Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Buaya


"Apa dia sudah mati, dia sudah terlalu lama di dalam air" gerutu Cloud "Ahhh... Dia bener-bener merepotkankan" ucap Cloud seraya berlari dan ikut menceburkan diri ke dalam Danau.


Cloud berenang masuk kedalam air berniat menarik tubuh hiyuka tapi belum sempat tangan Cloud menyentuh tangan Hiyuka, Hiyuka tampak sudah kehabisan nafas dan berusaha berenang naik ke permukaan danau.


Ahhhh.. HAhhh... Uhuk uhuk uhukk... Terdengar suara Hiyuka yang sedang berusaha kembali mengatur nafas sambil terbatuk-batuk.


"Apakah kau sudah kembali ke duniamu nona?" tanya Cloud yang baru keluar dari dalam air.


"Heh, kau kenapa ada di sini, jangan-jangan kau tadi mengikutiku iyakan?" Tanya Hiyuka merancau.


"Iya Nona aku mengikutimu, selamat kau sudah kembali ke duniamu yang nyata" ucapnya.


Hiyuka memandangi sekitarnya dan ternyata dia masih di tempat yang sama dia tidak kembali ke dunianya.


"Apa... Kenapa aku masih di sini?" tanya hiyuka kecewa.


"Menurutmu nona?" jawab Cloud.


"Sudahlah, Ayo kita kembali nona kau sudah terlalu lama di dalam air, lagi pula ini dalam sekali" pinta Cloud.


"Tidak aku mau mencobanya lagi" tolak Hiyuka.


"Baiklah terserah kau nona, yang jelas aku mau kembali, tapi hati-hati nona, di danau ini ada buaya besar loh..." Ucap Cloud mencoba menakuti Hiyuka.


"Mana ada aku tidak melihatnya sejak tadi" elak Hiyuka.


"Kau tidak melihatnya nona karena mereka sedang bersembunyi, ah.. mungkin saja mereka sekarang sedang berenang di dalam air dan mengintaimu dari kerjauhan, dan saat kau lengah happ...." Ucap Cloud dengan suara tinggi "Mereka akan memakanmu nona" ucap Cloud lagi menakuti Hiyuka.


"Ahhh..." Teriak Hiyuka reflek langsung memeluk Cloud karena merasa takut akan cerita Cloud.


Cloud yang kaget dengan pelukan tiba-tiba Hiyuka seketika hampir tenggelam ke dalam air, karena tubuhnya belumlah siap menopang berat tubuh Hiyuka yang memeluknya erat secara tiba-tiba.


"Di mana? mana buayanya? ahh.. Tolong.. tolong aku.." Jerit hiyuka masih sambil memeluk Cloud.


Rasanya Cloud ingin sekali tertawa dengan tingkah Hiyuka saat ini tapi dia tahan sekuat mungkin.


"Nona aku rasa buayanya sudah mulai mendekat" bisi Cloud di teliga Hiyuka.


"Ahh... Dimana-dimana?" teriak Hiyuka histeris karena ketakutan sampai-sampai Hiyuka mengeratkan pelukannya dan mengaitkan kakinya di pinggang Cloud.


"Itu nona di kemari nona" ucap Cloud lagi mendramatisir.


"Ahhhh... Ahhh" teriak Hiyuka benar-benar ketakutan.


"Hahahah... Hahah.." kini Cloud sudah tidak bisa menahan tawanya lagi dia tertawa lepas karena melihat Hiyuka ketakutan.


"Menurutmu?" jawabnya.


Cloud memandang lekat mata Hiyuka, dan dia bisa melihat jelas kesedihan yang ada di mata Hiyuka, sejenak mereka saling bertatapan, baik Cloud maupun Hiyuka sama-sama menatap mata masing-masing dengan dalam, sehingga tanpa mereka sadari wajah mereka sudah mendekat satu sama lain, namun tiba-tiba ada suara yang berteriak memanggil Hiyuka.


"Nona? muda Nona?" teriakan itu menyadarkan keduanya


"Ehem..." Cloud berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya" sepertinya mereka mencarimu" tanya Cloud.


"Ah iya benar" jawab Hiyuka.


"tadi kau membohongiku, kurang ajar" pekik Hiyuka dan hanya dibalas senyuman oleh Cloud.


Sekali lagi Cloud dan Hiyuka kembali bertatapan "aku akan membantumu berenang ketepi" seru Cloud.


"Tidak usah aku bisa sendiri" tolak Hiyuka.


"Ah ya.." Jawab Cloud.


Mereka sama-sama berenang ke tepi sungai, sesampainya di tepi sungai asisten pribadi Hiyuka membantu mengeringkan tubuh hiyuka.


"Nona bagai mana nona bisa ada di tengah danau?" tanya Damnim.


"Ah dia tadi bilang ingin melihat buaya" jawab Cloud menimpali, hal itu sukses dapat pelototan mata dari Hiyuka.


"Ah.. Benarkah itu nona?" tanya Damnim lagi.


"Ya ya betul bahkan aku memeluk buaya itu" jawab hiyuka sambil melayangkan tatapan sinis pada Cloud.


Cloud hanya ternganga mendengar perkataan hiyuka yang secara tidak langsung mengatainya buaya.


"Sudahlah ayo kita pulang, sebelum buaya itu mengikuti kita" ucap Hiyuka lagi.


Semua orang di buat bingung dengan apa yang dikatakan Hiyuka, pasalnya di danau itu tidak ada buaya,


"Tapi nona setahuku di danau ini tidak ada buayanya" ujar paman Yoojin heran.


"Ada paman bahkan tadi aku melihatnya, ahh.. Sudahlah ayo kita pergi" ucap Hiyuka sambil langsung masuk ke dalam tandu dan menutup pintu tandu itu keras dan Membuat semua orang terlonjak kaget.


"Kami permisi Tuan" ucap Paman Yoojin dan dianggukki oleh Cloud.


Hiyuka dan tandunya kini telah pergi menjauh Cloud memandangi tandu itu sampai menghilangkan dari pandangannya "kita akan bertemu lagi rubah kecilku" ucap Cloud.