Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S5 : #7. Pohon siluman


.


.


.


.


.


*gelap *sunyi *lembab


.


.


.


.


.


*disisi lain..


Rei : Disini!


Hinotama : Benar juga.. ini ponsel milik Hyuki.


Sayon : Apa ponselnya masih menyala?


Hinotama : Uh? masih.


Rei : Entah kenapa perasaan ku bilang mereka berdua-


Raya : Coba lihat kesini.


Rei : Uh?


Hinotama : Jamur?


Rai : Ini pohon siluman itu kan?!


Hinotama : Kenapa bisa tumbuh disini?


Chishou : Aku kurang tau, seingatku sebelumya jamur ini tidak ada.


Sayon : Lalu.. bagaimana bisa itu ada disini?


Rei : Bukankah ini terlihat janggal? Kalau jamur itu baru tumbuh, berarti apa Hyuki atau Yuika berhadapan dengan siluman level 5?


Sayon : Eh? tapi mereka tidak memberikan sinyal, lagipula daritadi tidak ada keributan kan?


Rei : Uh? jadi.. jamur itu sudah ada sebelumnya?


Hikaru : Tidak.


Semuanya : Uh?


Hikaru : Kemungkinan tidak ada siluman yang mati disekitar sini


Hinotama : Lalu?


Hikaru : Mungkin ada siluman yang menanamkan jamur ini disini.


Semuanya : Uh!!


Sayon : Eh-?! memangnya bisa begitu?


Saka : Kalau ada siluman level 5 yang mati, maka jamur itu akan tumbuh di tempat siluman itu meninggal. Kemudian ada siluman lainnya yang memindahkan jamur itu ke tempat yang lebih aman bagi mereka.


Rai : Lalu mereka berencana ingin menumbuhkan jamur ini menjadi pohon siluman untuk memperbanyak energi mereka tanpa harus mengeluarkan kekuatan untuk bertarung. Iya kan?


Hikaru : Ya. Karena siluman level 5 sangat sulit untuk dikalahkan, jadi para siluman lainnya berusaha untuk mencari jamur ini.


Hinotama : Jamur ini sudah tidak bisa kita cabut, aku rasa ini ditahan oleh semacam kemampuan khusus milik siluman.


Haruo : Tidak bisa kita hancurkan saja?


Hinotama : Itu mustahil, kecuali kita bisa menemukan siluman yang sudah menanam jamur ini, lalu membunuhnya. Baru jamur ini bisa hilang.


Hikaru : Untuk sekarang kita harus mencari Hyuki dan Yuika.


Rei : Uh! apa ada kemungkinan mereka dibawa oleh siluman?!


Hikaru : Uh?!


Sayon : Uh! jadi.. karena berusaha untuk mencabut, mereka..


.


.


.


.


*sunyi *gelap *lembab


.


.


.


.


Yuika : Ugh! *menendang. Sial!!


Siluman : Hnnnnggggg..


Yuika : Uh-huh! siluman itu.. dari auranya biasa saja, tapi entah kenapa dia terlihat patut untuk diwaspadai.


Siluman : *pergi


Yuika : Eh?! tunggu dulu.. dia tidak tertarik dengan manusia? *berfikir. Ugh!! *berusaha melepas gembok. Tch! kalau begini terus aku tidak akan bisa keluar dari kurungan ini. *kesal.


.


.


.


Yuika : *memperhatikan gerak-gerik siluman. Uh! iya juga.. Hyuki dimana?! siluman itu.. jangan bilang dia mengurung ku dan Hyuki di tempat yang terpisah. Tidak.. tidak.. dia tidak terlihat sepintar itu. Dia juga tidak mungkin siluman level 5. Berarti.. ada kemungkinan dia adalah siluman level 3. Tch! *kesal


.


.


.


*disisi lain..


Chishou : Ini adalah area yang sensitif terhadap getaran


Sayon : Apa Hyuki sudah tau soal ini?


Hinotama : Aku yakin dia sudah tau.


Hikaru : Aku tidak yakin dia ada di daratan.


Hinotama : Ha?


Haruo : Berarti.. nona dan nona Hyuki..


Rei : Berada di lautan?!


Hinotama : Tunggu dulu ayah, apa maksud ayah?!


Hikaru : Itu-


Chishou : Kemungkinan kau memang benar.


Hikaru : Uh?!


Semuanya : Uh?!


Chishou : *membuka peta perairan. Ini adalah area terlarang di perairan, kami sudah menandai nya dengan memasang pembatas dan juga tanda peringatan. Banyak kapal yang tenggelam di daerah sana, kedalamannya juga lumayan, karena itulah kami melarang warga untuk melintasinya.


Rei : Uh? Kalau diingat-ingat kembali.. dulu chef itu pergi ke arah sini kan?


Raya : Wanita itu ya.


Hikaru : Kalau begini kita terpaksa pergi, ayo. *bergegas


...π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‡π™π™‹π˜Ό 𝙇𝙄𝙆𝙀, π˜Ύπ™Šπ™ˆπ™€π™‰π™, π™‘π™Šπ™π™€ π™†π˜Όπ™‡π˜Όπ™ π™Žπ™π™†π˜Ό.....


...π™π™ƒπ˜Όπ™‰π™†π™ŽπŸŒΉπŸŒΉ.....