
Bareil tiba di Negaranya dia lansung menuju kantornya, sampai di ruangannya,.Bareil melihat papa mamanya berada di ruangannya.
"Papa disini?" tanya Bareil.
"Hmm.." jawab papanya.
""Gimana B?" tanya Maora mengenai lamaran Bareil kepada sofia.
"Aku sudah melamar sofia ma,Dia menerima lamaranku."jawabnya dengan tersenyum.
"Tentu saja dia mau menerimamu,kau pasti mengikatnya terlebih dulukan?" ucap papanya menggoda putranya.
"Bukankah papa dulu juga seperti itu.?" Tanya Bareil membuat Nathan lansung terdiam,sedangkan maora tersenyum melihat suaminya.
"Papa papa..." ucap Maora sambil tertawa kecil mengusap punggung suaminya.
"Kapan kalian sempat menemui Tuan Wilson untuk membicarakan pernikahan kami..?" tanya B.
"Kau yakin mau menikah sekarang?,nanti kau sudah menikah lama kau tidak bisa menyentuhnya B.." ledek papanya.
"Maksud papa?" tanya Bareil tidak mengerti apa yang papanya katakan.
"Sofia itu kan baru saja operasi pecangkokan hati,Setau papa penyakit itu selama 6 bulan pemulihannya, Ya kau harus berpuasa selama itu kalau mau menikah dengannya." ucap Nathan menjelaskan kepada putranya.
"Masalah itu Aku sudah tau pa,tidak masalah.aku bukan seperti papa." sindir Bareil.
Hahaha Nathan tertawa lepas.
"Papa tidak yakin kau bisa menahannya B?,kecuali kau tidak normal.."
Bukk..Maora lansung memukul keras bahu suaminya.
"Papa bilang apa tadi.? B nggak Normal Hah..??"pelototan mata maora membuat Nathan merutuki kebodohannya. Habislah pikir nathan,kalau istrinya sudah marah seperti ini.
"Ma..bukan begitu maksu__"
"Malam ini tidur di luar." ucap maora lalu keluar dari ruangan putranya,
melihat itu Bareil lansung tersenyum kearah papanya dengan meledeki papanya.
"Ada yang tidur di luar malam ini,nggak dapat jatah juga.." hahahahaha Tawa Bareil seketika itu pecah,nathan merasa kesal kepada putranya yang berani meledekinya.
"Tunggu saja kau nanti akan merasakannya gimana jadi papa B." Nathan bangun dari tempat duduknya lalu pergi menyusul istrinya,Sedangkan Bareil masih tertawa melihat papanya mati kutu karena mamanya.
"Ma..." nathan memeluk tubuh istrinya.
"Jangan begitulah dengan papa,mama taukan papa nggak bisa tidur kalau nggak sama mama..?" Rayu nathan namun maora tidak menghiraukan suaminya,dia malah melepaskan pelukan suaminya dengan kasar.
"Sana kembali kekantormu.." ucap maora mengusir suaminya,namun nathan kembali memeluk tubuh maora.
"Ma..maafin papa ya,papa salah sudah menyinggung perasaan mama ya..maafin papa ya.." nathan masih mencoba merayu istrinya walau dia tau istrinya susah di bujuk kalau sedang marah begini.
"Aku mau kerja pa,papa lepasin.." ucap maora masih marah.
"Ma kita jalan yok,papa belanjain semua apa yang mama mau gimana..?" ucap nathan masih terus merayu istrinya.
maora menatap lekat wajah suaminya.
"Kamu yang bilang ya mau belanjaain semua ya..?"
"Iya. Tentu saja." jawab nathan.
"Ayo.." maora merangkul tangan suaminya menuju keluar,nathan tersenyum namun pikiran berkelana pasti istrinya nanti akan menguras semuanya, karena tiap kali marah istrinya akan menghukumnya seperti itu.
"kalian mau kemana?" tanya Bareil melihat orangtuanya ingin pergi keluar. Namun seketika itu Bareil lansung mengerti.
"Oo..B tau,Maa.. Kuras habis ya ma bila perlu borong semuanya..,kalau kurang yang di dompet papa pakai semua ma.." ucap Bareil tersenyum meledeki papanya, sedangkan nathan menatap tajam kearah putranya.
"Tentu saja,mama mau beli banyak banyak nanti,mama lihat ada tas keluaran terbaru,sepatu dan lainnya.." ucap maora.
"Kami pergi dulu ya B." maora menarik suaminya pergi dari hadapan putranya.
Melihat kelakuan atasannya yogi tampa sadar tersenyum.
"kau kenapa tersenyum?" ucap Bareil mengejutkan Yogi.
"Aku sangat menyukai orangtuaku,meski mereka sering bertengkar kecil tapi mereka akan selalu baikan dengan cara apapun,apa lagi papaku.." ucap Bareil sedikit bercerita dengan yogi asisstennya.
"Iya Tuan muda,terlihat jelas Tuan besar sangat mencintai ibu anda Tuan.." ucap yogi menanggapi cerita Bareil.
"Kau memang benar gi,Papaku sangat mencintai mamaku." ucap Bareil lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan mamanya mengambil berkas disana.
*
*
*
Di negara C.
Keyra sudah kembali bekerja dengan pengamanan bayangan yang sangat ketat di lakukan suaminya,hanya vloya yang ikut keyra masuk keruangannya.
Keyra sangat di sibukan dengan pemeriksaan pasien dan juga jadwal operasi yang sangat ramai hari ini.
Di kantor,Juandra juga di sibukan dengan pekerjaannya.
Huuh....keyra menarik napasnya saat itu dia berdiri sebentar karena dia sudah duduk terlalu lama sejak tadi,ahkir ahkir ini keyra juga merasa mudah lelah.
"Nona tidak apa apa?" tanya vloya melihat istri Tuannya seperti sangat kelelahan siang itu.
"Aku tidak apa apa mbak,mau berdiri aja soalnya aku udah lama duduk.." jawab keyra lalu memainkan ponselnya melihat lihat sesuatu disana.
"Ya ampun enak sekali.." Guman keyra terdengar oleh vloya.
"Nona mau saya belikan sesuatu?" tanya Vloya.
"Mbak tidak keberatan kalau aku suruh membeli sesuatu?" tanya keyra.
"Tidak sama sekali Nona,katakan saja Nona mau membeli apa?" ucap vloya.
"Sebenarnya aku pengen makan rujak buah mangga muda mbak tapi sekarang kan susah mencarinya soalnya belum musimnya." ucap keyra mengatakan keinginannya ingin memakan rujak mangga muda.
"Nona tenang saja,nanti saya akan menyuruh mereka membantu mencarikan apa yang nona inginkan." ucap vloya.
"Baiklah mbak,terimakasih ya mbak." Ucap keyra yang di angguki vloya,
Vloya keluar dari ruangan keyra, sampai di luar dia mengambil ponselnya menyuruh anak buah Tuannya yang ikut bersamanya disana mencari pesanan nona mereka.
satu jam kemudian mereka menghubungi Vloya mengatakan tidak menemukan apa yang nona mereka inginkan. Mendemgar itu vloya lansung menghubungi Tuannya.
"Ada apa Vloya?" tanya Juandra saat itu dia sedang di ruangan metting.
"Nona ingin makan rujak buah mangga muda Tuan,saya sudah menyuruh mereka mencarinya tapi di dekat rumah sakit ini tidak ada yang menjualnya..,Apa saya bisa keluar mencarinya Tuan..?" ucap Vloya bertanya.
"Kau tetap bersama istriku,biar aku menyuruh yang lain mencarinya." ucap juandra.
"Baik Tuan." juandra mematikan sambungan ponselnya lalu menghubungi istrinya.
keyra melihat suaminya menghubunginya, dia lansung berpikir pasti vloya yang sudah memberitahu suaminya mengenai keinginannya.
"Ya suamiku?" jawabnya.
"Apa permintaanmu tidak bisa di tunda baby sampai pulang nanti saja?" tanya juandra tampa memperdulikan bawahannya yang ikut bersamanya metting di ruangan itu melihat kearahnya.
"Sebenarnya kalau ada pengennya sekarang suamiku,tapi buahnya nggak ada.., ya mau gimana lagi?"ucap keyra lesu.
Juandra merasa kasian melihat istrinya ingin sekali memakan buah mangga muda itu.
"Aku sudah menyuruh anak buahku mencarinya,semoga ada ya..,setelah metting ini aku akan kesana.. " ucap Juandra.
"Iya suamiku..,aku tutup ya lagi mau pemeriksaan pasienku." ucap keyra.
"Baiklah.. Jangan kelelahan mamy anak anak" ucap juandra yang di angguki keyra,juandra mematikan sambungan teleponnya.
"Berto kau suruh Zelo keluar cari kesemua toko buah, buah mangga muda untuk istriku." perintah juandra lansung angguki Berto.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.