
Saat Hiyuka dan Cloud sampai di depan tandu milik Hiyuka, betapa kagetnya ternyata semua pengawal Hiyuka telah berhasil dilumpuhkan Damnim dan Yoojin pun di ikat dalam satu ikatan.
"Paman, Bibi" ucap Hiyuka dan mencoba mendekati mereka tapi Cloud menarik tangannya tanda jangan bergerak.
"Wah wah... Tuan Muda Moe" ucap seorang laki-laki berperawakan tinggi, cukup tampan tapi matanya menyorotkan pandangan menyeramkan, dia datang dengan beberapa anak buahnya mengepung Cloud dan Hiyuka.
"Maafkan aku, sejujurnya aku tidak ada urusan denganmu, aku hanya ada urusan dengan Nona Muda ini, Jadi serahkan Nona muda maka aku pastikan tidak akan ada pertumpahan darah" ujar pemimpin mereka lagi.
"Cang Min... Pembunuh bayaran, dan hanya patuh pada uang, siapa yang tidak kenal kelompok Pedang merah. Boleh ku tau sekarang kau bekerja pada siapa?" Tanya Cloud.
"Hahahah... Aku begitu sangat terkenal rupanya, sampai Tuan Muda Moe mengetahui tentang kelompok kami, tapi kami punya Prinsip tidak akan mengatakan siapa yang sedang mengunakan jasa kami dan kami pasti akan menyelesaikan tugas kami hingga tuntas" jawab Cang Min.
"Jadi berikan Nona Muda Natagawa pada ku dan aku tidak akan mengusikmu Tuan" ujar Cang Min lagi.
Mendengar pembicaraan antara Cloud dan Cang Min, membuat tubuh Hiyuka gemetar dan takut, tapi dia berusaha untuk tidak terlihat lemah di depan mereka semua, mengingat semua pengawalnya sudah dilumpuhkan dan sekarang dia dikepung oleh banyak anak buah Cang Min yang jumlahnya lebih dari 10 orang, walaupun ada Cloud di sampingnya tapi dia belumlah bisa percaya pada Cloud mengingat mereka hanya bertemu beberapakali dan belum saling mengenal.
"Kalau aku tidak mau?" Tanya Cloud.
DEG....
Hati Hiyuka sedikit merasa tenang dengan mendengar perkataan Cloud.
"Aku akan memaksamu dengan pedangku" jawab Cang Min santai.
"Kalau begitu..." Ucap Cloud sambil memandang Hiyuka intens, "Bawahlah dia... " Imbuhnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari Hiyuka.
DEG... Tubuh hiyuka mulai bergetar hebat.
"Apa?" ucap Hiyuka lirih.
"Hahahah...." Gelak tawa Cang Min keras sambil memberikan intrusi pada anak buahnya untuk membawa Hiyuka dengan ekor matanya.
Hiyuka masih tidak mengalihkan pandangnya dari mata Cloud yang juga terus memandangnya, pandangan mata Hiyuka memancarakan Kekecewaan, sedangkan pandangan mata Cloud hanya dialah yang tau.
Anak buah Cang Min berjalan mendekat kearah Hiyuka dan mencoba menyentuh lengen Hiyuka tapi belum sempat tangan anak buah Cang Min menyentuhnya tangan Cloud sudah lebih dulu mencengkram tangan anak buah Cang Min.
"Kurang ajar" teriak Cang Min marah.
Cloud menghempaskan tangan anak buah Cang Min dan menarik tangan Hiyuka ke belakang tubuhnya.
"Aku sudah memperingatkanmu Tuan Muda" ucap Cang Min.
Tapi sepertinya Cloud sama sekali tidak terpengaruh pada ucapan Cang Min.
Semua anak buah Cang Min serempak mengeluarkan pedangnya berbarengan,
Srakkkk.... Suara pedang bersahutan.
DEG...
Hiyuka sudah tidak bisa lagi menutupi rasa takutnya dia mecengkram baju Cloud dari belakang, Cloud yang mulai merasakan tubuh Hiyuka sudah gemetar hebat berbalik badan dan mencoba menenangkannya.
"Tenanglah tarik nafas dan keluarkan secara perlahan ya" ucap Cloud dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Hiyuka.
Cloud berbalik dan menyambut anak buah Cang Min yang melangkah maju ke arahnya.
Lima orang anak buah Cang Min langsung menyerang tanpa perhitungan, sehingga Cloud bisa membaca gerakan mereka, dengan cepat Cloud menghalau serangan mereka dengan busur panah ditangannya, gerakan Cloud yang cepat bisa melumpuhkan mereka dengan mudah.
lalu datang lagi tujuh orang anak buah Cang Min menyerang Cloud , kali ini Cloud kalah cepat sehingga busur panah ditangannya terlempar jauh, tidak kehilangan akal Cloud mengambil satu pedang yang tergeletak di tanah dan menyerang kembali semua anak buah Cang Min, tebasan demi tebasan Cloud layangkan ke arah anak buah Cang Min hingga mereka semua tumbang.
Saat anak buah Cang Min berikutnya hendak menyerang, Cang Min mencegah mereka, karena Cang Min tau betul anak buahnya bukanlah tandingan Cloud.
"Berhenti" bentak Cang Min, sontak langsung saja anak buah Cang Min berhenti menyerang.
"Bawa yang terluka kita pergi" ucap Cang Min, yang di angguki anak buah Cang Min.
"Tuan Muda aku mundur bukan karena takut, tapi karena aku merasa pertarungan kita sia-sia, karena aku tidak ada urusan sama sekali denganmu, lain kali aku tidak mau kau ikut campur lagi" ucap Cang Min seraya pergi dari sana dan diikuti anak buah Cang Min.