Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
21


Bagas dan Hana mulai menjelajahi ruangan atau yang tampak seperti hutan itu.


"Mereka sudah datang.. " Tiba-tiba Bagas mengingatkan Hana.


"Di mana..? Aku tak melihatnya.. " Ucap Hana.


"Apa kau lupa apa yang telah kaka katakan..? Mereka bisa bersembunyi.. " Ucap Bagas.


"Oh ya aku ingat sekarang.... " Ucap Hana.


"Jadi bagaimana cara kita mengetahui lokasi mereka..?? "


"Bisakah kau mengendalikan angin di sekeliling mu..?? " Tanya Bagas.


"Emm aku bisa.. " Ucap Hana.


"Bagus.. Sekarang gunakan semua angin untuk merasakan setiap pergerakan dan suara.. Jika kau fokus, kau akan menjadi radar yang sangat hebat..


Ini bernama sihir angin - suara Angin.." Ucap Bagas.


"Aku akan mencobanya.. " Lalu Hana memejamkan matanya dan mulai merasakan angin di sekelilingnya.


Saat ia bernafas, angin mulai berhembus ke sagala arah. Dan setiap angin menabrak benda lainnya, Hana akan bisa merasakannya.


"Ya.. Aku bisa merasakan semuanya dalam radius seratus meter sekarang.. " Ucap Hana.


"Sepertinya dengan ini aku bahkan bisa bertarung tanpa harus melihat lagi.. "


"Itu bagus.. Lalu apa kau bisa merasakan kehadiran Dark Elf di sekitar sini..?? " Tanya Bagas.


"Sebentar.. " Ucap Hana.


Setelah beberapa saat kemudian..


"Ya aku bisa merasakannya, mereka mulai mendekati kita.. Ada sepuluh, tidak ada tiga belas sekarang.. "


"Bagus.. Kalau begitu mulailah berburu.. " Ucap Bagas.


"Emm.. " Angguk Hana. Lalu ia mulai membidik dengan busurnya.


Dan kemudian setiap anak panah akan langsung mengenai sasaran yang awalnya tak terlihat itu. Dan saat mereka terkena, maka efek tembus pandang mereka menghilang dan membuat Bagas bisa melihat mereka.


Para Dark Elf itu juga membalas dengan panah mereka, namun dengan mudah bisa Hana hindari.


Bagas menggunakan tombaknya untuk menghabisi mereka saat melihat arah serangan yang datang.. Namun saat itu Bagas bisa melihat caranya berburu kurang efektif.


Lalu ia mulai menggunakan kemampuan yang telah ia siapkan untuk saat ini yang sebelumnya ia buat di Dungeon Kirin.


"Sihir Element kegelapan - Dark World..!! " Ucap Bagas. Lalu ia meletakkan tangannya di tanah dan setelah itu tiba-tiba semua hal di sekeliling Bagas mulai berubah menjadi hitam.


Mulai dari tanah, rumput dan pohon serta apapun di sana di dalam Dungeon menjadi Hitam. Efek dunia gelap ini sendiri seperti radar, dimana apapun yang menyentuh bagian gelap yang Bagas buat akan membuat Bagas tau lokasinya.


"Apa yang terjadi..?? " Tanya Hana.


"Ini mirip dengan prinsip sihir angin - suara Angin milikmu, tapi kaka menggunakan Kegelapan untuk menggantikan Angin. " Ucap Bagas.


"Namun kaka hanya bisa mendeteksi semua hal yang menyentuh bagian gelap ini saja, untuk benda atau makhluk terbang kaka tak bisa mendeteksi nya.. "


"Hehhehe.. Artinya aku jauh lebih hebat dari kaka kan..?? " Ucap Hana.


"Ya.. Kau lebih baik dalam hal ini.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Kalau begitu bagaimana jika kita berlomba, siapa yang bisa membunuh Dark Elf paling banyak dia yang menang..?? "


"Ayo.. Siapa takut.. " Ucap Hana. Lalu ia melompat dan mulai menyerang setiap Dark Elf yang ia temui. Hana akan terus menggunakan Elementasi untuk menghindari serangan panah Dark Elf itu.


Karena setiap serangannya benar-benar mengincar titik fital Hana, dan itu sangat cepat dan tepat sasaran.


Jadi untuk mengimbangi serangan mereka, Hana berhenti menghindar dan memilih menggunakan Elementasi untuk menghindari serangan mereka.


Di sisi lain Bagas yang melihat itu juga bersiap.


"Abyss step..!! " Ucap Bagas.


Lalu tubuh Bagas menghilang dari sana, ia akan selalu muncul di sekitar Dark Elf secara tiba-tiba. Karena dengan bantuan Dunia gelap, Bagas seperti ikan di dalam air.


Ia bisa muncul dan menghilang sesukanya menggunakan Abyss Step. Dunia gelap benar-benar domain Bagas kali ini.


Kecepatan ia membunuh Dark Elf lebih cepat dari Hana, ia bisa membunuh setiap Dark Elf bahkan sebelum mereka menyadarinya..


Namun tiba-tiba Bagas merasakan sesuatu yang berbeda. Itu adalah Dark Elf di kejauhan, ia memiliki aura origin jauh lebih kuat dari dark Elf lainnya.


"Apakah dia Bos Dungeon ini..?? "Gumam Bagas


Lalu Bagas melihat Hana yang sepertinya baik-baik saja saat melawan Dark Elf lainnya. Bagas mengangguk dan kemudian ia muncul tak jauh dari Dark Elf yang ia rasakan sebelumnya.


"Abyss step..!! " Teriak Bagas tiba-tiba saat ia melihat serangan datang kepadanya.


Dan di tempat Bagas sebelumnya berdiri saat ini sudah ada anak panah terbuat dari cahaya yang menancap di sana.


Bagas kembali muncul tak jauh dari sana dan melihat ke arah Dark Elf itu.


"Panah cahaya..? " Gumam Bagas.


"Apakah ia memiliki element cahaya..?? Setau ku tak ada yang mengatakan hal ini sebelumnya..


Atau ini di rahasiakan..?? "


Lalu tiba-tiba Bagas melihat Elf itu membuat pedang dari cahaya dan kemudian ia tiba-tiba menghilang..


"Sial..!!" Ucap Bagas saat ia tiba-tiba mengeluarkan Tombaknya dan menangkis serangan yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


Dark Elf itu tiba-tiba muncul di sana, kemudian ia terus menyerang Bagas dengan sangat cepat. Bagas menggunakan langkah bayangan untuk mengimbangi kecepatan dark Elf itu.


Lalu Bagas berhasil membuat jarak dengan menusukan tombaknya yang membuat Dark Elf itu menjauh.


"Panah cahaya, pedang cahaya dan sekarang langkah cahaya..?? Apakah ia benar-benar ber element cahaya..?? " Ucap Bagas.


"Tapi sepertinya element miliknya hanya bisa di gunakan untuk menciptakan sesuatu dari cahaya saja, ia sepertinya tak memiliki serangan berbasis cahaya lainnya.. "


Lalu terlihat Dark Elf mengangkat pedangnya ke atas kepala dan saat Bagas melihat ke atas ia sedikit terkejut.


"Aku tarik kembali kata-kataku.. " Gumam Bagas. Pasalnya saat ini di atas Bagas sudah ada banyak pedang cahaya yang seperti hujan siap menusuk Bagas.


"Tombak kegelapan.. Dunia tombak kegelapan..!! " Ucap Bagas membalas serangan hujan pedang cahaya itu dengan tombak kegelapan miliknya.


"Shadow Step..!! " Bagas tak hanya diam menunggu serangan, ia juga mendekati Dark Elf itu untuk menyerangnya.


Tombak dan pedang keduanya kembali beradu, terlihat Dark Elf itu cukup ahli menggunakan senjata dan manipulasi cahaya untuk membuat senjata.


Dark Elf itu terus mengganti senjatanya dari pedang pendek ke panjang, lalu mengubahnya menjadi cambuk yang membuat Bagas mundur ke belakang.


Dan ia bisa langsung mengubah ke panah saat Bagas mundur. Untungnya Bagas bisa menghindari dengan Abyss step miliknya.


Lalu Bagas melihat Dark Elf itu membuat sebuah bila cahaya di depannya yang kemudian mulai bersinar terang.


Dan dark Elf itu juga mengangkat tangan kirinya ke atas dan membuat banyak pedang sekali lagi..


"Aku punya firasat buruk.. " Gumam Bagas saat melihat itu.


"Dua serangan sekaligus, sial.. "


Lalu kedua serangan itu langsung menyerang Bagas, pedang cahaya kembali turun seperti hujan sementara bola cahaya itu berubah menjadi tembakan sinar laser yang sangat besar mengarah ke Bagas.


"Shadow Step..!! " Ucap Bagas menghindari serangan Laser itu dan muncul di tempat lainnya.


"Black Hole..! "


Bagas menyerap semua pedang Cahaya itu menggunakan Black Hole miliknya. Bagas akhirnya menyadari bahwa kemampuan Kegelapan tak terbatas - Gluttony tidak bisa menyerap serangan dari sesuatu yang berjumlah banyak seperti serangan pedang cahaya ini.


Dan itu hanya bisa di gunakan untuk satu jenis serangan saja. Jadi satu-satunya pilihan Bagas adah menghindari serangan laser itu dan menyerap hujan pedang cahaya itu.


Setelah semuanya berhenti, Bagas melihat efek serangan itu membuat parit besar di sana. Melihat arahnya, Bagas memperhatikan bahwa Hana sepertinya menggunakan Elementasi untuk menghindari serangan itu.


Bagas mengangguk dan kemudian mengalihkan kembali ke arah Dark Elf itu. Terlihat ia kembali menyiapkan serangan Bola cahaya yang seperti laser itu.


Melihat serangan itu lagi, Bagas tak tinggal diam kali ini..


"Aku harus maju..!! Abyss step..!! "Ucap Bagas


Lalu ia tiba-tiba muncul di samping Dark Elf itu, namun terlihat Dark Elf itu juga menyadarinya dan langsung mengarahkan bola itu ke arah Bagas.


"Kegelapan tak terbatas..!!! Gluttony..!!! " Teriak Bagas kali ini saat ia berdiri di depan laser itu. Bagas menyerap cahaya itu dan membuatnya mengisi kembali origin yang telah hilang ia gunakan.


Dan saat serangan Dark Elf itu selesai, Bagas melompat sekali lagi menggunakan Abyss step agar bisa menjangkau dark Elf itu.


Namun dark Elf itu berhasil menghindari Bagas dan melompat ke atas dan terbang di sana. Ia terlihat mengerutkan keningnya, kemudian ia meregangkan tangannya dan kemudian..


"Sial.. Hana tutup matamu..!! " Teriak Bagas saat ia membuat pelindung gelap di sekitarnya menggunakan Shadow creation.


Dan saat Bagas membuat pelindung itu, Dark Elf itu juga tiba-tiba berubah menjadi cahaya terang menerangi seluruh Dungeon dan menghapus dunia gelap Bagas.


"Kau pikir itu satu-satunya caraku bisa mendekati mu..??! " Ucap Bagas.


"Dark Creation - Fallen Angel Armor (baju besi malaikat jatuh.). "


Bagas kemudian memakai mode malaikat jatuh miliknya, dan kemudian ia tiba-tiba muncul di samping Dark Elf itu dan kemudian.


"Element gelap - jarum neraka..! " Ucap Bagas memutuskan tombaknya yang langsung mengenai dada kanan dari Dark Elf itu. Dan langsung membuatnya terjatuh ke tanah.


Namun terlihat ia bisa menggunakan cahaya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Melihat itu Bagas tak tinggal diam.


"Takan ku biarkan..!! " Sekali lagi Bagas melesat dan mencoba menyerangnya.


Dan serangan Bagas itu membuat dark Elf itu menghentikan proses penyembuhan dirinya, dan ia terpaksa menghentikan serangan Bagas.


Lalu ia tiba-tiba menjaga jarak, namun kali ini ia tak mencoba menyembuhkan dirinya. Tetapi ia membuat sebuah bola cahaya yang sangat besar di atasnya.


Melihat itu Bagas tau ini serangan lainnya, ia siap menggunakan Gluttony sekali lagi. Namun tiba-tiba ia melihat dark Elf itu tak menargetkan dirinya, tetapi melemparkan bola cahaya itu ke arah Hana.


Sepertinya ia tau bahwa Hana cukup berharga untuk Bagas karena ia mengingatkan Hana sebelumnya.


"Sial.. Aku tak menyangka ini akan aku gunakan sekarang.. " Ucap Bagas.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Kembali ke waktu siang hari saat Bagas masih di Dungeon Kirin di nusakambangan.


Ia saat itu masih memperhatikan perkelahian antara pasukan hitam miliknya.


"Baiklah kalian bisa berhenti.. " Ucap Bagas. Lalu ia memasukkan mereka lagi.


"Sekarang aku perlu memikirkan cara membuat serangan yang cukup kuat untuk melengkapi kekurangan ku. .. " Ucap Bagas.


"Pertama adalah kecepatan gerak.. Selain armor malaikat, aku memerlukan sesuatu seperti teleportasi. Aku bisa mengembangkan Abyss step.. "


Setelah itu Bagas mencoba berbagai cara, namun tiba-tiba saat ia melihat bagian gelap dari Dungeon itu ia terfikir sesuatu.


Kemudian ia mengaplikasikan Dark Creation untuk mencoba menutupi seluruh Dungeon. Tanpa ia duga ia berhasil.


"Ini bagus.. Kalau begitu ini adalah Element kegelapan - Dark World..!! Karena semuanya berubah menjadi hitam.. " Ucap Bagas


"Lalu aku tinggal memikirkan serangan yang kuat.. "


"Apakah aku bisa menggunakan Black Hole dari jarak jauh..?? Jika bisa itu akan sangat bagus.. " Gumam Bagas.


Lalu Bagas mulai membuat bola hitam dengan Dark Creation, dan kemudian ia mencoba memadukan dengan Black Hole.


Namun tak terjadi apapun saat itu. Bagas bisa merasakan bahwa Black Hole bisa berpadu dengan bola itu.


"tapi.. Kenapa aku tak merasakan efek hisapan..?? " Gumam Bagas.


Lalu ia mencoba melemparkan bola hitam itu, dan saat bola itu mengenai dinding Dungeon. Tiba-tiba bola itu membesar dan setelah bola itu menghilang, dapat di lihat bahwa seluruh bagian yang terkena bola itu tiba-tiba langsung menghilang..


"Ini berhasil..!! Ternyata ini hanya aktif jika terkana sesuatu.. " Gumam Bagas.


"Kalau begitu aku akan memberikan nama


Element kegelapan - Absolut Darkness..!! "


.


.


. Bersambung.