DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE KERAJAAN DARGA .


"Suatu saat gege akan tahu, tapi bukan sekarang...." kata Siyue lagi. mendengar ucapan itu, Raja Tian Ji tersenyum bahagia. karena kalimat itu menunjukkan kalau Siyue mulai mempercayainya . Dia tidak butuh apapun, Dia butuh kepercayaan gadis pujaan hatinya ini .


"Nggak apa - apa Yue'er...aku akan menunggu sampai kapanpun saat itu tiba..."ucap Raja sambil membelai lembut kepala Siyue. Tiger dan Feng Qui semakin yakin kalau pria didepan mereka sangat mencintai master mereka. Dan mereka tahu kekuatan pria ini sangat tinggi.


"Qui kau tadi kembali ke tempat itu...?" tanya Siyue.


"Iya... Aku ingin tahu siapa mereka . " jawab Feng Qui .


"Lain kali jangan kau lakukan itu... Bagaiaman bisa kau menyelidiki mereka di tengah hamparan laut seluas ini, Di mana kau bisa sembunyi Bagaiaman jika mereka menemukan dirimu dan terjadi sesuatu padamu , aku tidak ingin terjadi apapun padamu Qui ..." ucap Siyue sambil mengangkat tubuh kecil Feng Qui dan menaruhnya di telapak tangan .


"Aku tidak ingin melihat kalian celaka ingat itu Qui..." ucap Siyue dengan lembut. Namun ada kesan marah di dalam kalimatnya . Mendengar ucapan Siyue. Feng Qui dan Tiger terkejut . mereka tak menyangka Siyue begitu menyayangi mereka . begitu juga dengan Chu Tian Ji . begitu perhatiannya Siyue pada Mahluk kontrak nya. Sedangkan Dia selama ini tidak pernah memberikan perhatian sebesar itu pada kedua mahluk kontraknya.


"Iya...Maaf Yue'er..." ucap Feng Qui pelan.


"Jangan ulangi lagi...keselamatan kalianlah yang lebih aku butuhkan dan lebih utama dari tugas kalian , aku tidak mau kalian celana ...." ucap Siyue lagi.


"Iya Yue'er...aku mengerti..." jawab Feng Qui lagi. Merekabterdiam sejenak .


"Ya sudah kau istirahatlah dulu. Sebentar lagi kita akan keluar dari lautan ini. Dan akan melanjutkan perjalanan kita dengan berteleportasi lagi..." ucap Raja Chu Tian Ji sambil mencium lembut dahi Siyue tanpa Seijin pemiliknya . namun Siyue mulai terbiasa dengan sikap sang Raja yang membuat dia kesal.


Setelah mencium dan mengusap lembut kepala Siyue, Chu Tian Ji segera melangkah keluar. Sedangkan Siyue sendiri segera naik keatas pembaringan. Dia segera duduk lotus dan mulai bermeditasi.


Beberapa waktu kemudian mereka sampai kembali di darat tanpa mendapat gangguan lagi. Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Kerajaan Darga . Setelah merasa kekuasaan kembali dan badannya segar Siyue segera keluar dari ruangannya setelah mandi dan berganti pakaian. Ternyata hari sudah pagi. Dia membawa bebera buah yang Feng Qui ambil dari ruang Teratainya. sambil membawa buah , Siyue berjalan ke arah ruang makan. Di sana dia bertemu beberapa pelayan pria.


"Salam tuan muda .." sapa mereka ramah. Mereka tahu kalau pemuda tampan ini adalah teman dekat Raja mereka.


"Salam juga..Oh ya....tolong kau tata buah ini di meja makan, dan yang keranjang kecil untuk kalian ,..kata Siyue sambil memberikan dua keranjang buah kepada mereka .


"i..ini untuk kami....?" tanya mereka tak percaya.


" Iya ..kenapa...?kalian juga butuh kekuatan untuk membuat makanan yang kalian berikan pada kami, jadi kalian juga berhak mendapat makanan yang sama dengan kami..." ucap Siyue.


"Terimakasih Tuan Muda ...." ucap mereka bersamaan. Sambil menerima dua keranjang itu,Terlihat mata mereka betkaca-kaca .


"Ya sudah aku pergi ke ruang pengobatan...." kata Siyue .


"Silahkan Tuan Muda." ucap mereka bersamaan.


Siyue segera melangkahkan kakinya kearah kamar Kakek Si.


"Ternyata tuan muda itu baik hatinya. Sudah memiliki wajah tampan, hatinya juga baik sekali...andai aku seirang wanita, mungkin aku akan jatih cinta sampai mati padanya..." ucap salah sati pelayan yang ada di sana .


"Benar katamu...dia pria baik hati. Dia oria baik, baik hati, baik wajah, juga baik jiwanya..." ucap yang lain . Tanpa di sadari Siyue dan pelayan . Ketiga Guru Sekte Tapak Dewa yang sedang berjalan ingin pergi kw anjungan melihat keadaan perjalanan mereka. Mereka Terhenti saat melihat dan mendengar percakapan Siyue dan para Pelayan . Mereka tertegun dengan sikap Siyue pada para pelayan.


Setelah melihat Siyue pergi. Mereka saling bertatapan.


"Gadis yang memiliki Sifat terlalu baik. Dia Baik pada semua orang, tapi Dia juga waspada dan selalu bersikap dewasa tidak sesuai dengan tubuhnya yang masih muda...." ucap Guru Yang Si sambil tersenyum. Bahagia.


"Dia gadis bijaksana dan lembut...pantas sekali jika dia menjadi Ratu kerajaan Darga..." ucap guru San yang jarang berkomentar atau memuji seseorang. Dan kini dengan wajah bangga dia memuji Siyue.


"Berunrungnya kita memiliki Dia terlebih dahulu, dari perguruan lain.." ucap guru Wang.


aAkhirnya mereka berjalan ke arah anjungan kapal kembali.


"Kenapa aku merasa kalau ciri gadis ini adalah ciri gadis pemilik darah Phoenix , tapi kalau dia ini si gadis darah Phoenix lalu Nona Lin Yun ...siapa sebenarnya diantara mereka berdua yang asli peilik darah Phoenix . ..?" batin Guru Yang Si berbicara sendiri. Sedangkan Siyue kini sudah adadi depan kamar Kakek Kaisar.


TOK....


TOK ..


TOK...


"Masuk...."terdengar suara Kakek Kaisar menyuruh Siyue masuk. Perlahan Siyue mendorong Pintu lamar. Terlihat Raja Chu Tian Ji sedang duduk bersama Sang Kakek.


"Selamat pagi Kek..." sapa Siyue.


"Selamat pagi Yue'er...Kemarilah Cucu cantik Kakek..." ucap Kakek Kaisar dengan wajah cerah.


"Bagaimana keadaan kakek sekarang...?" tanya Siyue.


"Kakek merasa semakin segar. Tak sabar rasabya kakek ingin segera tiba di istana..." ucap Kaisar tua sambil tertawa.


"Sebentar lagi kita juga akan sampai Kek..." ucap Raja Chu Tian Ji lembut.


"Selamat pagi Yue'er...." ucap Sang Raja bucin tanpa malu menunjukkan kasih sayangnya pada Siyue di depan sang Kakek.


"Selamat pagi yang Mulia...." jawab Siyue.


"Yue'er...." terdengar suara Raja kembali.


Siyue sadar akan kesalahan ucapannya .


"Aah..Maaf....maaf yang Mulia, eee salah Tian'ge..." ucap Siyue dengan jenaka .


Melihat tingkah kedua anak manusia di depannya , Kakek Kaisar yang sudah memiliki banyak pengalaman itu hanya bisa tertawa.


"Ha ha ha...kapan aku akan mendapat cicit manis dari kalian ha...?" ucap Kakek Kaisar membuat Siyue tersipu malu . Dan terlibat wajahnya yang putih menjadi merah. Sedangkan sang Raja tertawa bahagia.


"Tenang Kek...kalau kekasihku sudah mau kunikahi, pasti kami akan memberimu Cicit.." ucap Raja sambil menatap Siyue dengan tatapan menggoda. mendengar ucapan Raja , Siyue hanya bisa memelototkan matanya tanpa sadar. Dia lupa siapa Pria di depannya .


"Kek...Siyue membawakan Kakek buah segar....apakah Kakek sudah makan dan minum obat...?" kata Siyue mengalihkan persoalan . .


"Sudah tinggal minum obatnya saja..." ucap Kaisar Tua.


"Kalau begitu kita minum obat dulu ya kek..." ucap Siyue . Dan Kaisar tua hanya menganggukkan kepalanya . Dan dengan lembut Siyue membantu sang Kakek meminum pil Bery Red yang kini tinggal beberapa biji lagi. Serta meminumkan air suci yang Siyue bawa .


"ini air suci nak..?" kata Kakek Kaisar.


"Bebar Kek..." jawab Siyue .


"Berapa keping uang yang kau habiskan untuk membeli air ini nak...?" tanya kasar tua .


"tidak sekepingpun uang pun yang Siyue keeluarkan untuk air ini Kek...ini air milik Siyue sendiri...jadi kakek nggak usah memikirkan tentang air itu lagi ya...yang penting sekarang kakek cepat sembuh..." ucap Siyue sambil tersenyum . "


Trimakasih sayang... Kau memang gadis baik..." ucap Kaisar tua sambil mengusap kepala Siyue dengan sayang ..


"Karena Kakek Kaisar orang yang baik juga..." jawab Siyue sambil tersenyum manis.


"Hey... ternyata kau pandai merayu juga ya..." ucap Kaisar tua sambil tertawa.


"Siyue belajar untuk merayu Kakek..." goda Siyue.


"Walaupun tidak kau rayu.. Raja pasti akan kuberikan padamu, karena dia mencintaimu.. Benarkan yang Mulia...?" ucap Kakek sambil menatap sang Raja.


"Ternyata Kakekku tahu kalau aku sangat mencintai gadis di depan kakek. Tentu saja Kek... Aku sangat mencintai dia . Apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan dia , aku janjikan itu Kek..." ucap Raja sambil berdiri di dekat Siyue yang sedang membungkuk menyelimuti Kaisar tua.


"Kakek...." ucap Siyue sambil cemberut.


"Lo...kau tidak percaya..kau tadi mendengarnya kan.. ?" ucap kakek semakin menggoda Siyue.


"Baik...Siyue percaya...sekarang kakek istrahat. Agar nanti saat turun dari kapal ini badan Kakek segar dan kuat...dan ini Siyue bawakan buah untuk kakek..." ucap Siyue sambil kembali tersenyum.


"Buah segar...?" kata Raja dan Kakek setelah melihat apa yang di bawa Siyue. Sebab sejak tadi mereka tidak tahu apa yang di bawa Siyue . sebab buah dalam heranjang tertutup kain.


"Dari mana kau dapatkan buah itu Yue'er....?" tanya Raja.


"Saat mau berangkat , Siyue membeli lebih dahulu ,..." jawab Siyue. Walau dalam hati dia meminta maaf karena telah berbohong.


"Ya sudah ayo kupaskan satu untuk kakek..." Ucap kakek kaisar.


Siyue segera nengambil dan memgupas buah Pir lalu dia berikan pada Kaisar tua. Setelah memakan beberapa suapan, Kaisar merasakan kesegaran pada tubuhnya. Dan Buak itu terasa manis dan segar .


"Yue'er... buah ini rasanya segar sekali. Kakek bisa menghabiskan semuanya sendiri..." ucap Kakek Kaisar .


"Boleh...tapi jangan sekaligus Kek...pelan - pekan saja..." kata Siyue sambil tersenyum. Percakapan mereka terhenti saat ketukan terdengar di daun pintu. Ternyata Pelayan mengatakan kalau makanan sudah tersedia. Akhirnya Raja meminta ijin untk membawa Siyue keluar.


"Pergilah.....aku juga ingin beristirahat. Agar saat kita sampai di istana , kesehatanku sudah membaik sepenuhnya..." ucap Kakek Kaisar.


" Iya .. Kalian pergi saja ..aku tahu sejak tadi kau ingin membawa Siyue pergi. Kau iri karena dia lebih memperhatikan Kakekmu kan ...?" goda Kaisar Tua pada sang Cucu.


"Ck..ternyata Kakek tahu juga..." ucap Raja dengan songongnya .


"Dasar anak nakal...." ucap sang Kakek sambil tertawa.


"Gege...kenapa ngomong seperti itu pada Kakek...?" kata Siyue kesal.


"Tidak apa-apa...kakek sayang Kita kok...ayo kita makan dulu...?" ucap Raja Chu Tian Ji.


"Pergilah Yue'er...jangan marah padanya, kami hanya bercanda.. " ucap Kakek Kaisar.


Siyue tersenyum dan pergi bersama Raja .


Sedangkan Sang Kakek tersenyum melihat cucu kesayangan pergi dengan wajah bahagia.


"Aku juga bahagia jika kau bisa mendapatkan dia Ji 'er..." ucap Kakek Pelan.


Diapun segera menutup mata untuk istirahat seperti yang di sarankan Siyue. .


Sedangkan mereka berdua berjalan ke ruang makan bersama-sama.


Sedangkan di tempat lain, di dalam kapal itu juga. Terlihat Murong Bersama Lian Kun sedang makan bersama dengan pengawal pribadi Raja serta orang- orang kepercayaan Raja .


"Murong...kenapa Siyue tidak pernah bersama kita...?" tanya Lian Kun.


"Aku dengar Dia sedang mengobati seseorang .." ucap Murong.


"Seseorang ....siapa...?" tanya Lian Kun.


"Kata guru San..seseorang yang sangat penting di kerajaan Darga..." ucap Murong lagi


"Siyue memang sangat ahli dalam pengobatan.." ucap Lian Kun yang ingat kalau Kakek Fang Bo , Siyue lah yang telah menyembuhkannya .


"Dari mana kau tahu kalau Siyue ahli dalam pengobatan...?" tanya Murong Penasaran.


Dia memang tahu kalau Siyue ahli dalam pengobatan. Tapi kenapa Lian Kun juga tahu.


"Kakek Fang Bo yaitu tetua pertama klan Si, pernah sakit selama belasan tahun . sudah berpuluh tabib dan dokter yang di datangkan untuk memeriksa dan menyembuhkan Kakek Fang Bo. Dan kau pernah bertemu dengan saudaraku yang bernama Si Yuan Ru yang selalu bersama Siyue dan kelompoknya di turnamen kemarin...?" tanya Lian Kun pada Murong .


"Si Yuan Ru..." terlihat Murong berfikir sebentar.


"Aah....apakah pria tampan agak kurus yang selalu berjalan dengan Kakaknya Siyue...?" ucap Murong setelah mengingat wajah Yuan Ru.


"Benar....Dia juga mengalami koma selama bertahun- tahun...tapi dia tidak sembuh dan tidak ada yang sanggup menyembuhkan dia. Tapi ketika Siyue datang. Serta merta Kakek Fang Bo dan Yuan Ru sembuh total. Semua itu berkat kepintaran dan ke mampuan Siyue dalam pengobatan....!" ucap Lian Kun penuh semangat.


Dan tanpa mereka sadari semua orang yang sedang makan bersama mereka mendengar omongan Lian Kun.


"Ya mapuun...jadi Siyue juga mampu mengobati orang yang sudah bertahun- tahun koma...?" seru Murong kagum .


"Bener sekali..." jawab Lian Kun bangga . Dia bangga memiliki saudara yang sejenius Siyue.


"Aku juga pernah di sembuhkan oleh dia... Bukan hanya aku , tapi ibuku. Ibu dan aku yang hampir mati untung bertemu dengan Dia. Jika tidak, mungkin saat ini hanya adikku yang hidup dan terluta -lunta dan menderita. Di tinggal aku dan ibuku..." ucap Murong dengan sedih mengingat masa lalu.


"Maksudmu...?" tanya Lian Kun.


Akhirnya Murong menceritakan pertemuan pertama Siyue dengan sang adik , malah akhirnya dia yang membomgkar kebusukan sang paman yang memfitnah dan membunuh sang ayah .


"Benarkah....? Aku tak menyangka saudara sepupuku itu sehebat itu..." ucap Lian Kun.


"Dan kau harus tahu...Dia juga putri kerajaan Long.... Dia penguasa ketiga Kerajaan Long..." ucap Murong dengan wajah bangga. Sebab dia sadar kalau dia harus bangga memiliki salah satu penguasa Kerajaan Long seorang wanita yang kuat seperti Siyue .


"Apaa...?yang bener Saudara Murong.. Kok bisa ....?" seru Lian Kun tanpa sadar dia berseru .


"Sst...jangan keras - keras..." ucap Murong sambil menatap sekeliling mereka, dan ternyata mereka menjadi pusat perhatian semua orang.


"He he...maaf...maaf kami menganggu kalian..." ucap Murong sambil tersenyum canggung.


"Iya...maafkan kami tuan- tuan...maafkan kami....kami tidak sengaja..." ucap Lian Kun sedikit takut.


" Tidak masalah..lanjutkan saja ceritanya ... kami juga penasaran, bukankah Kerajaan Long adalah kerajaan terbesar kedua setelah kerajaan Feng di alam tengah...lalu kenapa bisa Saudara Siyue menjadi penguasa ketiga kerajaan Long....?" tanya Ye Mai yang sekarang sedang makan bersama mereka berdua . Ye Xie dan Ye Gu juga berada di sana. Tanpa sengaja Mereka mendengarkan Lian Kun dan Hong Murong yang sedang berbicara tadi. Dan mereka mendengar semua ucapan kedua orang itu.


"Maksud anda , anda juga ingin tahu...?" tanya Hong Murong.


"Hmm...." mereka semua menganggukkan kepala bersama .


Akhirnya Hong Murong menceritakan apa yang dia ketahui. Dia berkata Kalau Putra Mahkota sendiri yang mengatakan pada semua penduduk Kerajaan Long kalau Siyue merupakan adik angkatnya . dan Siyue merupakan Penguasa Ketiga setelah Raja dan Putra Mahkota .


"Kami mendengar itu, setelah Putra Mahkota pulang dari kerajaan Feng. yang aku dengar Putra Mahkota ikut membongkar masalah kejahatan Pangeran Kedua Kerajaan Feng bersama Tuan Muda Siyue..." ucap Murong yang tahu kalau siyue menyembunyikan identitas dirinya. Semua orang terdiam mendengar penjelasan Hong Murong. Mereka berfikir sendiri - sendiri di dalam fikiran mereka. Apalagi yang ada pada Siyue yang akan kembali mengejutkan mereka .


setelah selesai makan , mereka kembali ke tempat mereka masing - masing. Dua hari kemudian, mereka telah berada di atas wilaya kerajaan Darga. Dan pada siang hari mereka telah berada di atas istana kerajaan Darga . untuk segera menurunkan penumpangnya .


"Siyue...kau harus ikut Kakek tua ini ke istana..." kata Kaisar tua dengan wajah teduhnya .


"Tapi kek...Siyue harus datang keperguruan lebih dahulu bersama Guru..." ucap Siyue. Melihat Kasar tua mengharapkan Siyue datang ke istana, Guru Yang tahu kalau Kasar Tua masih takut penyakitnya kambuh.


" Siyue...kau boleh tunggal di istana dulu beberapa hari, setelah Yang Mulia Kaisar benar- benar sembuh, kau bisa pergi ke Sekte untuk melaporkan kedatanganmu..." kata Guru Yang Si. Mendengar ucapan sang guru, Siyue tak bisa lagi menolak permintaan Kaisar tua.


"Baik Guru...Siyue akan tinggal di istana dalam beberapa hari ini untuk melihat kondisi Kakek Kaisar. Sekaligus Siyue ingin tahu Kenapa Racun mematikan itu bisa ada di tubuh kakek Kaisar..." ucap Siyue sambil menatap Kaisar tua.


"Ya Dewa...aku hampir lupa...benar kata Siyue Yang Mulia , kita harus menyelidiki Mengapa Racun itu ada di tubuh Yang Mulia Kasar tua. Ini menunjukkan kalau si pelaku bukan berasal dari luar kerajaan, tapi ada di dalam..." ucap Guru Wang.


"Benar Kata Yue'er dan Guru...aku akan menyelidiki secara tuntas masalah ini..." ucap Raja dengan dingin.


"Ya sudah ayo kira bersiap untuk turun dari kapal ini..." kata Kaisar Tua sambil berdiri .


"Yang Mulia....!"


"Kakek...!" seru mereka hampir bersamaan.


"Aah...kalian ini...biarkan aku jalan sendiri. Aku cukup lama tinggal di atas pembaringan


Jadi biarkan sekarang aku berjalan sendiri..". Ucap Kasar dengan tegas. Mereka terdiam mendengar ucapan Kaisar tua .


"Benar juga kata Kakek...baiklah kalau begitu biarkan hamba berjalan bersama Kakek Kaisar..." ucap Siyue sambil berjalan di sebelah Kasar tua.


"Tentu saja cucu cantikku , kalau ada dirimu di sebelahku manamungkin aku akan kesakitan lagi..." ucapnya dengan bahagia.


"Kek...aku juga akan berjalan bersamamu... Setelah ada Yue'er kenapa Kakek melupakan aku..." ucap sang Raja sambil melangkah kearah Kaisar tua . Dia berjalan kesebelah Kaisar berlawaban dengan Siyue.


"Ternyata kau memperhatikan Kakek tua ini setelah ada Siyue he....dasar anak nakal..." ucap Kasar Tua dengan wajah cemberut pura- pura marah.


"Kakek.. Mana mungkin...Bukankah aku selalu memperhatikan Kakek....jangan membuat Raja ini malu di depan calon Istri ku Kek..." ucap Raja dengan wajah di buat sedih.


"Kau ini, kenapa semakin hari aku merasa kau semakin manja ... Kenapa kau tidak manja pada calon istrimu saja...ya sudah ayo kita turun..." ajak Kasar tua sambil mulai melangkah bersama Siyue dan Raja. Mendengar ucapan sang Kakek, terlihat wajah gembira terlihat dibwajahnya. Dia tersenyum sambil mebatap Siyue . sedangkan Siyue sendiri. Hanya bisa tertinggi malu.


"Ya ampun kek....kenapa kakek harus berkata seperti itu sich...tu kan si Raja mesum senyum - senyum sendiri..." omel Siyue dalam hatinya . namun Siyue masih dengan lembut memapah Kaisar tua melangkah keluar dari kamarnya. Dan saat menuruni tangga kapal, Dia membimbing tangan Kasar tua untuk melangkah pelan turun dari kapal . dan di sebelah sang Kakek, terlihat sang Raja berjalan dengan gagah mengawal kedua pria beda umur itu dengan wajah gagahnya. Siyue terlihat di mata para penghuni istana yang telah menunggu dan menyambut kedatangan mereka merupakan Pria tampan berkarisma berjalan dengan gagah membimbing Kaisar tua . Mereka terpanah melihat ketampanan Pria yang berjalan bersama Kaisar dan Raja. Dan diantara para penyambut itu, terlihat Perdana Mentri Sang Beiki sedang berdiri bersama istri dan kedua putranya dan juga Gadis cantik Lin Yun. Mereka berdiri bersama Para pangeran dan putri serta Selir kerajaan. Melihat Siyue berada di samping Kaisar Tua. Terlihat keterkejutan di mata Lin Yun . tak lama terlihat rona marah di wajah cantiknya. Namun beberapa saat kemudian dia telah berubah kembali dengan wajah lembutnya. Tanpa dia sadari kalau tiga binatang cantik menatap padanya dengan tatapan tajam dan marah. Sedangkan di antara para pengawal Raja, terlihat Ye Xie dan Ye Gu menatap gadis itu tajam. Jadi setiap tingkah lakunya dapat terlihat dengan jelas oleh mereka.


"Dasar wanita licik...andai kami tidak tahu akan kelicikan dia , pasti kami akan terkecoh dengan wajah malaikatnya..." ucap Ye Xie pelan pada Ye Gu .


"Benar katamu Xie...wajah bagai malaikat itu ternyata rubah berbahaya..." ucap Ye Gu.


"Kita tak pernah menyangka kalau wajah cantik Nona Lin Yun merupakan topeng cantik untuk mengelabui segala perbuatan jahatnya. Untung saja Raja bertindak cepat kalau tidak kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Siyue dan dua pria murid baru guru Yang Si...." jawab Ye Xie .


"Memangnya apa yang dilakukan Nona Lin Yun pada ketiga Muridku itu...." tiba-tiba terdengar suara dari belakang kedua pengawal sang Raja.


Maaf ya sobat....kita lanjut besok .


Yang Minta up date dua episode maaf ya... Author nggak bisa nurutin permintaan kalian maaf ya 🙏🙏 .


Jangan lupa like , vote, dan komennya aku tunggu .


Bersambung