DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
RENCANA SELIR CHUNLY .


Setelah semuanya selesai mereka segera pergi kembali ke toko obat milik Huozan. namun Di perjalanan mereka bertemu dengan pria gagah dan tampan yang selalu ingin nempel pada Siyue . Yaah....siapa lagi kalau bukan Raja Chu Tian Ji yang tak ingin berpisah dengan sang kekasih. Melihat pria itu, Siyue hanya bisa tersenyum di paksakan.


"Aaah....habis sudah hari-hari kebebasanku akan segera hilang...! Kenapa aku harus bertemu Pria yang begitu ketakutan jauh dariku....!" seru Siyue dalam hati. Pria tampan itu segera turun.


Karena dia memakai pakaian rakyat biasa , maka tidak ada seorang pun yang tahu kalau di dekat mereka ada Raja penguasa kerajaan Darga.


"Yang Mulai..kenapa kemari...bukanya yang mulia banyak kerjaannya..?." tanya heran Siyue. Raja segera turun dari kudanya. Dia berjalan kearah Siyue, sedangkan Kudanya sudah Ye Mai urus.


"Sudah selesai mencari rumahnya....?" ucapnya sambil berdiri depan Siyue.


"Sudah kami sudah menemukan rumah yang bagus untuk kediaman kami..."kata Siyue


"Kalau begitu kita langsung Pulang..." ajak Raja.


"Baik..." jawab Siyue menurut. Mereka segera pulang kembali ke istana . Sedangkan Huozan yang semenjak tadi gemeteran karena baru pertama kali ini berdekatan dengan Raja , hanya bisa menatap Raja dan Siyue yang terlihat sang Raja begitu menyayangi gadis itu. Terlihat sang Raja menggandeng Siyue dengan Posesif . Siyue segera berpamitan pada Huozan . Dengan tergopoh-gopoh Huozan mengantar mereka sampai naik kuda mereka. Dan berlalu meninggalkan tempat itu . Sedangkan saat itu, Raja dan Siyue serta ketiga pengawalnya berjalan kembali ke istana dengan santai .mereka memacu kudanya tidak terburu- buru . Namun saat Rombongan itu melalui sebuah Restoran, tiba-tiba Siyue meminta pada Raja untuk berhenti.


"Ada apa Yue'er...?" tanya Raja dengan penuh kasih sayang. Mereka berhenti di depan Restoran itu.


"Gege.. Kita makan dulu Ya...?" ucap Siyue .


"Kau kapar....?" tanya Raja sambil melihat keadaan Restoran itu.


"Iya aku lapar...boleh kita mampir dulu. ..?" tanya Siyue.


"Boleh... Apapun akan kulakukan untukmu..." jawab Raja dengan wajah yang penuh Cinta . (dasar pria bucin) . Merekapun segera turun dari kuda mereka. Namun saat Raja membantu Siyue turun dari kuda , Dia bisa melihat Kuda Siyue dengan jelas.


"Sayang... Ini kudumu....?" tanya Raja heran.


" Iya..... Kenapa ....?" tanya Siyue heran.


"Bagus sekali..dia terlihat gagah dan kuat.. Kuda Raja ini adalah kuda terbaik di Kerajaan Ini. Tapi jika di bandingkan dengan kudamu, kuduku tidak ada apa- apanya. Darimana kau beli kuda ini...Atau mereka adalah kuda Roh tertentu.?" tanya Raja dengan wajah penuh kekaguman.


"Dia memang Kuda Roh Tian'ge....tapi bukan karena itu saja mereka menjadi seperti itu, lihat kuda yang lain,mereka kuda biasa , tapi mereka juga kuat seperti White,.." ucap Siyue sambil menunjuk pada Kedua pengawalnya.


"Apaaa....mereka memakai kuda darimu...!" seru Raja.


"Iya..Kenapa...? Bukankah mereka tadi pergi bersamaku, jadi mereka juga memakai kuda milikku. ..kalau mereka memakai kuda biasa, mereka akan tertinggal jauh dan aku tidak mau menunggu mereka..."Jawab Siyue beralasan . Dia tahu Raja pastikan menaruh Ye Xie dan Ye Gu jika tidak memberikan alasan yang masuk akal . Dasar yang suka cemburu .


"Tidak, tidak...mereka tidak boleh memakai kuda darimu lagi....!" seru Raja kesal.


"Tian'ge...tidak masalah, kau juga akan memiliki kuda seperti itu. Aku akan membuat kudamu gagah seperti milikku, bukankah kuda punya gege kuda Roh juga kan....?" kata Siyue mulai merayu si tuan posesif agar tidak memarahi bawahannya .


"Benarkah...? lalu gimana caranya....?" tanya Raja tak mengerti .


"Siyue akan membawa kuda Tian'ge ke dunia teratai, bersama kuda lainnya... Biar dia tinggal di sana selama Gege tidak memakainya. hanya saja, jika kuda Tian'ge berada di dunia teratai, Gege tidak bisa memakainya sesuka hati, gege bisa memakai kuda itu jika gege berada di samping ku...." kata Siyue lagi. Mendengar ucapan Siyue, terlihat senyum kebahagiaan terlihat di wajah Raja Chu Tian Ji.


"Tidak Masalah....aku akan selalu menempel di dirimu, apakah itu keinginanmu sayang... Bukankah sejak awal aku menginginkannya.?" jawab Raja dengan senyuman liciknya.


"Gege...bukan, bukan maksudku seperti itu, aku hanya berkata padamu, jika kau ingin kudamu indah dan gagah seperti milikku, maka kuda itu harus berada di ruang Teratai milikku, itu saja...!" seru Siyue memprotes.


"Iya, iya aku tahu... karena akulah yang selalu ingin dekat denganmu, akulah yang tidak ingin kehilangan dirimu...." ucap Raja . mendengar ucapan Raja , Siyue tersadar dengan ucapannya yang mungkin menyakiti Pria di depannya. Dia memang saat ini belum jatuh Cinta pada pria ini. Tapi dia tidak berhak menyakiti hatinya. Dia sadar dengan perasaannya yang sulit jatuh Cinta pada seorang pria. Sejak dulu saat di jaman Modern, dia tidak peka dan tidak mau tahu perasaan pria yang sering mengatakan Cinta padanya. Tapi dia tak perduli dengan mereka. Hingga sahabatnya yang paling dia sayangi sampai marah melihat dia yang katanya tak mudah di sentuh hatinya. Namun sumpah demi apapun, dia akan berusaha mencintai pria di depannya ini .


"Maaf...Tian'ge tersinggung ya....?" kata Siyue sambil menatap wajah Raja Chu Tian Ji dengan wajah menyesal.


"Tidak sayang... Gege tidak apa-apa...tapi tolong biarkan Gege mengejar Cintamu..." ucap Raja dengan senyuman lembut di bibirnya.


"Maafkan aku.. Aku tidak akan mengulanginya lagi...Siyue janji akan berusaha mencintai gege...tapi Siyue harap saat Siyue telah benar- benar mencintai gege, Siyue harap gege tidak menyakiti hati Siyue. Dan sekali lagi Siyue berharap apapun nanti. Siyue tidak ingin berbagi cinta gege dengan wanita lain, Cinta gege hanya untuk Siyue dan Putra Siyue , ingat itu..." ucap Siyue lembut.


"Tentu - tentu sayang....aku akan memenuhi permintaanmu ...gege janji itu..." kata Raja dengan gembira kala mendengar janji Siyue .


Dia bahagia karena Siyue memberikan kesempatan padanya .


Siyue tersenyum dan mencium sekilas pipi pria tampan itu sebelum dia pergi dengan cepat kearah restoran atau rumah makan yang ada di depan mereka. Tentu Saja Raja sangat kaget mendapat kejutan dari Siyue. Dia sampai terdiam lama sambil memegang pipinya yang terkena ciuman lembut Siyue dan tak lama kemudian, Dia tersadar dan terlihat tawa di bibirnya.


"Dasar gadis Nakal...sampai ajal menjemput kita, tak akan kubiarkan kau jauh dariku...." ucapnya dengan wajah gemas. Dia segera menyusul Siyue masuk kedalam rumah makan, di ikuti ketiga pengawal Raja yang sejak tadi ingin tertawa melihat tingkah kedua jujungan mereka. Sedangkan Siyue sendiri sudah memilih meja untuk makan mereka berlima. Tetapi Raja memilih meja untuk mereka berdua dan meja pilihan Siyue di pakai para pengawal mereka.


Tak berapa lama terlihat mereka semua makan makanan yang mereka pesan . Seoanjang waktu, wajah Dingin sang Raja terlihat bahagia. Membuat ketiga pengawalnya ikut bahagia . Setelah selesai makan , mereka segera pulang kembali ke istana. Ketika sampai di istana , hari sudah menjelang sore. Setelah meminta Xiao Tu membawa para kuda kembali ke Ruang Teratai, Siyue segera kembali ke istana tempat tinggal dia sementara untuk mandi . setelah berbena , dia pergi ke istana Kakek Kaisar tua.


Seperti biasa sang Kakek menunggu kedatangannya. Dan saat Siyue dan Kakek berbicara, Raja datang dengan membawa beberapa pelayan . Dan di setiap pelayan , terdapat makanan ditangan mereka .


"Apa yang kau bawa Yang Mulia....!" seru Kaisar dari atas tempat tidurnya.


"Makanan untuk kekasih dan Kakekku..." ucapnya dengan wajah bahagia.


" Ck...apakah Siyue sudah menerima Cintamu..." goda Kakek dengan wajah berpura-pura sinis .


"Tentu Saja Kek... Kami sekarang adalah sepasang Kekasih dan Kakek harus memberikan selamat padaku...." jawab Raja dengan sombongnya.


"Ck...aku tidak akan memberikan selamat padamu, sebelum kalian berdua menikah dan memberiku cicit..." ucap Kaisar Tua yang membuat Wajah Siyue memerah karena malu.


"Kek...kalau soal menikah, kakek tahu jawabannya kan....?" ucap Raja dengan lembut . dia menatap Siyue yang terlihat malu. Ingin rasanya dia memeluk tubuh gadis yang terlihat imut saat sedang tersipu malu .


"Aah...dasar orang tua....aku lupa nak.." ucap Kakek sambil tertawa.


"Ya sudah ayo kita makan , perutku juga sudah lapar..." ucap Kaisar tua sambil tertawa. Kuntunglah para pelayan sudah keluar setelah menaruh makanan di atas meja tadi . Merekapun segera beranjak mendekati meja untuk segera menikmati makanan yang di bawa Raja Chu Tian Ji . Siyue dan Raja membantu Kaisar berjalan ke meja. Tak lama terlihat mereka mulai makan bersama. Sesekali Siyue mengambilkan makanan ataupun ikan untuk dua pria di depannya . Terlihat senyum kebahagiaan di wajah sang Raja . Setelah makan Siyue segera pamit untuk kembali ke istana para tamu. Dia segera keluar dari istana Kaisar tua bersama sang Raja. Saat dia berjalan keluar dari istana Kaisar tua, Feng Qui dan Tiger segera melompat kepundak Siyue.


"Apakah kalian akan melaporkan sesuatu padaku...?" tanya Siyue saat melihat hewan kontraknya telah kembali .


"Benar Yue'er...aku apan melaporkan Soal Selir Chunly..." ucap Tiger.


"Selir Chunly...? Kaliam sudah membawa kabar tentang dia...ada apa dengan wanita itu...?" tanya Siyue.


"Dia meminta seseorang untuk membunuh dirimu malam ini . .." kata Tiger dengan nada marah.


"Apaa...dia menyuruh seseorang membunuhku di dalam istana ini...?" tanya Siyue tak percayalah .


"Benar... kami melihat sendiri orang yang datang ke istana selir. Selir Chunly meminta kematianmu malam ini. Dia berharap besok pagi Dia mendengar kabar tentang kematianmu...." ucap Feng Qui.


"Benarkah...?" bagus...dengan jalan seperti itu, aku tidak sungkan lagi memberi pelajaran pada wanita ular itu...." ucap Siyue.


"Aku hampir membunuhnya tadi Yue'er..."kata Tiger.


"Jangan....terlalu baik kematian seoerti itu buatnya...!" seru Siyue .


"Sayang...ada apa...?" tanya Raja yang melihat Siyue terlihat diam saja.


"Maaf yang Mulia...bukannya Siyue mengabaikan Gege, tapi Siyue sedang berbicara dengan Feng Qui dan Tiger..." jawab Siyue.


"Ada apa dengan mereka...?" tanya Raja sambil menatap Siyue.


"Anda ingat hamba menyuruh mereka mengawasi Selir Chunly..?" kata Siyue pelan.


"Gege ingat, lalu ada dengan dia..?" tanya Raja kembali.


"Dia merencanakan pembunuhan terhadapku...?" jawab Siyue pelan dengan wajah tenang.


"Apaaa..!" seru Raja dengan wajah kaget dan marah.


"Sst...jangan keras-keras Tian Ge...ucap Siyue dengan wajah cemberut.


"Maaf...habis gege kaget banget..." ucap Raja dengan wajah terlihat marah.


"Bedebah...berani sekali mereka ingin membunuhmu di istanaku....ternyata dia sudah bosan hidup...lalu apa yang akan kita lakukan..?!" seru Raja dengan wajah marah.


"Jangan marah dulu...Siyue akan membuat dia menyesal melakukan ini padaku..." ucap Siyue tenang.


"Lalu apa yang akan kau lakukan. ...?" tanya Raja kembali .


"Membalas perbuatannya ..." jawab Siyue .


"apa rencana yang akan kau lakukan...?" tanya Raja penasaran.


"Membersihkan mereka. Tapi jangan sampai ada yang tahu ..." jawab Siyue.


"Kalau begitu aku akan bersamamu..." ucap Raja dengan wajah cemas.


"Hey...tidak boleh pria dan wanita muda dalam satu kamar sebelum ada ikatan perkawinan..." kata Siyue sambil menatap Raja dengan wajah imutnya karena kesal.


"Kau ini.. Kenapa kau suka sekali mengancamku ...." seru Siyue dengan wajah kesal.


"Aku tidak mengancammu...atau Kau tak percaya aku bisa melakukan itu di depan mereka... Jawab Raja dengan wajah tenang . namun wajah tampan itu terlihat tersrnyum dengan licik . Mendengar ancaman Raja, akhirnya wajah kesal itu terlihat tersenyum dengan terpaksa .


"Baik Tian'ge yang baik... Siyue tidak akan cemberut...." ucap Siyue . Raja terlihat tertawa kecil melihat sang Kekasih kesal.


"Kau semakin menggemaskan...lalu apa yang akan kita lakukan..." tanya Raja kembali.


"Membunuh mereka...." jawab Siyue.


"Kalau begitu biar Ye Xie , Ye Mai dan Ye Gu menemanimu..." ucap Raja lagi.


"Jangan Yang Mulia...itu sangat berbahaya..." kata Siyue lagi.


"Berbahaya..?" ucap Raja heran .


"Sangar berbahaya.. Karena Siyue menggunakan Racun.. "jawab Siyue. Mendengar ucapan Siyue , terlihat Raja terkejut .Dia menatap Siyue tak percaya. .


"Racun...?" ulangnya.


"Hmm..." angguk Siyue.


Terlihat Raja terdiam sejenak . tak lama terdengar suaranya .


"Baiklah....tapi kau harus berhati-hati..." kata Raja dengan wajah terlihat khawatir.


"Tentu saja...aku tidak ingin mati sekarang " goda Siyue . Tak lama sampaikan mereka di tempat Siyue. Dengan berat hati Raja meninggalkan tempat Siyue. Akhirnya Siyue masuk kedalam istana tempat dia menginap .


Setelah sampai di dalam kamarnya Dia duduk di pembaringan.


"Yue'er...apa yang akan kita lakukan....?" tanya Tiger.


"Tenang saja Tiger aku punya rencana..." ucapnya sambil tersenyum sinis.


" Ivy...kau bisa melakukannya tanpa keributan....?" kata Siyue.


Tiba- tiba seorang Pria gagah dan tampan dengan memakai baju serba hijau berdiri di depan Siyue.


"Jangan khawatir Yue'er...pekerjaan ringan ini serahkan padaku...."ucapnya Ringan .


"Bagus Ivy....kalau begitu bisa kami meninggalkan dirimu di sini sendiri...?" tanya Siyue.


"Tentu saja aku bisa ...sekarang pergilah kalian ...aku akan membereskan semuanya... nanti setelah selesai aku akan menyusul kalian..." Jawab Ivy dengan wajah dinginnya.


"Baik kami pergi..." ucap Siyue sambil tersenyum dan menepuk pekan lengan Ivy. Dan Ivy sangat senang dengan sikap Siyue yang selalu bersahabat dan sayang pada mereka. Selama ini tidak ada yang berani memegangnya , Karena tubuhnya adalah racun . Siapapun akan terkena racunnya jika menyentuh tubuhnya . Karena dia juga tidak pernah menginginkan seorang master yang menjadi master kontraknya. Sebab dia tidak ingin di perbudak oleh manusia . namun dia merasa beda dengan Siyue. Dia merasa jatuh hati pada gadis yang selalu menyamar menjadi seorang pria ini. Gadis yang selalu baik hati pada Siapapun, namun tak mengenal ampun pada mereka yang bersalah dan tak mau berubah .


Setelah memberi semangat dengan tepukan lembut di lengan Ivy , Siyue segera pergi ke ruang teratainya. Ketika sampai di sana Xiao Tu telah menyambut kedatangannya.


"Berani sekali wanita itu ingin membunuhmu Yue'er..."kata Xiao Tu dengan wajah marah.


"Dia menggali lubang kematiannya sendiri..." jawab Siyue.


"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya nanti...?apakah kau akan membunuhnya ...? Tanya Xiao Tu .


"pasti...tapi tidak secepat itu..." jawab Siyue dingin.


"Maksudmu...?" tanya Xiao Tu lagi.


"Aku akan membuat Dia merasakan racun yang dia berikan pada Raja dan aku akan menambah sedikit racun Ivy. ..?" ucap Siyue dengan senyum dingin di bibirnya.


"Bagus Siyue...Dia harus merasakan juga racun yag dia berikan pada Kakek Kaisar. Dan dia harus menerima bunga dari kejahatannya ..."kata Xiao Tu dengan wajah kesal dam marah.


"Itu harus. Sebenarnya aku ingin mencabik- cabik tubuh kotornya itu..."ucap Tiger yang berada di leher Siyue.


"Jangan... kematian seperti itu , enak untuknya..."jawab Siyue.


"Siyuuuuu....! kau datang....!" terdengar seruan dari jauh. Terlihat Baizi datang bersama White dan seekor kuda jantan yang berjalan bersama mereka.


"Baizi...kau punya teman baru..." kata Siyue sambil tertawa. Dan dengan tingkah seperti biasa. Baizi yang sudah berubah kecil melompat kearah pelukan Siyue.


"Benar...dia kuda milik Raja yang baru kau masukkan kedalam ruangan ini...Kata Baizi dengan wajah bahagia.


"Ternyata kalian sudah akrab . baguslah...ya sudah kita pergi ketempat Kakek Si..." ucap Siyue sambil mulai melangkah kearah padang rumput tempat Kakek Si dan Kakek Fang serta sahabat dan saudaranya berada.


"Ibuuu....!" terdengar kembali seruan suara anak kecil terdengar dari arah taman. Dan dua ular naga melata dengan dua kaki pendeknya dengan cepat kearah Siyue. Sekali lompat dua anak naga itu melingkar di lengan kiri kanan Siyue dengan kepala di telapak tangan Siyue. Mereka berebut dengan Baizi dalam pelukan Siyue.


Namun tak berapa lama tiba - tiba kedua ekor naga itu berubah menjadi kecil dan melingkar di lengan kiri dan Kanan Siyue.


"Hey...kalian bisa berubah sekecil ini...?" seru Siyue dengan wajah kaget.


"Paman Zuzaku mengajari kami ibu..." ucap Mereka.


"Secepat itu kalian bisa...? Lalu di mana paman kalian...?" tanya Siyue .


"Sedang berkultivasi k...." ucap Twins sebelah kiri.


Tapi kalian tidak mengganggu lama kan....?" kata Siyue .


"Tidak...kami penurut ibu...!" seru mereka berbarengan .


"Ya sudah ayo kita ke tempat Kakek..." ucap Siyue. Merekapun segera berjalan kembali ke pondok Kakek Si.


Tak lama mereka telah sampai di sana. Melihat kedatangan Siyue dari jauh, para sahabat dan saudara Siyue yang sedang berlatih segera berlari menyambutnya.


"Kau datang Yu'er... seru pangeran Luo Yi. Sambil memeluk tubuh Siyue.


"Apa kabar kak....apa kabar kalian semua..?" tanta Siyue sambil tertawa.


"Kami baik - baik saja Yue'er..." ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah gembira.


"Kau juga baik- baik saja kan...?" ucap Pangeran Luo Yi kembali.


"Aku baik- baik saja Kak..." jawab Siyue. Satu Persatu Siyue menyapa sahabat dan saudaranya. Setelah itu mereka segera berjalan kearah pondok menemui Kakek Si dan Kakek Fang Bo yang sedang berkultivasi .


Ketika mendengar suara Siyue yang datang, kedua kakek itu segera menyudahi kultivasinya dan segera keluar dari pondok tempat tinggal mereka.


"Siyue kau datang...!" seru kakek Si sambil berjalan kearah Siyue dan segera meneluknya.


"Iya Kek... " jawab Siyue sambil memeluk sang Kakek dengan gembira. Setelah itu dia juga memeluk Kakek Fang Bo.


"Bagaimana kabarmu sekarang...?" kata Kakek Si . mereka sudah duduk - duduk di rerumputan .


"Siyue baik- baik saja Kek...dan Siyue membawa kabar kalau besok kita akan pergi ke rumah baru kita. Aku telah membeli rumah baru untuk kita Kek..." kata Siyue dengan gembira.


"Bagus Nak...aku sudah rindu melihat dan menghirup udara segar alam nyata..." ucap sang Kakek.


"Memanhnya di sini tidak segar Kek...?" tanya Siyue .


"Sangat segar sayang...tapi Kakek ingin melihat ke ramaian sebuah kota nak..." kata Kakek Si lagi .


"Tenang Kek....besok kalian akan merasakannya..." ucap Siyue. Terlihat bahagia di wajah mereka dengan jelas.


"Di mana letak rumah baru kita Yueyue...!" seru Chan Sin .


"Dekat dengan Sekte Tapak Dewa. Aku sengaja mencari di daerah sana agar kelak jika kita semua sudah bisa masuk kedalam sekte, kita akan mudah melihat keadaan Kakek . dan jika tidak bisa keluar dari Sekre, masih ada Feng Qui dan Tiger yang bisa melihat keadaan Kakek..." kata Siyue. Mendengar ucapan Siyue , Mereka semua bahagia. Setelah berbincang sebentar, Siyue membawa mereka melihat keadaan ruang teratai. Dan juga melihat Istana milik Siyue.


Sedangkan di ruang kamar tempat Siyue tinggal. Terlihat beberapa orang datang mengunjungi istana yang di tempat Siyue. Ada tiga orang manusia berbaju seba hitam mengunjungi kamar Siyue. Ketika mereka sampai di jendela kamar Siyue. Mereka secara perlahan membuka pintu Jendela. Dan saat jendela terbuka , ketiga orang itu melihat Seorang pria sedang tidur di atas pembaringan. Terlihat senyum dingin Di wajah mereka. Dengan perlahan mereka segera masuk kedalam kamar. Namun setelah ketiganya masuk, tiba- tiba pintu tertutup dengan sendiri. Tentu saja mereka terkejut. Setelah itu tiba-tiba kabut hijau memenuhi ruangan itu. Setelah mencium kabut itu, mereka baru sadar kalau mereka masuk dalam jebakan. Namun sial bagi mereka. Jendela yang tertutup tadi ternyata tidak bisa di buka. Maka merekapun menjadi panik. Mereka juga melihat kalau pria berbaju hijau telah hilang. Dengan ketakutan, mereka berusaha membuka pintu dan Jendela kamar, namun sayang sekali, pintu dan jendelabtidal bisa di buka.


Aah maaf ya ceritanya habis dulu.... akan aku lanjut lagi nanti. maaf sekali lagi Author minta maaf. author telat up date lagi .


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung .


L