Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chpater 83: Hari Pemakaman


Karina terdiam mendengar pertanyaan dari Ryan. Yang memberi pertanyaan menanti jawaban Karina dengan bersandar di mobil.


"Jika kau tidak mau ya... Aku pulang saja" ucap Ryan yang membuka pintu mobil tapi langsung ditahan oleh Karina.


"Tunggu! Jangan pulang! Aku segera kembali" jawab Karina yang terburu - buru masuk rumahnya.


Ryan hanya tersenyum saja melihat Karina. Dia melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya yang dimana jarum jam menunjukkan pukul enam tiga puluh sore. Tidak lama kemudian Karina kembali dengan membawa kotak makan berwarna putih.


"Ini! Aku ada sedikit cemilan untuk bibi Rosie dan paman Niki" ujar Karina yang menyerahkan kotak makan tersebut.


"Untukku?" tanya Ryan yang menerima kotak makan tersebut.


"Eh? Ehmmm... Makanlah sama - sama bibi dan paman,hehehe" jawab Karina yang tertawa sedikit.


"Hahaha... jandaku ternyata sangat lucu" Ryan memberikan kecu pan ringan di dahi Karina.


Karina tersipu malu mendapat kecu pan tersebut. Ryan masuk kembali ke mobilnya dan menyalakan mobilnya. Karina melambaikan tangannya kepada Ryan dan dibalas oleh Ryan.


Melihat Ryan yang sudah pergi menjauh Karina langsung lompat - lompat kegirangan mendapatkan perlakuan tadi dari kekasihnya. Karina berjalan sambil loncat - loncat kecil masuk ke rumahnya. Sedangkan dari dalam rumah, Bimo bisa melihat semua yang terjadi dan dia ikut senyum - senyum sendiri.


Selama perjalanan kembali ke rumahnya, Ryan merasa ada sesuatu hal yang menjanggal di benaknya. Ryan terus berpikir apa penyebab timbulnya perasaan itu. Karena masih di perjalanan akhirnya Ryan berpikir nanti saja saat sudah sampai di rumahnya.


...****************...


Hari - H pemakaman sang ibu Ryan, yang hadir cuman beberapa orang saja. Ryan mengajak Karina dan Bimo hadir di acara pemakaman ibunya. Sang ibu sudah dimasukkan ke dalam peti dan siap dikubur. Ryan dan Ryaiden terlihat tidak tersenyum sama sekali walaupun bibi Rosie memberikan dukungan kepada mereka berdua tapi hal tersebut tidak ampuh.


Ryaiden sudah memanggil ambulans sekarang tinggal dimasukkan ke ambulansnya. Ryan dan Ryaiden membantu para medis untuk mengangkat peti sang ibu. Peti sang ibu sudah dimasukkan ke mobil ambulans dan sekarang tinggal berangkat ke kuburan.


Ryan satu mobil dengan Karina dan Bimo sedangkan Ryaiden satu mobil dengan bibi Rosie dan paman Niki. Mobil ambulans berjalan terlebih dahulu kemudian diikuti oleh mobil - mobil yang lain.


Di dalam mobil Ryaiden, bibi Rosie berusaha menahan tangisnya yang hampir jatuh. Paman Niki mengelus pelan punggung istrìnya agar merasa lebih tenang. Ryaiden menarik nafas panjang lalu menghembuskannya untuk merasa lebih tenang.


Lima belas menit kemudian mereka semua sudah sampai di kuburan. Ryan dan Ryaiden membantu para medis mengangkat peti sang ibu menuju liang yang sudah disiapkan. Salah satu petugas medis melarang dua saudara ini masuk ke liang dan mengatakan untuk menyerahkan pekerjaan ini kepada yang lebih ahli.


Peti mati sudah dimasukkan ke liang lahat dan mulai ditutup. Ryan menggenggam kuat tangan Karina dan yang digenggam hanya bisa menggenggam kembali tangan Ryan. Liang sudah tertutup, Ryan memasangkan batu nisan di atas tanah tersebut. Semua keluarga langsung menaburkan bunga ke atas tanah kecuali Karina karena bunga yang ditaburkan termasuk bunga berukuran besar.


Seluruh proses pemakaman sudah dilaksanakan dan beberapa tamu sudah meninggalkan kuburan. Yang masih ada di kuburan cuman,Ryan,Karina,Bimo,Ryaiden,bibi Rosie,paman Niki,dan ibunya Michael. Ibunya Michael menghampiri Ryan untuk berbicara hal penting.


"Ryan! Bibi mau mengucapkan terima kasih banyak telah memasukkan Michael ke dalam penjara" ucap ibunya Michael yang menggenggam kedua tangan Ryan kemudian disatukan.


"Tidak perlu berterima kasih bibi Tina! Aku melakukannya demi kekasihku" jawab Ryan kepada ibunya Michael yang bernama Tina.


"Hahaha... Mulai deh Ryan! Bibi kenal sekali sama Karina jadi kalau perlu apa - apa mengenai Karina bisa menghubungi bibi,cek!" bibi Tina membentuk tangannya seperti ponsel lama kemudian menggoyangkannya di dekat telinganya.


"Baiklah bibi! Apa bibi tidak mau mampir dulu ke kafe Karina atau restoran Ryan?".


"Bibi mau ke kantor polisi hari ini,mau jenguk Michael. Kalau begitu bibi pamit pergi dulu".


Bibi Tina pergi dari sana. Ryan melambaikan tangannya kepada bibi Tina yang mulai menjauh. Karina memeluk Ryan dari belakang lalu ada Bimo di kaki Ryan.


"Kenapa kita kesana lagi? Bukannya semua proses acara sudah dilaksanakan?" tanya Karina yang sedikit kebingungan kenapa diajak kembali ke kuburan ibunya.


"Ada satu orang lagi belum datang" jawab Ryan yang tetap mengajak Karina dan Bimo kesana.


"Siapa?".


"Lihat saja sendiri nanti".


.......


Saat mereka bertiga sampai disana ternyata orang yang dimaksud Ryan adalah pak Burdi atau sang ayah. Ryan melihat ayahnya sedang berbicara dengan Ryaiden.


"Oh Ryan! Waktu yang tepat sekali! Aku ingin bicara sesuatu kepadamu" ucap pak Burdi yang melambaikan tangannya kepada Ryan.


"Katakan saja ayah" jawab Ryan yang menurunkan Bimo.


"Terima kasih sudah menjadi anak yang berbakti untuk ayah dan ibu walaupun kalian sudah tidak dekat ayah lagi" pak Burdi mengucapkan rasa syukurnya kepada kedua putranya.


"Kita berdua kalau kita adalah anak yang kurang berbakti kepada ibu dan kurang menurut jadi sebagai penghormatan terakhir aku dan Ryaiden menyiapkan segala macam kebutuhan untuk proses pemakaman" Ryan mengatakannya dengan tulus melalui dari lubuk hatinya.


"Yang dikatakan kak Ryan benar! Kita hanya melakukannya untuk sebagai penghormatan terakhir dan ucapan permintaan maaf kepada ibu" sambung Ryaiden terhadapan perkataan sang kakak.


Pak Burdi memeluk kedua putranya karena bisa sadar atas kesalahannya terhadap sang ibu. Karina tersentuh melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Bimo sedikit bingung dengan ucapan orang dewasa yang ada dihadapannya tapi dia memeluk kaki ibunya cuman sekedar ikut - Ikutan saja.


"Apa ayah jadi menikah dengan wanita itu?" tanya Ryan yang langsung beralih ke topik lain.


"Ayah mengundur terlebih dahulu acara sebab ayah mau menyelidiki terlebih dahulu tentang wanita ini lebih lanjut dan dibantu oleh Ryaiden" jawab pak Burdi yang menepuk pundak putra keduanya.


"Apa kau sudah meminta bantuan kepada Andi? Aku sarankan kau minta bantuan kepadanya agar masalah ini cepat selesai" tanya Ryan kepada Ryaiden.


"Tenang saja! Aku sudah melakukannya dan dia minta hal sesuatu yang rahasia kepada diriku sebagai imbalannya" jawab Ryaiden dengan santainya.


"Baguslah! Sekarang aku harus kembali ke restoran bersama Karina dan Bimo" Ryan mengajak Karina dan Bimo pergi dari sana.


"Ryan!" panggil pak Burdi.


"Kenapa,ayah?".


"Jaga wanitamu baik - baik! Ayah merestui hubunganmu dengan Karina".


Setelah mendengar ucapan sang ayah, Ryan menggandeng Karina dan Bimo di sisi kanan kirinya. Dia berjalan dengan wajah full senyumnya.


MAAF AUTHOR TIDAK BISA UPDATE KEMARIN NAMUN SEBAGAI GANTINYA AUTHOR BAKAL MELAKUKAN CRAZY UPDATE GUYS SORRY YA CUMAN BISA UP DUA CHAPTER


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>