DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
203. pengepungan


Yesa pun di bawa ke hutan bagian Utara, Hutan itu sangat lebat, dan lebih gelap,


Cahaya matahari pun tak mampu menembus hutan itu.


" Nona, perhatikan langkahmu saat turun dari kendaraan, banyak hewan buas bersembunyi di balik rimbunnya dedaunan...!"


" Ya...!"


Saat Yesa membuka pintu mobil, sudah ada dengkuran hewan Yesa melihat sekeliling, namun tidak terlihat apapun.


" Kakak ...apa aku harus berjalan masuk sendiri ke sana??"


" Ya, berjalan sepanjang 3 kilometer ke depan, nanti kau akan menemukan Gerbang utama.


" Oh baik...!"


" Bawa ini untuk masuk, dan perhatikan sekeliling...ini untuk melindungi dirimu!"


" Terimakasih kakak!"


" Yaz semoga beruntung...karna banyak yang tidak beruntung masuk ke sana!"


" Terimakasih!" Yesa segera turun dari mobil dan berjalan dengan langkah cepat ke depan.


mobil itu segera meninggalkan Yesa,


sekarang Yesa sendiri menempuh hutan Yang gelap itu.


Ssssssshhhhhhh.....


grrrrrrgerrrrrrgerrrrrrrr...


terdengar suara - suara yang cukup mendebarkan jantung, Yesa melihat sekeliling , kini Yesa mulai berlari kencang.


" Ya Tuhan jangan matikan aku sebelum orang -, orang itu datang...aku harus melihat mereka semua mati mengenaskan lebih dulu baru aku bisa mati dengan tenang!' Ujar Yesa semakin menambahkan kecepatan larinya.


" Ayo Yesa sedikit lagi...!" menyemangati dirinya sendiri meskinya jaraknya lumayan.


Setelah berlari sepanjang 3kilometer kurang lebihnya Yesa melihat Gerbang besi yang amat sangat besar.


" hufftt...aku sudah sampai...!" Yesa mulai memelankan jalannya.


saat baru akan menyetuh gerbang besar itu.


Roooooaaaaarrrrrrr...


dari samping kanan kiri datang 2 Singa yang berjalan mendekati Yesa.


" Matilah aku...!"


Singa itu semakin mendekat dan melompat ke arah Yesa ,dengan kilat Yesa segera mengambil langkah mundur.


" Huftt... sekarang aku harus apa??"


Singa - Singa itu mulai menyerang lagi dan terus menerus menyerang Yesa .


Yesa mendapatkan beberapa luka cakaran yang cukup dalam.


" Nona, anda sangat payah...!" seseorang yang tiba-tiba sudah ada dihadapan Yesa.


" Siapa kau...?"


orang itu memberikan isyarat pada 2 singa itu untuk pergi.


" Ayo ikuti aku masuk!"


Yesa pun masuk dengan tertatih - tatih.


" Anda orangnya Panglima??, kenapa sangat payah, dua singa itu sudah dijinakan dan dia menjaga pintu gerbang!'


" Kalau dijinakkan kenapa menyerang?'


" Tentu saja menyerang, karna itu tugas mereka menjaga pintu!"


" Tapi, kenapa anda baru keluar??"


" Karena baru mendapat perintah dari tempat informasi!"


" Huft sakit sekali..., nyonya benar - benar menghukumku!"


" Hukuman??, itu adalah sambutan hangat dari 2 singa kami...!"


" Sambutannya sangat hangat sampai ke daging dan tulang...!"


" Masuklah untuk diobati...lebih dulu...!'


" Wah, di sini juga ada rumah sakit??'


" Jika tidak ada, bagaimana nasib kami para petugas di sini, sedangkan ke kota menempuh perjalanan 10 jam!"


" Oh benar, yang belum ada di sini adalah mall!'


" apa itu Mall??"


" Ah tidak ada...aku masuk dulu...!'


Yesa segera masuk dan langsung mendapat perawatan yang sangat baik dari para petugas medis.


**Panglima sungguh menakjubkan,dia sebenarnya malah bisa membuat negara sendiri kenapa masih mau mengabdi pada negara yang menghianatinya.


dalam hati Yesa sangat terkesan**.


...----------------...


Di rumah sakit militer.


Jack menyempatkan diri untuk melihat kondisi Panglima.


" Bagaimana keadaannya dokter??"


" Hampir merenggang nyawa Panglima, jika terlambat sedikit lagi, tapi syukurlah kami berhasil mengeluarkan peluru dan menghentikan pendarahan yang sangat hebat, untuk selanjutnya semoga Panglima bisa bertahan melewati masa kritis ini!"


" Dokter, saya akan memberikan penjagaan ketat pada Panglima, tolong rawat dia dengan sangat baik!"


" Tentu, tenanglah tuan Jack, kami di Pihak Panglima, semoga konflik ini segera terselesaikan!"


" Ya Dokter,jika begitu saya permisi!'


Jack segera melanjutkan tugasnya, hatinya sedikit tenang, sebelum itu Jack menuju rutan untuk memberitahu keadaan panglima pada ayah Tantan dan juga Jenderal.


" Jack, bagaimana dengan Panglima??"


" Panglima sudah selesai operasi,meski sukses namun Panglima belum sadar!"


" Aku sedikit lega, ...!" ujar Jenderal.


" Syukurlah, menantuku pasti bisa melewati masa kritisnya!"


" Ya, Kalau begitu saya harus segera kembali...!"


...----------------...


Sementara Tom dan kawan - kawannya, belum di tangkap secara resmi karena buktinya belum cukup kuat untuk memasukan mereka ke penjara, namun mereka dalam pengawasan.


" Sial, sedikit lagi panglima akan mati...!" ujar rekan Tom sangat kesal.


" sudah di tembak 3 peluru dia tidak mati... benar - benar nyawanya 9 !"


" Tom bagaimana ini??'


" Tidak tahu...!"


" Kau sih... menunda-nunda eksekusi! jika kau tidak banyak permintaan 3orang itu pasti sudah terkubur!"


" Ya Tom,kau ini membuat kami kesal...!"


" Diamlah... yang terpenting adalah bukti , bukti itu tidak ditemukan kita masih bisa menembaknya lagi, dia hanya sedikit berumur panjang!'


" Baiklah,untung saja wakil presiden membantu kita untuk memberikan perlindungan!"


" Ya benar, kita sudah mendapat perlindungan kuat, mereka hanya bisa bertahan beberapa waktu saja!"


" hahaha benar, kenapa tidak mati saja kan lebih baik dari pada dia merasakan dieksekusi kedua kalinya!"


" Sudah, kita v


juga belum resmi di tangkap kita akan membalikan keadaaanya dengan segera!"


mereka bertiga sangat yakin dengan perlindungan yang ada.


...----------------...


" Tantan mereka menemukan 5 pulau berpenduduk...apa kita langsung beraksi??"


" Tidak abang tunggu mereka bergerak!"


" apa mereka akan bergerak??"


" Hancurkan dulu pulau beradar itu,mereka pasti akan buru - buru bergerak!"


" Oke aku akan sampaikan pada bos Jim...!"


Setelah Dex mengirimkan pesan pada Jimmie 3 pulau beradar itu dihancurkan menggunakan jalur udara.


kabar itu terdengar sampai ke kota ketelinga orang -orang itu.


" Apa??, mereka mencari sampai pulau??"


" Ya, ...dan pulau yang mereka temukan pulau yang memang kita pasang radar!'


" Wakil presiden , bagaimana ini??"


" Perintahkan mereka segera memindahkan semuanya ke darat dengan kapal selam!, jangan sampai ada yang tercecer satu pun!'


" laksanakan!"


" tidak bisa di remehkan kaki tangan Panglima ini!" Gumam Wakil presiden yang ikut terlibat.


" Tom apa keluarga panglima sudah ditemukan??"


" Sudah, sudah...kita tinggal menunggu kabar dari orang -, orangku!"


" Baguslah... kelemahan Panglima dan Jendral ada pada mereka, kita tetap akan menang !'


" Tom kau memang sangat pintar, tidak seperti mereka yang sangat bodoh...!"


" Hahahahaha....ini hal sepele untukku...!"


" Kalau begitu kita bisa tenang sedikit!"


" Ya, ayo kita minum sedikit untuk menenangkan pikiran kita ini....!"


...---------------...


" Abang minta Jimmie untuk mengerahkan semua pasukan, saat mereka bergerak langsung kita kepung dan tangkap semua orang -orang dan barang - barang jangan sampai bersisa!"


" Baik, ...!"


" Setelah semua di dapatkan aku akan ikut kembali ke kota!" ujar Tantan.


" Tidak bisa kau sedang hamil!" Ujar Doney.


" aku tidak tenang jika hanya tetap di sini...!"


" Tantan...jangan gegabah!"


" tidak kak Doney, tenang saja....!"


" Orang - orang Tom sudah hampir sampai di hutan utara!"


" Bagus, itu bagus..., ada berapa banyak mereka datang??"


" Lumayan ratusan orang!"


" Lalu bagaimana persiapan di sana??"


" Tenang saja mereka team pembantai, mereka akan habis dalam sekejab!"


" Bagaimana dengan Yesa?"


" Dia masih hidup hanya terluka cukup dalam...!"


" Biarkan dia istirahat sejenak di sana...kalau bisa sisakan satu untuk mengelabui Tom...yang pasti leadernya!"


" Oke....!"


...----------------...


Orang -orang Tom yang berjumlah ratusan orang itu datang dengan berbagai persiapan yang matang.


mereka sudah sangat senang karena menemukan tempat persembunyian keluarga Panglima.


" Kepung memutar, masuki semua celah yang ada!'


Mereka segera mengepung tempat itu.


" Bos, kita hancurkan saja dengan geranat"


" Hancurkan!"


mereka segera melemparkan geranat ke pintu - pintu besi dengan brutal.


" Ini pintu apa kenapa kuat sekali??"


" Maju robohkan bersama-sama!"


mereka pun bersama-sama merobohkan pintu kokoh itu.