
Qin Chen melangkah mendekatinya, berdiri diantara satu meter darinya berdiri.
Pandangan matanya tertuju padanya, dengan posisi yang sama seperti masa lalu.
"Tch! Aku kira siapa yang datang, ternyata bocah nakal yang suka membuat keributan dikediamanku. Cepat masuk, aku memiliki banyak pertanyaan untukmu!"
Ia tidak pernah berubah sama sekali, sifatnya yang kasar dengan tempramen buruknya benar-benar mengingatkan masa lalu yang sudah lama sekali.
Ia seorang wanita dengan usia yang mungkin mencapai miliaran tahun dengan paras cantik tidak menua sedikitpun. Seolah-olah ia adalah keberadaan yang abadi, dikenal sebagai Dewi Bambu Kuno.
Bahkan sampai sekarang, kecantikannya benar-benar tidak pernah pudar sedikitpun!
Siapapun yang melihatnya, hendak akan menikahinya karena memiliki paras yang cantik diusianya yang sangat tua. Bahkan Qin Chen yang dulu sempat tertipu dengan penampilannya.
Saat ia berada didalam ruangan, ia melihat tempat tersebut tidak berubah sama sekali masih sama seperti dulu, dan hanya menambah beberapa barang.
"Sudah berapa lama aku tidak ketempat ini, bahkan tempat ini tidak pernah berubah sedikitpun."
"Jangan bicara omong kosong, cepat duduk dan ceritakan pada nenek tentang kematian dan kehidupanmu sekarang. Setelah mendengar kabar dari teman lama, bahwa kau mati saat melawan surga bersama istrimu."
Qin Chen hanya diam, ia terduduk dengan matanya yang mulai kosong.
Wanita itu memahami apa yang dirasakan Qin Chen, kematian istrinya dan kekalahannya melawan surga dan dewa benar-benar mengguncang seluruh langit berbintang!
"Apa kau menggunakan peti hidup dan mati untuk membekukan istrimu?" Tanya wanita itu dengan serius, karena ia orang yang menciptakan peti hidup dan mati.
"Seperti yang aku katakan padamu sebelumnya, apapun yang terjadi padaku nantinya, aku akan menyelamatkan istriku dengan peti tersebut."
"Begitu rupanya, aku tahu kau orang yang egois saat pertama kali bertemu denganmu, dasar keras kepala!" Ia membentak Qin Chen didepannya langsung.
Meskipun ia dapat menyelamatkan istrinya dengan membekukan waktu disekitarnya, namun kutukan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diatasi dengan mudah.
Bahkan seorang Dewa Tertinggi akan mati!
"Dasar keras kepala! Apa kau berencana untuk melawan surga kembali! Berapa banyak orang yang akan menjadi korban perang suci yang kau lakukan kedepannya! Apa seluruh dunia ini akan kau gunakan untuk melawannya?!"
Ia memang memiliki temperamen yang buruk, karena itu memang sifatnya yang tidak menyembunyikan apapun. Ia akan langsung mengatakannya secara langsung tanpa memikirkan apapun, karena setiap katanya memang benar.
Cang Zhuzi, Dewi Bambu Kuno!
Namanya mungkin sudah terkenal dimana-mana, karena ia adalah Petapa di seribu bambu meneliti racun dan lain sebagainya.
Qin Chen hanya dapat menundukkan kepalanya, karena dihadapannya seperti orang tuanya sendiri yang tengah memarahi anaknya yang bodoh dan keras kepala tidak dapat diatur.
"Apapun itu, selama dia mendapatkan balasannya, aku tidak peduli dengan kutukan orang-orang. Aku hanya ingin menyelamatkan istriku, dan menghancurkan surga dengan tanganku sendiri, itu sudah cukup untuk mengorbankan seluruh kehidupan di dunia ini."
Cang Zhuzi menghela nafasnya, ia menyentuh keningnya dan menghantamnya kebawah hingga menyebabkan gempa di seluruh daratan.
Qin Chen mendapatkan serangan yang sangat kuat untuk pertama kalinya, kepalanya mengeluarkan darah dimana ia tidak melawan sama sekali.
"Dasar bocah nakal! Apa kau tidak tahu kata menyerah? Kekuatannya berada di luar imajinasi kita, dia dapat dengan mudah memurnikan seluruh kehidupan dibawah kehendaknya."
"Aku tidak peduli seberapa luas langit dan seberapa dalam lautan, aku percaya pada diriku sendiri bahwa aku dapat melampauinya dan menghancurkan berkeping-keping! Meskipun tubuh ini menjadi korbannya!"
Bang!
Satu pukulannya mengguncang seribu gunung dan sungai, seluruh daratan mendapatkan guncangan hebat dimana Cang Zhuzi menghantamkan pukulannya disamping Qin Chen.
Ia melihat tidak ada ketakutan dimatanya, bahkan disaat ia mengarahkan pukulannya tepat disampingnya, ia tidak berkedip melihat matanya.
Cang Zhuzi kembali duduk dengan menyeduh secangkir minuman hangat.
Qin Chen kembali mengangkat tubuhnya, ia duduk dengan kepalanya yang berdarah. Semuanya tidak seberapa dibandingkan ditusuk oleh ketidakadilan dunia ini.
"Cepat katakan padaku, bagaimana kau bisa kembali hidup. Karena tidak mungkin dia kehilangan pengawasannya, pasti ada sesuatu yang membuatnya kehilangan kendali atas hukum."
Qin Chen mengangguk kecil, ia lalu mengatakannya. "Sesaat sebelum aku mati, aku merasakan sesuatu yang misterius menerobos dalam diri. Bersamaan dengan itu, langit mengalami kekacauan yang menyebabkan aku lolos dari pengawasannya, mendapatkan kesempatan untuk terlahir kembali, aku mencoba memasuki fase reinkarnasi."
Cang Zhuzi mengerutkan keningnya, ia menyentuh dagunya memikirkan apa yang Qin Chen bicarakan ini. "Apa kamu mendapatkan bantuan dari seseorang yang melampauinya? Bagaimanapun, tidak mungkin bagi dia yang berkuasa atas segalanya akan kewalahan menghadapi sosok misterius."
"Tidak tahu, aku hanya mengambil kesempatan itu untuk memasuki fase reinkarnasi. Kemungkinan yang nenek katakan ada benarnya, karena tidak mungkin bagi dia melepaskan pengawasannya padaku. Karena mau bagaimanapun, aku adalah dosa besar pusat kekacauan itu sendiri."
Ia menghela nafasnya, karena ada banyak misteri didunia yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, melainkan sebuah pengelihatan secara langsung. Cang Zhuzi sebelumnya memeriksa apa ada sesuatu yang berada didalam dirinya.
Namun pada saat itu, ia tidak menemukan apapun yang artinya Qin Chen kembali tanpa bantuan orang ketiga.
"Tch! Karena kau sudah terlahir kembali ke dunia ini, apa yang akan kau rencanakan dimasa depan? Apa kau tetap kembali melawan surga dan dewa sekali lagi untuk menghukum mereka? Atau bersembunyi selamanya."
Qin Chen tidak memilih keduanya, ia menggelengkan kepalanya. "Aku akan kembali melawan surga dan dewa untuk menepati janjiku padanya. Sebelum dia aku bangunkan, aku akan mengalahkan dewa dan surga!"
"Begitu? Seterahlah, lakukan yang kau anggap penyelesaian. Aku tidak ingin ikut campur dalam masalah ini, karena keberadaanku sama dengan mereka. Jika mereka tahu aku berada disini, cepat atau lambat mereka akan menyadari bahwa kau ada di dunia ini."
"Selanjutnya, apa yang kau butuhkan sampai-sampai datang ketempat nenek. Apa kau berencana untuk mempelajari racun dariku? Sayang sekali, aku tidak akan menerima cucu bodoh yang keras kepala dan egois sepertimu."
Qin Chen hanya tersenyum, ia masih senang mendengar sindiran dan marahnya.
Ia lalu mengeluarkan semua bahan-bahan herbal yang ia peroleh dari Paviliun Harta. Saat setumpuk bahan-bahan berada didalam ruangan, Cang Zhuzi langsung menelan ludahnya.
"Apa kau menyogok nenekmu dengan bahan-bahan ini? Jangan bermimpi, racun yang nenek miliki adalah racun yang paling mematikan di dunia. Bahan-bahan ini hanyalah deposit 1%, tidak lebih maupun kurang dari satu persen."
"Bagaimana kalau masukkan kedalam hutangku, aku akan mengembalikannya di masa depan saat aku mendapatkan bahan-bahan herbal yang banyak. Aku akan menyerahkan semuanya padamu, untuk sekarang tolong berikan aku pelajaran tentang racun."
Cang Zhuzi menutup mulutnya, ia mengeluarkan selembar kertas yang merupakan tempat pernjanjian hutang yang mereka berdua sepakati.
"Berikan darahmu ke atas kertas ini, meski aku ini nenekmu, aku tidak akan membuat sedikitpun kesalahan untuk memberikan ilmu racunku pada orang lain, termasuk cucu bodohku."
"Baik," Ia meneteskan darahnya di atas kertas tersebut dengan begitu, ia mempunyai hutang kepadanya.
...
*Bersambung ...