
"Defan makasih ya untuk hari ini.ucap Rindu sembari tersemnyum." iya Rindu kalau begitu aku pulang dulu ya. iya Defan hati hati.iya Rindu.
"Defan pun kembali ke kerajaan vampire mengunkan kekuatan teleportasi nya dia"
"Ayah,bunda,kakak ilalang aku telah kembali.ucap Rindu sambil berteriak"
Rindu untulah kamu bisa melarikan diri,kamu tau seberapa kahwatir nya ayah, lain kali kamu tidak boleh menyerakan nyawa mu begitu saja untuk menyelamatkan ayah ya. Baik ayah akan Rindu ingat.
"Kakak ilalang apakah ayah sempat berpikir untuk mengadakan perang supaya bisa membebaskan ku dari raja vampire.tanya Rindu sembari berbisik ke ilalang."
" ayah memang sempat memikirkan itu, tapi itu tidak akan terjadi karena aku menyuruh ayah untuk memikirkan cara lain agar tidak ada korban seperti dulu lagi.ucap ilalang."
"syukurla kak.ucap Rindu."
Rindu kamu di sana makan dengan baik tidak.aku makan dengan baik bunda,bunda di sini makan dengan baik juga kan.iya bunda makan dengan baik kok Rindu selama kamu di tahan di sana.syukurlah.
bunda kakak Aurel dan Adel kemana. Aurel dan Adel sedang melatih prajurit untuk persiapan garhana matahari.kita kan sudah damai bunda untuk apa melakukan persiapan seperti itu.kita memang sudah damai Rindu tapi kita tidak tau kan apa yang akan terjadi nanti setelah ke jadian kamu manjadi tahanan mereka. Iya juga sih bunda, bisa saja mereka mengiginkan perang saat gerhana matahari.
"setelah asik berbincang binca dengan raja ratu dan putra makota Rindu pun pergi ke tempat pelatihan prajurit"
Kakak Adel,kak Aurel apa aku boleh membantu kalian. Kamu uda berhasil kabur Rindu dan bagaimana cara nya.iya kak Aurel aku berhasil kabur berkat bantuan Defan.siapa Defan itu Rindu .dia sahabat ku kak.oh begitu tadi kamu bilang mau membantu ku dan Adel.iya kak boleh tidak. boleh kok tapi kalau kamu cepek lebih baik kamu isterirahat saja.aku tidak cepek kok kak.baik lah kalau begitu.
"akhir nya pun Rindu membantu Adel dan Aurel melati prajurit"
"sementara Defan yang baru saja sampai di kerajan vampire di datangi oleh Steven"
"Defan apa yang kau lakukan hari ini semua nya telah melewati batas oleh karena itu ayah menyuruku untuk menghukum mu.ucap Steven. "
" aku tau aku telah melewati batas jadi jika kak Stevan ingin menghukum ku silakan saja kak.ucap Defan sambil tersenyum."
"Defan aku sedang bicara tentang kamu yang mau di hukum dan bisa bisanya kamu tersenyum selebar itu,soal hukuman kamu bakalan di cambuk sebanyak dua puluh lima kali dan yang memcambuk mu adalah aku,Melody dan Rosse.ucap Stevan."
"baik lah kak Steven ucap Defan."
"lalu Stevan membawa Defan keruang cambuk"
"kak Stevan aku tidak mau ikut mencambuk adik ku, dan kesalahan yang di buat Defan kan tidak terlalu fatal hingga dia harus di cambuk begini.ucap Melody."
"Melody ini adalah perinta ayah,dan kamu bilang tadi kesalahan nya Defan tidak terlalu fatal kan.ucap Stevan."
"walau pun ini perintah ayah tak bisa kah kak memberitau ayah agar hukuman nya di ganti yang lain karna hukum cambuk ini sunggu sangat sakit kak,iya aku memang bilang kalau kesalahan yang Defan buat tidak terlalu fatal.ucap Melody."
"ayah masih memberikan hukuman yang ringan untuk perbuatan Defan,kalau Defan bukan anak ayah mungkin dia akan di hukum mati, kamu tahu tidak apa yang di buat adik tercinta mu ini Melody.tanya Stevan."
"baik aku menggerti soal hukuman tapi kenapa aku harus ikut Stevan,dan juga aku tau apa yang di lakukan adik tercinta ku dia hanya melepaskan tawanan kita kan.ucap Melody."
"kamu tau apa yang dia perbuat Defan Melody dan kamu bilang itu bukan perbuatan fatal aku gak tau apa yang ada di pikiran mu,dan beraninya kau memangil kakak mu ini dengan nama nya Melody.ucap Stevan."
"Melody kalau kamu tidak mau melakukan itu mending sekarang kamu ikut aku kita pergi ke ruanga ibu untuk merawat ibu.ucap Rosse."
"baik lah kak Rosse.ucap Melody."
"kalian berdua mau pergi sebelum malakukan hal yang kusuruh.ucap Stevan."
"kami telah bilang kan kak kami tidak bisa jadi kami memili untuk ke tempat ibu!.ucap Rosse sambil berteriak."
"kalian sama sama keras kepala ternyata kalau begitu kalian harus ku paksa ya.ucap Stevan"
"mau kau paksa atau tidak kami tetap tidak mau mencabuk Defan kak!.ucap Rosse sambil berteriak."
"lalu Stevan pun membiarkan mereka pergi dan dia lah yang menghukum Defan sendirian"
"Defan karena kamu telah selasai menerima cambuk sebanyak dua puluh lima kali sekarang kamu boleh keluar dari ruangan ini,dan nanti jika keadan mu membaik tolong datang ke kamar ku. Ucap Stevan."
"baik lah kak kalau begitu aku pergi dulu.ucap Defan sembari menahan rasa sakit setelah di cambuk."
"aku tau perasaan kak Stevan ketika mencabuk ku tapi kak Stevan juga harus melakukan itu karena dia adalah penurus ayah.ucap Defan dalam hati saat keluar dari rungan cambuk."
"Defan kamu sudah keluara,biar kak bantu kamu ke kamar ya.ucap Rosse."
"baik kak.ucap Defan."
"Melody tolong ambilkan obat di kamar kak ya.ucap Rosse."
"baik kak.ucap Melody."
"sementara di kerajaan serigala tengah"
ayah Rindu izin pulang ke rumah dulu ya. Iya Rindu hati hati di jalan.iya ayah.
"Rindu pun pulang ke rumah nya menggunakan kuda dan setibah nya di rumah Rindu malah mengunakan sihir angin nya untuk pergi ke kerajaan vampire"
"aku harus pergi kesana untuk menemui Defan sebentar soal nya ada hal penting yang harus aku beritau ke dia.ucap Rindu dalam hati"
"saat tibah di kerajaan vampire"
" aku harus mencari cara agar bisa ketemu Defan tampa di curigai emm apa aku menyamar jadi pelayan di sini aja.ucap Rindu."
"Rindu pun memili menjadi pelayan agar bisa menyusup ke dalam istana vampire"
"sementara Defan yang sudah mulai pulih pun pergi ke kamar nya Stevan lalu tidak sengaja menabrak Rindu yang sedang menyamar jadi pelayan"
"maaf saya tidak lihat tadi.ucap Defan."
"Defan ini aku sedang menyamar ada hal yang ingin ku bicara kan dengan mu,apakah sekarang kita bisa bicara kalau tidak bisa sekarang,aku akan tunggu kamu di kamar mu.ucap Rindu"
"kamu siapa dan ada keperluan apa.ucap Defan sembari ke bingugan."
"aku Rindu Defan aku sedang menyamar karena ada hal yang harus ku bicarakan dengan mu.ucap Rindu."
"Rindu aku sekarang ada urusan kamu tunggu aku di kamar ku aja,jika ada yang bertanya bilang saja kalau aku menyuruh mu menunggu ku.ucap Defan"
"baik lah penggeran vampire.ucap Rindu."
"kalau begitu aku pergi dulu ya kesatria Rindu, dan nanti begitu di kamar kau harus menjelaskan pada ku kenapa aroma serigala mu tidak bisa di cium."
"lalu Rindu pun menunggu Defan di kamar nya dia"
"sementara Defan telah tiba di kamar kak nya"
kak stevan aku sudah mulai pulih jadi apa yang ingin kakak tanya kan pada ku.yang ingin ku tanyakan pada mu itu sebenarnya hanya hal sepeleh sih.kak gak usah bertele tele. Baik lah aku tanya kenapa kamu pas membawa gadis serigala itu tidak terbakar matahari.itu karena aku menggunakan kalung pemberian gadis itu sudah mengerti belum kak.oh baik lah kalau begitu sekarang aku ingin memberi tau mu ketika gerhana matahari nanti kita akan menyerang kerajaan serigala tengah untuk mengambil serigala putih.baik lah kalau begitu aku keluar dulu kak .ya silakan.
"Defan pun kembali ke kamar nya"
"Rindu aku uda kembali ucap Defan."
"jadi apa penyebab aroma tubuh mu tidak tercium.
"Defan aroma tubuh ku tidak tercium karena aku telah menggunakan sihir untuk membuat aroma tersebut tidak tercium."
"aku mengerti Rindu tadi kau bilang ada hal penting yang ingin kau bicara kan."
"iya ini soal gerhana matahari aku mau bilang nanti kalau ayah dan kakak mu menyerang ke kerajaan ku kamu juga harus ikut,dan jika nanti kamu di suruh menyerang ku kamu juga harus menyerang ku Ucap Rindu. "
"baik lah Rindu dan aku mau bilang kalau ayah dan kakak ku memang berencana menyerang kerajan mu."
" baik lah aku dan juga angota kerajaan juga telah berlatih karena takut serengan mendadak seperti hari itu lagi."
"Defan aku juga mau bilang sama kamu kalau seandai nya aku mati di perang tolong buang mayat ku ke laut dari atas jurang ucap Rindu sambil tersenyum."
"Rindu pasti akan aku lakukan, Rindu kamu sebenarnya telah mengenalku sejak lama loh."
"kamu bercanda gak lucu Defan kita aja baru ketemu pas pesta perdamaian."
"iya aku serius waktu perang dulu kamu perna menyelamatkan ku dari beberapa anak panah perak yang hampir mengenai tubuh ku ucap Defan sembari tersenyum."
"aku ingat kalau aku perna menyelamatkan seorang anak kecil berambut hitam dan mata merah seperti mu sih."
"itu memang aku Rindu."
"oke sudah cukup cerita cerita nya aku pulang dulu ya Defan."
"baik lah Rindu hati hati."
"setelah Rindu pergi Defan pun pergi keluar jalan jalan di taman."
"gerhana matahari tinggal dau belas hari lagi apa aku bisa melawan wanita yang ku cintai,dan ternyata Rindu hanya mengigat satu kejadian saat aku bertemu dengan nya ucap Defan dalam hati dan sembari tersenyum."
...bersambung.......