
"Kamu kenal dengan keponakan ku?" tanya Menteri di tengah keterkejutanya. Tidak menyangka jika gadis kecil ini bisa kenal dengan keponakannya.
Sebenarnya tidak mengherankan jika Hyun kenal dengan pangeran Ji Won. Di ibu kota hampir semua warganya mengenalnya. Kecuali jika pangeran Ji Won lagi dalam penyamaran.
Tuan besar jadi curiga dengan Hyun. Jangan-jangan Hyun salah satu dari orang yang menyerang putranya. Kemudian menyembuhkannya agar bisa mendekati keponakannya.
"Tentu saja kenal. Tapi kenapa keadaannya seperti ini?"
"Katanya kamu kenal dengannya, kok tidak tahu apa yang sudah terjadi dengannya. Apalagi ini sudah bukan rahasia lagi," cibir tuan besar Yue dengan arogan.
Tuan besar Yue belum tahu jika keduanya kenal dalam artian berbeda. Hyun dapat merasakan ketidak sukaan tuan besar Yue pada dirinya, jadi dia tidak mengungkapkan identitasnya.
"Maaf tuan besar. Sebenarnya saya bertemu dengan kak Ji Won di hutan yang terletak di desa Karo. Saat itu dia sedang bertarung dengan sebelas orang penjahat. Kebetulan saya bisa sedikit beladiri jadi menolongnya. Kejadian itu hampir setahun setengah."
Deg!
Keduanya tidak pernah mendengar jika pangeran Ji Won pernah mengalami hal ini. Tuan besar Yue menatap Hyun dengan pandangan menusuk.
"Kamu tidak berbohong kan?"
Hyun tidak tersinggung dengan ucapannya. Mungkin jika dia dalam posisi pangeran Ji Won, mendiang kakeknya pun akan bersikap seperti itu.
"Masalah saya berbohong atau tidak nanti tuan besar bisa mengkonfirmasikan langsung pada Kak Ji Won. Selain itu... saya dan kak Ji Won juga pergi ke desa Ruo untuk mengobati warga yang ada disana."
"Jangan omong kosong kamu. Kalau Ji Won memang berada disana kenapa tidak ada seorangpun yang mengetahuinya?"
Dia yakin pangeran Jung Hee dan pangeran Jung Hwa langsung memberikan informasi tersebut pada kaisar Tan jika bertemu dengan Pangeran Ji Won.
"Kami kesana dengan penyamaran. Jin Hu dan Dao menyamar sebagai tabib. Selepas kami mengobati beberapa penduduk kami pergi dari sana. Sebab ada musuh kak Ji Won disana?"
Deg!
"Maksud kamu?"tanya tuan besar Yue yang mulai mempercayainya.
Menteri Li hanya diam mendengarkan. Semua yang ingin ia tanyakan sudah ditanyakan oleh ayahnya.
"Sepertinya kak Ji Won sudah tahu siapa dibalik penyerangannya. Kebetulan orang itu berada disana."
Deg deg deg
"Kau tidak berbohong kan?"
"Kalau Tuan besar tidak percaya, Tuan bisa tanya langsung sama kak Ji Won atau anak buahnya. Bukankah ada Dao, Jin Hu dan Cin Hae, kemana mereka?"
Kini baik tuan besar Yue dan Menteri Li sangat yakin jika Hyun memang kenal dengan pangeran Ji Won. Hubungan mereka pun pasti dekat.
"Keempat anak buahnya gugur dalam perang," jawab Menteri Li dengan lesu.
"What!"
"Kenapa kamu teriak seperti itu?"
"Kalian tidak berbohong kan?"
"Kenapa kami harus berbohong. Jangan bilang kamu kekasih salah satu dari mereka," tuduh tuan besar Yue sambil memicingkan matanya.
"Enak saja. Kalau mereka meninggal terus bagaimana keadaan keluargaku?"
"Memangnya apa hubungan mereka dengan keluargamu?"
"Kak Ji Won sudah berjanji untuk menjaga keluargaku."
"Kenapa kamu menitipkan keluargamu pada Ji Won?"
"Sudahlah...aku akan mencoba mengobatinya dulu. Nanti Tuan besar bisa langsung tanya pada kak Ji Won."
Setelah mengucapkan hal itu, Hyun langsung mendekat kearah pangeran Ji Won. Dia mengambil tangannya untuk memeriksa.
"Sangat buruk. Sepertinya orang itu benar-benar ingin membunuh kak Ji Won dengan kejam," gumam Hyun namun masih bisa didengar oleh keduanya.
"Apa maksudmu?"
"Racun yang ada ditubuhnya sangat ganas. Bukan hanya satu jenis racun namun tiga jenis secara langsung."
"Tapi kenapa beberapa tabib tidak tahu jika dia terkena racun?"
"Kemungkinannya ada dua. Pertama dia memang tidak memeliki keahlian. Dan yang kedua dia memiliki keahlian namun dia menyembunyikannya."
Deg!
Kedua tangan orang dibelakang Hyun terkepal dengan erat. Sepertinya mereka mulai mengetahui siapa yang ingin melenyapkan pangeran Ji Won.
"Apakah kamu bisa mengobatinya?"
"Jadi kapan kamu akan mengobatinya?"
"Tentu saja sekarang. Mau tunggu apalagi?"
"Kalu begitu tolong sembuhkan cucu saya," pinta Tuan besar Yue dengan lembut. Pandangannya pada Hyun mulai berubah.
Dia tidak menyangka jika gadis kecil ini mempunyai kemampuan luar biasa. Jika mendengar ceritanya, tuan besar Yue yakin jika Hyun juga pandai beladiri. Jika tidak bagaimana mungkin dia bisa menolong pangeran Ji Won.
"Bolehkah saya minta tolong untuk membuka pakaian atasnya?"
"Apa yang mau kamu lakukan?"
"Tentu saja memeriksa kondisinya."
Menteri Li tidak banyak bicara dan langsung membuka pakaian atas pangeran Ji Won. Tuan besar Yue yang ingin mengeluarkan suara pun terdiam.
Setelah pakaian itu terlepas nampaklah sayatan luka yang membusuk. Bukan hanya Hyun saja yang terkejut. Tetapi sepasang ayah dan anak itupun ikut terkejut.
Selama ini ada pelayan yang membersihkan dan merawat luka pangeran Ji Won. Kini mereka yakin jika kondisi pangeran Ji Won ada kaitannya dengan pelayan itu.
Meskipun tabib Ji memeriksa pangeran Ji Won namun dia tidak melihat secara langsung tubuhnya. Ia pikir luka ditubuhnya sudah sembuh oleh tabib istana.
Tidak ada yang curiga sebelumnya. Selain luka itu tidak berbau, tidak ada seorangpun yang pernah melihat luka itu selain tabib istana dan pelayan.
"Kenapa bisa begini?" tanya Hyun sambil terus melihat luka tersebut.
"Biadab!" pekik Tuan besar Yue dengan geram.
"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Li!"
"Aku tahu ayah. Akan aku pastikan orang membuat Ji Won seperti ini _"
"Marahnya nanti saja paman. Lebih baik kita segera mengobati kak Ji Won terlebih dahulu. Sekarang saya ingin bantuan dari paman."
"Apa yang kamu inginkan?"
"Paman tahukan sekarang kita tidak bisa percaya begitu saja pada orang lain. Saya minta paman merebus beberapa obat di apotik. Kemudian saya minta ramuan itu direbus hingga mendidih. Setelah itu bawa kemari."
Menteri Li tidak membantah. Begitupun dengan tuan besar Yue. Saat ini mereka percaya jika Hyun mampu mengobati pangeran Ji Won.
Saat Menteri Li ingin keluar, dia berpesan agar Lion berjaga didepannya pintu. Jangan sampai ada orang lain yang masuk kedalam.
Kini di ruangan itu selain pangeran Ji Won tinggal Hyun dan tuan besar Yue. Mau tidak mau tuan besar Yue menjadi asisten Hyun.
Hyun mengambil beberapa alat medis dari ranselnya. Sebenarnya tuan besar Yue sudah gatal untuk bertanya. Namun melihat raut serius Hyun dia pun menahannya.
Pandangan tuan besar Yue pada Hyun benar-benar berubah. Tuan besar Yue sangat kagum dengannya. Meskipun usianya masih belasan tahun namun keahliannya sungguh menakjubkan.
Setelah membersihkan luka, Hyun memberikan obat regenerasi pada lukanya. Selama itu tuan besar Yue tidak melihat Hyun merasa jijik.
"Sekarang tolong Tuan besar_"
"Panggil kakek saja."
"Tapi_"
"Tidak ada penolakan!"
"Baiklah...tolong kakek dudukkan kak Ji Won. Kakek bisa menopang tubuhnya sebentar."
"Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Saya akan mencoba untuk melakukan akupunktur untuk mengeluarkan racunnya."
"Kamu juga bisa akupunktur?"
"Tidak terlalu ahli sih. Tapi kita akan mengetahui hasilnya nanti."
Tuan besar Yue tidak lagi berkomentar. Dia melakukan apa yang disuruh oleh Hyun. Sedangkan Hyun sendiri mempersiapkan jarum yang angin ia gunakan.
Setelah semuanya siap, Hyun mulai menusukkan jarum di tubuh pangeran Ji Won. Hyun menusukkannya dibagian tertentu.
"Sekarang biarkan Hyun yang duduk dibelakang kak Ji Won."
"Apa yang mau kamu lakukan? Ingat...ada batasan yang tidak bisa dilanggar oleh wanita dan laki-laki."
"Kakek bicara apa sih. Aku kan cuma ingin mengalirkan tenaga dalam untuk menyempurnakan teknik akupunktur. Semoga saja racunnya bisa keluar. Tolong kakek bawakan air panas."
Hampir saja tuan besar Yue mengomel. Namun demi sang cucu dia menahannya.