DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
158. Kerja Lembur bagai Kuda


Hari Persidangan pun tiba,


Terlihat, Luxian sangat percaya diri dalam persidangan tersebut.


Panglima dan keluarganya pun hadir di persidangan itu.


" Anggap saja ini senyum terakhir mu!"


Gumam Panglima.


" Iya dia terlihat sangat percaya diri sekali!"


sahut Tantan.


Dan terlihat, Luxian melihat ke arah Panglima dan Tantan sambil tersenyum sampai terlihat giginya.


( lagi endorse pasta gigi kali ya, Luxian)


Namun, senyumnya lenyap saat Tuan Hakim membacakan jumlah kekayaan Luxian, wajah Luxian tiba - tiba menjadi suram.


Bajiingan, kenapa kekayaan ku tidak sesuai, siapa yang mengambilnya?, berani sekali , atau Panglima yang sudah mengambilnya, namun dia tidak pernah mengungkit masalah hartaku, jangan - jangan benar jika orang - orang uang bekerja sama denganku, ini tidak berniat membantu ku, Jika begitu aku juga tidak akan tinggal diam.


dalam hati Luxian yang terlihat sangat kesal.


" Luxian, akan di eksekusi pada tanggal 2 bulan 3!"


" Yang Mulia Hakim, bolehkah saya berbicara?"


"katakan!"


" Sa, sa,..aggghhhhhhhh...aggghhh aghh!"


" Ada apa ini?" semua orang sangat terkejut dan panik, melihat Luxian mengeluarkan busa dari mulutnya.


Team medis segera memberikan pertolongan pada Luxian, namun nyawa Luxian tidak tertolong.


" Panglima, ada apa ini?" Tantan juga panik.


Panglima hanya mengepalkan tangannya.


" Jelas, dia diracuni, aih...!" Panglima menggandeng tangan istrinya dan keluar dari ruang persidangan yang memanas itu.


" Wah, ini sepertinya tidak akan selesai dengan mudah, rencana kita gagal!" Ujar Tantan.


" Ya, sudah kita beri kesempatan mereka untuk bermain-main , sebelum mengirim mereka menyusul Luxian!"


" Yea....kita bertugas lagi!" Tania sangat kegirangan.


" Sementara ya kita nikmati waktu kita saja dululah!" ujar Panglima tersenyum penuh makna.


" Panglima, tidak bisakah kau memberiku cuti sehari saja!"


" Tidak bisa, berapa tahum aku menunggu mu, ini juga moment yang aku tunggu, kenapa aku memberikan mu Cuti?"


" Tapi, jika aku membaca di internet ,jika ingin memiliki anak kita tidak boleh terlalu sering!"


" Bodo amat dengan internet, jika Tuhan sudah percaya menitip kan kita anak, maka juga akan ada, tenang saja aku akan lembut !"


" Aku tidak percaya padamu, kau slalu bilang lembut, tapi ranjang kita sudah ganti 2x!"


" Ahahahahahah, akan aku coba ya sayang, ayo kita cepat pulang!"


" Tidak mau!"


" Ayooookkkk!"


Panglima sangat bersemangat, membawa istrinya pulang.


...----------------...


3 minggu setelah persidangan.


" Panglima, Bagian utara dan selatan sudah membaik, hanya tinggal bagian timur!"


" Hmmm, apakah wabahnya masih belum tertangani?"


" Sudah, yang masih sakit masih di rawat di tenda darurat, yang sudah membaik, di karantina dalam waktu 2 minggu, sebelum di pulangkan ke tempat tinggalnya!"


" lalu apa yang masih di perbaiki di sana?"


" warga sudah mendapatkan rumah dan sertifikat, sumber air sudah baik, hanya tinggal, membangunkan gedung sekolah dan rumah sakit!"


" Oh, cepat sekali tahap pembangunannya, Jimmie memang bisa di andalkan!"


" Tuan Jimmie mengajak para warga untuk bekerja sama membangun rumah mereka, dan memberi upah pada mereka, dan bahan - bahan material juga datang dengan cepat, memang design rumah mereka sangat sederhana, yang terpenting bangunan layak huni, dan cepat bisa di tempati!"


" Ya itu cukup, yang penting mereka ada rumah, urusan ingin memperbaiki lebih baik, ya itu biarkan mereka berupaya sendiri, kita sudah membantu sesuai kebutuhan mereka!"


" Ya panglima!"


" Listrik?, Limbah pembuangan, saluran air apa sudah?"


" Sudah Panglima, semua teratasi dengan aman, dan tidak mencemari lingkungan!"


" Baguslah, kau bisa kembali!"


" siap Laksanakan!"


anak buah Panglima pun pergi.


" Panglima, sepertinya ini bukan tugasmu!" Ujar Tantan.


" Jika para wakil rakyat bisa di andalkan, nyatanya tidak bisa!"


" Kau mencakup beberapa permasalahan di luar jangkauan mu Panglima, jadi detektif, jadi pengamat bangunan, mengatasi permasalaham rakyat!"


" Hehehe, apa itu salah?"


" Tidak hanya saja, mereka kerjanya ngapain, kok harus Panglima yang turun tangan!"


" Ya, sudah biarkan saja!, aku juga tidak tahu pasti kesibukan mereka sayang, tapi ngomong - ngomong aku seksi sekali, apa beniat menggidaku?"


" Hei, matamu sebelah mana yang melihatku menggodamu!, mata panglima saja yang mesum!"


" Hahah, astaga saat kau galak saja sangat sexy!"


" Panglima, apakah sebenarnya kau ini orangnya maniak?"


" Hmmm, semua yang berhubungan tentang istriku itu, aku tidak bisa mengendalikan pokoknya mau lagi, lagi, lagi ,lagi!"


" Panglima, kau harus bertaubat!"


" Ha???, apa aku berbuat dosa padamu?"


" Haha...tak apalah, jika kau terpaksa pahalamu akan lebih besar!"


" Panglima, lihat belakangmu!"


Panglima menoleh ke belakang.


" Apa tidak ada apa - apa!, ooh dasar anak nakal, hahaha!"


" Panglima aku ke tempat Suzy dulu!" melompat jendela kabur.


" Hahahahah...padahal aku penuh kasih sayang padanya, kenapa dia merasa tersiksa?" gumam Panglima bingung.


" Hosssst ....hosssttt...hosssttt...huuuu untung hari ini dia tidak mengejar ku, aku bisa patah tulang lama -lama!"


" Tantan..."


" Woooooooo astaga , Jenderal kau membuatku terkejut!, hooooissst....!"


" Apa kau main kejar-kejaran lagi dengan Panglima?"


" Ah, haaaaa...aku berhasil kabur Jenderal, oh dari mana Jendral?"


" urusan kerjaan, masuklah Istriku di dalam!, sepertinya kau sangat kualahan mengahdapi Panglima!"


" Ya, dia akhir - akhir ini sangat egois!"


" Oh ya??" Membuka pintu


" Ya, di mana Suzy?"


" Sayang, Tantan datang ...!" Jenderal Petter memanggil istrinya.


" Ah, Tantan...apa kau sedang menghindari Panglima?" Suzy menebak.


" Ah, kalian sampai hafal ya!"


" Hahahah, setiap hari kalian berbuat gaduh, sampai terdengar ke sini, untunglah kalian tidak hidup dikampung!"


Jendral Petter menggeleng kepala.


" Ya, setiap hari kalian teriak - teriak, kalian ini terlalu heboh, seperti orang bertengkar setiap hari!" Sambung Suzy.


" Untung kami adalah orang yang bisa memaklumi kebisingan kalian berdua!" ujar Jendral Petter.


"hihihi, apakah benar sampai sini?"


" iya, kau kira kami membual, sebaiknya kau membuat dinding peredam suara!"


" Ah, begitu ya ...heheheh jadi malu aku!"


" Sejak kapan kau ini tahu Malu Tantan!"


" Suzy, kau ini menyebalkan!"


" Memang dari dulu istriku menyebalkan Tantan!" Sahut Jendral.


" Oh, iya memang sih!, tapi Jenderal juga mau sama Suzy!"


" Jika bukan aku dan Panglima ,siapa lagi yang mau dengan wanita barbar yang slalu menguji kesabaran setiap saat!"


" wah , Jenderal kau keterlaluan sekali!" Tantan tidak terima.


" Beruntunglah kalian, bujang Tua memiliki istri muda seperti kami!" sahut Suzy.


" Benar, ahahaha...!" Tania tertawa lepas.


" Yayaya...itu kami tidak bisa menyangkal!"


" hohohi, Jenderal sudah selesai cuti?"


" Hmm, ya...aku ambil cuti sebentar , Panglima mengambil cuti panjang!, kau pasti sangat bahagia!"


" Aku , tersiksa setiap saat!"


" kenapa begitu?"tanya Suzy


" Jendral, apa kau melakukan dengan Suzy setiap hari?" Tanya Tantan.


" Pertanyaan macam apa itu?"


" Bukankah kita sangat dekat untuk Sharing - sharing?"


" Puffffffttt...Tantan, hahaha...kalian kan baru menikah itu wajar, kami juga saat baru menikah juga sering melakukannya!"


" sehari berapa kali?"


" 5x atau bisa lebih!"


" Ah, itu masih sedikit...jika kami dirumah berdua kita bisa melakukanya sepanjang hari, pinggang ku sangat sakit!"


"wah, .... panglima Hyper ya?"


" Wkwkekekkekeke, kau jangan menceritakan urusan seperti ini ke orang lain Tantan!, itu ranah pribadi, Panglima adalah, pria normal yang sangat energik!"


" Itu terlewat batas suamiku!" ujar Suzy.


" wajarlah, kami memang memiliki stamina lebih, dari pria - pria normal biasa!"


" Sayang, saatnya pulang!" Panglima yang tiba-tiba menyusul


" Woooooo, tidak mau!"


" Jenderal ,Suzy bolehkah aku menjemput Istriku?"


" Boleh silahkan dibawa pulang!" Jendral memegangi Tania yang ingin kabur.


" Jenderal kau jahat!!!"


" Ah, adikku patuh dengan suami adalah kewajiban seorang istri!"


" Puffffttttt....!" Panglima menahan Tawanya.


" Suzy, tolong aku!"


" Maaf Tantan, aku tidak bisa ikut campur urusan orang lain!"


" Istriku, ayo pulang....!" Panglima segera menggendong istrinya pulang.


" Jendral , Suzy kalian jahattttt!"


Jenderal dan Suzy hanya melambaikan tangan sambil tertawa.