Bekerja Atau Bercinta

Bekerja Atau Bercinta
BISIKAN SETAN


Tangan Bisma mengepal geram saat mendengar suara laki-laki dari ponsel Allegra. Terlebih saat mengetahui jika malam ini Allegra menghabiskan malam dengannya. Dengan geram Bisma meninju dinding kamarnya dengan sangat keras.


“Aaarrrggghhh!” pekik Bisma geram. “Kenapa kau balik mengkhianati aku, Alle?”


Bisma terduduk sambil menutup muka dengan kedua tangannya. “Aku melakukan ini semua karena aku butuh uang untuk pengobatan ibu, Alle. Ini semua aku lakukan karena terpaksa.”


“Setelah Ninis terbukti mengandung, aku juga tidak akan lagi berhubungan dengannya. Tapi, kenapa kau justru membalas aku dengan cara seperti ini, Allegra!”


Bisma kali ini benar-benar terpuruk di sudut kamarnya. Keadaan yang memaksanya untuk bercinta dengan manajernya membuatnya harus merasakan dikhianati oleh Allegra, kekasih setianya yang menjalin hubungan selama sepuluh tahun ini.


Tak lama kemudian, Bisma membuang nafasnya kasar dan bangkit dari tempat duduknya, “Aku harus mencari dimana Allegra malam ini. Aku yakin belum terlambat untuk menyelamatkan Allegra dari pria hidung belang itu,” gumam Bisma yang langsung meraih laptop miliknya.


Ia ingat betul jika ponsel milik Allegra pernah ditautkan ke dalam laptop agar suatu saat Allegra tidak ada kabar atau menghilang seperti ini, ia bisa melacaknya. Tanpa menunggu lama, Bisma langsung mengetahui dimana posisi Allegra malam ini.


“Apa? Di Bali? Sejak kapan Allegra ke Bali? Bukankah baru kemarin aku bertemu dengannya di taman kota?”


Bisma mengacak rambutnya kasar. “Aku harus menyusulnya! Ini sama sekali tidak bisa dibenarkan!” gumam Bisma yang segera mencari penerbangan menuju ke Bali dan meminta izin kepada Ninis untuk tidak bekerja beberapa hari ke depan.


💝💝💝


Di sisi lain, Vincent yang sudah satu jam merebahkan tubuhnya di sofa sama sekali tidak dapat memejamkan matanya. Berkali-kali ia memandang ke arah tempat tidur dimana Allegra sedang terlelap di atas sana.


‘Kalau memang sulit tidur, kenapa tidak datangi saja Allegra? Jangan sia-siakan kesempatan emas ini, Vincent! Kalau perlu, buat Allegra mengandung anakmu. Dengan begitu, kau akan bersama dengan Allegra selamanya,’ bisik setan yang mulai mempengaruhi pikiran Vincent.


‘Jangan Vincent! Kamu harus tetap menjaga kesucian Allegra sampai nantinya kalian berdua menikah! Kalau Allegra kehilangan kesuciannya, dia pasti akan membencimu selamanya dan kau tidak bisa lagi bersanding dengannya,’ bisik malaikat menahan Vincent agar tidak terpengaruh oleh bisikan setan.


‘Dasar malaikat bodoh! Kalau Allegra hamil dan punya anak, Vincent justru akan semakin terikat dengan Allegra karena status anaknya itu. Sudahlah, Vincent. Hajar saja sampai hamil. Bukankah ciuman yang tadi sangat nikmat bukan?’ Kali ini setan makin dahsyat membisiki Vincent sampai tangan Vincent tergerak memegangi bibirnya sendiri.


‘Ciuman dari Allegra benar-benar sangat nikmat dan membuat aku ketagihan. Apalagi pagutannya sudah mulai menantang meski baru pertama kalinya,’ gumam Vincent dalam hati yang sudah mulai terpengaruh dengan bisikan setan.


‘Tahan, Vincent! Jika kamu mengedepankan bisikan setan, ini akan menyusahkan Allegra nantinya. Apa kamu tega melihat Allegra tersiksa dengan kehamilannya karena perbuatan gilamu? Allegra itu statusnya masih menjadi bawahanmu. Statusmu sendiri adalah tunangan dari Miss Berniss yang sudah menunggu kesiapanmu untuk menikahinya. Bagaimana jika nantinya hidup Allegra sangat tertekan bukan dari kehamilannya saja, tapi juga tertekan oleh keluargamu dan juga Miss Berniss?’ tahan malaikat membuat Vincent langsung terduduk sambil mengatur nafasnya pelan.


“Oh My God! Apa yang harus aku lakukan sekaraaang?” tanya Vincent bermonolog dengan suara yang cukup keras.


Suara Vincent membuat Allegra mengulet panjang sampai selimut yang menutupi tubuhnya terbuka. Pemandangan Allegra yang terlihat sangat seksi ini membuat Vincent menelan ludahnya kasar.


Tubuh polos Allegra yang hanya tertutup dengan cup bra itu membuat Vincent berinisiatif untuk mencarikan baju miliknya yang sekiranya bisa digunakan oleh Allegra. Setelah menemukan piyama di dalam lemari, Vincent pun mendekati Allegra untuk memakaikan piyama miliknya di tubuh Allegra.


Namun, saat Vincent hendak beranjak dari tempat tidur dan kembali ke sofa, tangan Allegra dengan cepat melingkar di tubuh Vincent dan memeluknya dengan sangat erat.


“Emmmh, aku sangat nyaman memeluk kak Vin!” igau Allegra dengan mata yang masih tertutup.


“Lalu, jika seperti ini, Bagaimana aku bisa tidur, Alle?” tanya Vincent dengan berbisik tepat di telinga Allegra.


“Jangan pergi, Kak Vin!” balas Allegra lagi seolah tengah sadar dari tidurnya.


Tidak mau berpanjang lebar, Vincent pun langsung naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya di samping Allegra sambil membalas pelukan Allegra.


“Aku tidak akan pergi, Allegra! Apalagi jika kau sendiri yang memintanya!” bisik Vincent.


Tanpa menunggu lama, Vincent pun terlelap dengan memeluk Allegra dengan sangat erat. Tidak terjadi apa-apa antara keduanya selain ciuman panas tadi karena kini mereka sudah tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing.


💝💝💝


Di belahan kota yang lain,


Berniss Azara, putri dari pemilik hotel Berniss tengah menghabiskan malamnya di sebuah club malam yang terkenal di tengah kota. Di usianya yang sudah menginjak 30 tahun, ia masih belum bisa meninggalkan dunia gemerlap yang sudah ia geluti selama kuliah di London.


“Berniss sayang, kamu benar-benar sangat cantik malam ini!” puji Robert, DJ NightClub yang sudah satu tahun ini menjadi kekasih gelap dari Berniss Azara.


Berniss yang masih ber90y4n9 menikmati musik yang dimainkan kekasihnya itu hanya terkekeh pelan menanggapi pujian dari kekasihnya. Meski sering mengunjungi club malam, Berniss tidak pernah jauh-jauh dari Robert yang memainkan musik.


Terlebih, Robert sudah menyiapkan tempat khusus untuk Berniss yang ingin menghabiskan malamnya di sana. Robert terbilang kekasih Berniss yang paling posesif dibandingkan mantan pacarnya yang sebelumnya. Meski hubungan mereka dilakukan sembunyi-sembunyi, mereka berdua sudah saling berjanji untuk tetap setia dengan apapun yang terjadi.


Robert sendiri sudah tahu jika Berniss bertunangan dengan Vincent Antonie dan ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya, yang terpenting adalah hasratnya tersalurkan dengan wanita yang benar-benar bisa membuatnya puas di atas ranjang.


Baru dua musik yang dimainkan oleh Robert, membuatnya sudah tidak sabar untuk membawa Berniss ke kamar dan menggagahinya hanya karena melihat 90y4n9an Berniss yang tampak sangat menggoda. Apalagi malam ini Berniss sengaja mengenakan pakaian yang sangat mini dan seksi sampai dua bongkahan di dadanya hampir saja keluar setiap ia ber90y4n9.


Grab! Tangan kekar Robert sudah melingkar memeluk Berniss dari belakang dan meremas dada Berniss dengan lembut. “Hentikan 90y4n9anmu, sayang! Kau sudah membuat milikku yang di bawah sana terasa sesak!” bisik Robert yang kemudian membopong kekasihnya tersebut ala bridal style.


“Kalau begitu, bikin aku puas dan berteriak nikmat di bawah kungkunganmu, Roberto!” balas Berniss sambil melingkarkan tangannya di leher kekasihnya.