siyue Kasar.
"Siapa Kau...berani sekali Kau membentakku..!" Seru wanita tadi yang ternyata Adalah Ning Soilo kakak kandung Ning Si.
"Kenapa aku mesti takut...? Kau Siapa dan dari mana aku tak perduli.." Jawab Siyue ringan .
" Brengsek Berani kau melawanku ha ..., aku putri tetua perguruan Pedang terbang... tidak ada seorang pun yang berani melawanku..." Seru gadis itu dengan arogan.
"Ais....kenapa aku mesti takut...? Siapa tetua pergurian pedang terbang...?aku tak mengenaknya . Lagian apa yang harus aku takutkan pada gadis sombong, dan licik sepertimu..?" Ucap Siyue.
"Kau...Siapa Kau.. Dari perguruan mana kalian...dasar manusia- manusia rendah. Kalau Kau berani lawan kami...!" Terima gadis itu.
"Kak sudahlah kak...kita sudah hampir sampai di daerah perbatasan, besok kita akan di jem put Ayah...janganlah Kau membuat masakan.!" Ucap seorang gadis cantik yang terlihat ramah. Melihat gadis itu. Siyue merasakan ketegangan di tangan Ning Si yang sedang menggengam Lengan Siyue . terlihat kedua gadis itu berbicara sendiri .
"Ada apa Ning..."ucap Siyue pelan .
"Dia adikku. Dia yang bernama Ning Linyu.." ucap Ning Si sambil mengepalkan tangannya.
"Lalu kenapa kau sepertinya sangat marah..?" tanya Siyue lagi .
"Dia juga ikut menjebakku hanya karena dia jatuh cinta pada kekasihku..." ucap Ning Si.
"Begitu..? waah...mereka harus mendapat pelajaran yang setimpal. Dan mereka harus mengakui semua kejadian itu dari mulut mereka sendiri..Ivy...Kau punya racun gatal yang bekerja setelah tiga hari dari sekarang...? atau harus kah memakai racunku sendiri..." bisik Siyue para Ivy .
" Ada Yue'er...akan aku taruh di Cincin ruang mu..." Ucap Ivy.
"Jangan... langsung kasikan pada Feng Qui.. Kau tahu tugasmu Qui..? berikan pada mereka berdua..." tanya Siyue .
."Beres Yue'er..." ucap Feng Qui dengan gembira .
"Berikan pada kedua wanita busuk itu keseluruh tubuh mereka..." Ucap Siyue sambil tersenyum Sinis.
"Baik Yue'er , aku pergi ...." ucap Feng Qui yang langsung menghilang .Sedang kan di depan mereka Ning Soilo terlihat menatap Siyue marah .
"Aku tak perduli Yuna....Hey kau , jangan karena kau tampan Kau akan mengira aku akan terpesona padamu...Chi Dasar pria brengsek... Dan kalian bertiga kemari dan bersujud minta ampun di depanku , jika kalian bertiga melakukannya, maka aku akan maafkan kalian. Dan aku meminta kalian merangkak dari sana...!" Seru gadis sombong itu. Tentu saja semua tercengang kaget. kontan saja Siyue marah.
"CUKUP..!! dasar wanita tak tahu diri. Kau fikir aku kagum pada wajah jekekmu itu , bukannya merasa bersalah kau malah mencoba membuat mereka Malu. Dasar wanita jahat...Seharusnya kau sendirilah yang meminta maaf. Bukankah kau yang mendorong mereka Hingga terlepas dari kelompok kalian, jika bukan Karena perbuatanmu. mereka tidak akan sampai terpental dan jatuh bersama kami, Dasar wanita sombong . Mereka tidak akan meminta maaf padamu. Jika mereka tidak lagi di terima oleh kalian, kami masih mau menampung mereka kok..kalian bertiga..(Siyue menatap murid pedang Terbang yang sedang berada bersama nya. ) Apakah kalian bertiga mau bersama kami...? Apakah kalian rela keluar dari sekte Pedang terbang...?" tanya Siyue pada ketiga murid Pedang Terbang yang terlihat kaget ketika mendengar perintah dari Ning Soilo.Mendengar ucapan Siyue, mereka yang sudah tahu dari perguruan mana mereka. Serta kekuatan Siyue yang sudah mereka saksikan sendiri membuat mereka langsung berkata.
"Kami mau Siyue...kami mau ikut kalian..." Ucap Ketiganya bersamaan.
"Nach Kau dengar apa kata mereka kan...dan Satu lagi pasti kalian tidak lupa dengan wajah ini...kak keluarlah..." Ucap Siyue pada Ning Si yang sejak tadi berada di belakang Siyue.
Dengan tenang , Ning Si berjalan kedepan.
Mereka melihat seorang wanita berjalan dengan tenang kedepan mereka, Ning Soilo dan Ning Linyu tercengang melihat wajah yang berjalan kedeoan mereka, kedua wanita itu kaget Bukan main, secara bersamaan mereka berseru.
"Ning Si...!" Seru mereka bersamaan.
Mereka semakin kaget dengan penampilan Ning Si yang terlihat sangat cantik. Dan tubuh nya terlihat putih bercahaya. Dia yang biasanya berpakaian sederhana dan apa adanya . Kini terlihat sangat berbeda. Walaupun penampilan dan baju yang dia pakai sederhana tapi mereka yang tahu Kain dan model baju, mereka akan tahu kalau baju- baju itu sangat mahal . Kain dan midel baju sudah terlihat kalau itu pakaian yang biasa di pakai para Putri Raja ataupun Putri bangsawan .
"Kalian kaget..? Atau kalian tak percaya kalau dia saudara kedua kalian...? kenapa...? kalian Kalah cantik kan...? Ck ck ck...perlu kalian ketahui. Walaupun kalian telah melempat dia kejalanan , tapi sekarang dia merupakan murit inti dari Sekte tapak Dewa . Jadi dia tak butuh lagi keluarga yang membuangnya.." Ucap Siyue dengan wajah Sinis . Mendengar ucapan Siyue. para murid perguruan pedang Terbang kaget bukan main, aoalagi ketiga murid yang Ada bersama Ning Si sejak awal perjalanan mereka di Dunia teratai. walau sebulan mereka hidup bersama Ning Si. tapi gadis itu baik dan pendiam. tidak seperti yang pernah mereka dengar .
"Tidak... Itu tidak mungkin...tidak mungkin dia Menjadi murid dari Sekte tapak Dewa..." Ucap Ning Soilo tak percaya .
"Kau tidak percaya...kak..tunjukkan Pin mu.." Ucap Siyue. Dengan senang hati Ning Si menunjukkan pin miliknya. Terlihat Pin berwarna putih dengan nama Ning Si dan lambang tapak tangan keemasan di tengah Pin ciri lambang Sekte Tapak Dewa .
Melihat itu terlihat kedua wanita itu bagai tak percaya.
"Dan satu lagi. Semua perbuatan manusia pasti Ada balasannya dari Dewa. Kalian telah memfitnah Ning Si begitu kejam . dan Dewa tahu itu . Karena itu tunggu balasan dari Dewa. Dan Kau adik yang jahat, demi menginginkan Kekasih Kakakmu sendiri , Kau tega ikut memfitnah kakak yang sangat menyayangimu . Kau tega berkomplot dengan Kakakmu yang iri melihat Ning Si lebih pintar dari dia. Kalian berdua tega memfitnah dia begitu kejam . ingat perkataanku ini dan kalian semua murid dari pedang terbang sebagai saksi, jika kedua wanita ini tidak mengakui kejahatan yang mereka lakukan dan mengembalikan nama baik Ning Si , maka terimalah balasan dari Dewa yang akan menimpa kalian berdua CAMKAN ITU..." ucap Siyue dingin .
"Bohong...kau berbohong...Siapa kau ...Kau berani memfitnah kami, Dasar Pria pembohong..." Serunya marah .
Namun wajahnya sudah terlihat pucat pasi . begitu juga dengan sang adik .
" Bohong atau tidak, kalian berdua yang tahu. Kita buktikan nanti .Dan satu lagi ...kejahatan akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan . ingat itu... Sekarang Pergilah...mereka bertiga sudah keluar dari sekte kalian Karena Kau yang melakukannya Nona pertama ..dan kami tidak menginginkan kalian Ada di sini. Jangan paksa kami mengusir kalian dengan Cara paksa..." Ucap Siyue dingin.
"Kaauuu...!" Seru Ning Soilo dengan marah.
"Kak Ayo pergi, kita bukan tandingan mereka..." Ucap sang adik.
Dia segera membawa sang Kakak pergi Dari tempat itu. Namun Beberapa langkah mereka berjalan. tiba- tiba Siyue berkata kembali.
"Hey...Kau ingat dua saudara yang jahat...jika kalian tidak mengakui kejahatan kalian, maka balasam akan segera datang , ingat itu...!" Teriak Siyue . terlihat mereka berjalan terus meninggalkan Siyue Cs.
Siyue dan kawan - kawan segera beristirahat walaupun di bawah Pohon. Siyue segera duduk lotus untuk berkultivasi sambil menunggu hari Menjadi pagi. Begitu juga dengan yang lain.
Keesokan harinya, Siyue dan kawan- kawan segera kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kota perbatasan. Untunglah peserta yang lain masih sedikit yang berangkat bersama mereka. Hingga mereka tidak berdesakan saat keluar dari kota singga itu . Kelompok Lilian juga ikut bersama kelompok Siyue. Gadis itu selalu ingin mengakrapkan diri dengan Siyue.
"Saudara Yueyue kita berangkat sekarang...?" ucapnya sambil mendekat.
mengejar waktu. Sebab kalau bisa kita sampai di kota perbatasan pagi nanti..." Jawab Siyue .
"Saudara Siyue maaf ..kau lebih muda dariku boleh kan aku menganggapmu adik..?" Ucap Lilian dengan senyum di wajahnya yang ceriah.
"Boleh...dan aku akan memanggilmu kakak..." Ucap Siyue sambil ikut Tertawa .
Ternyata kakak sepupunya adalah seorang yang ramah . namun Saat itu Siyue melihat Putri Shi Wa sedang jalan sendiri. Melihat itu Siyue tersenyum sendiri. Lalu dia berkata pada Lilian.
"Kak ...aku tinggal sebentar Ya...nanti aku akan kembali..." Ucapnya. Lilian mendengar ucapan Siyue menganggukkan kepalanya. Tak lama Siyue menarik tangan Pangeran Luo Yi.
"Kak...boleh aku minta Tolong...?" Ucapnya manja.
"Ada apa Yue'er...?" Tanya Pangeran Luo Yi.
'Tolong Bantu aku temani sebentar Putri Shi Wa. Sebab Aku Ada perlu dengan Putri Lilian..."ucap Siyue.
"Tapi Yue'er..apa hbungannya...." Ucap Pangeran Luo Yi berusaha menolak.
"Kak... Aku mohon...Kali ini saja ya..." Ucap Siyue sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya di depan wajah nya memohon. Terlihat wajah imutnya menggemaskan membuat Pangeran Luo Yi tak dapat berbicara .
"Baiklah, baiklah hilangkan wajah imutmu itu..dasar gadis manja..." Ucap Pangeran Luo Yi sambil menyentil kening Siyue gemas.
"Aauuu... sakit kak...!" Seru Siyue. Saat itu mereka sudah berada di depan Putri Shi Wa. Melihat kedekatan Siyue dengan Pangeran Luo Yi dia tersenyum.
"Jiejie...kenapa semdirian...?" Tanya Siyue sambil berjalan di samping Putri Shi Wa.
" Saudara Wei Zi sedang Ada pekerjaan , jadi aku jalan sendiri. " jawab Putri Shi Wa .
"Ck..aku lupa sesuatu jiejie...titip Kakakku dulu ya , sebentar saja... " ucap Siyue .
" tapi Yue'er...." Kata Putri Shi Wa . terlihat wajah nya memerah. Ingin rasanya Siyue Tertawa melihat Putri Shi Wa yang malu - malu itu.
"Sebentar saja Kak.. Aku akan segera kembali...!" Seru Siyue sambil berlari pergi. Namun dia berhenti sejenak dan berkata.
"Kak...kita segera pergi agar pagi nanti kita sudah sampai di perbatasan...!" ucap Siyue . Setelah itu dia pergi tanpa menunggu jawaban dari kedua orang itu. Dia kembali ke tempat Lilian, mereka segera bersiap-siap. Tak lama terlihat mereka mulai keluar dari kota itu. Namun belum terlalu jauh mereka pergi, tiba-tiba Pangeran Luo Yi sudah kembali berada di dekat nya.
"Lo mana Jiejie kak...?" tanya Siyue.
"Ada bersama Wei Zi ..." ucapnya tenang sambil berlari di sebelah Siyue yang sedang berlari bersama Rong Han dan Feng Xun. Mendengar jawaban Pangeran Luo Yi. Siyue Hanya bisa menghela nafas.
"Ternyata menjodohkan seseorang tidaklah Muda..." ucapnya dalam hati. Akhirnya Dia hanya bisa pasrah dan berlari cepat bersama mereka. Sesekali mereka berhenti untuk memberi nafas pada mereka yang tidak memiliki kecepatan dalam berlari. Dan benar saja ketika matahari berada di seperempat waktu. Mungkin di jaman modern sekitar jam 10 pagi. Siyue dan Rombongan sudah berada di kota perbatasan . dan di sana ternyata para peserta sudah banyak yang datang. Setelah menyerahkan pin Pengenal diri yang memiliki catatan hasil perburuan mereka selama di dalam Dunia Kecil . Siyue dan kawan-kawan segera mencari tempat untuk istirahat. Sambil menunggu semua peserta datang dan pintu menuju Alam Nyata terbuka. Siyue mengambil Buah dan memberikannya pada semua orang yang Ada di dalam kelompoknya. Tentu saja pemberian Siyue membuat semua orang Senang sebab mereka sudah Merasa Haus dan lapar. Sedangkan peserta yang lain yang melihat kejadian itu, Merasa iri dan hanya bisa menelan air liur mereka. Hingga menjelang sing hari peserta yang datang tak kunjung berhenti. Baru para saat Matahari mulai condong ke barat . para peserta sudah berada di kota perbatasan semua. Kini tiba-tiba Ada mimbar besar muncul di ujung kota. Mimbar Itu tak jauh dari Siyue dan kawan-kawan berdiri.
"Kak..itu untuk apa...?" Tanya Siyue pada Fang Yan yang duduk tak jauh darinya .
"Aku juga tidak tahu, tapi lihatlah itu. Ada bebetapa tempat duduk di atasnya. Apakah tempat itu tempat para tetua semua perguruan . mungkin mereka akan hadir saat ini. Dan lihatlah bukankah tempat duduk yang paling atas itu tempat duduk yang paling Indah . apakah kekasihmu akan hadir juga Yue'er...?" kata- kata Fang Yan membuat para sahabat Siyue menatap kearah mimbar .
"Mana aku tahu kak.." Jawab Siyue. Bukan rahasia lagi bagi para sahabat dan saudara Siyue kalau Siyue adalah Kekasih Raja ketajaan Darga . Dan saat itulah pintu menuju ke dunia Nyata terbuka. Terlihat para tetua dari semua perguruan datang dan mulai menaiki mimbar tersebut. Dan menduduki Kursi yang sudah Ada di atas mimbar. Ada sepuluh Kursi di sana. Ada guru Yang Si , Ada guru San Wa , Ada juga guru Sakura dari perguruan darah murni. Dan banyak lagi para tetua dari Beberapa perguruan . tanpa sadar Siyue menatap Ning Si yang berdiri agak di depan Siyue tempat di depan Feng Xun yang Ada di sebelah Siyue. Siyue melihat Ada tetes air mata mengalir di pipi Ning Si , namun gadis itu dengan cepat menghapusnya . dan terlihat wajah nya kembali dingin dan cuek menatap pada mimbar di depan. Melihat itu Siyue mencari focus Ning Si . Dan Siyue dapat melihat kalau focus Ning Si terdapat pada pria seumuran Kakek Si . Pria itu memiliki raut wajah yang hampir sama dengan Ning Si.
"Siapa Dia Ning....?" Tanya Siyue.
Mendengar pertanyaan Siyue, terlihat Ning Si menghela nafas berat .
"Kakek... Dia Kakek Li , Kakek yang dulu sangat menyayangiku ..." ucap Ning Si pelan.
"Kalau memang dia menyayangimu, kenapa dia membiarkan Kau pergi dari Sekte...? Dan mempercayai kejadian itu.." Tanya Siyue heran.
"Saat itu dia pergi ke kota lama untuk menemui sahabatnya..." Jawab Ning Si.
"Jadi dia tidak tahu tentang kepergianmu...?" Tanya Siyue lagi .
" Mungkin sekarang dia sudah tahu.. Dan aku tidak tahu apa yang mereka katakan pada Kakek tentang kepergianku..." Jawab Ning Si. "Oo..itu kakekmu...?" Kata Siyue sambil menatap Pria Tua yang seumuran Kakek Si.
"Taoi tunggu Ning...saat kau mengalami kejadian itu apakah kau ter....." Chan Sin tidak bisa melanjutkan pertanyaannya.
Namun Ning Si tahu apa yang akan di tanyakan Chang Sin.
"Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan, Mungkin Dewa masih sayang padaku, saat pria itu ingin menyentuhku, aku tersadar dari pingsanku .. dan aku melihat seorang pria sangat jekek dalam keadaan mabuk ingin menyentuhku. Tentu saja aku kaget. Aku segera menendang itunya. Dan melompat menjauh. Aku segera mencari baju atau kain untuk menutupi tubuhku . Tapi aku tidak menemukan selembar kainpun di dalam kamar kosong itu. sepertinya mereka sudah matang merencanakan jebakan itu. dan saat aku kebingungan pintu terbuka dan orang banyak sudah berada di depan pintu ..." Cerita Ning Si membuat para sahabat marah.
"Jadi saat Kau masuk ke dalam kamar itu, Kau dalam keadaan tak sadar kan diri...?" Tanya Ari Zi yang ikut mendengar cerita Ning Si walaupun sangat pelan dalam berkata .
"Adikku yang kalian lihat kemarin itu, yang mengajak aku ke ruang kosong itu. Dia berkata Ada sesuatu yang harus dia ambil. Tapi dia takut Karena ruangan itu telah lama kosong . dan tanpa curiga aku mengikuti nya. Sampai di dalam ruangan itu. Tiba- tiba seseorang memukul temgkukku. Dan aku tidak ingat apapun sampai aku sadar tadi..." Ucap Ning Si. Cerita Ning Si terhenti saat terlihat seorang pria paruh baya naik Karas mimbar. Setelah memberi salam pada para Tetua . pria itu memberitahukan kalau Yang Mulia Raja Chu Tian Ji telah datang . dan tak lama seorang Pria dengan pakaian tidak terlalu formal sebagai seorang Raja datang bersama ketiga pengawalnya . Raja langsung menuju mimbar. Teriakan dan seruan kekaguman Dari para peserta saat melihat ketampanan wajah Raja , Membuat keributan sebentar di lapangan kota perbatasan. sedangkan Para tamu kehornatan terlihat berdiri semua. Melihat para Pimpinan berdiri. Semua terdiam dan akhirnya mereka mengucapkan salam pada sang Raja .
"Salam sejahtera bagi yang Mulia Raja Chu Tian Ji semoga kebahagian dan kemulian selalu menyertai hidup Yang Mulia...." Ucap mereka serempak . dari mulai para tamu sampai para peserta . tak tetkecuali Siyue Cs .
"Salam kalian aku terima, duduklah kembali..." Ucapnya berwibawa.
Terlihat sekali perbedaan Raja Chu Tian Ji yang ada di minbar dengan pria tampan dan posesif yang selalu menempel pada Siyue. Sedangkan Raja Di atas mimbar itu , adalah seorang pria tampan, dingin dan berwibawa . tidak ada kesan manja sama sekali.
Dan sebelum sang Raja duduk di tempat yang sudah di sediakan. Terlihat Dia menatap kesekeliling arena. Seperti sedang mencari seseorang. Dan benar saja. Saat wajah tampan nan cantik Ada di antara para peserta . terlihat senyuman tipis berada di wajah tampannya. Senyum itu membuat semua orang yang menatap kearah Raja terpanah.
"Ya Dewa...Raja tersenyum..." Seru salah satu Pria yang Ada di dekat Siyue.
"Ya ampuun...aku ingin pingsan melihat senyuman Raja kita..." Teriakan yang lain terdengar dari sudut yang lain . Dan banyak lagi ucapan kekaguman dari para peserta saat melihat Raja tersenyum. Sedangkan orang yang membuat Raja tersenyum hanya tenang saja dengan wajah cueknya.
Dan di sebelah lain Dari tempat Siyue . terlihat Lin Yun sedang menatap Raja penuh dengan harapan dan hayalan yang membumbung tinggi. Melihat Raja Ada di depan dengan segala keangunan dan daya tariknya membuat hayalan Menjadi Ratu semakin tinggi .
"Dia datang kesini pasti Karena aku ikut dalam petualangan Dunia kecil ini...Dasar Pria angkuh . kalau memang cinta kepadaku, kenapa mesti berpura-pura menolakku. Ha ha ha...aku yakin setelah ini pasti Kau akan semakin jatuh cinta padaku calon suamiku.." Ucap Lin Yun dengan penuh percaya diri . . Namun ucapannya masih di dengar orang yang Ada di sebelah nya.
"Apakah dia ini yang di katakan gadis berdarah Phoenix...tapi kenapa penampilannya tidak meyakinkan, Malah terkesan dia seperti wanita ediot saja...Kok aku nggak yakin kalau dia gadis berdarah Phoenix. Pasti aku salah orang..mungkin dia orang yang terlalu tergila - gila pada Raja..." Ucap orang yang Ada di sebelah Lin Yun. Sedang kan di tempat lain, terlihat dua gadis sedang menatap kedepan sambil berkata.
"Kak...bagaiaman ini...lihatlah di depan, ternyata bukan Ayah yang datang, tapi Kakek...bagaiaman kalau Kakek sampai mengenali Kak Ning Si..." Ucap Ning Liyun ketakutan.
"Sudah Cukup Yuna...Diamlah Kau... Kakek tidak akan perduli pada Si pecundang itu. Dia tidak akan terlihat oleh Kakek..." Ucap sang Kakak yaitu Ning Soilo . seketika Ning Liyun terdiam mendengar ucapan Ning Soilo . Mereka hanya bisa menatap kearah depan dengan hati berdebar dan rasa cemas . Tapi mereka yakin kalau Ning Si tidak akan bisa bertemu dengan sang Kakek .
Sudah dulu ya...akublanjut besok lagi...sabar.
Sabar...author pasti balik lagi Kok...🙏
Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu .
Bersambung .