
Novel ini hanya fiktif belaka dan hanya untuk hiburan saja, jika tidak suka silakan skip dan tidak perlu meninggalkan rate buruk dan komen yang menjatuhkan.
...☘️ Selamat membaca☘️...
...DEA...
...❤️❤️❤️...
"Dea, kau sangat luar biasa karena sudah membunuh para musuh kita, hari ini aku sudah menyiapkan pesta mu," ucap ketua mafia itu menepuk pundak Dea.
"Terima kasih ketua," ucap Dea tersenyum senang.
"Ayo Dea, kita berpesta!" ajak Kiki menarik tangan Dea.
Dari kejauhan, sepasang mata melihat terus ke arahnya.
Malam itu mereka bersenang-senang.
"Sangat bagus Dea, kau memang yang terkuat," puji kepala mafia.
"Terima kasih ketua, lain kali aku aka bekerja keras untuk ketua," ucap Dea.
"Jangan sungkan begitu, ayo minum dulu," ucap kepala mafia.
"Terima kasih ketua," ucap Dea. Ia pun meminum minuman yang di berikan oleh ketua.
Mereka bersulang dan Dea pun meminumnya, beberapa saat kemudian kepalanya menjadi pusing.
"Kepala ku ... sakit sekali," ucap Dea memegang kepalanya dan mengerutkan keningnya.
"Ketua, apa-apaan ini?" tanya Dea merasakan tubuhnya menjadi lemah tak berdaya.
"He-he-he, maafkan aku Dea, tapi ini demi kelangsungan kekuatan kita aku terpaksa menjual mu," jawab ketua mafia.
"Apa!! Tidak mungkin! Kenapa ... kenapa Ketua melakukan ini? Aku selama ini setia dengan ketua, tapi kenapa ketua tega melakukan ini?" tanya Dea.
"Dea, kau terlalu polos, wajar saja karena kau hanya anak kecil ya, tapi siapa peduli itu, asalkan musuh bisa memberikan manfaat yang banyak, prestasi mu membunuh banyak musuh tidak di perlukan lagi. Selamat tinggal Dea," ucap ketua mafia itu tersenyum licik.
Penglihatannya mulai rabun dan ia pun terbaring di meja.
"Terima kasih ketua Yuda, aku tidak menyangka jika kerja sama kita akan berjalan sebagus ini," ucap seorang pria menyalami ketua mafia tersebut.
Remang-remang Dea mendengar suara pria itu, dia merasa tidak asing dengan suara pria tersebut.
"Sama-sama, ini juga untuk kerja sama kita. Mengorbankan hanya dirinya sendiri itu saja sekali tidak masalah. Meskipun sangat disayang sebenarnya karena ia satu-satunya yang terkuat, tapi demi menambah kekuatan lainnya maka aku ikhlaskan," ucap ketua mafia.
"Kau sangat royal sekali ketua Yuda, baiklah aku bawa hadiahnya ya," ucap pria itu.
Pria itu pun membawa Dea pergi dengan membopongnya. Dea merasa semua sarafnya telah lumpuh dan ia tidak sanggup untuk menggerakkan tubuhnya meski hanya satu jari pun
Obat itu sangat kuat sehingga perlahan-lahan matanya tertutup. Pria itu membawanya masuk ke dalam mobil dan pergi kesuatu tempat.
Tubuhnya merasa sangat panas. Perlahan-lahan matanya terbuka, saat matanya terbuka, saat ini ia berada di bawah api. Kaki dan tangannya di ikat dengan rantai besi.
"Akhhhhhhhhh! Apa ini!" teriak Dea.
"Ha-ha-ha, kau ternyata sudah bangun rupanya?" tanya pria itu tertawa. "Karena kau sudah bangun, maka ini adalah pertunjukan bagus," ucap pria itu.
"Tambahkan minyaknya!" perintah pria itu, ia bernama Feng.
Beberapa pengawalnya menambahkan minyak ke atas api tersebut hingga api itu menyebut ke atas hingga membakar kakinya.
"Apa yang sebenarnya aku inginkan!" teriak Dea.
"Bukannya kau ingin membunuh ku kan? Kalau begitu aku ingin melihat bagaimana kau mati dengan wajah tidak rela mu itu," ucap Feng tersenyum sinis.
Dea berusaha memberontak, tapi itu tidak bisa di lepaskan.
"Ha-ha-ha, tidak berontak lagi gadis manis, saraf di tubuhmu sudah di lumpuhkan, kau tidak punya tenaga sama untuk melakukan perlawanan," ucap Feng.
"Sial! Kalau kau berani ayo duel! Tidak perlu cara licik seperti ini!" teriak Dea.
"Ha-ha-ha, apa kau tau kenapa aku sengaja meminta kerja sama dengan ketua bodoh mu itu lalu malah memintamu, tapi bukan yang lain? Itu karena kau yang paling terkuat di antara yang lain, meskipun aku meminta kerja sama dengan mereka bukan berarti aku setuju untuk terus membantu mereka, karena suatu saat nanti, aku ingin menguasai markas ketua mu juga. Aku melihat kau yang paling setia antara yang lain, jadi sangat sulit untuk menyingkirkan mu bila aku ingin menguasai tempat ketua mu itu. Aku sudah mengatakan semuanya padamu, jadi selamat tinggal. Selamat bertemu di kehidupan selanjutnya," ucap Feng melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Pengawal itu menambahkan minyaknya hingga api itu membakar tubuh Dea.
"Tidaaaaaaaaaaakkkk! Jika aku di beri kesempatan hidup sekali lagi aku akan membalaskan dendam ini!" teriak Dea.
"Heh! Bagaimana mungkin hantu balas dendam, kalau gitu selamat tinggal ya," ucap Feng lagi.
Akhirnya tubuh Dea terbakar hangus.
"Ha-ha-ha! Akhirnya kau mati juga, tidak ada penghalang lagi untukku," ucap Feng penuh kemenangan.
...❤️❤️❤️❤️❤️...