System:The Deadly Clown

System:The Deadly Clown
Latihan Dan Pulau Cocoyashi


Di sebuah pulau kecil, Buggy, Arshia dan Galand sedang berkumpul. Mereka berniat berlatih, biasanya latihan bersama seperti sekarang dilakukan setiap minggu. Dengan begitu, Buggy bisa memperkirakan kekuatan rekannya saat pertarungan sehingga ia bisa mengatur formasi dan peran saat bertarung.


"Karena tanganku masih belum sembuh, aku akan menggunakan seluruh kekuatanku kecuali kekuatan buah yang telah mencapai kebangkitan. Jadi sebaiknya kalian jangan lengah, atau kalian akan terluka parah'' ujar Buggy.


" Apa kapten yakin? Dengan luka se-" namun kata-kata Arshia dipotong Buggy sebelum selesai.


"Tidak perlu khawatir, jangan meremehkan kapten kalian ini. Bukannya aku meremehkan kalian, hanya saja sejak awal kekuatan kita jauh berbeda. Dengan satu tangan ini, kalian tidak bisa mengalahkan aku jika kalian tidak serius" Jawab Buggy.


Lalu mereka membuat jarak sekitar 30 meter,ketika semua orang telah berada diposisi mereka,Buggy mengambil sebuah batu dan melemparkan ke udara. Ketika batu akan menyentuh tanah, Arshia dan Galand langsung menghilang dari tempat semula.


Buggy terus mengawasi mereka dengan waspada sambil mengaktifkan kenbunshoku.


Buggy menggunakan kemampuan tubuh beku dan melapisinya dengan busoshoku hingga seluruh tubuhnya menjadi gelap.


Tiba-tiba, dia membalikkan tubuh dan memukul udara dibelakangnya. Disaat yang sama, Arshia menebas dengan pedang yang dilapisi busoshoku dengan keras.


*Ting


Suara benturan logam terdengar.


Meski hanya dengan tangan kiri, Buggy bisa menahan serangan Arshia dengan mudah. Sedangkan Arshia yang mengerahkan seluruh kekuatan fisiknya dalam serangan ini, merasa seperti menabrak gunung yang kokoh dan tidak bisa maju lebih jauh.


'Kapten terlalu kuat! ' batin Arshia.


Melihat kaptennya membuat celah, Galand tidak tinggal diam dan ikut menyerang.Sebuah tendangan menyapu pinggang Buggy.


Dengan suara udara yang terbelah, kaki Galand hampir mengenai Buggy.Namun seperti apa yang ia duga, serangan itu dengan mudah ditangkis oleh Buggy dengan mengangkat kaki kanannya. Dan tanah dibawah kaki kiri Buggy menimbulkan retakan seperti sarang laba-laba.


Dengan konfrontasi singkat, kedua orang itu bisa merasakan perbedaan tingkat kekuatan fisik mereka. Apalagi Galand yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari Buggy, saat ini merasa sedikit mati rasa di kakinya ketika beradu dengan kaptennya.


Setelah mengukur kekuatan masing-masing, Buggy mendorong keduanya secara bersamaan dan melompat menjauh untuk membuat jarak.


"Baiklah, pemanasan cukup disini"


Setelah mengatakan itu, Buggy memasang ekspresi serius.Kemudian, gelombang aura biru tua menyebar dari tubuhnya. Setiap tanah yang dilewati oleh haoshoku itu retak menujukan kekuatan yang luar biasa.


Kedua orang itu langsung meneteskan keringat dingin ketika merasakan tekanan dari haki Buggy.


Melihat kedua orang itu lengah, Buggy langsung bergerak cepat dan menyerang Galand. Sebuah pukulan keras berlapis busoshoku mengarah wajah lawan.


Galand yang sempat tertegun, hampir terlambat bereaksi. Menyilangkan kedua tanganya kedepan untuk menahan pukulan. Beberapa saat kemudian tubuh besar Galand terlempar puluhan meter dan akhirnya berhenti setelah menabrak beberapa pohon.


Namun sebelum Buggy melanjutkan serangannya, aliran angin yang kuat terbentuk dibelakangnya. Arshia dikelilingi oleh angin berbentuk kepala harimau mulai berlari dengan cepat kearah Buggy.


Tahu bahwa serangan kecil-kecilan tidak berguna, ia langsung menggunakan serangan terkuatnya. Buggy yang melihat serangan sekala besar menuju arahnya sedikit gugup.


Setelah mengambil nafas panjang, ia membungkukkan tubuhnya,mengumpulkan seluruh kekuatan pada kaki kanannya. Busoshoku yang kental melapisi kakinya, tanah dibawahnya terus retak. Dan melihat jarak keduanya semakin mendekat, Buggy berlari kencang dan ketika jarak mencapai sepuluh meter, ia melompat dan menendang dengan seluruh kekuatannya.


Ledakan dan tekanan angin yang kuat menyebar, meratakan pohon dan batu di pulau itu.Saat debu menghilang, tubuh Arshia terkapar di tumpukan batu tak sadarkan diri.


Sedangkan Buggy, kakinya di penuhi darah yang mengalir dari lukanya.


Dengan nafas yang berat, Buggy berusaha menenangkan irama detak jantungnya. Seluruh tubuhnya mati rasa, menahan serangan sebesar itu dengan haki dan kekuatan fisik saja sangat menyulitkan.


Saat ia sedang beristirahat, dia merasakan bahaya dari belakangnya, sontak ia pun melompat sejauh mungkin.


Dan tepat ketika ia melompat, sebuah bola hitam seukuran bola kasti meluncur ke tempat berdiri tadi. Dan ketika bila itu menyentuh tanah, sebuah daya hisap yang kuat menarik tanah dan batu kearah bola hitam itu. Ketika daya hisap menghilang, sebuah bola berdiameter 3 meter terbentuk dari batu dan tanah.Beberapa detik kemudian bola tanah itu meledak dan menimbulkan suara keras. Banyak batu yang terlempar ke sana sini dengan cepat, ketika batu dan kerikil itu mengenai batu atau pohon tumbang akan membuat lubang yang dalam.


"Itu sangat berbahaya"


Keringat dingin menetes dari dahi Buggy ketika melihat efek serangan itu. Terlambat sedikit saja akan mengakibatkan bahaya fatal. Dengan tubuh yang terluka setelah melawan Garp, lalu menahan serangan besar dari Arshia, sekarang tubuhnya benar-benar kelelahan dan mati rasa.


Melihat Galand sedang mengumpulkan kekuatan untuk membuat bola hitam yang lebih besar, membuat kulit kepala Buggy mati rasa, dan rasa krisis yang kuat membuat Buggy takut.


Ia memaksakan tubuhnya bergerak cepat memutari Galand, ketika melihat celah, Buggy langsung menyerang dengan cepat. Galand yang sibuk dengan bila ditangan terlambat bereaksi dan sekali lagi terlempar belasan meter.


Buggy yang kehabisan nafas langsung pingsan, mereka pun tertidur selama lima hari di pulau yang rusak parah itu.


*******


Di pulau cocoyashi, East blue.


Sekelompok manusia ikan menghajar warga desa hingga banyak dari mereka tidak sadarkan diri. Dua diantara nya, memegang anak perempuan dengan rambut oranye dan biru. Lalu seorang manusia ikan dengan hidung bergeriji menodongkan flinlock pada seorang perempuan dengan rambut merah keunguan yang sedang terluka.


"Matilah bersama kasih sayangmu yang konyol itu" ucap pria biru dengan hidung aneh.


"Bellemere!!! teriak dua bocah perempuan.


Namun pada saat ini terdengar suara langkah kaki mendekat.


*tak... tak... tak..


" Oya..oya.. oya.. sekelompok ikan budak para babi muncul di East blue benar-benar mengejutkan "ucap pria yang mendekat.


Para manusia ikan mendengar itu seketika tersinggung atas perkataan itu. Sedangkan kapten mereka, Arlong, menyipitkan matanya melihat kedatangan tiga orang itu.


" Sekelompok bajingan dari grand Line? " tanya Arlong.


"Bajingan? Ku rasa gelar itu lebih cocok untuk kalian budak yang lepas hahahahaha" gelak tawa terdengar.


********


Makasih buat yang tetap setia menunggu update novel ini.