Battle Of Sky Tower

Battle Of Sky Tower
24


Keesokan harinya.


Bagas membuat banyak gagak bayangan untuk mencari lokasi dari Dungeon Crocodile Dragon di Cirebon dan Golem batu di Ambon..


Setelah itu Bagas hanya melatih kemampuan M.O.P cahaya miliknya. Pasalnya ia masih belum terbiasa dengan itu.


Terutama karena Bagas ingin melatih kemampuan kreasi Cahaya. Ia ingin memakai kemampuan ini untuk mempermudah dan membuat lebih banyak variasi senjata yang akan ia gunakan..


Bagas kemudian mengaplikasikan kemampuan Dark Creation dan Shadow Creation ke dalam M.O.P Cahaya..


Namun sekali lagi itu tak semudah apa yang Bagas pikirkan. Penggunaan Element Cahaya jauh lebih rumit dari apa yang ia pikirkan..


"Apakah ada yang telah aku lewatkan..?? " Gumam Bagas.


"Lupakan.. Aku akan terus mencoba.. "


Bagas terus mencoba melatih kemampuan itu selama tiga hari berikutnya, sementara Hana melatih kemampuan Es miliknya..


Selama ini Hana tak pernah menggunakan kemampuan Air yang ia dapatkan dari prasasti yang Bagas beli.


Dan kali ini ia mulai melatih hal itu dan juga mengembangkan kemampuan es.


Sementara itu akhirnya setelah Tiga hari Bagas berlatih, ia akhirnya bisa menggunakan kemampuan Light Creation.


Bagas akhirnya bisa dengan bebas memanipulasi cahaya untuk membentuk Berbagai senjata yang kuat.


"Akhirnya.. Ini benar-benar melelahkan.. " Ucap Bagas. Sambil memperhatikan tombak cahaya di tangannya, kemudian berubah menjadi pisau, katana, keris dan berbagai senjata lainnya.


"Butuh upaya tiga hari hanya untuk menguasai hal ini.. Namun ini sepadan.. " Ucap Bagas sambil tersenyum.


"Kemudian aku masih perlu mencari cara mengkombinasikan kemampuan cahaya dan kegelapan agar bisa di gunakan dalam satu waktu.. "


"Sedangkan kemampuan lainnya aku hanya bisa yang satu ini... " Ucap Bagas saat ia mengamati cahaya kecil yang memancarkan panas seperti matahari kecil di atas tangannya.


"Ya setidaknya aku tau kemungkinan yang lainnya takan sesulit pembentukan cahaya, namun walaupun kemampuan lainnya juga penting untuk di latih dan sangat kuat, tapi aku tak bisa melatih hal itu di rumah.. Jadi untuk saat ini lebih baik aku memikirkan cara penggunaan dua kemampuan ini dulu.. " Ucap Bagas.


Lalu ia mulai melakukan latihan lagi, namun saat itu ia merasakan udara semakin dingin.


"Apa yang terjadi..?? Aku tak menyalahkan AC, kenapa di sini dingin..?? " Gumam Bagas saat ia melihat AC yang masih mati.


"Tunggu.. Mungkinkah Hana berhasil.. "


Lalu Bagas berjalan ke kamar Hana dan melihat pintu kamarnya sudah membeku.


"Hana.. Apa kau bisa mendengar kaka..?? " Ucap Bagas.


Namun tak ada jawaban dari Hana, Bagas terus memanggil dan setelah beberapa saat tetap tak ada jawaban juga akhirnya Bagas mencoba membuka pintu itu.


Ia membuat Bola cahaya kecil yang memancarkan panas untuk mencairkan Es di pintu, lalu setelah beberapa saat ia akhirnya bisa membuka pintu dan melihat Hana yang sudah membeku.


"Hana..!! " Teriak Bagas.


Lalu Bagas menggunakan kekuatan element cahaya miliknya untuk mencairkan dan menghangatkan Hana.


"Hhaaccuuu..!! Ini sangat dingin.. " Ucap Hana saat ia terbebas dari Es.


"Apa yang terjadi. ?? Kaka menyuruhmu berlatih bukan untuk berubah menjadi patung Es.. " Ucap Bagas sambil terus membuat Cahaya untuk menghangatkan tubuh Hana.


"Hemm terus saja kaka meledek ku.. Nanti jika aku sudah bisa mengendalikannya, aku akan membekukan kaka juga.. " Ucap Hana.


"Baiklah.. Baiklah.. Sebenarnya apa yang kamu lakukan sampai kau membeku seperti ini..?? " Tanya Bagas.


"Sebenarnya aku sudah bisa menguasai Sihir Air, dan aku sudah menggabungkan dengan Angin untuk membuat Es.. Awalnya aku sudah bisa membuat seperti ini.. " Ucap Hana. Lalu ia membuat patung Es di tangannya, dan kemudian mengubahnya menjadi berbagai bentuk.


"Lalu aku terfikir untuk menggabungkan elementasi dengan Es ini, namun hasilnya heheeheeee... Aku gagal.. "


"Haihh.. Kau ini benar-benar ceroboh.. Kau bisa mencoba menggabungkan hal lainnya, namun Elementasi itu adalah sesuatu yang mengubah seluruh tubuhmu.. Jadi kau tak bisa sembarangan dengan hal itu.. " Ucap Bagas.


"Aku mengerti.. " Ucap Hana.


"Lupakan.. Keringkan badanmu dan ganti dengan baju hangat agar tidak hipotermia.. " Ucap Bagas.


"Kaka akan membuatkan mu Sup untuk menghangatkan badan.. "


Setelah itu Bagas mulai membuatkan Sup untuk Hana, lalu di saat ia memasak. Ia ingat perkataan Hana..


"Elementasi dengan dengan M.O.P berbeda..?? " Gumam Bagas.


Lalu ia mengulurkan tangan kirinya yang langsung berubah menjadi kayu seperti saat pertama ia dapat mengendalikan M.O.P kayu miliknya.


Tangannya berubah menjadi tangan kayu dan kemudian bagian depannya berubah menjadi berbagai bentuk.


Lalu ia mencoba memisahkan sebagian dari tangan kayu miliknya ke lantai, dan terlihat bagian yang hilang di tangannya akan kembali seperti semula seperti tumbuh lagi.


"Bukankah ini sama saja elementasi..?? " Gumam Bagas. Lalu ia mencoba memotong tangannya yang masih dalam mode kayu.


"Terserah.. Kita coba saja.. " Ucap Bagas. Lalu ia memotong tangannya itu, dan ia tak merasakan apapun dari tangan yang terpotong itu.


Lalu tangannya mulai tumbuh sekali lagi menjadi tangan baru seperti semula, sementara potong tangan kayu itu berubah menjadi pohon kecil di sana.


"Ya.. Sepertinya jika aku bisa menggunakan secara keseluruhan Mode kayu ini, aku juga bisa menghindari berbagai serangan fatal.. " Ucap Bagas.


Sayangnya, saat ini ia hanya bisa mengubah lengan kirinya saja. Dan tak bisa mengubah bagian tubuh lainnya..


"Perpaduan elemente..?? " Gumam Bagas.. Ia masih saja memikirkan perpaduan Elementa Cahaya dan kegelapan.. Namun Bagas masih tak dapat menemukan jawabannya..


"Mungkin aku harus melakukan satu per satu dulu.. Pertama mungkin karena perbedaan Rank, dan juga apa karena M.O.P Kegelapan masih belum masuk Elementasi..?? " Gumam Bagas.


Kemudian Ia melihat Sup yang ia masak telah mendidih dan matang, jadi Bagas mengambilnya dan membawakan itu Untuk Hana.


Setelah itu ia memberikan Sup itu ke Hana. Dan setelah Hana menghabiskan sup itu, Bagas keluar untuk sekedar jalan-jalan saja dan menyapa beberapa penduduk di sekitar sana.


Di sana Bagas melihat banyak anak kecil bermain dan berlarian.. Bagas hanya tersenyum saat melihat itu, ia teringat masa lalu saat masih ada orang tuanya.


Lalu saat Bagas ingin berbalik dan pergi dari sana, ia melihat seorang anak kecil bermain kincir angin mainan berwarna hitam dan putih..


Kincir itu berputar-putar karena tertiup angin.


"Hitam dan putih.. Yin dan yang.. " Gumam Bagas.


Sepertinya aku bisa mencoba sesuatu.. "


Lalu Bagas memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dan kemudian..


"Kalau begitu mari kita coba apakah perkiraan ku benar..


Penciptaan Cahaya.. Sayap Cahaya.." Ucap Bagas


Kemudian Bagas mulai mencoba membuat sayap di belakangnya, dan akhirnya ia bisa membuat enam sayap seperti malaikat berwarna putih.


"Lalu untuk percobaan ke dua..


Penciptaan Kegelapan - sayap malaikat jatuh.. "Ucap Bagas sekali lagi menggunakan element Kegelapan miliknya..


Dan kemudian perubahan mulai terjadi, sayap sebelah kanan mulai menghitam dan akhirnya berubah menjadi Hitam sementara sebelah kiri masih putih. Tak hanya itu, tangan Bagas juga berubah warna.. Tangan kanan hitam dan kiri putih..


" Penciptaan kedua Element bisa di gabungkan, ini berarti bukan masalah Rank.. "Gumam Bagas.


" Sepertinya ini memang masalah Elementasi.. Jadi sebelum kegelapan bisa masuk ke mode Elementasi, sepertinya aku takan bisa menggunakan element kegelapan saat dalam mode element cahaya.."


Lalu Bagas membatalkan perubahan itu lagi, karena ia sudah tau apa alasan kegagalan sebelumnya..


Lalu tiba-tiba ia merasakan salah satu bayangan Gagak miliknya telah menemukan lokasi Dungeon crocodile Dragon.


"Apakah di sana..?? " Gumam Bagas.


Lalu ia pergi ke kamar Hana.


"Hana.. Apa kamu di dalam..?? " Ucap Bagas.


"Ya sebentar.. " Ucap Hana, lalu tak lama kemudian Hana membuka pintu kamarnya.


"Ada apa kak..?? "


"Dungeon Crocodile dragon telah kaka temukan..


Itu ada di sekitar lokasi ini.. " Ucap Bagas. Lalu ia mulai membuka HP dan melihat Map di aplikasinya.


"Taman Wisata Goa Sunyaragi..?? " Ucap Hana.


"Ya.. Salah satu gagak bayangan melihatnya di sana.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu mari kita pergi.. " Ucap Hana.


"Tunggu.. Aku sudah menjadi Rank Ss, tapi kaka sebelumnya mengatakan ini cocok untuk ku..?? Kenapa..?? "


"Jika tebakan kaka benar, salah satu dari mereka akan menjatuhkan rune stone.. Dan kerena Monster Crocodile Dragon masih dalam Sub Dragon, maka itu pasti akan membantumu.." Ucap Bagas.


"Apa Renk mereka..?? Dan apa kekuatan mereka..?? " Tanya Hana.


"Rank A monster.. Mereka memiliki kemampuan Air.. " Ucap Bagas.


"Kalau begitu aku akan melakukan sendiri kali ini.. Kaka tak perlu ikut.. " Ucap Hana.


"Itu tidak mungkin.. Kaka tak bisa membiarkan mu sendirian.. " Ucap Bagas.


"Aku sudah dewasa kak.. Jangan menganggap ku sebagai anak kecil terus.. Hemm... " Ucap Hana sambil mengembangkan pipinya.


"Kaka tau tapi tetap saja, kaka tak bisa membiarkan mu sendirian walaupun kau sudah menjadi Rank Ss.. Itu karena kamu.... .. " Tiba-tiba Bagas berhenti berbicara saat itu


"Ada apa kak..?? " Tanya Hana yang penasaran saat melihat Bagas berhenti berbicara.


"Dungeon Golem Batu juga di temukan.. " Ucap Bagas.


"Dungeon Golem di Ambon..?? " Tanya Hana.


"Ya.. " Ucap Bagas.


"Itu bagus. Kalau begitu kaka bisa pergi ke sana saja dan aku akan ke cirebon..


Lalu lihat siapa yang bisa menyelesaikan Dungeon paling cepat.. " Ucap Hana sambil tersenyum.


"Tidak.. Dungeon Golem bisa kita lakukan nanti setelah Dungeon Crocodile dragon itu.. " Ucap Bagas.


"Tidak.. Pokoknya tidak.. Aku akan melakukan sendirian.." Ucap Hana.


"Aku akan membuktikan kalau aku sudah menjadi kuat.. "


"Kalau begitu, kaka telah menyiapkan satu ini.. Jika kamu bisa menguasainya dalam Dua hari, kaka takan menghalangi mu lagi.. "Ucap Bagas sambil menyerahkan selembar kertas.


" Zona Es..?? "Gumam Hana saat ia membaca tulisan di kertas itu.


" Bukan kah ini hampir mirip dengan apa yang aku lakukan sebelumnya..?? "


"Memang.. Namun ini tidak membahayakan dirimu, hanya akan membekukan semuanya yang ada di sekitar mu saja.. " Ucap Bagas.


"Sebelumnya kaka ingin memberikan ini kepada mu kemarin-kemarin, namun saat melihat mu membeku seperti sebelumnya. Kaka membatalkan niatan kaka.. "


"Dan kali ini kaka memberikan itu kepada mu, kamu harus mempelajari ini sampai bisa dalam dua hari. Jika tidak, jangan harap bisa pergi sendirian ke dalam Dungeon.. " Ucap Bagas.


"Kaka terlalu protektif, tapi terimakasih.. " Ucap Hana.


"Aku janji akan menguasai ini dalam dua hari.. "


Setelah itu Hana masuk kedalam kamarnya dan mempelajari kemampuan itu. Sebenarnya itu adalah kemampuan yang Bagas ketahui dari pengguna M.O.P Es.


Dan Bagas berfikir karena Hana bisa membuat Es, kenapa tidak membiarkannya berlatih ini.


"Aku juga harus menyiapkan diri.. " Ucap Bagas.


"Semoga keputusan ku tidak salah.. "


.


.


. Bersambung.