Because I Love You

Because I Love You
EP 111 - For(give)?


Max pun melaporkan Claudya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.


"Max, pikirkanlah dulu tindakanmu itu." ucap Ivanna.


"Aku sudah memikirkannya, sayang. Aku terlalu kesal dengan Claudya!" saut Max.


"Tapi dia saat ini sedang hamil, Max. Apa kamu ga bisa bicara baik baik saja dengan Claudya? Tanpa harus menyelesaikannya secara hukum seperti ini."


"Betul ucapan Ivanna, Max. Saat ini Audy sedang hamil. Walaupun kita tidak tau siapa ayah dari bayi yang dikandungnya itu, tapi asal kalian tau saja, Audy sudah cukup menderita." ucap Mama Max.


"Menderita bagaimana, mah?" tanya Max.


"Saat itu mama dihubungi oleh rumah sakit, dan ketika mama sampai disana, dokter memanggil mama untuk berbicara. Dokter saat itu berkata bahwa dia korban pemerkosaan." jelas mama.


"What? Kita harus bantu mencari tau siapa yang dengan tega berbuat seperti itu." kata Vanna.


Max pun akhirnya menyetujui apa yang diinginkan Ivanna. Walau sebenarnya Max tidak sudi membantu Claudya, tapi demi Ivanna ia rela membantunya.


Sudah berhari hari Max meminta bantuan teman temannya juga untuk mencari tau siapa dalang dibalik semua ini. Akhirnya pencariannya selama ini membuahkan hasil, Max mengetahui ternyata Jason juga bersekongkol dengan Tania ibu tiri Claudya dalam hal ini.


"Sayang?" tanya Max pada sambungan teleponnya.


(Ada apa, Max?)


"Aku sudah tau orang orang yang terlibat dengan masa kelamnya Claudya."


(Benarkah? Kerja bagus, sayang.)


"Sekarang kamu dimana?" tanya Max.


(Aku di kantor Vancos)


"Aku kesana."


Max memutuskan sambungan teleponnya dan segera berangkat ke Vancos.


"Kebiasaan banget deh manusia yang satu ini. Selalu memutuskan panggilan secara sepihak!" umpat Ivanna.


"Kenapa bu?" tanya salah satu karyawan yang ada disana.


"Ah ga papa." saut Ivanna.


Dia sedang berjalan untuk menuju ruangannya setelah ia habis mengecek pabrik dan juga kantor bidang lainnya.


"Bu Vanna butuh sesuatu?" tanya sekretarisnya.


"Baik, bu."


Tak lama, Max datang ke kantor Vancos. Walaupun semua pegawai sudah tau bahwa Max adalah kekasih bos mereka, namun tetap saja kedatangan Max selalu mencuri perhatian ditengah kantor Vancos.


"Cocok banget ya pak Max dengan bu Ivanna. Serasi dilihatnya." kata salah satu pegawai.


"Kalau Pak Max nanti jadi duda, gue mau deh sama dia." kata yang lainnya.


"Ku tunggu dudamu, pak."


Celoteh celoteh seperti itu bahkan sudah sampai ke telinga Ivanna sebagai bos mereka. Ia tau betul bahwa dirinya tidak bisa menutup mulut para pegawainya itu, karna itu adalah hak mereka dan kebebasan bagi setiap karyawan untuk berpendapat.


"Lain kali kalau kamu datang, pakai pakaian yang biasa aja deh beb." ucap Ivanna.


"Kenapa?"


"Kamu ga lihat itu?" Ivanna menunjuk para karyawannya yang sedang memperhatikan dirinya.


"Ya terus?"


"Mereka terpesona lihat kamu!"


Ucapan Ivanna itu sukses membuat Max tertawa terbahak bahak. Entahlah apa yang dipikiran Max mengenai hal ini. Mungkin dia mengira bahwa Ivanna jealous, atau cemburu, ataupun bahkan Max yang terlalu PD dengan dirinya yang dijadikan bahan tontonan itu.


"Perawakan dan penampilan aku memang sudah seperti ini, sayang. Terus aku harus kaya gimana?" tanya Max.


"Seperti pekerja kebun!"


"Memang kamu mau nanti masuk news kalau calon suami dari Ivanna Arabelle pemilik Vancos perusahaan cosmetic terbesar di negeri ini adalah seorang pekerja buruh kebun?"


"Maksudnya itu pemilik kebun, Max cintaku!"


"Aku sayang kamu." jawab Max random.


**TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰**