
Jie Xuyi tidak menyangka kalau dirinya akan terjatuh kedalam rencana Qin Chen, kesombongan dan rasa percaya yang Qin Chen miliki sama sekali bukan kebodohan melainkan sejak awal dia memang sudah siap berurusan dengan Keluarga Jie.
Ahli Tingkat Saint yang Qin Chen miliki jauh lebih banyak darinya, jika pertarungan ini terus berlanjut maka nyawa mereka akan dalam bahaya.
Jie Xuyi mendesak Auranya dan berteriak, "Kalian berdua adalah Ahli dari Ras Monster dan kenapa kalian mematuhi Bocah yang hanya berada di Tahap Akhir Tingkat Raja. Sebagai Kultivator Tingkat Saint kalian berdua sangat memalukan !"
"Bicaralah sesukamu karena hari ini kami akan membunuhmu." Long Teng mengayunkan Tombaknya dan Naga api melesat kearah Jie Xuyi.
Jie Xuyi mengeluarkan sebuah Perisai dengan bentuk kepala Singa, mulut Singa itu terbuka dan Naga Api itu dihisap masuk kedalam. Jie Xuyi melihat kearah Qin Chen dan membalikan serangan Naga Api dengan kekuatan dua kali lipat.
"Kau pikir semudah itu mendaratkan serangan kepada Tuan selama ada kami disini." Kun Shan menghadangnya dan menyemburkan Api yang kuat.
Ledakan yang besar menyebar dengan gelombang panas, Qin Chen berpikir kalau pertarungan antara Ahli Tahap Akhir Tingkat Saint ini bukan sesuatu dimana dia bisa ikut campur didalamnya dan lebih baik untuk menjaga jarak aman.
Kun Shan berubah wujudnya menjadi Burung Vermilion, cakarnya menyapu kearah Jie Xuyi dan berbenturan langsung dengan Perisai Singa. Dentuman yang keras membuat keduanya mundur bersamaan dan Long Teng tidak memberikan Jie Xuyi waktu untuk mengumpulkan tenaganya, ayunan Tombak yang ganas menyapu tubuhnya kebawah hingga menabrak tanah dengan sangat keras.
"Sialan... jika ini satu lawan satu aku mungkin masih memiliki kesempatan menang, kedua Ras Monster ini terlalu berlebihan dan melawan keduanya sekaligus sangat sulit. Mereka sudah tidak mungkin bisa diselamatkan, aku harus pergi dari sini dan meminta bantuan kepada Kaisar." Jie Xuyi melempar Perisainya dan mendesak Qi miliknya.
Long Teng dan Kun Shan dapat melihat rencana kejam Jie Xuyi dan segera mundur, Perisai miliknya memancarkan cahaya yang terang dan perlahan mulai retak..
*Boom.*
Perisai itu hancur berkeping-keping dan gelombang ledakan menyapu seperti badai, Jie Xuyi segera pergi dengan mulut yang dipenuhi darah. Jimat Teleportasi sudah bisa digunakan setelah sepuluh tarikan nafas sosoknya sudah menghilang.
Long Teng dan Kun Shan kehilangan jejaknya dan tidak menyangka jika Jie Xuyi akan bertindak kejam kepada dirinya sendiri. Namun semuanya sangat sepadan mengingat dia juga tidak mungkin bertahan lebih lama melawan mereka berdua.
"Maafkan kami karena tidak bisa memenuhi harapan Tuan !" Long Teng dan Kun Shan berlutut didepan Qin Chen dan meminta maaf.
"Tidak masalah... dia adalah bawahan langsung dari Kaisar dan membunuhnya tidak akan mudah mengingat kalian baru saja menerobos. Sekarang aku ingin kalian membantu yang lainya dan mengambil semuanya." Qin Chen tidak bisa membiarkan yang lainya pergi.
Long Teng dan Kun Shan segera pergi untuk membunuh yang lainya, bahkan Shang Guan tidak memiliki peluang untuk melawan dan mati ditangan mereka. Qin Chen sudah berbaik hati memberinya kesempatan untuk pergi namun sayangnya dia membela musuhnya, lagi pula tidak ada hubungan yang dalam diantara mereka dan Qin Chen tidak perlu merasa kasihan.
Setelah melihat pertarungan ini Qin Chen merasa kalau dirinya mendapatkan pencerahan, Saint Qi didalam tubuhnya terus bereaksi dan terdapat kemungkinan baginya untuk menerobos. Namun Qin Chen baru saja menerobos ke Tahap Akhir dan belum saatnya untuk menginjak Tingkat Saint.
Dari dalam jurang sebuah Peti Mati Hitam keluar dan melayang diatas langit, Qin Chen sangat penasaran dan perlahan dia mendekat kearah Peti Mati itu. Pusaran Hitam muncul didekat Peti Mati itu dan Qin Chen kehilangan kendali tubuhnya.
"Apa ini ?" Qin Chen mendesak Saint Qi miliknya dan mencoba untuk meloloskan diri.
Namun daya hisap yang kuat membuatnya tidak berdaya dan Qin Chen diseret masuk kedalam pusaran hitam. Qin Chen terjatuh disebuah tempat tandus yang asing dan sensasi ini pernah dia rasakan sebelumnya.
Sosok hitam menunjukan wujudnya dan melesat kearah Qin Chen, tangannya berubah menjadi bilah dan dengan kecepatan yang luar biasa berayun kearah dadanya.
*Bang.*
Qin Chen tidak sempat untuk menghindar dan terpukul mundur, untungnya dia memiliki Armor Naga yang menyatu dengan tubuhnya dan dapat meredam serangan.
Bayangan hitam itu mengayunkan lengannya dan Bilah hitam yang diselimuti kekuatan ruang melesat kearah Qin Chen. Tentunya hal ini membuatnya sangat terkejut dan Qin Chen buru-buru menghindar. Jari Raksasa bergerak dari atas langit dan kekuatan yang luar biasa menekan Qin Chen dari bawah.
"Sialan... bukankah ini Jari Penghancur Yin Yang milikku." Kedua tangan Qin Chen berubah menjadi Cakar Naga dan dia menahan kekuatan Tekniknya sendiri dengan banyak usaha, "Aku mengerti... Bayangan ini adalah bentuk tiruan dari kemampuanku. Mungkin saja ini adalah sebuah ujian dan aku diharuskan melawan diriku sendiri."
Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan melesat kearah Bayangan itu, kedua Bilah saling berbenturan dan merobek ruang hingga menciptakan celah. Keduanya dipaksa untuk mundur dan Qin Chen menyemburkan Api Petir yang sangat kuat.
Bayangan itu menciptakan celah ruang dan mengirim serangan Qin Chen kedalam Ruang Hampa. Qin Chen tahu bahwa Bayangan ini hanya meniru kemampuannya dan tidak bisa meniru kemampuan Binatang Suci ataupun Akar Hitam.
"Transformasi Iblis Surgawi." Qin Chen melakukan transformasi Iblis Surgawi dan Auranya melonjak.
Domain Pelahap meluas dan Qin Chen mengangkat tangannya, dia meninju udara dan menciptakan gema yang kuat. Bayangan itu mencoba menahannya dan lengannya hancur, namun hanya dalam waktu yang singkat semuanya diperbaiki seperti semula dan tebakan Qin Chen sangat benar.
"Jadi dia juga memiliki Tubuh Abadi seperti diriku, sepertinya untuk mengalahkannya aku harus melahapnya sampai tidak menyisakan apapun dari tubuhnya." Qin Chen terbang kedepan dan bersiap untuk menyerang.
Bilah-Bilah Ruang menerjang kearahnya dan dengan kemampuan Prinsip Waktu Qin Chen dapat menghindarinya dengan mudah. Qin Chen mencengkram kepala Bayangan itu dan melahapnya dengan kekuatan yang besar.
Bayangan itu perlahan berlutut dan mencoba untuk melepaskan diri, namun Qin Chen tidak berniat untuk melepaskannya dan melahapnya hanya dalam waktu beberapa menit.
Transformasi Iblis Surgawi terlalu mendominasi dan Qin Chen merasakan tubuhnya dipenuhi kekuatan serta pemahaman baru tentang kekuatan ruang. Perlahan tanah mulai berguncang dan sebuah Pintu Gerbang muncul tepat didepannya.