Bekerja Atau Bercinta

Bekerja Atau Bercinta
PERANG


Mata Bisma langsung membeliak sempurna mendengar misinya untuk membuat manajernya hamil sudah berhasil. Bayangan nominal uang di dalam rekeningnya mulai menari-nari di pelupuk matanya. Pernikahan ala negeri dongeng seperti keinginan Allegra pun akan bisa ia wujudkan bulan depan.


“Bisma!” panggil Ninis lagi di ujung panggilan membuyarkan lamunan Bisma.


“Milikmu memang sangat luar biasa! Baru dua bulan saja bercinta denganmu, aku sudah bisa mengandung benih darimu. Terima kasih, Bisma! Aku akan segera membayar jerih payahmu selama ini!” lanjut Ninis lagi yang belum sempat dijawab oleh Bisma, panggilan mereka sudah terputus.


“Oh, jadi selingkuhnya bukan hanya sebulan seperti yang dikatakan oleh Allegra. Ternyata kau sudah berselingkuh selama dua bulan ya!” ucap Vincent yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Bisma.


Betapa terkejutnya Bisma mendengar suara Vincent dan membuatnya langsung berbalik dan


Bugh! Hantaman Vincent kembali mendarat di rahang Bisma. Satu pukulan keras dari Vincent berhasil membuat ujung bibir Bisma mengeluarkan darah segar.


Vincent yang sengaja kembali menemui Bisma saat Allegra ke toilet sangat tidak terima mendapati wanita yang ia cintai ditipu oleh tunangannya sendiri.


“Kau benar-benar tidak pantas bersanding dengan Allegra!” ucap Vincent yang siap untuk kembali mendaratkan pukulannya ke arah Bisma.


Namun, kali ini Bisma tidak tinggal diam seperti sebelumnya. Dengan tangkas Bisma menangkis pukulan Vincent dan membalas memukulnya dengan membabi buta.


“Kaulah yang sebenarnya tidak pantas untuk mendekati Allegra! Dia calon istriku dan kau sama sekali tidak berhak sedikitpun untuk merebutnya dariku!” Pukulan Bisma mendarat tepat di perut Vincent dan kemudian ia memukul tengkuk leher Vincent sampai jatuh tersungkur.


“Bahkan kau berani menjebol gawang miliknya yang seharusnya menjadi hak-ku!” Bisma menarik kerah baju Vincent dan kemudian bersiap memukulnya tepat di wajah. Untungnya Vincent dengan cepat berkelit dan mendorong Bisma sampai terjerembab ke belakang.


“Lelaki biadab sepertimu sama sekali tidak pantas bersanding dengan wanita suci seperti Allegra!” balas Vincent sambil menginjak perut Bisma dengan kakinya. Bisma yang memang jago bela diri pun dengan mudahnya bangkit dan kembali menyerang Vincent.


Allegra yang baru saja keluar dari toilet pun mencari keberadaan Vincent. Sebelumnya, Vincent memang sudah mempersilahkan dirinya untuk memilih ponsel mana yang ia sukai. Namun, Allegra merasa tidak enak menerima tawaran dari Vincent dan memutuskan untuk memilih ponsel bersamanya.


Sayangnya, Vincent sama sekali tidak terlihat oleh Allegra sampai matanya tertuju ke arah perkelahian antara dua orang laki-laki di luar. Tanpa berfikir panjang, Allegra langsung berlari ke luar dan berteriak dengan kencang agar perkelahian mereka berhenti.


“Kak Viiin! Mas Bismaaa! Berhentiii!” teriak Allegra tepat saat pukulan Bisma mendarat di rahang Vincent.


Teriakan Allegra kali ini berhasil membuat keduanya berhenti berkelahi dan diam terpaku. Dengan cepat Allegra mendekati Vincent dan memeriksa luka memar di wajahnya. Tapi, saat ia menatap tajam ke Bisma, wajahnya juga menampakkan luka memar yang lebih parah dari Vincent.


“Dia yang sudah memulai perkelahian ini lebih dulu, Alle! Aku hanya membela diri,” ucap Bisma yang tentunya meminta Allegra untuk mendukungnya.


Ucapan Bisma kali ini membuat Allegra menghela nafasnya panjang sambil memandangi Vincent.


“Aku yakin, Kak Vin pasti memiliki alasan khusus kenapa dia sampai memukulimu, Mas!” balas Allegra sambil mengusap ujung bibir Vincent yang mengeluarkan darah segar dengan jarinya.


Pembelaan yang keluar dari mulut Allegra kali ini membuat Vincent berbunga-bunga. Bahkan rasa sakit dari pukulan Bisma pun hilang seketika. Hal ini membuat ia semakin yakin untuk terus memperjuangkan Allegra meski waktunya sangat singkat.


“Tapi, Alle …”


“Diam!” gertak Allegra yang sama sekali tidak memberikan kesempatan Bisma untuk membela diri.


Vincent kemudian menggenggam tangan Allegra, “Bisma bukan hanya satu bulan ini berselingkuh di belakangmu, Allegra. Melainkan sudah dua bulan dan kini Ninis sudah positif mengandung anak dari Bisma!” jelas Vincent membuat tangan Bisma mengepal geram.


“Kurang ajar!” umpat Bisma. “Aku sama sekali tidak takut denganmu meskipun kau adalah anak dari pemimpin perusahaan! Kali ini aku akan membuat perhitungan dengan cara membeberkan kebusukanmu di depan semua orang karena kau sudah meniduri Allegra!” ancam Bisma.


“Kak Vin tidak meniduriku, Mas! Aku masih perawan!” bentak Allegra yang sudah sangat geram menghadapi Bisma.


“Kau benar-benar membuatku sangat kecewa, Mas! Jangan salahkan aku jika pernikahan kita memang harus dibatalkan!”


“Kalau kau menggagalkan pernikahan kita, berarti kau sudah tega menghabisi nyawa ibu dan juga mamamu, Allegra! Kau tidak tahu bukan jika mamamu itu menderita serangan jantung?”


Ucapan Bisma kali ini membuat langkah Allegra terhenti.


“Lakukan saja niatmu untuk menggagalkan pernikahan kita jika kau memang ingin menjadi seorang pembunuh!”


Allegra menggigit bibirnya sekuat mungkin sampai tanpa ia sadari air matanya sudah mulai membasahi pipinya. Ia sama sekali tidak tahu jika mamanya menderita serangan jantung seperti yang dikatakan oleh Bisma. Selama ini mamanya tampak baik-baik saja setiap ia pulang ke rumah.


“I don't care!” ucap Allegra dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Bisma.


Kepergian Allegra yang tampak tidak peduli dengan ancamannya membuat Bisma sangat frustasi. Ia mengacak rambutnya dengan kesal. “Aku harus segera mencari penerbangan untuk kembali dan menemui kedua orang tua Allegra! Pernikahan ini tidak boleh dibatalkan.”


💥💥💥


Selama perjalanan kembali ke hotel, Allegra dan juga Vincent sama-sama terdiam seribu bahasa. Banyak hal yang berkelebat memenuhi pikiran mereka masing-masing. Sampai akhirnya mereka berdua tiba di hotel.


“Jangan khawatir, Alle! Aku sudah pernah berjanji bukan untuk membantu menyelesaikan masalahmu,” ucap Vincent sambil menggenggam tangan Allegra.


Allegra memaksakan dirinya untuk tersenyum dan menatap Vincent. “I will be okey, Kak! Aku akan membantu membersihkan luka Kak Vin sebelum kembali ke kamar,” ucap Allegra sambil membuka pintu mobil dan keluar.


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke kamar dan sesampainya di sana, Allegra segera mengambil kotak P3K.


“Harusnya Kak Vin tidak bertindak sejauh ini. Jika memang Bisma itu buruk, cukup beritahu aku tanpa harus berkelahi.” Allegra mulai membersihkan luka yang hampir mengering di wajah Vincent.


“Maaf!” ucap Vincent dan Allegra hanya menjawabnya dengan deheman singkat.


Vincent terus saja memandangi wajah Allegra yang kini tengah mengobatinya. “Apa papa dan juga mamamu sangat galak, Alle?” tanya Vincent tiba-tiba.


Allegra hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Apa mereka sangat menyayangi Bisma?” tanya Vincent lagi dan kini Allegra menghentikan aktivitasnya. Tak lama kemudian Allegra menghela nafasnya panjang dan menganggukkan kepalanya.


“Mas Bisma sangat pandai mengambil hati papa dan mama!” balas Allegra sambil melanjutkan membersihkan luka Vincent.


“Apa yang membuat kedua orang tuamu menyayangi Bisma selain karena orang tua kalian berdua itu bersahabat?”


“Mas Bisma itu rajin membantu papa saat berkunjung ke rumah. Kebetulan papa sangat senang berkebun dan Mas Bisma sangat terampil untuk hal itu.”


“Tidak hanya itu, Mas Bisma juga sudah dianggap oleh papa sebagai partner bermain catur. Mereka berdua sering lupa waktu jika sudah menghadapi papan catur.”


“Oh, kalo mamanya Allegra gimana? Apa yang mama suka dari Bisma?”


Pertanyaan Vincent membuat Allegra mengerutkan dahinya. “Kalo mama aku rasa tidak ada alasan lain selain hubungan persahabatannya dengan Ibunya Mas Bisma. Memangnya kenapa, Kak?”


“Oh, nggak papa, Alle! Sepertinya proyek kali ini harus diundur dulu! Kita harus segera meninggalkan Bali karena ada proyek besar yang lebih penting!” balas Vincent.


“Loh, kenapa? Bukannya progress dari proyek ini sudah hampir mencapai 100 persen? Memangnya apa yang lebih penting, Kak?” tanya Allegra yang terdengar kurang setuju.