Cafe And Restoran

Cafe And Restoran
Chapter 120: pesan disampaikan


Ryan sangat terkejut mendengar ucapan Dio. Sebenarnya Ryan masih belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Dio tapi karena ini adalah pesan mimpi sudah pasti kalau pesan ini sangat penting.


"Lalu..... Aku harus melakukan apa? Aku masih bingung" tanya Ryan yang masih kebingungan harus bertindak seperti apa.


"Pertama sampaikan pesanku pada Cyndria bersaudara termasuk Karina, kedua kau harus tetap melakukan pernikahanmu,ketiga ganti nama pemilik kafe jadi namamu menurutku sangat tidak mungkin memberikan kafe tersebut kepada Bimo di usia dia saat ini,dan yang terakhir jagalah Karina sebaik - baiknya jangan biarkan dia terluka" jawab Dio yang memberikan berbagai solusi.


"Apa kau yakin memberikan kafemu kepadaku? Masalahnya aku masih orang baru di lingkungan tersebut" Ryan masih ragu dengan keputusan Dio memberikan kafenya kepada Ryan.


"Jangan khawatir! Aku salat yakin bahwa kau adalah orang yang tepat untuk menjaga cafe tersebut" Dio menepuk bahu Ryan dengan penuh keyakinan.


Ryan menjadi akan dengan keputusan yang dikatakan oleh Dio. kemudian Ryan mengajukan kepalanya dan Dio memahami anggukan kepala tersebut.


"Kalau begitu itu aku pergi dulu,jangan lupa jaga anak dan istri ku" Dio menghilang dari mimpi Ryan dan setelah menghilangnya Dio,Ryan mulai terbangun.


Ryan memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat dari bangun tidur. Matanya melihat sekeliling dan teringat tentang pesan yang diberikan oleh Dio. Ryan masuk ke mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju restoran dia.


Sesampainya di restoran, Ryan melihat karina,dua adiknya, dan Bimo masih disana. Ryan langsung menghampiri Karina dan memeluk tubuhnya. karina yang terkejut dengan pelukan yang diberikan Ryan.


"Kau kemana saja? Ada apa dengan dirimu?" Karina memeluk kembali tubuh Ryan lalu mengelus punggungnya.


"Aku bertemu Dio di dalam mimpi! Dan dia menyampaikan beberapa pesan...." Ryan mulai menceritakan apa yang terjadi di mimpinya tadi.


Dhika dan Andi sebenarnya sedikit meragukan ucapan Ryan tapi informasi yang diberikan Ryan adalah informasi yang sangat penting. Andi mulai menghubungi beberapa anak buahnya agar memeriksa informasi tentang Carloa dan Kivana. Dia yakin kalau pelaku utamanya pasti mereka berdua.


Ryan sudah selesai menceritakan tentang pesan Dio. Karina sangat terkejut mendengar pesan yang disampaikan oleh mendiang suaminya. Sejujurnya Ryan masih meragukan pesan tersebut tapi dia harus yakin kalau pesan mimpi tersebut adalah pesan sesungguhnya.


"Bagaimana bisa Pinko dan dua kakaknya melakukan hal seperti itu? Apa mereka sudah dibutakan oleh nafsu?" Karina masih merasa heran dengan tiga saudara iparnya.


"Aku juga tidak mengerti kenapa mereka seperti itu yang jelas kita harus tetap waspada dalam keadaan apapun" Andi masih mengutak - atik laptopnya karena sudah mendapat informasi yang dia cari.


"Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Dhika yang melirik sedikit ke arah laptopnya Andi.


"Belum! Tapi pasti ada sesuatu yang menarik" jawab Andi yang membaca informasi tersebut secara teliti.


Dhika juga membantu Andi dalam mencari informasi. Situasi saat ini masih mengancam untuk melakukan sebuah pernikahan tapi Ryan harus segera melaksanakan pernikahannya agar Karina segera menjadi sepenuhnya miliknya.


...****************...


Karina memahami posisi Ryan yang menjadi andalan Andi dalam menjalankan tugas. Namun Karina tidak pernah memaksa Ryan untuk ikut dalam memilih kecuali waktu yang dimiliki Ryan memang cukup untuk ikut memilih. Walaupun Karina melarang Ryan untuk ikut di tengah kesibukannya tetapi Ryan tetap ingin ikut dan Karina tidak punya pilihan lain.


Hari ini Ryan dan Karina pergi ke salah satu butik biasa bukan butik terkenal. Alasan mereka memilih pergi ke butik biasa karena takutnya ada yang mengikuti mereka.


Karina sedang mencoba gaun pernikahan rancangan butik biasa. Gaun tersebut terlihat sangat cantik walaupun dari tempat biasa Karina sangat menyukai gaun tersebut karena sangat sesuai dengan keinginannya dan sangat pas di tubuhnya.


Selanjutnya beralih ke Ryan yang sedang mencoba beberapa jas andalan butik tersebut. Dalam acara pernikahan yang akan dilaksanakan sekitar sembilan hari lagi. Ryan sedikit bingung dalam memilih pakaian pengantin pria karena menurut dia semua pakaian yang dia kenakan sangat bagus dan sesuai dengan seleranya.


"Bagaimana kalau yang ini sweetie?" tanya Ryan yang menunjukkan pakaian yang dia kenakan kehadapan Karina.


"Lumayan sih tapi aku kurang suka desain jasnya, apa bisa diganti mbak?" jawab Karina yang menilai pakaian pengantin pria.


"Tentu saja bisa nona! Silakan dipilih" pegawai butik menyerahkan beberapa jas pengantin pria kepada Karina.


Dengan cekatana Karina memilih jas yang sempurna untuk Ryan. Sampai pada akhirnya Karina menemukan satu jas yang sangat sesuai dengan pekerjaan Ryan sekarang.


"Coba yang ini honey!" Karina memberikan jas pilihannya kepada Ryan.


Langsung saja Ryan memakai jas tersebut kemudian menunjukkannya kepada Karina. Mata Karina mulai menilai penampilan Ryan setelah mengganti jas.


"Bagus! Yang ini saja mbak" Karina membantu Ryan melepas jasnya kemudian menyerahkannya kepada pegawai butik.


"Kalau begitu mbak saya jadikan satu saja dengan gaun yang tadi" pegawai butik itu memasukkan jas tersebut ke bungkusan gaun pengantin.


Selesai memilih dan mencoba pakaian pernikahan dua sejoli itu pergi ke salah satu restoran. Sialnya saat mereka sampai di restoran tersebut ada pemandangan tidak mengenakan disana. Pemandangan tersebut adalah Carlos bertemu dengan Andi. Adik dari Karina tersebut belum menyadari kehadiran sang kakak dan Ryan.


Dilihat dari jauh tampaknya Carlos dan Andi membicarakan hal yang sangat serius sekali. Saat Karina akan menghampiri Andi tiba - tiba saja Ryan memegang tangan Karina lalu menggelengkan kepalannya.


"Sebaiknya jangan! Kita dengarkan dari jauh saja agar lebih aman" Ryan menarik Karina menuju salah satu kursi yang lumayan dekat dengan meja yang ditempati Carlos dan Andi.


"Kita harus mendengarkan pembicaraan mereka sebaik - baik mungkin" Ryan duduk dihadapan Karina dan memasang indera pendengarannya sebaik mungkin.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN.BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>