
Rizal bingung akan pulang ke apartemen atau rumah orang tuanya. Masih dalam kebingungan menentukan tujuan, gawainya bergetar dengan notifikasi panggilan dari ayahnya. Dia mengambil dan menghembuskan napasnya sebelum mengangkat telepon.
“Halo, Yah,” jawab Rizal.
“Pulang, Zal. Kita bicarakan masalah ini,” ucap Fahmi, ayah Rizal dengan suara tegas.
Rizal menutup panggilan tersebut dan menghidupkan mobilnya untuk segera menuju rumah orang tuanya. Dia mengendarai dengan perlahan sembari memantapkan hati untuk mengambil keputusan. Tak lama, dia tiba di depan rumah orang tuanya dan hatiny...