
sella melihat pin identitas pria itu yang berada di dada kirinya. "Bryen.. Nama yang cukup bagus. wajah dan tubuhmu juga oke. Kalau kamu jadi pria panggilan bukankah akan sangat mudah bagimu mendapatkan sugar mommy" membelai dagu bryen.
Bryen mendorong wanita tak tahu diri itu.
"cukup ya nona. sebaiknya anda istirahat. Besok pagi setelah kesadaran anda kembali baru saya akan kesini lagi. Permisi" berdecak kesal kemudian meninggalkan kamar hotel itu.
"Bray!" panggil dari salah satu office boy di sana
Brayn yang mendengar namanya di panggil pun menoleh ke arah muasal panggilan.
"oh. Halo pak Raden" sapanya
"kamu ngapain di sini? Nyelametin orang mabuk lagi?" tanyanya seperti sudah biasa dengan kedatangan brayn.
Yah Brayn memang sudah terbiasa membawa gadis-gadis pemabuk ke hotel itu. Bukan tanpa sebab. Bryan adalah pria yang tidak tega melihat perempuan yang mabuk dan sendirian di goda pria hidung belang. Meskipun dia bekerja di club malam, tapi Bryan adalah sosok pria yang jujur dan penuh simpati.
"iya pak. Kasihan. Sepertinya habis putus sama pacarnya"
"walah.. Ada-ada saja perempuan jaman sekarang. Diputusin pacar saja mabuk. Kalo saya yang diputuskan pasti saya cari yang baru"
"inget pak umur" ledek Bryan.
"kamu ini Bray. Tua-tua begini saya masih sanggup bikin anak" cletus OB itu.
"iya iya pak.. Bapak sangat perkasa dan berkarisma" mengacungkan kedua jempolnya.
"iya dongg" membanggakan diri.
"gimana kabar putri dan istri bapak?"
"istri masih dua. Kalo putri saya sudah pinter pacaran" jawabnya.
"bapak udah tua istrinya dua. Kok saya iri ya"
"ga usah iri. Istri dua juga agak merepotkan. kalo kamu cukup satu aja. Yang penting cantik dan setia"
"iya dehh" jawabnya lesu.
...****************...
"oppaa!!" teriaknya dari tangga dan berlari menuju pintu depan.
"jangan lari-lari nanti jatuh" memeluk Lisa.
"oppa kenapa kaya bahagia banget" celetuknya.
"oppa berhasil dapat nomornya. Dia juga setuju buat pdkt sama oppa" jawabnya dengan wajah berbinar-binar.
"serius?"
"duarius"
"wahh..ini harus dirayakan. Bentar lagi Lisa bakal punya kakak ipar" tersenyum ceria.
"baiklah.. Kita akan merayakannya dimana? Di restauran? Di taman? Atauu.. Di rumah saja?"
"kita ke restauran aja oppa.. Aku mau shusi dan takoyaki" antusias
"baiklah.. oppa ganti baju dulu habis itu kita caps" merangkul Lisa masuk ke monsion.
Setelah berganti pakaian Lisa dan Arya pun pergi ke restoran jepang bintang lima. Untuk merayakan satu langkah Arya mendekati Tiara. Sesampainya di restoran, mereka memesan berbagai macam menu. Mereka tidak berfikir bisa menghabiskan semuanya apa tidak. Yang mereka pikirkan sekarang untuk bersenang-senang.
"oppa. Lisa boleh minum Soju?"
"belum sayang. Kamu habis masa pemulihan. Lagi pula sakitmu kemarin sampai koma cukup lama. Kamu minum ini aja yaa" menyodorkan milkshake strawberry ke hadapan Lisa.
"emm.. Baiklah. Untung aku juga suka ini. oppa memang yang terbaik"
"emm.. oppa. Mau lihat foto kakak ipar?
"oppa ngak punya fotonya"
"yahh.. Sayang banget. Padahal pengen lihat" Lisa pun berfikir sejenak.
"oppa" panggilnya lagi
"hm"
"oppa suruh aja kakak ipar ke sini" perintah Lisa
"kamu benar juga. Sebentar. oppa telfon dulu"
Arya pun mulai mengotak Atik benda pipih di tangannya. Dia mencari nomer pujaan hatinya itu kemudian dia melakukan panggilan.
📱"hallo nona Tiara"
📱"hallo tuan Arya, ada yang bisa saya bantu"
📱"apa kamu senggang malam ini?"
📱"ya. Saya cukup senggang. Ada apa tuan?"
📱"emm.. Baiklah tuan"
📱"baiklah. Saya akan mengirimkan alamatnya"
Mematikan panggilan.
"oppa" panggilnya
"hmm"
"kenapa oppa kaku sekali?"
"kita belum terlalu dekat Lis. Kita juga rekan kerja makanya menggunakan bahasa formal"
"kenapa harus menggunakan bahasa formal, oppa kan lagi pdkt dengannya. nanti oppa harus bilang kalau di luar pekerjaan jangan menggunakan bahasa formal" titahnya
"emm.. Baiklah. Nanti akan Hyung coba"
Lisa tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya. "gambate" (semangat)
"haik" (baik) balas pria tampan itu.
Beberapa menit kemudian Tiara pun sudah menyusul Arya dan Lisa di restoran tempat mereka makan.
Melihat kedatangan Tiara pun Arya mulai panik dan salah tingkah.
"Lis Lis.. itu orangnya" menunjuk ke arah Tiara kemudian menunduk.
Lisa mengedarkan pandangan ke arah yang dituju Arya. Kemudian dia melirik oppanya itu. Melihat reaksi Arya yang menunduk membuat Lisa geleng-geleng kepala.
"oppa gerogi. don't be nervous, keep calm" mengkibas-kibaskan tangannya naik turun untuk meredakan kepanikan sang kakak.
Arya pun mulai tenang. Dia langsung mengedarkan pandangannya ke arah Tiara lagi. Kemudian dia memanggil Tiara.
"nona Tiara" melambaikan tangan ke arah Tiara
Tiara yang melihat itu pun langsung menghampiri pria tampan yang sedang memanggilnya itu.
"Hay tuan Arya. Selamat malam" mengedarkan pandangan ke arah Lisa "halo nona cantik selamat malam" tersenyum sopan.
"halo kakak ipar. Selamat malam" ucap Lisa keceplosan. Dia pun sontak menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Arya yang mendengar ucapan Lisa pun melotot ke arah Lisa
"hehe. Maaf oppa, keceplosan" Lisa lalu menghadap Tiara " maaf ya kak. Saya lancang" menunduk hormat sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.
Tiara membalas salamnya. Kemudian tersenyum. "iya ga papa"
"silahkan duduk nona" titah Arya. Dia sudah menarik kan kursi untuk diduduki oleh Tiara.
"terimakasih" tersenyum menghadap Arya.
setelah memastikan Tiara duduk. Arya langsung ke tempat duduknya. Kemudian dia memulai berbincang.
"em.. Nona mau pesan apa?"
melihat menu "emm.. Saya salmon rols ya satu dan chicken katsu satu"
Setelah memesan mereka mulai memakan pesanan mereka. Setelah selesai acara makan-makan. Arya memberanikan diri untuk mengajak ngobrol Tiara.
"nona. Bisakah jika diluar jam kerja kita menggunakan bahasa non formal? " tanyanya
"emm. Baiklah"
"anda bisa memanggil saya Arya. Sepertinya kita seumuran" ujar Arya.
"baiklah Arya. Ngomong-ngomongin saya umur 23 tahun"
"ohh.. Kita beda setahun. Saya 24 tahun, baru dua bulan yang lalu" tersenyum
"wahh.. Jadi kita sebenarnya seumuran dong Arya. Saya bulan depan tanggal empat berulang tahun" menjawab dengan antusias
"wahh.. Sungguh kebetulan. Tiara mau kado apa dari aku"
Mendengar kata 'aku" membuat jantung Tiara berdegup kencang. (kenapa denganku) batinnya
"emm.. Tidak usah repot-repot Ar"
"ahh.. Sama sekali ga repot kok Ra. Besok kita rayakan bersama yah. Kamu ga masalah kan?" serunya.
"emm.. Baiklah. Ga masalah. Aku juga akan mengajak adikku"
"wahh.. kakak punya adek? Umur berapa? Tanya Lisa
"dia umur 21 tahun, dia kuliah di universitas Seoul. Jurusan bisnis semester akhir" jawabnya
"wahh.. Bisa kebetulan banget. Lisa juga kuliah disana, Lisa jurusan bahasa asing semester tiga"