TRANSMIGRASI GEALEKSA

TRANSMIGRASI GEALEKSA
BAB 2


...GEALEKSA...


...❤️❤️❤️...


"Andre, tolonglah terima cintaku satu hari saja, setelah ini aku tidak akan mendatangi mu, aku janji," pinta Gealeksa.


"Memangnya ada apa?" tanya Andre. Ia adalah idola kampus yang semua mahasiswi tergila-gila padanya. Andre adalah seorang idol, meskipun masih kuliah ia meniti karirnya menjadi seorang penyanyi.


"Aku ... aku akan di jodohkan dengan seorang pria tua, jadi dengan aku berpacaran dengan mu, maka mereka pasti tidak akan menjodohkan ku lagi," ucap Gealeksa menundukkan kepala, ia terlihat ragu-ragu.


"Heh! Kau ingin aku memacari mu? Apa kata dunia jika aku berpacaran walau hanya sedetik pun dengan mu? Kau nggak sadar dengan penampilan dirimu? Sudah jelek kuno lagi. Jangan aku yang sudah terkenal ini, anjing saja nggak bakalan mau sama kamu! Ngaca kamu! Di rumah mu itu ada cermin nggak? Lagian siapa yang peduli dengan kau mau di jodohkan atau tidak, itu adalah urusan mu, tapi bersyukur ada pria tua yang menyukai mu, kalau tidak, kau bakal jadi perawan tua yang nggak laku," ejek Andre tertawa sinis sambil meninggalkan.


Gealeksa terdiam dan meneteskan air mata. Sungguh tidak ada yang ia harapkan lagi.


Menikah dengan pria tua mesum itu hidupnya sudah pasti hancur, lalu apa lagi yang ia harapkan.


Ia pun menuju ke toko penjual racun, ia membawanya pulang ke rumah.


"Kakak, kau baik-baik saja?" tanya sang adik.


"Aku baik-baik saja," jawab Gealeksa lemas. Ia masuk ke dalam kamarnya, lalu menuliskan surat dan menggenggamnya lalu meminum racun tersebut.


"Selamat tinggal semuanya," ucapnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


"Hu-hu-hu, kakak jangan pergi, jangan tinggalkan aku, hanya kakak sendiri sandaran ku, kalau kakak mati dengan siapa lagi aku berharap," tangis pilu seorang adik yang menangisi jasad kakaknya yang terbujur kaku dengan buih di mulutnya.


Tubuh Gealeksa di bawa ke ruang tamu dan di letakan di atas kasur.


Yang sangat sedih hanya adiknya, sedangkan yang lain mereka tidak peduli, malah memotretnya lalu meng-upload foto Gealeksa dan menuliskan kata sedih agar mendapat perhatian dari media sosial.


Remang-remang ia mendengar suara tangisan di telinganya, tapi bercampur suara yang sedang menggosip dan tawa.


Perlahan-lahan ia membuka matanya dan tiba-tiba saja ia duduk.


Semua keluarganya terkejut saat melihat Gealeksa bangun dan mereka berhamburan keluar rumah.


"Hantuuuuuuuuuuuuuuu!" teriak mereka ketakutan lari terbirit-birit.


Genisa adalah adik yang menangisinya juga ikut kabur, tapi Gealeksa segera memegang tangan Genisa.


"Tolonggggggggg! Jangan makan akuuuuuuuuuuuuuu!" teriak Genisa sambil memejamkan matanya dan berusaha untuk melepaskan tangannya.


"Apa! Genisa akan di makan oleh hantu Gealeksa? Cepat cari pawang hantu!" perintah Tantenya yang bernama Desi panik.


"Iya! Iya! Cepat cari!" ucap mereka ketakutan.


"Jangan teriak, aku tidak suka daging manusia," jawab Gealeksa.


"Eh, bisa bicara?" tanya Genisa berhenti memberontak.


Ia membuka matanya dan melihat ke arah Gealeksa sambil mengerutkan dahinya.


"Kakak tidak mati?" tanya Genisa melihat Gealeksa secara sak sama.


"Aku juga tidak tahu, seharusnya aku mati, tapi ... kenapa aku ada di sini? Tempat apa ini?" tanya Gealeksa melihat sekeliling rumah itu yang sangat asing baginya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...