
Hyuki : Uh-huh! *terdorong
Warga : Oi.. oi.. lihatlah ada gadis kecil payah yang jatuh disini..
Warga : Memalukan sekali ya..
Pedagang ibu : Hentikan kalian berdua!! Kalau mau mabuk-mabukan di tempat lain sana!!
Warga : Ha-?! Siapa kau nenek tua?!
Pedagang ibu : Sana pergi! *melempari sepatu
Warga : Tch! *pergi
Pedagang ibu : Apa kau baik-baik saja nak? Uh? kau terluka
Hyuki : Aku baik-baik saja.. terimakasih.
Pedagang : Ma-. Uh?! *melihat uang di tangannya. Maaf nona-! Uh?! dia sudah pergi..? Terimakasih Tuhan.
"๐๐ช๐ฅ๐ข"
*suara tamparan
Hikaru : Mau berapa kalipun kau kemari.. kau tidak akan pernah diterima. Kau hanya sampah tidak berguna yang seharusnya sudah kulenyapkan sejak dulu!
Hyuki : Uh-huh! *syok
Hikaru : Sadarilah posisimu itu. Kau hanya membawa masalah disini. Kau itu monster, yang sudah membunuh Yuki.
Hyuki : *putus asa *hanya diam
Hikaru : Kenapa kau terus saja kembali kemari,, aku tidak menginginkan mu lagi ada di rumah ini.
Hyuki : Aku-
Hikaru : Pergi dari hadapanku! *kesal
"๐๐ข๐ธ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข"
"๐๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข"
Hyuki : *gemetar
Hinotama : *menarik Hyuki
Hyuki : Uh-huh?! *terkejut *gemetar
Hinotama : Kau yakin sudah tidak memerlukan nya? Dasar ayah sialan.
Hikaru : Seperti biasanya kau selalu saja ikut campur urusan ku Hinotama.
Hinotama : Sawaki, ajak Hyuki pulang..
Hyuki : Uh-? *pasrah
Sawaki : Saya mengerti.. ayo nona..
Hyuki : Tidak mau. Aku.. tidak mau..
Hinotama : *manarik Hyuki
Hyuki : *pasrah
Hinotama : Lalu kau mau tinggal dimana? di tengah hujan lebat begini kau mau tinggal dimana?
Hyuki : *hanya diam
Hikaru : Dia tidak akan tinggal dimana-mana.. monster lebih buruk daripada manusia dan siluman.
Hinotama : Apa yang membuatmu berfikir kalau dia monster?
Hikaru : Karena dia tidak bisa diandalkan.
Hyuki : Uh-?
Hikaru : Darahnya juga sudah membuatku jijik. Singkirkan sampah itu dari hadapan ku. *dingin
Hinotama : Tidak akan.
Hyuki : Lepaskan- *mengeluarkan kemampuan es nya
Hinotama : Uh-?!
Sawaki : Nona?!
Hyuki : Kenapa.. ini terus saja terjadi? *bicara dalam hati
Hikaru : Kau lihat sendiri kan? Sekarang pergilah!
Hyuki : *duduk lemas
Sawaki : Nona? Apa anda baik-baik saja? Sebaiknya kita segera pulang.
Hyuki : Tidak mau.
Sawaki : Uh? nona..?
Hyuki : Aku-. *tidak bisa berkata-kata
Hinotama : Kau tidak mau pulang.?
Hyuki : Uh-?
Hinotama : Kalau begitu tidak perlu pulang.
*keesokan harinya..
" ๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ฎ "
Hyuki : Aku tidak bisa menghadapi kenyataan yang sulit dimengerti ini, aku benar-benar tidak tau harus bagaimana menghadapi semuanya.
*di sisi lain
Hinotama : Ayah sialan! Aku ingin bicara denganmu.
Hikaru : Biasanya kau tidak mau datang kemari Hinotama. Kenapa sekarang tiba-tiba datang..?
Hinotama : Karena disini adalah rumah asliku. Jujur saja, aku tidak mau datang kemari kecuali ingin membicarakan sesuatu.
Hikaru : Memangnya kau mau bicara apa?
Hinotama : Ini soal Hyuki.
Hikaru : Kenapa kau terus membahas tentangnya?
Hinotama : Saat ini aku membiarkan Hyuki di rumah sakit untuk terapi. Dia mengalami gangguan mental karena sangat takut untuk pulang. Apa kau tidak bisa mengasihani nya sedikit saja.?
Hikaru : Tidak.
Hinotama : Dokter salah mendiagnosa nya dengan syndrom PTSD, tapi nyatanya dia hanya menderita gangguan kecemasan biasa.
Hikaru : Lalu?
Hinotama : Gangguan kecemasan yang Hyuki miliki disebabkan oleh perilaku lingkungan nya padanya. Dia takut untuk pulang, di rumah sakit juga dia jarang makan, bahkan dia tidak mau menemui siapa pun yang menjenguknya. Apa kau tidak mau mengubah putrimu sendiri.?!! *kesal
Hikaru : Terserah kau mau bicara apa. Aku tidak peduli.
Hinotama : Oi-!
Hikaru : Jika dia memang tidak mau bertemu dengan siapa pun untuk apa aku kesana?!
Hinotama : Tch! Tidak ada gunanya bicara denganmu. Sudahlah, aku pergi saja.
Hikaru : Dia ada di rumah sakit mana.?
Hinotama : Di Tokyo, rumah sakit umum dekat keluarga Hida.
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....