Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 8


"li-lisa" ujar lelaki itu syok


"se-sejak kapan kamu kesini Lis" tanyanya.


"apa benar yang kakak katakan tadi?" menangis sejadi-jadinya dan menatap wajah derren dengan murka.


"kakak khianatin Nisa? Kakak yang udah hancurin hati Nisa?"


derren hanya menunduk dan melanjutkan tangisannya. Dia tak kuasa membalas ucapan Lisa.


"kakak tega. Aku ga nyangka kakak bisa berbuat semengerikan ini. Lisa kecewa sama kakak" Lisa menghampiri makam Nisa. Dia meletakkan bunga mawar putih itu kemudian meninggalkan derren yang terkapar di depan makam Nisa.


"maafin aku Lis" gumamnya yang masih terdengar di telinga Lisa.


"sudah terlambat kak buat minta maaf. Kakak udah renggut kehidupan Nisa. Dia sudah berada di alam yang berbeda" lanjut berjalan meninggalkan area pemakaman.


Derren kembali terduduk di tanah. Dia memukul-mukul kepalanya. Dia benar-benar terpuruk dan bingung harus berbuat apa.


"drrrtt drrrttt" suara getar handphone nya berbunyi. tanpa melihat Nama pria itu pun mengangkat panggilan tersebut.


"hallo der!, Lo dimana? Ini gue lagi di apartemen Lo tapi Lo ga ada" suara wanita dari panggilan itu.


"jemput aku kak.. Aku sedang di pemakaman Nisa" berbicara dengan tangis sesenggukan.


"kamu nangis dek? Bentar kakak akan ke sana. Kamu jangan kemana-mana. kamu tunggu kakak"


Mematikan panggilan.


Selang beberapa lama. Sesosok wanita datang menghampiri pria itu. Dia langsung memeluk pria itu yang masih menangis.


"kamu kenapa sampai seperti ini dek? Kamu kenapa?"


Derren tidak menjawab pertanyaan itu. Dia masih menangis tanpa henti.


"kita pulang ya dek. Kita pulang ke monsion kakak" menopang tubuh derren lalu meninggalkan pemakaman.


wanita itu adalah Tiara, kakak tiri derren. ibu kandung derren meninggal saat usianya 15 tahun dan saat usia derren 19 tahun ayahnya menikahi janda anak satu. Dan anak janda itu adalah Tiara. Wanita itu 2 tahun lebih tua dibanding derren sehingga derren memanggilnya kakak.


setelah lulus SMA derren memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen miliknya saat ini. Karena monsion utama yang keluarganya miliki cukup jauh dari universitas tempat dia belajar. Jadi dia memilih tinggal di apartemen yang dibelikan Tiara.


Meskipun Tiara dan derren adalah saudara tiri. Namun hubungan mereka sangat akrab. Keluarganya juga tampak rukun. Mengingat kedua orang tuanya menikah di saat Tiara dan derren cukup dewasa. Sehingga derren dan tiara memaklumi jika orang tuanya itu menikah lagi.


...****************...


Sesampainya di monsion. Keadaan derren benar-benar memprihatinkan. Dia nampak sangat kacau. dia yang biasanya tampil rapi dan wangi sekarang tampak kucel dan pucat.


Mereka memasuki rumah besar itu. Seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"loh nak.. Kamu kenapa sayang?" tanya wanita paruh baya tersebut memperhatikan anak tirinya itu sudah menangis dengan tatapan kosong.


"dia kenapa Tiara?" tanyanya lagi kepada anak satunya.


"Tiara juga ga tahu ma. Tiara tadi sore menghampirinya di apartemen tapi dia ga ada. Terus pas Tiara telfon dia nyuruh jemput aku di pemakaman. Dan dipemakaman itu dia udah dalam keadaan kaya gini" jawab Tiara.


"ya tuhan kamu kenapa sayang" mengkhawatirkan anaknya.


"kita ke kamar Ra" titahnya


"ayo ma" kedua wanita itupun menopang tubuh derren menuju kamarnya.


Mereka membaringkan tubuh derren di atas ranjang lalu menyelimutinya.


"derren kamu kenapa nak? Apa yang terjadi sama kamu?" namun masih tidak ada jawaban.


Wanita itupun tidur di samping derren dan mencoba menenangkan derren dengan memeluknya dan mengelus lembut kepala derren.


"kamu pasti sangat kelelahan ya nak. Kamu tidur ya sekarang. Nanti kalau kamu sudah tenang kamu bisa menceritakan semuanya ke mama ya sayang"


Akhirnya derren pun terlelap dan tertidur.


...****************...


sisi lain di monsion utama Arya. Lisa pulang dalam keadaan menangis dan langsung memasuki kamarnya. Melihat itu Arya pun langsung bergegas menghampiri sang adik.


tanpa mengetuk pintu Arya langsung masuk ke kamar itu.


menghampiri Lisa yang menangis di tepi ranjang dalam keadaan terduduk. Memeluk sang adik.


"kamu kenapa Lis?" tanya Arya.


"Hyung. kamu tahu Hyung. Saat Lisa kecelakaan Dan amnesia, di hari yang sama sahabat Lisa yang selalu menyemangati Lisa jatuh dari gedung sekolah. Seluruh mahasiswa hanya tahu jika dia bunuh diri karena dia seorang yatim piatu. Tapi bukan itu alasan dia meninggal. Tadi Hyung Lisa dari makam sahabat Lisa, dan Lisa melihat mantan kekasih sahabat Lisa ada di sana. Dan kamu tahu Hyung, lelaki itu tahu jika sahabat Lisa di dorong oleh selingkuhannya. Tadi dia menangis menyesali semuanya sembari memeluk dan mencium nisan sahabat lisa. tapi Lisa bingung Hyung, Lisa sedih dengan nasib sahabat Lisa. dia dikhianati pacarnya dan di juga didorong teman satu kelasnya yang selalu bersama dia" bercerita dengan tangisan yang masih tersengal-sengal.


Arya yang sedang memeluk Lisa hanya diam dan mengelus-elus punggung Lisa. Berharap Lisa bisa cepat tenang.


"Hyung"


"iya syang" jawabnya.


"orang yang membuat Lisa berubah adalah sahabat Lisa yang sudah meninggal itu. Dia penyemangat Lisa, Sehingga lisa bisa jadi Lisa yang sekarang, Lisa yang cantik dan pintar. dia selalu bersikap baik tapi mengapa hidupnya seperti tak memihak kepadanya"


"mungkin itu ujian untuknya di kehidupan ini dek. Abang yakin dengan kebaikan yang dia buat sebelumnya membuatnya berbahagia sekarang. Kita do'akan saja agar dia damai dan tenang" mengelus kepala Lisa


(semoga kamu damai disana ya Lis..) batinnya


Lisa hanya mengangguk.


"kamu pasti lelah kelamaan menangis, sekarang tidur ya" titahnya.


Lisa menggelengkan kepalanya "Lisa mau mandi. Lisa bau. badan Lisa lengket semua"


Arya berpura-pura mencium aroma tubuh Lisa.


"ah iya.. Kamu sangat bau dek. Sepertinya kamu harus mandi kembang tujuh rupa untuk menghilangkan baunya" ejeknya


"ish sembarangan. Emang Lisa sebau itu. Lisa itu cantik dan wangi. Mana mungkin karena berkeringat sedikit pake mandi kembang tujuh rupa segala" memukul dada bidang Arya


"ihh.. Beneran tahu. Lisa bau" menutup hidungnya dan mengkibas-kibaskan angin di depan Lisa.


"ihh.. Hyung nyebelin" melengoskan pandangannya dari sang kakak.


"yasudah mandi sana biar wangi. Biar tambah cantik" mendorong pelan pundak Lisa ke arah kamar mandi


"iya iya" menghentak hentakkan kakinya dan menuju kamar mandi.


"Hyung tunggu di bawah buat makan malam ya"


"nee(baik)" jawabnya.


Setelah selesai mandi. Lisa berganti pakaian dan langsung turun ke bawah menuju ruang makan.


"karena mood Lisa sedang buruk Lisa mau makan yang banyak yah Hyung. bolehkah?" tanya Lisa


"itu sih terserah padamu. Kamu itu mau kurus mau gemuk. Kamu tetep bidadarinya hyung" jawab Arya.


"karena mood Lisa juga jelek untuk menyembuhkannya Hyung harus suapi Lisa" duduk disebelah Arya lalu mengagakan mulutnya minta disuapi


Arya yang sangat menyayangi adiknya itu pasrah dan menyuapi adiknya.