Bekerja Atau Bercinta

Bekerja Atau Bercinta
MENCARI ALLE


Menjelang senja, Allegra masih belum keluar dari kamarnya dan sama sekali tidak bisa dihubungi oleh Vincent. Hal ini membuat Vincent sangat khawatir dengan keadaan Allegra. Selepas membersihkan dirinya, ia langsung menuju ke kamar Allegra yang salah satu kartu akses masuk kamarnya sudah ia pegang.


Gelap dan kamar Allegra sangat berantakan dengan kotoran tissue yang berceceran di lantai. Bermakna, Allegra sudah menangisi masalahnya hampir seharian penuh.


“Alle!” panggil Vincent sambil mencari saklar lampu kamar Allegra dan menyalakannya.


Betapa terkejutnya Vincent saat melihat Allegra tergeletak di dekat sofa dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


“Allegra!” teriak Vincent panik dan langsung berlari ke arah Allegra dan merengkuh tubuhnya. Ia sangat takut jika Allegra melakukan hal nekat yang membahayakan dirinya. Namun, tidak nampak ada benda-benda tajam di sekitar Allegra.


Hanya saja saat tangan Vincent menyentuh wajah Allegra, suhu tubuhnya sangat tinggi. “Ya Ampun, Alle. Kamu demam!”


Tanpa berfikir panjang, Vincent langsung mengangkat tubuh Allegra dan bergegas untuk membawanya ke rumah sakit. Davin yang mendapat informasi dari Vincent pun dengan sigap menyiakan mobil untuk mengantar mereka berdua.


“Alle, bertahanlah! Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit,” ucap Vincent yang terus mendekap Allegra selama perjalanan.


Sedangkan Allegra yang kini tengah di bawah alam sadarnya merasakan begitu nyaman di dalam dekapan Vincent. Suhu tubuhnya yang tadinya sangat tinggi berangsur berkurang meski hanya sedikit.


Sesampainya di rumah sakit, Vincent segera membawa Allegra ke Unit Gawat Darurat dan menunggunya di luar ruangan dengan sangat cemas.


“Allegra akan baik-baik saja, Pak Vincent!” ucap Davin yang berusaha menenangkan atasannya.


“Buat perhitungan dengan Bisma secara diam-diam, Davin! Dia harus membayar semua rasa sakit yang Allegra rasakan!” titah Vincent yang sudah sangat geram dengan mantan tunangan Allegra.


“Siap, Pak! Saya akan segera mungkin mencari kelemahan dari Bisma!” balas Davin yang benar-benar bisa diandalkan oleh Vincent.


Dengan cekatan Davin langsung undur diri untuk mengerahkan dua orang anak buahnya untuk mencari informasi mengenai Bisma. Anak buah Davin inilah yang sebenarnya juga menjadi kaki tangan dari Mama Vincent untuk memata-matai Miss Berniss, tunangan Vincent.


Tentunya, titah dari Davin bukan lah hal yang sulit untuk mereka kerjakan. Hanya dalam waktu satu jam, berita mengenai Bisma yang tengah membutuhkan biaya untuk pengobatan ibu dan kuliah adiknya sudah ada di tangan Davin.


Bahkan perjanjian tertutup antara Bisma dengan Ninis untuk memiliki seorang anak juga sudah dipegang oleh Davin. Bukan hal susah untuk Davin karena kali ini uang yang berbicara. Apalagi saat ini berkaitan dengan Allegra, wanita yang sudah lama dicintai oleh Vincent.


“Jika memang sudah seburuk ini, harusnya sangat mudah untuk ditinggalkan Allegra, bukan?” tanya Vincent saat Davin datang membawa berkas laporan yang ia dapatkan.


Mereka berdua sengaja mengobrol di dalam mobil yang terparkir karena saat ini Allegra sudah dipindahkan ke ruang rawat inap dan sedang beristirahat setelah disuapi oleh Vincent.


“Sepertinya yang membuat Allegra depresi bukan keburukan Bisma, Pak. Kedekatannya dengan keluarga Bisma membuatnya sulit untuk melepaskan pertunangan mereka,” jelas Davin.


“Apalagi pernikahan mereka berdua akan dihelat satu bulan yang akan datang. Tentunya berbagai persiapan sudah dilakukan oleh kedua belah keluarga besar. Dan satu lagi, yang membuat Allegra terpuruk adalah kondisi calon ibu mertuanya yang sedang tidak baik dan harus rutin untuk cuci darah.”


Penjelasan Davin yang sangat masuk akal ini membuat Vincent mengusap wajahnya kasar. Ia benar-benar merasakan kegundahan hati Allegra menghadapi masalah ini. Wajar saja jika Allegra sampai terpuruk sampai tidak sadarkan diri.


“Aku akan membuat Bisma bertekuk lutut di hadapanku dan tidak memaksakan kehendaknya terhadap Allegra. Simpan berkas ini secara baik-baik, Davin. Aku akan mengirimkan sejumlah uang yang sekiranya kau butuhkan untuk meleraikan masalah ini beserta dengan tipsnya,” ucap Vincent menyerahkan berkas tersebut kepada Davin.


“Terima kasih banyak, Pak. Saya akan menggunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya!” balas Davin.


Vincent pun keluar dari mobil dan kembali menuju ruangan dimana Allegra dirawat.


💥💥💥


Sedangkan di sisi lain, Bisma tengah duduk di sebuah bar sambil mengecek keberadaan Allegra. Kini waktu baru menunjukkan pukul 9 malam dan ponsel milik Allegra bergerak menuju ke sebuah penginapan sederhana yang terletak di dekat pura.


“Tenang saja, Cintaku! Meski kita baru akan menikah satu bulan yang akan datang, malam ini aku akan membuat kenangan paling indah selama perjalanan cinta kita.”


Bisma menyimpan ponsel miliknya ke dalam saku dan kemudian bersiap untuk menuju ke penginapan yang menunjukkan dimana Allegra berada. Setelah mendapatkan taksi, Bisma pun segera meminta untuk diantarkan menuju alamat tersebut.


Tiga puluh menit menempuh perjalanan, Bisma kini sudah berada di depan kamar yang menurut perkiraannya ada Allegra di dalam sana. Ia pun mengetuk pintu berkali-kali. Sayangnya tidak ada jawaban sama sekali dari dalam sana.


Namun, saat Bisma memegang handle pintu kamar, betapa terkejutnya saat mendapati kamar tersebut tidak terkunci. “Ternyata kau sudah mempersilakan aku untuk masuk Allegra sayang!” gumam Bisma sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam kamar, terlihat beberapa tisu berserakan dan ini membuat Bisma sangat yakin jika Allegra tengah menangisi masalah yang saat ini tengah mereka berdua hadapi. Ada sebersit rasa tidak tega dalam hati Bisma, namun, tekadnya sudah penuh untuk menghapus kesedihan Allegra malam ini.


Suara gemericik air di dalam kamar mandi membuat senyum Bisma merekah sempurna. Ia pun sengaja mematikan lampu kamar dan siap memberikan surprise untuk Allegra.


“Hah, kok gelap sih?” gumam wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut di tubuhnya.


Grab! Seketika tangan Bisma memeluk tubuh wanita tersebut sambil mencium ceruk lehernya.


“Hah! Siapa kamu?” teriak wanita tersebut sambil meronta-ronta dalam dekapan Bisma.


“Siapa lagi jika bukan Bisma, Alle! Kau Alle-ku kan?” jawab Bisma.


“Aku memang Alle, tapi aku sama sekali tidak mengenal Bisma!” gertak wanita tersebut yang sebenarnya memiliki nama Alleisya.


“Wah, segitu cepatnya kah kamu melupakanku, Sayang!” Bisma langsung mengangkat tubuh wanita tersebut ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang.


“Tapi tenang saja! Kali ini aku akan membuatmu tidak akan pernah melupakan kenangan indah kita malam ini, Alle sayang!” ucap Bisma yang kini sudah berada di atas tubuh Alleisya.


“Jangan, Mas Bisma! Aku mohon, jangan lakukan apapun terhadapku!” ucap Alleisya yang tangannya sudah terkunci dengan genggaman Bisma.


“Jangan takut, Alle sayang! Aku akan melakukannya secara perlahan!” balas Bisma sambil menyingkirkan handuk yang menutupi tubuh Alleisya.


Alleisya yang tadinya meronta-ronta justru mulai merasakan hal yang berbeda saat lidah Bisma mulai mencicipi ujung titik sensitif miliknya yang belum pernah disentuh oleh siapapun.


‘Ya Ampun! Apa yang sebenarnya sedang terjadi kepadaku?’ tanya Alleisya dalam hati. ‘Baru tadi siang aku melarikan diri dari ayah yang hendak menjualku kepada mucikari, kini aku justru tengah digagahi oleh pria yang sama sekali tidak aku kenal!’ batin Alleisya sambil menahan suaranya yang hampir keluar karena gelenyar aneh di tubuhnya.


‘Siapa Bisma? Kenapa dia begitu mengenalku? Apa ini semua ada hubungannya dengan ponsel yang aku temukan di taman siang tadi?’ Alleisya terus saja bertanya-tanya dalam hati sambil menikmati permainan awal yang diberikan oleh Bisma.


“Mas Bisma! Jangan lakukan ini!” pinta Alle di tengah suara d354h4nnya saat Bisma mulai memainkan jarinya di bawah sana.


“Apa ini enak, sayang?” tanya Bisma yang sudah menggila ingin menyatukan miliknya dengan milik Alle.


“A-Aku tidak mau hamil dulu, Mas!” balas Alleisya.


“Tapi kau harus mengandung anakku secepatnya, Allegra!” ucap Bisma yang kemudian menyatukan miliknya dengan milik Alleisya.


💥💥💥


Waaah, ternyata salah masuk yaa.


Yang penasaran sama ceritanya, jangan lupa untuk like, comment, vote, and gift biar author semangat buat update.