
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Loh, Kakak tidak ingat? Kakak kan meninggal karena minum racun," ucap Genisa binggung.
"Racun?" tanya Gealeksa bingung, ia menyeka air di bibirnya dan benar saja itu ada racun.
'Kenapa ada racun? Seingat ku aku mati di bakar,' batin Gealeksa melihat tangannya.
'Eh, ada apa dengan tangan ku? Tubuhku?' Gealeksa melihat seluruh tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dirinya yang dulu.
"Bisakah kau ambilkan cermin?" pinta Gealeksa.
"Cermin? Untuk apa?" tanya Genisa.
"Ambil kan saja pokoknya," pinta Gealeksa.
Genisa buru-buru ke kamarnya dan mengambil cermin tersebut lalu memberikan kepada Gealeksa.
Gealeksa mengambilnya dan melihat wajahnya di cermin, ia sangat terkejut karena wajahnya bukan lagi wajah aslinya.
"Wajah siapa ini?" tanya pelan.
"Kan itu wajah Kakak, Kakak apa benar-benar melupakan semuanya sampai melupakan diri Kakak sendiri?" tanya Genisa lagi.
'Kenapa sepeti ini? Seharusnya aku mati? Tapi kenapa aku malah ada di sini? Dia ini juga memanggil bukan nama ku, apa aku mirip seseorang atau jangan-jangan ... aku pindah ke tubuh orang lain?' batinnya.
Gealeksa terbelalak karena ia baru menyadari jika ia berpindah ke tubuh orang lain.
"Kenapa jadi seperti?" tanya Gealeksa.
"Kakak Kenapa?"
"Hm ... tidak apa-apa, apa kau adikku?" tanya Gealeksa.
"Iya, ceritakan padaku tentang semua yang ada di rumah ini dan bagaimana kehidupan ku sehari-hari," ucap Gealeksa.
"Cepat Pak! Cepat! Sebelum hantunya memakan orang!" teriak Desi berlari terlebih dahulu ke dalam rumah.
"Mana hantunya, sini aku basmi kan!" teriak seorang pria yang sudah berumur 50 tahun membawa cambuk api.
"Hentikan! Dia bukan hantu, dia Kakakku!" teriak Genisa menghalangi pawang hantu itu dengan merentangkan tangannya.
"Genisa! Minggir kamu! Dari pada hantu itu memakan kita semua lebih baik di musnahkan!" teriak Desi.
"Tidaaaaaaaaaaakkkk! Dia bukan hantu, dia adalah Kakakku! Dia tidak mati!" teriak Genisa.
"Apa! Dia tidak mati? Tapi bukannya orang sudah meminum racun seharusnya tidak bisa di selamatkan, kenapa dia bisa hidup lagi?" tanya Asna Tante keduanya.
"Mungkin ini adalah keajaiban yang di berikan kepada Kakak, dia di beri kesempatan hidup sekali lagi," ucap Genisa melihat ke arah Gealeksa.
'Ah, bener juga, mungkin aku memang di beri kesempatan hidup kedua kalinya untuk mengubah hidup ku,' batin Gealeksa.
"Tidak! Mana bisa orang mati hidup lagi! Jangan-jangan hantu yang sudah mengambil alih tubuhnya itu, kita harus musnahkan hantu di dalam tubuhnya agar dia bisa mati dengan tenang," ucap pawang hantu itu.
"Tidak! Mana bisa hantu masuk ke dalam tubuhnya! Kalau tidak, mana mungkin dia duduk diam saja, seharusnya dia sudah memakan ku sejak tadi," ucap Genisa.
'Kakak, sekali pun kamu hantu, aku akan tetap menjaga mu, karena aku tidak ingin kehilangan mu lagi,' batin Genisa.
"Tolonglah Tante, dia adalah Kakakku! Jangan bunuh dia," pinta Genisa memohon.
"Ayo kita pastikan jika dia bukan hantu, kalau dia terbakar oleh cambuk api ku ini berarti dia hantu, jika tidak maka dia manusia," ucap pawang hantu tersebut.
"Lakukan saja Pak!" perintah Desi.
...❤️❤️❤️❤️❤️...