Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
56


Di saat Karasumaru mengambil alih kembali tubuh Bagas, Bagas sendiri saat ini seperti mengalami tidur panjang..


Dan dalam tidurnya ia mengalami mimpi yang sama lagi seperti sebelumnya.. Ini masih kisah orang yang sama seperti sebelumnya, namun kali ini Bagas bisa melihat dengan jelas semuanya dan ia juga seperti orang ketiga dalam mimpi itu.


Jadi itu seperti ia sedang melihat video atau film. Dan ali ini Bagas bisa mulai memahami beberapa kata-kata di sana, terutama sebelum orang itu meninggal di penglihatan mimpi itu di bagian terakhir..


"Karasumaru..! Berhenti melindungi dunia busuk ini.. Biarkan aku mengakhiri semuanya.. " Ucap Orang itu..


"Astratos.. Aku tau apa yang telah kau alami, tapi kau tak bisa terus melakukan pembantaian di manapun.. "Ucap sang raja yang ternyata bernama Karasumaru..


" Aku hanya menghilangkan kemunafikan dunia ini.. Kau adalah orang yang tak bisa melihat dunia ini dengan benar.. Karena itu kau selalu di bodohi, suatu saat kau akan menyesalinya. "Ucap Astratos.


Mereka kembali melanjutkan pertempuran mereka. . Astratos terus menggunakan kemampuan api gelap miliknya.. Itu sangat kuat dan bisa membakar apapun terutama jiwa..


Setiap bagian yang terkena akan langsung kehilangan fungsinya seperti jiwanya hilang.. Sedangkan Karasumaru sendiri adalah pengguna pedang dan element cahaya..


Namun terlihat ia cenderung menggunakan teknik berpedangnya tanpa menggunakan element cahaya miliknya..


Sepertinya Karasumaru tak menyukai menggunakan element miliknya atau sesuatu..


Namun terlihat walaupun Karasumaru hanya menggunakan kemampuan berpedang nya saja, ia bisa mengungguli Astratos...


Sampai akhir dari pertempuran itu di menangkan oleh Karasumaru seperti sebelumnya dalam mimpi Bagas.


"Suatu saat Kau akan menyesalinya telah melindungi dunia busuk ini..


Apa yang terlihat tak sama dengan apa yang kau tau.. Dan ini bukanlah akhir, akan aku buat dunia ini membayarnya.. "Ucap Astratos.


Setelah itu Astratos meninggal, dan sama seperti sebelumnya.. Kemudian sebuah cahaya keluar dari Astratos dan meleset pergi dari sana sampai melewati seperti penghalang di langit..


Dan kemudian sang raja Karasumaru yang memiliki tato gagak itu melihat ke arah perginya cahaya sebelumnya..


"Batas dunia..? Ini buruk Apakah dia membuat pecah jiwa untuk melintasi dan melubangi pembatas Ruang..? " Gumam Raja Karasumaru itu.


"Aku melupakan asal kekuatannya itu... ... "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Semua penglihatan kembali berakhir di sana sama seperti sebelumnya dan Bagas kembali ke dalam Raung hitam sama seperti sebelumnya..


"Jadi apakah Karasumaru adalah raja di dunia itu..?? Dan pemilik api gelap sepertinya adalah Astratos..? " Gumam Bagas.


"Tunggu.. Aku tak seharusnya ada di sini, sial.. Aku harus kembali.. "


Lalu Bagas mulai mencari keberadaan Karasumaru di dunia gelap itu.


"Di sana kau rupanya sialan.! " Ucap Bagas saat melihat Karasumaru duduk di atas salah satu galaxy.


"Apakah kesadarannya tak ada di sini..?? " Gumam Bagas.


"Kalau begitu itu akan bagus.. Aku akan mencoba sesuatu sekarang.. "


"Kegelapan tak terbatas.. Gluttony..! " Bagas mencoba menyerap Karasumaru di dunia sana dan benar saja, kesadaran Bagas mulai kembali ke tubuh nya lagi secara perlahan..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Kembali ke Bumi di dungeon tempat ujian di lakukan.


Semuanya masih sama seperti sebelumnya, mereka masih melawan berbagai minions yang terus keluar setiap waktunya..


Jumlah minions akan terus bertambah seiring waktu.


"Ini kurang menarik karena tak ada pertempuran lagi.. " Gumam Karasumaru..


Ia saat ini muncul di atas langit-langit Dungeon memperhatikan semuanya tak sama seperti yang ia harapkan..


"Mari buat ini jauh lebih menarik lagi.. "


Lalu Karasumaru membuat lebih banyak monster lainnya di sana untuk memaksa mereka memulai pertempuran bukan hanya bertahan..


Namun tiba-tiba Karasumaru berhenti bergerak, dan kemudian segel di matanya mulai menyala putih dari yang awalnya berwarna hitam..


"Kau sialan..!! Berhenti mengendalikan tubuhku..! " Suara Bagas terdengar dari tubuh Karasumaru.


"Sial.. Berhenti melawan dan biarkan aku yang menyelesaikan semuanya.. " Ucap Karasumaru..


"Brengsek.. Kau hanya pecahan jiwa sialan.. Aku takan membiarkan mu mengambil alih tubuhku.. " Ucap Suara Bagas terdengar bukan suara Karasumaru..


Kemudian Bagas mengendalikan tangan kirinya untuk menutupi lehernya dan dari sana tato matahari berwarna putih tanda element cahaya bersinar..


Lalu terlihat tato rantai di gagak itu mulai terlihat berubah warnanya, dari hitam menjadi putih juga sama seperti segel di matanya..


"Aku tau siapa kau Karasumaru.. Walaupun aku tak tau bagaimana kau bisa muncul di dunia ini, namun aku takan menyerahkan tubuhku.. " Ucap Bagas.


"Dunia ini sama saja.. Aku akan membersihkan dunia penuh kemunafikan ini.. " Ucap Karasumaru.


"Kau akan menyesalinya jika kau tak membiarkan ku melakukan ini.. "


"Dunia ini mungkin telah membusuk di berbagai tempat, tapi.. Ini Dunia ku, dan aku akan mengubah segalanya dan memusnahkan segalanya yang menghalangi jalanku.. " Ucap Bagas.


"Dan yang perlu di bersihkan bukanlah Dunia ini, tapi sampah yang membuat dunia ini membusuk.. "


"Kau bukan bagian dari dunia ini, jadi pergilah..!! " Teriak Bagas.


Kemudian semua bagian tubuh Karasumaru menghilang, tanduk miliknya mulai memudar seperti lapuk tertutup angin.


Warna tubuh Bagas juga berubah menjadi seperti semula semuanya warna hitam terserap kedalam mata kanan, mata kirinya sekarang sudah normal kembali..


Namun mata kanan miliknya saat ini bukan lagi hitam seperti sebelumnya, namun bagian irisnya telah berubah menjadi merah darah..


"Sial.. Kenapa dia bisa muncul tanpa sebab.. Aku tak menggunakan kemampuan mata ku sebelumnya.. "Gumam Bagas.


Lalu ia melihat para peserta yang tersisa mulai meleset kearahnya..


" Sial.. Dark Creation - Fallen Angel Armor..! " Ucap Bagas memakai kemampuan miliknya untuk menutupi kembali tubuhnya.


"Aku akan mengakhiri mereka semua secepatnya..


Origin milikku terlalu banyak yang terkuras gara-gara Karasumaru.. " Ucap Bagas.


Di tempat dimana Bagas tak ada di pandangan semuanya Bagas membatalkan kemampuan kegelapan miliknya dalam sekejap, dan kemudian..


"Mari akhiri segera.. " Ucap Bagas.


"Element Cahaya.. Elementasi cahaya.. !! "


Lalu sebelum semuanya merespon, Tiba-tiba semuanya berhenti di mata Bagas.


"Aku tak punya banyak waktu.. " Gumam Bagas.


Ia kemudian menggunakan kemampuan pembentukan element Cahaya untuk membuat pedang.. Lalu ia kemudian meleset ke setiap peserta yang tersisa, dan memenggal setiap kepala mereka satu persatu..


Namun sebelum kepala atau darah merah keluar semua berhenti di tempat, jadi sebelum Bagas membatalkan kemampuan elementasi cahaya miliknya semua akan tetap sama..


"Satu lagi tersisa..!! " Teriak Bagas saat ia mempercepat langkahnya ke peserta terakhir..


Namun tiba-tiba semua origin miliknya telah mencapai batasannya dan membuat semua bisa bergerak lagi..


Dan kemudian semua orang kecuali orang terakhir tiba-tiba semua kepala mereka berjatuhan..


"Apa yang terjadi..?? " Ucap peserta terakhir. Saat ia melihat semua orang mati tiba-tiba tanpa sebab yang tidak mereka tau..


"Kau..!! Pasti ini ulahmu lagi bukan..?!! " Ucap orang itu menunjuk ke Bagas. Lalu ia melihat Bagas kehabisan origin.


" Aku takan melepaskan kesempatan ini, akan ku bunuh kau sekarang..!! "


Lalu ia membuat bola petir sangat besar dan bersiap menyerang Bagas.


"Mati kau, ini adalah akhir untuk mu iblis sialan..!! Thunder Bolt..!!! " Teriak orang itu melemparkan bola petir raksasa ke arah Bagas..


"Terima kasih.. " Gumam Bagas. Lalu saat bola petir raksasa itu hampir mengenainya, Bagas mengulurkan tangannya ke depan dan kemudian...


"Kegelapan Tak terbatas - Gluttony..!! " Bagas mulai menyerap serangan itu.


Semuanya mulai masuk ke tangan Bagas sampai tak tersisa..


"Terima kasih untuk hidangannya.. " Ucap Bagas.


"Sebagai rasa terimakasih ku, maka aku akan mengantarkan mu ke temanmu yang lainnya..


Elementasi Cahaya..! "


Lalu Bagas mulai berjalan ke arah orang itu, lalu saat sudah di depannya.


Bagas menyentuh nya kemudian..


"Element Cahaya.. Bola penghakiman.. " Ucap Bagas Lalu sebuah bola cahaya menyelimuti orang itu dan saat bola itu menghilang tak ada yang tersisa di sana.


"Ini sangat melelahkan.. Lain Kali aku takan menggunakan Gluttony di tengah pertempuran lagi.. " Gumam Bagas.


"Masih ada waktu beberapa hari lagi.. Lebih baik aku beristirahat sekarang.. "


"Tapi.. " Ucap Bagas ia merasakan ada sesuatu yang berubah setelah ia menyerap Karasumaru sebelumnya.


Namun walaupun sudah memeriksa, Bagas masih tidak dapat menemukan apa itu..


"Lupakan.. Aku akan memeriksa lain kali.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Pada hari selanjutnya Bagas berjalan ke tempat yang terdapat segel di sana.


Itu seharusnya adalah ruang Bos dungeon ini yang telah di segel agar tidak mengacaukan ujian ini..


"Aku penasaran apa yang ada di dalam sana.. " Gumam Bagas.


Lalu ia mendekati tempat itu dan melihat segel di sana sebenarnya bukanlah segel seperti yang Bagas perkirakan, itu ternyata hanya penghalang besar yang di buat dengan kemampuan khusus saja.


"Karena ini juga terbuat dari origin, maka seharusnya ini tidak akan menjadi masalah untuk ku bukan..? " Gumam Bagas.


Lalu ia meletakkan tangannya dekat dengan penghalang itu, kemudian..


"Kegelapan tak terbatas.. Gluttony..!! "


Setelah itu hisapan kuat mulai terjadi dan benar saja, penghalang yang terbuat dari origin itu bisa Bagas serap..


"Sepertinya pemakaian kemampuan ini jauh lebih fleksibel sekarang.. Jika seperti ini ada kemungkinan aku bisa mengembangkan kemampuan ini lagi.. " Gumam Bagas.


Lalu beberapa saat kemudian penghalang itu akhirnya benar-benar terserap oleh Bagas.


Lalu ia melangkah maju ke dalam ruangan Bos di sana, apa yang ada di ruangan itu sedikit mengejutkan. Pasalnya ruangan di sana terlihat sangat familiar..


Lingkungan di sana masih sama seperti di ruang dungeon sebelumnya, sebuah hutan tak bertepi..


Namun bagian langit-langit bisa di lihat ada batasnya seperti di dalam ruangan.. Dan ada kristal putih mengambang di atas langit-langit dengan memancarkan sinar seperti pilar yang menghubungkan lantai dan langit-langit..


Saat Bagas melihat itu, ia semakin terkejut karena ia yakin di mana dia sekarang sebenarnya..


"Ini tidak mungkin..!! Bukankah itu Kristal Tower..??!! " Ucap Bagas..


"Tidak.. Seharusnya Tower masih belum muncul saat ini, jadi kenapa aku bisa masuk ke dalam Sky Tower..? Apa yang terjadi sebenarnya..?? "


Ya pemandangan di sana sebenarnya sama seperti di dalam Sky Tower.. Dan Kristal Tower adalah benda yang akan di perebutkan siapapun saat masuk ke sana.


Karena benda itu adalah yang akan membuat mereka bisa menaiki lantai selanjutnya.. Siapapun yang mendapatkan kristal Tower perlu menyuntikkan kekuatan mereka agar bisa mengaktifkan Portal teleportasi ke lantai selanjutnya..


Dan hanya mereka yang berhasil menyuntikkan Origin ke dalam kristal Tower sampai penuh lah yang bisa naik, dan setelah orang itu naik maka kristal tower itu akan kembali kosong dan menjadi perebutan orang lainnya lagi..


Namun jika di saat mengisi origin ke dalam kristal itu terputus sebelum penuh, maka pengisian harus kembali di lakukan dari awal lagi..


Karena itulah pengisian origin menjadi sangat sulit..


Bagas terbang untuk menangkap kristal itu dan memeriksanya..


"Ini..!! Ini benar-benar kristal Tower..?? "


.


.


. Bersambung