
Hujan pun akhirnya berhenti,ardian memutuskan untuk pulang.
"Sher hujan udah reda gue pulang ya"Ucap ardian
"Sebentar gue panggil mama dulu"Jawab sherena
"Ma ardian mau pamit pulang nih"Teriak sherena
"Gak usah teriak juga sher kan lo ke kamarnya bisa"Balas ardian
"Hehe mager ar"Jawab sherena
Mamanya pun keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu.
"Kamu mau pulang?"Tanya mamanya
"Iya tante hujannya udah berhenti"Jawab ardian
"Oh ya udah hati-hati di jalan jangan ngebut"Balas mamanya
"Iya tante saya pamit pulang"Pamit ardian menyalami tangan mamanya sherena
"Latihan jadi mantu"Ucap ardian
Sherena terkejut mendengar perkataan ardian.
"Boleh tapi fokus sekolah dulu"Jawab mamanya
"Lo bilang apa tadi?"Tanya sherena
"Latihan jadi calon mantu"Jawab ardian
"Kenapa kak kok kaget gitu?"Tanya mamanya
"Gapapa ma ardian bercanda jangan di dengarin omongan ardian"Jawab mamanya
"Saya gak bercanda tante,saya serius dua rius malah"Balas ardian
"Udah jangan berantem"Ucap mamanya
"Boleh panggil mama gak tante?"Tanya ardian
"Boleh ardian"Jawab mamanya
"Kenapa harus manggilnya mama?"Tanya sherena
"Karna kalo lihat mama lo jadi ingat mama gue yang udah meninggal sher"Jawab ardian
"Sorry gue gak tau mama lo udah meninggal"Balas sherena
"Boleh banget kalo ada apa-apa main aja ke rumah atau ke toko kue cerita ke mama"Ucap mamanya
"Terima kasih ma"Ucap ardian
"Boleh peluk?"Tanya ardian
"Boleh"Jawab mama sherena
Ardian pun memeluk mamanya sherena seperti dia memeluk mamanya.
"Ma aku kangen sama mama,andai aja mama masih ada pasti gak akan seperti ini"Batin ardian
"Terima kasih ma"Ucap ardian melepas pelukannya
"Kamu nangis?"Tanya mama sherena
"Lo kenapa ar?"Tanya sherena
"Kangen mama"Jawab ardian
"Iya ma ardian pamit pulang"Jawab ardian
"Iya hati-hati dijalan jangan ngebut"Ucap mama sherena
Papanya sherena pun baru saja pulang dari kantor dan melihat ada ardian.
"Ma ini siapa?"Tanya papanya sherena
"Ini teman sherena pa"Jawab mama sherena
"Saya ardian om teman sherena"Ucap ardian menyalami tangan papanya sherena
"Iya saya papanya sherena"Jawab papanya sherena
"Saya sekalian pamit pulang om"Balas ardian
"Oh iya hati-hati dijalan jangan ngebut"Ucap papanya sherena
"Kak gak diantar?"Tanya mamanya
"Oh iya aku antar kok ma"Jawab sherena mengantar ardian sampai depan
Di depan rumah
"Gue gak tau kalo mama lo udah meninggal"Ucap sherena
"Jangan sedih kalo lo butuh teman cerita gue siap jadi teman cerita lo"Lanjut sherena
"Iya sher terima kasih lo udah kenalin gue ke orang tua lo"Jawab ardian
"Iya sama-sama"Balas sherena
"Gue pulang ya bye"Pamit ardian
"Bye hati-hati dijalan jangan ngebut"Balas sherena
Ardian pun pulang ke rumah dengan terpaksa.
Sherena pun masuk ke dalam rumahnya.
"Kak tadi teman kamu?"Tanya papanya
"Iya kenapa pa?"Jawab sherena
"Kok seperti anak nakal ya"Balas papanya
"Itu tampilannya aja pa seperti anak nakal aslinya gak"Jawab sherena
"Papa cuma gak mau kamu salah milih pergaulan lak"Balas papanya
"Kenapa si gak sama aldi atau ardian papa bilang gitu?"Tanya sherena
"Papa gak mau kamu seperti perempuan yang suka main sama laki-laki"Jawab papanya
"Apa papa pernah lihat aku pulang malam?gak kan?"Balas sherena dan pergi ke kamarnya
"Udahlah mas jangan terlalu diatur biarin sherena berteman dengan siapapun itu"Ucap mamanya
"Mama percaya sherena bisa membedakan mana yang baik buat dia dan mana yang gak baik buat dia"Lanjut mamanya
"Papa gak suka sherena punya teman laki-laki ma,apalagi si aldi papa gak suka"Jawab papanya
"Papa mandi dulu ya capek"Balas mamanya
Mamanya sherena pun berhasil menenangkan papanya sherena.