
Buggy melahap makanannya tanpa memperdulikan pemilik bar yang sedang berlutut ketakutan serta sebuah kepala yang tergeletak diatas meja. Namun tiba-tiba buggy berhenti makan dan melihat ke arah dapur karena ia 'mendengar' keberadaan seseorang yang sedang mengintip disana.
"Keluarlah,tidak perlu sembunyi-sembunyi disana karena aku sudah tau kau sedang memperhatikanku" Ia kembali makan sambil melirik ke arah datangnya tatapan itu.
Sedangkan pemilik bar akhirnya menyadari siapa yang dimaksud oleh orang didepannya, ia langsung bergerak menuju dapur dan tak lama kemudian ia membawa seorang anak perempuan bersama nya.
Saat ia sampai didekat meja, pemilik bar langsung berlutut lagi dan kemudian menempelkan jidatnya ke lantai.
"Tolong ampuni putriku, ia tidak bermaksud buruk sama sekali. Hanya saja sebelumnya, saya memintanya untuk bersembunyi di belakang saat para bandit itu menyerang. Jadi ku-"
"Tutup mulutmu, aku tidak tertarik untuk mendengar omong kosong itu. " Setelah mengatakan itu, Buggy melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, Buggy mulai melihat orang-orang yang ada diruangan itu. Mulai kepala kapten bandit diatas meja, pemilik bar yang masih memohon dilantai, dan anak perempuan berumur sekitar 8 tahun. Gadis ini mengenakan gaun tidur putih dan memiliki rambut hitam panjang dengan poni yang menutupi mata kirinya, mata biru dan wajah manis dan lugu sesuai anak seumur nya.
"Dimana tempat luas namun sepi didekat kota ini? aku ingin sedikit melatih tubuhku"
"Di selatan kota ini ada sebuah bukit dengan jarak sekitar 4 mil, cukup jarang warga kota pergi kesana jadi harusnya sepi dan cocok jadi tempat latihan" kata pemilik bar.
Kalau begitu aku akan pergi dulu, Buggy pun keluar menuju beberapa toko yang menjual barang barang keperluan harian. Setelah membeli bahan persediaan makanan dan lainnya untuk seminggu, ia pun pergi kearah bukit yang dikatakan pemilik bar sebelumnya
Tak lama kemudian, ia sampai di sebuah bukit dimana banyak batu besar bertebaran dan pohon pohon dimana-mana.
"Tempat yang bagus, jadi.... apa yang harus dilatih dulu? hmmm.... ayo mulai dengan busoshoku haki dulu"
Ia pun mencari batu besar yang cocok, dan setelah menemukannya, ia berdiri dan bersiap memukul batu itu. Buggy melakukan kuda-kuda, kepalan tangannya menghitam karena efek busoshoku walau terlihat tipis.
Melihat haki level 1 nya, Buggy terseyum puas dan bersiap menguji kekuatannya. Dengan pukulan keras, batu besar itu hancur berkeping-keping. Namun Buggy masih menggertakkan gigi, tidak puas dengan hasil ini.
"Sial tangan ku sangat sakit, walau kekuatannya lumayan tapi..... pertahanan hakinya masih sangat buruk. Baiklah, ayo latih kekuatan fisik dulu. "
Kemudian, Buggy mengangkat batu yang relatif besar dan meletakkannya dipunggung kau ia mulai berlari ringan mengelilingi bukit. Setelah mulai terbiasa ia menambah berat beban dan kecepetan berlari nya, latihan ini berlangsung selama lebih dari tiga jam.
Setelah puas berlatih kekuatan fisik, ia lanjut berlatih beladiri yang ia pelajari dimasa lalu.Dulu ia sering dibully karena tubuh gendutnya, karena itu David berlatih beladiri dengan keras hingga tahap tertentu dan mengandalkan tubuh besar dan beladirinya untuk membalas dendam pada pembully itu dan akhirnya ia berhasil menjadi 'raja' dikelasnya dan sejak itu hingga lulus kuliah ia terus berlatih dan tidak ada yang mengganggunya lagi.
Saat Buggy sibuk berlatih, Tiba-tiba suara mekanis muncul di benaknya.
[Ding~Anda telah berlatih keras dan berhasil mendapatkan fragmen kartu (Busoshoku haki) ]
[Kumpulkan fragmen kartu untuk membentuk kartu lengkap dan naikkan level kemampuan]
Mendengar pemberitahuan itu, Semangat Buggy meningkat dan mulai berlatih gila-gilaan selama tiga hari.
Setelah latihan keras yang melelahkan, busoshoku haki nya telah naik level dan dia juga menerima notifikasi baru.
[Ding~Anda telah menerima medali pemula beladiri dan medali haki pemula]
Dengan tanda tanya besar dikepalanya, Buggy memasuki ruang gelap di benaknya dan ia melihat sebuah prasasti batu besar dimana disana ada lubang lubang berbentuk medali yang kosong dan dua diantaranya telah terisi oleh medali perunggu.
[Medali pemula beladiri:berlatih beladiri hingga tahap pemula.
Hadiah:Sarung tangan Gran (meningkatkan kekuatan dan pertahanan sebanyak 4 kali, hanya berlaku pada tempat yang dilindungi oleh item]
[Medali pengguna haki pemula: melatih salah satu haki menjadi level 2.
Hadiah:Pil kebangkitan haki (membangkitkan salah satu haki secara acak tergantung pada bakat orang yang meminumnya(hanya bisa diminum oleh orang yang belum membangkitkan haki))
Buggy pun mengulurkan kedua tangannya dan kemudian dua barang itu muncul seketika. Ia pun memasang sarung tangan putih dengan gambar burung merah kecil di tangannya. Namun untuk barang lainnya yaitu pil kebangkitan haki, ia masih bingung digunakan untuk apa.
"Yah.... mari berikan pada anak buah pertamaku nanti" Ia pun menyimpan pil itu di penyimpanan sistem dan melanjutkan latihannya dengan senyum bahagia.
Tapi sebelum mulai berlatih lagi, terdengar suara seseorang yang mendatanginya. Suara itu milik anak perempuan dari pemilik bar sebelumnya dan ia sedang berlari kearahnya sambil membawa kepala bandit yang memiliki ekspresi takut dan khawatir.
"Ada apa? kau datang sendiri? Jarak kota ke sini cukup jauh, kau tau? "
"Gawat..... heh.... hah..... hah... tol...... tolong... kota kami diserang oleh bajak laut" Dengan susah payah gadis itu berbicara.
Mendengar itu, Buggy langsung lari ke arah kita pelabuhan itu dan sebelum terlalu jauh berlari ia berteriak
"Kalian istirahat dulu, aku akan ke sana dengan cepat" setelah itu ia terus berlari.
"Heh sial, ku harap bajak laut itu tidak bertindak terlalu jauh. Kota ini ingin ku jadikan sebagai titik awalku. Bagaimana bajak laut kecil di East blue bisa mengacaukan rencana ku? awas saja kalian "
Tak lama kemudian sebuah kota mulai terlihat dan Buggy mempercepat larinya.
**************
Gadis kecil itu beristirahat hingga nafasnya mulai teratur dan melihat arah kota dengan kekhawatiran tergambar jelas dimatanya. Ia pun berdiri dan mulai melangkahkan kakinya menuju kota kelahirannya itu.
"Hei, kau mau kemana? jangan berpikir untuk menyusul bocah itu" kata kepala yang selama ini ia pegang.
"Eh.... paman Galand bagaimana kau bisa sampai disini? "
"Sejak keluar dari kota itu kau membawaku kesini"
"Ouh benar, aku sampai lupa karena panik. Tapi apa maksudnya jangan menyusul? disana ada lebih dari seratus bajak laut jahat, dia mungkin perlu bantuan"kata gadis itu.
" Kau pikir bisa apa jika kesana? Biar ku beri tau, bocah laki-laki itu sangat kuat bahkan aku yang kuat ini kalah darinya dalam pertarungan sengit itu"Kata Galand si kapten bandit.
Gadis itu pun melihat kepala manusia yang saat ini ia pegang. Dengan ekspresi 'apa yang kau bicarakan' tertulis di wajahnya. Jelas sekali gadis itu melihat kejadian waktu itu ketika bocah laki-laki itu datang ke bar ayahnya.
"Aku tidak bisa tetap disini saat orang itu pergi kota untuk menolong orang-orang, aku akan menyusul" Gadis itupun mulai berlari kearah perginya bocah laki-laki tadi.
Setelah lebih dari satu jam, asap tebal dari bangunan yang terbakar mulai terlihat. Gadis itu mempercepat langkahnya meski sudah mulai kehabisan nafas.
Beberapa menit kemudian, ia sampai dipintu masuk belakang kota dan melihat isi kota yang tenang dan sepi. Melihat sekeliling, banyak bangunan rusak dan mayat penduduk kota terbaring berlumuran darah.
Dijalan, ia sering melihat lubang berbentuk kubus dengan berbagai ukuran seolah-olah telah dipotong dan potongan nya sangat rapi.
"Apa yang terjadi? Ini tidak terlihat seperti bekas pertarungan" Terus berlari hingga ia melihat seseorang di dermaga pelabuhan.
"Kau baik-baik saja? bagaimana dengan para bajak laut jahat itu?Heh..... heh..... heh.... " meski sedang ngos-ngosan ia tetap menanyakan hal penting itu bagaimana pun ratusan bajak laut tiba-tiba menghilang begitu saja dalam waktu singkat.
"Mereka ada di laut" Jawab Buggy dengan tanpa ekspresi sambil melihat laut dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Di laut? mereka pergi? tapi kenapa kapal mereka masih ada? " Katanya sambil menunjukan ke kapal besar yang bersender didermaga.
"Mereka sudah memberikan kapal itu padaku" Kata Buggy .
"Lihat disana! bukankah itu kapal angkatan laut? "Suara laki-laki terdengar.
Buggy melirik kepala yang dipeluk oleh gadis kecil itu dan merasa aneh.
'Gadis itu tidak takut dengan kepala yang terpotong itu? 'kepala Buggy dipenuhi oleh tanda tanya.
Namun saat ini Buggy memperhatikan kapal yang sedang mendekati dermaga. Kapal besar dengan layar putih bersimbol khas marine yaitu burung biru.
*************
mungkin masih banyak kesalahan penulisan didalam karya ini, jadi jika menemukan typo atau yang lain bisa kasih tau author biar diperbaiki.