
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Ivanna menemui William. Tidak sopan bila Ivanna datang ke perkebunan hanya menemui Max dan setelah itu langsung pulang, ia akan dianggap seperti orang yang ga punya sopan santun.
"Uncle Will!" sapa Ivanna.
"Eh ada Vanna datang? Masuklah...."
*
"Nak, maafkan papa ya yang tidak bisa membujuk mama Nessa untuk setuju dengan hubungan kalian." ucap William.
"Uncle, it's okay. Sekarang tante Nesss sudah merestui hubungan kami, uncle." kata Ivanna.
"Benarkah? Vanessa merestui kalian? Bukankah dia sangat suka dengan Claudya?" tanya William.
"Pah, mama udah berubah pikiran. Dan Claudya, aku ga suka sama anak manja seperti dia!" saut Max.
"Kamu ini sudah dibutakan oleh cinta!"
"Aku memang mencintai Ivanna sedari dulu, pah. Sebelum mama membawa anak manja itu." jawab Max.
Ivanna sangat malu mendengar perkataan Max dihadapan papanya yang bahkan William juga sudah seperti papa bagi Ivanna sejak kecil.
"Sudahlah. O ya, Van, uncle ingin bertanya padamu."
"Ya uncle, silahkan."
"Kenapa kamu menyetop produksi di pabrik bunga Sunset milikmu?" tanya William.
William memang ingin sekali bertanya hal itu pada Ivanna. Dan ia rasa, ini adalah waktu yang terbaik untuk menanyakannya.
"Hmm, maafkan Ivanna uncle. Sebelumnya Ivanna ragu untuk menggunakan pabrik itu dan menyalurkannya ke Vancos karna kendala waktu dan juga jarak. Dan Vanna sangat egois karna hanya memikirkan keuntungan Vanna sendiri." jawab Ivanna dengan jujur.
"Uncle sangat mengerti perasaanmu, nak. Tapi uncle juga ingin mengajarkan padamu hal hal yang daddymu minta pada uncle." ucap William menasehati Ivanna.
"Vanna paham, uncle. Maaf."
"Apa kamu bersedia menjalankannya lagi?"
################################
Saat hari sudah semakin sore, Ivanna berpamitan pada keduanya.
"Uncle, Ivanna pulang ke Jakarta dulu ya, nanti kapan kapan Vanna main lagi ke sini." ucap Ivanna.
"Kamu baru beberapa jam disini, nak, sudah mau pulang? Nginap disini aja."
"Vanna masih ada pekerjaan di Jakarta yang Vanna tinggal karna sidang kemarin dan hari ini. Vanna pamit ya, uncle."
"Biar Max yang mengantarkanmu ke Jakarta."
"Ayo aku antar." ucap Max yang berjalan menuju mobil Ivanna.
"Thank you, tapi ga masalah, aku bisa pulang sendiri. Toh kesininya juga aku sendiri."
"Sudah ayo aku antar."
"Nanti kamu pulangnya gimana?" tanya Ivanna.
"Aku akan menginap di Jakarta, dan aku akan pakai mobil lamaku disana." jawab Max.
"Baiklah jika tidak merepotkan."
"My pleasure, babe."
(Dengan senang hati, beb.)
Akhirnya Max pun mengantarkan Ivanna kembali ke Jakarta. Ivanna tidak bisa menginap karna pekerjaannya di pabrik pasti sudah menumpuk. Belum lagi ia harus menginfokan kepada Memet untuk melanjutkan produksi produk terbarunya.
Mereka sampai di Jakarta pada tengah malam bahkan bisa dibilang subuh karna berangkat dari salah satu tempat daerah Jawa Tengah pada sore hari. Karna boring selama dijalan, Ivanna tertidur pulas dan karna tak tega membangunkan Vanna, Max pun ikut tertidur di dalam mobil walaupun sudah ada di halaman rumah Ivanna.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰