Three Women

Three Women
misi cemoro dowo.


Memasuki area kawasan pohon cemara yang di sisi samping kiri kanan terdapat banyak adanya pohon cemara, tiga gadis ini masih melanjutkan perjalanan setelah mengisi stamina,pada saat menemukan bendera di pohon randu atau nama lainya pohon kapas tadi.


Medan jalur yang di lalui ini agak menanjak di bandingkan dengan jalur yang telah di lalui sebelumnya.


"jalur ini begitu terjal, medan lebih berat, kalau pengen istirahat, bilang saja"ujar areta yang sebagai sweeper posisinya paling belakang.


"istirahat dulu,rett udah satu jam kita jalan"lansung di timpali omonganya aretha sama mona yang sudah terlihat ngos-ngosan.


Mereka bertiga mulai beristirahat,di tepi jalur, terlihat wajah gendis sudah mulai kembali segar karena efek pingsan saat pengambilan bendera.


"tolong baca mon kertasnya."perintah gendis.


"tolong temui saya di pos tiga, ada misi yang harus di selesaikan."kata gendis membacakan surat.


"oke kita langsung bergegas,ini kemungkinan nanti tantangan lebih berat dari yang sebelumnya, semangatttt.."ajakan semangat aretha untuk kedua temanya.


"semangaattt"timpa gendis dan mona.


ketiga taruni ini melanjutkan perjalanan mereka menuju pos tiga yaitu dengan sebutan pos cemoro dowo, kawasan yang di dominasi oleh tumbuhan akasia di tepi sisi kanan kiri jalan setapak, pos cemoro dowo memiliki ketinggian 2.251 Mdpl.


setelah sesampainya di pos tiga, ada beberapa senior yang sedang menunggu team elang, dengan membawa kain hitam.


"untuk melanjutkan misi, ini ada tantangan berupa kalian harus bisa menebak berbagai macam bau, kalau kalian salah menyebut nama bau, kalian akan mendapat tantangan yang lebih berat, dan perlu kalian ingat kalau ada yang salah satu di antara kalian menyebutkan dengan salah atau tidak benar, maka di anggap gugur untuk tantangan ini dan mau tidak mau harus menerima tantangan berikutnya agar kalian dapat bendera team elang yang ke 4, tapi kalau kalian berhasil menebak semua dengan benar, kalian lansung mendapatkan bendera yang ke 4, dan satu lagi tidak boleh menyentuh objek, apakah kalian mengerti ..!!"senior menjelaskan


"siap mengerti"jawab team elang .


"Apaaa ?? kurang keras..!!"suara gertakan dari senior.


"Siap mengertii.." dengan lantang mereka menjawab.


Mereka bertiga berdiri berbaris dengan mata yang sudah tertutup oleh kain hitam, para senior mempersiapkan bahan yang di gantung di hadapan wajah mereka, bahan-bahan yang di gantung seperti terasi, jengkol, petis untuk petis sendiri di lumuri dengan mentimun.


"kalian siap, untuk mencium bau ini waktunya hanya 1menit, "tegas senior.


"siapp.."jawabpan team elang.


"satu, dua, tigaa..pritttt" suara peluit menandakan waktu di mulai.


para taruni ini mulai menciumi bau itu tanpa menyentuh objek yang ada di hadapanya,mereka keliatan serius saat memecahkan misi ini.


"anjir ini apaan, kayak pete dan jengkol, bener nih ga salah lagi, harus milih salah satu"batin mona yang mulai bimbang dengan dua pilihan di pikirannya.


"hefftt heftt,heftt seperti trasi, udah fix sih ini trasi"batin gendis yang mengendus endus objek di depanya.


"heemm, apaan ya kok ada bau-bau udangnya,terasi maybe kali ya, wait wait oohh ga trasi,tau-tau"perang batin dan pikiran aretha.


"waktu sudah habis sekarang kalian silahkan balik badan,dan buka mata kalian"perintah senior.


Ketiga taruni ini akhirnya balik badan dan membelakangi objek yang menjadi misi, mereka di arahkan untuk membuka mata dan menjawab apa yang telah mereka pikirkan selama 1 menit tadi.


"mona jawabpan kamu apa ?" senior mulai menayakan jawabpannya.


"siap izin jawab,jengkol senior"jawab mona dengan tegas, walaupun jantungnya terasa begitu berdetak kencang.


suasana di sekitar mendadak tegang, menunggu jawabpan senior apakah jawabpan mona salah atau benar,lirikan pandangan satu sama lain.


"okee jawabpanmu benar, mona"timpa senior membenarkan jawabpan mona.


"untuk gendis apa jawabpanmu,"tanya senior lagi.


"siap,izin jawab, terasi senior"jawab gendis.


"benar, baguss gendis, tinggal aretha yang tersisa apakah akan menyelamatkan kalian berdua atau menyeret kalian ke tantangan berikutnya, kita lihat, silahkan aretha ?"pertayaan terakhir untuk aretha.


"siap izin jawab,krupuk udang ,"jawabpan aretha dengan percaya diri.


"aretha, maav ya kamu tolol atau bagaimana, coba tengok ke belakang "perintah senior.


aretha menengok ke belakang, dan di ikuti kedua temanya, betapa terkejutnya aretha, setelah melihat objek yang di endus-endusnya teryata sebuah petis.


"Apaan itu,??" tanya aretha lirih melirik ke mona.


"itu petis, aretha," balas mona yang berada di sampingnya.


"Oh..." tatapan kecewa terpancar jelas di raut wajah aretha.


Terlihat jelas wajah ketiga taruni ini sedikit ada rasa ke khawatiran karena jawabpan aretha salah,karena hu


"Aretha, aretha kamu itu kan kapten lo, apa perlu mandat kamu sebagai kapten saya copot."


"maav senior, saya belum pernah liat petis"jawab aretha.


"itu bukan jadi patokan alasan aretha."jawab senior.


karena jawabpan aretha tidak benar maka senior memberikan tantangan berupa menonaktifkan bom yang telah terpasang di boneka. Ada 3 boneka yang di pasangkan bom setiap masing-masing boneka, bom satu dengan bom lainya, berbeda jenis karakterisitik cara menanganinya.


"silahkan untuk kalian menonaktifkan timer bom ini, kalau kalian gagal lagi kali ini ujian kelulusan kalian akan di cabut dan di tunda tahun depan,dan boleh saling tolong menolong untuk misi ini mengerti..!!"tegas senior menjelaskan.


"Siap mengerti"


"priitttt.....!!"bunyi peluit senior siap untuk mulai pertarungan.


aretha mulai mencoba menganalisa aliran listrik dari pemicu ke denator,dan tebakan aretha sangatlah benar bom yang di tangani aretha ini teridentifikasi pemicu utamanya adalah timer atau jam.aretha mulai memotong kabel yang bewarna merah, perlahan demi perlahan.


"tit tit tit tit titttt......" bunyi bom yang di tangani areta mulai berhenti.


"akhirnya huffttt,"hembusan nafas memecah konsentrasi mona yang terlihat sedang mengamati aliran listrik bom yang di tanganinya.


beralih dengan mona, mona mulai mengamati,setiap aliran listrik, ini berbeda dengan sistematis bomnya aretha, tidak ada jam yang mempengaruhi pemicu ledaknya,mekanisme pemicu ke detonator, serta paralel satu dengan yang lainya saling berkaitan.


"yessss berhasilll guys" teriakan gendis berhasil menonaktifkan bom yang di tangani.


"tit tit tit titttt titt,"waktu mulai menambah kecepatan bom yang di tangani mona,


mona kaget melihat timer yang berdetak lebih cepat, setelah gendis berteriak.


"gendis coba lu teriak lagi,"perintah mona.


"aaaaaaaaaaaaa...."teriakan gendis dengan polosnya.


"tit tit tit tit tit tit"bunyi timer lebih cepat.


"husssttt diem, bisikan mona"perintah mona ke gendis.


gendis dan aretha mulai terheran, dan menghampiri mona.


"pemicu bom ini adalah suara, semakin tinggi suara timer ini semakin cepat pula"ungkapnya mona sambil memotong kabel biru dan merah yang saling berhubungan.


"ouuh suara mempengaruhi waktu, itu bahan perekam suara aliran listriknya di potong dulu"jawab aretha.


"sudah, tinggal ini kabel merah mudanya"jawab lirih suara mona.


"kreeeess."suara gunting.


"akhirnya ,yesss kita berhasil,"ujar mona ke dua temanya ini.


setelah suasana tegang kembali mencair lagi, dan akhirnya team elang di beri bendera ke 4 karena berhasil menuntaskan misi kali ini, Masih tersisa bendera 1 yang harus di dapatkan.