
Cloud membawa laju kudanya ke arah kediaman keluarga Natagawa, Cloud menghentikan laju kudanya beberapa meter dari kediaman Natagawa, Cloud memilih tempat yang sepi dan tidak di lalui banyak orang untuk menghentikan kudanya.
"Sampai" ucap Cloud.
Hiyuka melihat bangunan rumah keluarga Natagawa yang cukup luas, etah mengapa hatinya terasa kebas dan tidak ingin pergi jauh dari Cloud untuk memasuki rumah tersebut.
"Paman Yoojin bilang dia akan menjemput mu di sini, tapi entah di mana dia sekarang?" ucap Cloud sambil melihat kesana kemari.
"Tuan..." Tanya Hiyuka gugup.
"Iya" jawab Cloud sambil melihat wajah Hiyuka yang nampak begitu dekat dengannya, karena mereka masih duduk di atas kuda Jorge milik Cloud.
"Apa kita akan bertemu lagi?" tanya Hiyuka meragu.
Cloud dapat melihat wajah Hiyuka yang sendu dan sorot matanya yang di penuhi ketakutan.
"Entahlah aku tidak tahu" jawab Cloud jujur.
"Begitu ya" ucap Hiyuka kecewa.
Cloud mengeluarkan pistol kecilnya dari dalam saku dan memberikannya pada Hiyuka.
"Peganglah, dan sembunyikan ini dengan baik, bawalah kemanapun kau pergi, dan gunakanlah di saat kau benar-banar dalam bahaya." Pinta Cloud.
Hiyuka memandangi pistol kecil yang ada di tangannya yang diberikan Cloud padanya.
"Terimakasih" ucap Hiyuka sedikit tenang.
"Hati-hati saat menggunakannya, karena itu sangat berbahaya" ucap Cloud lagi.
"Kalau begitu kau harus mengajari ku cara menggunakannya bukan?" tanya Hiyuka penuh harap.
Cloud hanya terkekeh menanggapi apa yang di katakan Hiyuka.
"Kau tidak mau mengajari ku?" tanya Hiyuka kecewa.
"Baiklah, tapi sebelumnya kau harus memikirkan seribu alasan untuk bisa keluar dari rumah itu" ucap Cloud sambil menunjuk arah kediaman keluarga Natagawa.
"Itu bisa di atur" jawab Hiyuka penuh percaya diri.
"Ya buktikanlah" ucap Cloud.
Sejenak mereka saling berdu pandang, hingga akhirnya Cloud merasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirnya.
Satu kecupan ringan di berikan Hiyuka pada Cloud, Cloud memandang lekat wajah Hiyuka yang memerah karena merasa malu atas apa yang dia lakukan.
Cloud menarik wajah Hiyuka yang terduduk malu, dan mencium Hiyuka dengan penuh kelembutan.
"Ada yang datang" ucap Cloud sambil mengatur napasnya setalah apa yang mereka lakukan.
Mendengar itu Hiyuka cepat-cepat mengenakan kembali matelnya higga berhasil menutup kepalanya dengan sempurnya.
Cloud melihat paman Yoojin dan beberapa pengawalnya sudah hampir mendekat.
"Tuan" sapa paman Yoojin.
Hiyuka melepas matelnya saat mendengar suara orang yang sangat dia kenal.
"Paman Yoojin" panggil Hiyuka.
"Nona Muda" jawab paman Yoojin haru sambil turun dari kudanya.
Cloud pun ikut turun dari kuda Jorge yang dia naiki dan membatu Hiyuka untuk turun juga.
"Anda selamat nyonya, terima kasih" ucap paman Yoojin.
"Terimakasih padamu tuan yang sudah berhasil menyelamatkan nona muda kami" ucap paman Yoojin.
"Tidak masalah, lain kali kau harus menjaganya lebih baik lagi" pinta Cloud.
"Tentu saja tuan, saya akan pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi" jawab paman Yoojin.
"Nona mari kita pulang" ajak paman Yoojin.
Deg...
Mendengar itu hati Hiyuka menjerit ingin menolak dan tidak ingin pergi jauh dari Cloud yang mampu membuat hati Hiyuka begitu tenang saat di dekatnya.
Hiyuka melihat kearah Cloud, Cloud hanya menganggukan kepalanya, lalu membantu Hiyuka menaiki tandunya.
"Jaga dirimu" pinta Cloud lalu dia menutup pintu tandu yang di naiki Hiyuka.
"Aku akan mengantar dari jarak jauh, dan cepatlah bawa nona mu masuk" pinta Cloud pada paman Yoojin.
"Baiklah tuan, sekali lagi terima kasih" ucap paman Yoojin sambil menundukkan kepalanya.
Lalu paman Yoojin dan semua pengawalnya pergi dari tempat itu, masuki pintu utama kediaman keluarga Natagawa.
Cloud hanya mengamatinya dari kejauhan sampai tandu yang di tumpangi Hiyuka benar-benar memasuki kediaman keluarga Natagawa.
"Aku pun berharap kita akan bertemu kembali Nona muda Hiyuka Natagawa." Ucap Cloud lalu Cloud pun pergi dari sana setalah memastikan Hiyuka benar-benar aman.